LOGINWhen Seraphina Alaric, an accomplished news anchor adopted into the powerful Alaric family, is forced into an arranged marriage with the reclusive billionaire Lysander Vale, she expects a cold union built only on convenience. But Lysander hides a dangerous secret - he's not the paralyzed, fragile man society thinks he is. Behind the façade lies a man betrayed too many times to trust love again. As their worlds collide, hidden truths unravel: Seraphina was never adopted at all, and her "sister" is the true impostor. In a web of deception, betrayal, and unspoken love, Seraphina and Lysander must decide - will they protect their hearts, or risk everything for each other?
View More"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGKina umagahan nag gising si Celestine katabi si Lysander hawak hawak nito ang kamay na may suot na sing-sing pero sa isip-isip nito they are married only sa paper pero wal silang formal ceremony"Do you want to marry me again?" tanong ni Lysander half sleep, nabigla si Celestine sa tanong niya"a..e." utal na bigkas ni Celestine hindi parin kasi mag sink in sa kanya ang nang yari ka gabiNiyakap ni Lysander si Celestine sa bewang ng napaka higpit at sabay bulong nito "Let's get married later, I want to show you off to the world and how lucky I am to have Celestine Alaric in my life" natawa si Celestine wala talagang imposible sa isang bilyonaryo.--------------------------Mula sa pinakataas ng Vale Tower, tanaw ni Celestine ang lungsod na minsan ay naging kulungan. Ngayon, iyon na ang magiging saksi sa bago nilang simula.The wedding wasn’t just a celebration — it was a statement. Na kahit ilang beses silang binasag ng mundo, pipiliin pa rin nilang tumayo… magkasama.Sa grand hal
Tahimik ang gabi.Ang ulan kanina ay napalitan ng mahina at banayad na ambon, parang sinasadya ng langit na bigyan sila ng oras para huminga.Nasa veranda sina Celestine at Lysander.May kandila sa gitna ng mesa, kumikislap-kislap sa pagitan nila.Sa background, mahinang jazz na paulit-ulit tumutugtog sa lumang record player — parang soundtrack ng isang pelikulang ayaw mong matapos.“Kanina ka pa tahimik,” sabi ni Celestine, habang nakasandal sa upuan, hawak ang mug ng tsaa.Lysander looked at her, eyes softer than she’d ever seen. “Kasi bihira akong mapatahimik.”Ngumiti siya. “Oh? What’s bothering the billionaire this time?”Hindi ito sumagot agad.Sa halip, tumayo siya, lumapit, at tumigil sa harap niya — parang gustong sabihin ang isang bagay na matagal nang tinatago.“Celestine,” mahina niyang simula. “Can I tell you something? Something… I never told anyone before.”Umangat ang tingin ni Celestine, curious pero marahang tumango.“Go on.”Huminga nang malalim si Lysander. “When I
Tahimik ang buong penthouse.Tanging tunog ng ulan sa salamin at mahihinang tik-tak ng orasan ang naririnig.Si Celestine, nakatayo sa may balcony, suot lang ang oversized na white shirt ni Lysander.Wala siyang make-up, wala ring camera — just herself. Vulnerable. Real.Mula sa loob, si Lysander ay tahimik na nagmamasid.Nakasuot ng black shirt, may hawak na basong whisky pero hindi niya nilalagok.Para bang, sa tagal ng panahong pinagkait sa kanya ng mundo ang katahimikan, ngayon lang siya huminga.“Hindi mo na kailangang bantayan ako,” mahina ang tinig ni Celestine, hindi lumilingon.“Hindi ako nagbabantay,” sagot ni Lysander, lumapit. “I’m memorizing the only thing that makes sense.”Napangiti siya, mapait. “Smooth talker.”“Hindi ako smooth,” bulong nito, tumigil sa likod niya. “Sobrang gulo ko nga, ‘di ba?”Huminga siya nang malalim, ramdam ang init ng katawan nito kahit may distansya pa silang dalawa.“You scare me sometimes,” sabi ni Celestine, halos pabulong. “’Cause I don’t
Tahimik ang loob ng sasakyan habang binabaybay ni Celestine ang daan papunta sa Fontaine Estate. Ang Fontaine Estate ay pag aari mismo ng pamilya ni Lucienne.Ang headlights ng kotse ay naglalaro sa mga dahon ng puno .Sa kabilang upuan, si Lysander ay tahimik lang. Nakasuot ng dark suit, expressionless, pero ramdam ni Celestine ang tensyon sa bawat paghinga nito.“Sure ka ba talaga dito?” mahina niyang tanong, habang hindi inaalis ang tingin sa labas ng bintana.“Lucienne doesn’t invite without motive.”“I need to face her,” mahinang sagot ni Celestine. “Ayoko nang puro takot. Gusto ko ng sagot.”“Then I’ll be outside,” sagot ni Lysander, mahigpit ang panga. “But if she tries anything—”Napatingin siya rito, at kahit madilim, kitang-kita niya ang lalim ng pag-aalala sa mga mata nito.“Relax,” pilit niyang ngiti. “Hindi ako madaling mahulog sa kung ano man ang iniisip niya.”Pagdating sa Fontaine Estate, sinalubong siya ng malaking iron gate at isang buntong alon ng malamig na hangin.


![Just One Night [Tagalog]](https://acfs1.goodnovel.com/dist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)









Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews