Compartir

Bab 3

Autor: Aulia
Tak sanggup mendengar lagi, Sisca mematikan ponselnya. Air mata mengalir tanpa suara.

Ternyata selama ini dia tidak pernah membuat hati Kenny benar-benar tenang.

Sisca perlahan menghapus air matanya. Dia tidak tahu siapa yang mengirimkan rekaman itu.

Tangan Sisca yang gemetar menyentuh perutnya. Benar, dia tidak boleh melahirkan anaknya. Kini, dia masih harus membereskan anak di kandungannya.

Sisca menelepon seseorang.

"Sisca?"

"Kak Nicky, apa rumah sakit kalian besok pagi bisa menambah satu jadwal operasi?"

"Operasi apa? Aku bantu hubungi dokter kepala."

"A ... bor ... si!"

Larut malam, setelah Kenny pergi, Sisca hanya menerima satu pesan darinya.

[ Sisca, malam ini aku nggak bisa pulang. Aku minum kebanyakan. Besok pagi langsung ke kantor. Malam nanti aku pulang. ]

Namun, pria yang berkata akan pergi bekerja itu, hari ini saat Sisca datang untuk menggugurkan kandungan, ternyata juga berada di rumah sakit.

Tangan Kenny merangkul Syifa. Mereka muncul di lantai bagian kebidanan dan kandungan.

Tak jauh, orang-orang yang memeriksa diri sangat banyak. Di tengah kerumunan, Sisca melihat Kenny melindungi Syifa di sudut. Sikap dominan itu sangat mirip dengan caranya dulu melindungi dirinya.

Syifa mengangkat wajah memandang Kenny dan tersenyum. "Kenny, aku nggak apa-apa. Di sini semua ibu hamil, jangan tegang."

Suara Kenny rendah dan pelan. "Sudah kubilang pergi ke rumah sakit swasta, kamu tetap mau ke rumah sakit negeri. Apa bagusnya di sini?"

Sorot mata Syifa meredup. "Aku hanya putri seorang pembantu. Memang orang biasa, nggak bisa dibandingkan denganmu dan Sisca. Rumah sakit negeri lebih murah. Aku nggak ingin menghamburkan uangmu."

Di wajah tampan Kenny terpancar rasa sayang. "Sisca hanya tahu meminta yang paling mahal, yang paling unik. Satu tasnya saja cukup untuk gajimu sepuluh tahun. Sisca nggak sepatuh kamu."

Sambil berkata begitu, Kenny memeluk Syifa dan mencium rambutnya.

Sementara Sisca yang mengenakan mantel, topi, dan masker, berdiri membelakangi mereka dengan tubuh kaku.

Patuh? Betapa ironis.

Menjelang pernikahan, Kenny telah memindahkan seluruh saham Grup Lingga atas namanya. Dia pernah berkata, "Sisca, aku hanya akan membelikanmu yang paling mahal dan paling baru. Tuan putriku harus dimanjakan dan dilindungi."

Namun, Sisca juga mendengar satu kalimat lagi dari Kenny. "Rumah di Green Residence itu tempat tinggal orang tuaku. Nanti kamu tinggal di sana untuk persiapan melahirkan. Berlian hijau yang kubeli di Pelelangan Maruk sudah kusuruh orang buat jadi cincin. Itu akan menjadi cincin nikah pengganti untukmu."

Bulu mata lentik Sisca bergetar. Air mata langsung mengaburkan pandangannya. Berlian hijau, dibeli di Pelelangan Maruk.

Dulu, dia yang menceritakan legenda itu kepada Kenny. Katanya berlian hijau melambangkan satu-satunya. Saat itu, dia terus merengek memintanya.

"Tas yang kupilih untuk Sisca kali ini, dia suka?"

"Tentu saja suka. Kamu memilihnya dengan sungguh-sungguh selama tiga jam. Terima kasih sudah bersusah payah."

Tangan Syifa membelai perutnya, sorot matanya redup, suaranya penuh kepedihan. "Bagaimanapun, Sisca adalah ibu angkat anakku kelak. Aku pasti akan menyenangkannya. Tenang saja."

Mendengar itu, hati Kenny semakin terasa perih. "Terima kasih sudah bersedia memberikan anak itu kepada Sisca. Hanya dengan diberikan kepada Sisca, dia bisa secara sah menjadi pewaris Grup Lingga. Semua milikku adalah milik anakku."

Sisca mendengar percakapan yang menggelikan itu. Jadi, dia membuat Syifa hamil karena dia sudah sangat ingin punya anak? Itu alasannya berselingkuh?

Sisca melangkah sedikit demi sedikit menuju ruang operasi.

Saat mengganti pakaian operasi, ponselnya berdering. Kenny yang meneleponnya. Dia pun mengangkatnya.

"Sisca, sudah bangun? Masih marah? Aku sudah menyiapkan 99 tangkai mawar. Nanti kurir akan mengantarkannya ke vila. Juga ada sarapan dari restoran favoritmu."

"Kamu bersikeras ingin anak, aku akan suruh orang mencari di panti asuhan. Kalau ada bayi yang cocok, kita adopsi. Paling lama setahun ya? Aku akan menjadikanmu seorang ibu."

"Oke. Tapi aku nggak mau anak lagi."

Dia saja memilih membuang anaknya sendiri, apalagi anak Kenny dengan wanita lain!

Nada suara Kenny akhirnya sedikit membaik. "Sisca yang baik, kamu adalah hartaku. Tiga hari lagi ulang tahun pernikahan ketujuh kita. Aku akan memberimu kejutan."

Sisca menutup telepon. Dia juga punya kejutan untuk Kenny.

Sisca berbaring di atas meja operasi yang dingin.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 21

    [ Ini adalah surat cinta yang nggak berani kukirimkan. Sisca, sepertinya aku menyukaimu. Tapi di sisimu ada Kenny. Saat kamu memandangnya, matamu berbinar. Aku tahu ini hanya bisa menjadi cinta diam-diam. ]Sisca yang mengenakan gaun pengantin putih bersih pun berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata sejak SMA Levi sudah diam-diam menyukainya. Dengan mata berair, dia memandang Levi.Saat itu, terdengar suara satpam hotel yang tergesa-gesa. "Pak Levi, ada orang yang ingin bunuh diri di atap hotel kita. Itu ... itu Pak Kenny."Tangan Sisca gemetar. Dia pikir kemarin dia sudah berbicara dengan sangat jelas kepada Kenny.Levi memandangnya. "Sisca, biar aku yang tangani."Sisca menggeleng. "Levi, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa. Ditunda 20 menit, boleh?"Levi memeluknya, menyahut dengan nada lembut, "Aku tahu kalau dia benar-benar kenapa-napa, kamu pasti akan merasa sedih. Aku akan menunggumu."Air mata menggenang di mata Sisca. Meskipun dia sudah tidak punya ten

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 20

    Kenny tidak menyangka, selama lima tahun dia mencarinya di luar negeri, ternyata Sisca selama ini berada di dalam negeri bersama Levi.Kenny terbang kembali ke Kota Simaraka dan tiba keesokan harinya. Dia langsung menuju Grup Obris, menerobos masuk ke kantor presdir.Tak disangka, orang pertama yang dia temui adalah Sisca. Matanya memerah. Dia bergegas memeluk Sisca dengan erat.Tubuhnya gemetar saat berkata, "Sisca, Sisca, akhirnya aku menemukanmu."Selama bertahun-tahun ini, Kenny mencari ke seluruh dunia. Sisca tahu itu. Kali ini, pernikahan diumumkan secara terbuka. Sisca juga sudah memperkirakan Kenny akan kembali."Kenny, ini kantor suamiku."Tubuh Kenny menegang. Dengan marah, dia berkata, "Nggak, aku nggak akan setuju kamu menikah dengan orang lain. Kamu hanya bisa menjadi milikku! Aku sudah mencarimu begitu lama.""Kenny, aku hanya tinggal di luar negeri selama satu tahun. Empat tahun ini aku berada di Kota Simaraka." Sisca menatap Kenny dengan tatapan dingin. Nadanya saat ber

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 19

    Kenny melihat helikopter yang ditumpangi Sisca terbang menjauh. Helikopternya sendiri berhenti di atas hamparan rumput. Untuk waktu yang lama, dia sama sekali tidak bergerak.Sepasang mata merah itu dipenuhi rasa sakit. Kalimat terakhir Sisca adalah penjelasan apa pun sudah tidak penting lagi baginya. Nada lemah itu dipenuhi kekecewaan dan ketegasan terhadapnya.Dia telah begitu menyakiti Sisca, tetapi Sisca tidak mengatakan satu kata pun. Balasan terkejam yang dia berikan padanya adalah menghilang sepenuhnya dari dunianya!Kenny jatuh sakit. Tubuhnya roboh dengan keras. Dia dilarikan ke rumah sakit. Setelah diselamatkan selama tiga hari tiga malam, barulah dia sadar.Yang datang menjenguknya hanya satu orang, yaitu Revan. Dia berkata, "Kak Kenny, toko gaun pengantin tempat kamu dan Syifa mengadakan pernikahan itu ... milik Sisca."Kenny benar-benar putus asa. Dia mencabut jarum infus di punggung tangannya. Darah terus mengalir.Seperti orang gila, dia bergegas menuju toko gaun pengant

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 18

    Sebulan lalu, saat Sisca meninggalkan Kota Simaraka, Kenny mengumumkan hubungannya dengan Syifa secara terang-terangan. Kini, belum sampai sebulan setelahnya, Kenny justru memohon padanya. Sungguh menggelikan.Sisca kembali ke hotel. Namun, di pintu masuk hotel, dia bertemu dengan Levi.Suara Levi rendah dan berat. "Kenny tadi datang ke hotel, tapi aku sudah menyuruh satpam untuk mengusirnya."Sisca berkata, "Mm, terima kasih, Pak Levi."Sorot mata Levi meredup. "Sisca, kamu bisa langsung panggil namaku. Kita teman sekelas."Sudut bibir Sisca sedikit terangkat. "Mm, beberapa hari ini aku mungkin akan merepotkanmu, Levi.""Nggak merepotkan kok."Mobil Kenny juga berhenti di depan hotel. Begitu dia turun dari mobil, tatapan Levi langsung penuh kewaspadaan. Sisca melirik Kenny yang berdiri di belakangnya."Sekarang antara Keluarga Hanif dan Keluarga Lingga, selain sebagai penggugat dan tergugat, keduanya sudah nggak ada hubungan apa pun. Pak Kenny, lebih baik kita bertemu di pengadilan sa

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 17

    "Tujuh tahun lalu, karena rasa bersalah, aku diam-diam memindahkan seluruh saham atas namaku kepada Sisca. Dan sekarang semua saham itu sudah diakuisisi oleh Keluarga Obris. Dulu Kakek memaksaku harus menikahi Syifa. Aku ingin seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganmu. Dan sekarang, Grup Lingga sudah hancur."Denny memuntahkan darah. "Apa yang kamu katakan?"Senyuman Kenny semakin dalam. "Sisca yang selama ini mengendalikan saham Grup Lingga. Kakek sendiri yang menjual Grup Lingga."Denny seketika murka. "Bajingan! Ambil kembali saham itu! Itu hasil jerih payah seumur hidupku. Kamu malah memberikannya pada keturunan tua bangka dari Keluarga Hanif itu! Kenny, dulu seharusnya aku membunuh Sisca sekalian. Membiarkannya hidup hanya mencelakai Keluarga Lingga!"Kenny merasakan kebencian Denny terhadap Keluarga Hanif dan Sisca. Selama ini, dia dibutakan. Dia hanya mengira ketidaksukaan Denny pada Sisca karena Sisca memiliki sifat yang manja. Namun, dia salah. Ternyata, itu adalah dendam

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 16

    Bahkan demi Syifa, dia telah mengangkat rahim Sisca.Saat ini, Kenny bahkan tak berani membayangkan, ketika Sisca terbaring di ruang operasi waktu itu, betapa putus asanya dia.Dia hanya merasa harus memberi kompensasi kepada Syifa. Hanya merasa toh Sisca juga tidak bisa punya anak, jadi kehilangan rahim pun tidak masalah.Namun, dia tidak pernah terpikir bahwa rahim yang rapuh itu sebenarnya pernah mengandung dua anaknya, bahwa Sisca sebenarnya pernah membayar harga yang sangat besar demi memberinya hadiah terbaik.Sementara dia? Dia telah menghancurkan semuanya, kehilangan semuanya.Setiap kali menjalani program hamil, Sisca selalu datang diam-diam tanpa memberitahunya. Waktu-waktu di laporan itu, semuanya saat dia berada di perusahaan.Suatu kali, saat Kenny meneleponnya, suara Sisca terdengar tidak biasa. "Kenny, kenapa kamu terus telepon? Aku nggak enak badan."Dia segera pulang ke rumah, melihat Sisca berwajah pucat dan tubuhnya meringkuk. Selain itu, dia mencium bau darah.Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status