Akitin Ang Fiance Kong Tomboy

Akitin Ang Fiance Kong Tomboy

last updateLast Updated : 2024-06-25
By:  cas_airenCompleted
Language: Filipino
goodnovel18goodnovel
9.8
13 ratings. 13 reviews
104Chapters
18.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

BOOK 1: Seducing The Gay CEO BOOK 2: Akitin Ang Fiance Kong Tomboy We already witnessed the cute roller coaster love story of Zachary Villanueva and Gillian Guzman in SEDUCING THE GAY CEO. Pinatawa, pinasaya, at pinaiyak tayo ng STGC, finally the wait is over, mga ka STGC readers, let’s all welcome the story of their son, Earl Zach Villanueva. Earl Zach was now ready to make us feel the butterflies in our stomachs and set the standard. Earl Zach Villanueva, a.k.a. Zacky, is the eldest son of Zachary Villanueva. He gets almost everything he wants in life. At his young age, his father already trusted him with the whole company, but there was a private property island that he wanted to get, but he couldn't get it because it was owned by his dad's friend. So when his father's friend asked for help to let his daughter be engaged with him, he immediately agreed. Zacky doesn't believe in love, so it's not up to him to marry anyone. He has never seen his daughter because she grew up in the province, but the desire to get that island pushed him to do that. Arranging a marriage with that girl is easy, but he is so shocked and challenged at the same time when he hears something about that girl. The person who will be engaging with him is a tomboy. "Seduce her and make her a straight woman, and if you do that, the island you want from Palawan will be yours." Those are the words that his father's friend said to him. Makakaya kaya ni Zacky na gawing tunay na babae ang mapapangasawa niya na isang pusong lalake?

View More

Chapter 1

Simula

Aku masih ingat betul hari-hari pertama setelah pernikahan kami. Rumah kontrakan kecil di pinggiran kota itu terasa hangat, meski hanya ada satu kamar tidur, dapur mungil, dan ruang tamu yang nyaris tak cukup untuk menampung dua orang. Tapi aku dan Dion merasa itu sudah cukup.

Dion muda, penuh semangat, kadang keras kepala, tapi selalu tahu bagaimana membuatku tersenyum. Aku, dengan sifat pekerja keras dan mandiri, merasa cocok dengannya. Kadang ego kami bentrok, tapi selalu ada ruang untuk tawa. Malam-malam pertama kami di rumah ini, kami makan mie instan di lantai, bercanda tentang mimpi-mimpi yang terlalu besar untuk ukuran rumah kecil kami.

“Kalau nanti kita punya rumah yang lebih besar,” kata Dion sambil menyeruput kopi panas, “aku nggak janji bisa seindah ini, tapi setidaknya kita bisa duduk tanpa khawatir jatuh dari kasur.”

Aku tertawa, menatap wajahnya yang bercahaya di lampu temaram. “Aku cuma ingin kita bahagia. Aku nggak butuh apa-apa lagi.”

Dia menggenggam tanganku erat. “Kamu cukup. Kamu selalu cukup.”

Aku menelan senyum. Kata-kata itu terasa manis, janji yang menenangkan hati. Waktu itu, aku merasa semua akan baik-baik saja.

“Jangan berubah ya, Dion,” bisikku pelan.

Dion menatapku sambil tersenyum kecil. “Kalau aku berubah, tolong ingatkan. Aku nggak mau kehilangan kita yang seperti ini.”

Pekerjaan juga terasa ringan meski gaji tidak terlalu besar. Aku bekerja sebagai admin di perusahaan real estate perumahan. Pekerjaan yang kadang membuatku lelah, tapi aku menikmatinya karena aku merasa berguna dan mandiri. Dion bekerja di perusahaan beton sebagai staff labor, penghasilan sesuai UMR, tapi cukup untuk kebutuhan awal kami.

Kami sering mengatur uang dengan cermat. Setiap kali gaji datang, kami duduk bersama, menghitung pengeluaran, menabung sedikit demi sedikit. Kadang aku dan Dion bertengkar soal uang, tapi selalu berakhir dengan tawa atau kompromi. Aku merasa aman. Aku merasa Dion adalah teman sekaligus pasangan hidup yang mengerti jalannya.

“Dion, kalau gaji kamu nanti naik, kita bisa mulai nabung buat rumah ya,” kataku suatu malam sambil mencatat pengeluaran.

Dia mengangkat alis sambil tersenyum lelah. “Naik aja belum tentu, tapi doain aja. Kalau nggak naik, ya kita naik semangatnya dulu.”

Aku mendengus, lalu tertawa kecil. “Kamu memang paling bisa bikin kalimat motivasi dadakan.”

Hubungan dengan keluarga masing-masing juga hangat. Ibuku, Tari, selalu mengingatkan agar aku sabar dan menjaga rumah tangga. Ayahku, Zen, meski berwibawa dan sedikit keras, selalu memberi nasihat bijak. Kakak-kakakku, Rahma, Raka, dan Ratna, perhatian dan humoris, selalu membuatku tersenyum.

Keluarga Dion juga baik. Ibu Sari selalu ramah padaku, seperti ibu sendiri, meski awalnya aku merasa canggung. Ayah Dion, Agus, tegas dan keras, tapi aku belajar menghormati pendiriannya. Adik-adik Dion , Tika, dan Diaz masing-masing punya sifat berbeda, tapi mereka baik dan selalu membuat rumah menjadi hidup.

“Aku senang keluargamu baik sama aku,” kataku suatu sore setelah pulang dari rumah ibu Dion.

Dion menatapku, sambil menepuk pundakku. “Kamu juga bikin mereka nyaman, Din. Ibu bilang kamu nggak banyak tingkah, itu pujian besar loh.”

Aku tertawa pelan. “Berarti aku lulus jadi menantu ya?”

“Lulus, dengan predikat istimewa,” jawabnya sambil tersenyum bangga.

Kami menikmati kebersamaan sederhana. Sabtu pagi biasanya kami jalan-jalan ke pasar, membeli sayur, lauk, atau jajanan untuk Dinda yang saat itu masih dalam kandungan. Aku sering bercanda dengan Dion, “Kalau kamu sibuk kerja, jangan lupa tetap bawa aku senyum ya.”

Dia tersenyum, menggenggam tanganku, “Tenang, aku nggak akan lupa.”

Aku menatapnya lama. “Janji ya?”

“Janji,” jawabnya lirih, menatapku penuh keyakinan. “Aku kerja buat kamu dan Dinda. Itu aja yang aku tahu.”

Momen-momen itu sederhana, tapi penuh kebahagiaan. Aku merasa setiap pengorbanan dan lelahnya kerja sepadan, karena aku tahu ada Dion di sampingku, dan suatu hari nanti, kami akan melihat semuanya indah dengan cara kami sendiri.

Kehidupan terasa sempurna, seolah tak ada badai yang akan datang tapi justru di sanalah awal perubahan itu menunggu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


reviewsMore

Fione
Fione
Wla na yata ka dugtong to sayang yung kwento
2026-02-19 21:58:02
0
0
azuna18
azuna18
author... un na un???? walang book2 wahhh anung nanyari k allie? nakapagbasketball ba cla? panu ung inuman nila bill? c keisha ganun lng? panu na c luigi? author naman eh....
2025-10-25 04:07:47
1
0
Edelyn Villa
Edelyn Villa
asan na Po yong wakas? taPos na Po Ako mag basa Ng story Ng mga parents nla..na Sina Gillian and Zackary e,.ito Po wala pang wakas haiyyst...
2025-09-29 14:38:07
2
0
Sheenella Caro Daroy
Sheenella Caro Daroy
Ang Ganda Ng story
2025-03-04 15:38:02
1
0
Maribel Dolong
Maribel Dolong
hi po ulit ms author, maguupdate po ba itich. ang ganda po kasi nung story
2024-07-07 20:41:39
0
0
104 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status