Compartir

Bab 2

Autor: Aulia
Tiga jam kemudian, Sisca kembali ke rumah pernikahannya dengan Kenny.

Sepasang mata dingin Kenny menatap Sisca. "Sisca, kamu ke mana saja? Telepon juga nggak bisa dihubungi. Aku menunggumu selama dua jam. Kamu tahu nggak betapa khawatirnya aku?"

Sisca kembali menatap Kenny. Di benaknya hanya ada gambaran di bandara tadi. Tangan Kenny merangkul Syifa, menunduk dan mencium Syifa.

Dulu dia begitu menyukai ciuman Kenny, tetapi sekarang dia hanya merasa jijik.

Karena tak mendapat jawaban, Kenny bangkit dan berjalan mendekatinya. "Sisca, kamu tahu yang paling nggak aku suka adalah kamu pergi tanpa memberitahuku. Apa hukuman sebelumnya masih belum cukup?"

Detik berikutnya, tangan besar Kenny mencengkeram erat pinggang ramping Sisca. Tubuh Sisca kaku tak bergerak. Bulu matanya yang lentik bergetar.

Dulu aroma tembakau di tubuh Kenny paling membuatnya terpesona, merasa aman. Kini, aroma itu justru terasa berbahaya.

Sifat dominan Kenny dan hasrat kepemilikannya terhadap dirinya, Sisca sangat memahaminya. Saat usia 20 tahun, mereka pernah bertengkar. Sisca pergi mendaki gunung bersama teman-temannya.

Kenny seperti orang gila, mengerahkan helikopter di seluruh kota, mencari ke setiap gunung hanya untuk menemukannya.

Hal pertama yang dia lakukan setelah menemukan Sisca adalah mengurungnya di apartemennya, melampiaskan amarahnya dengan keras selama sebulan penuh. Sisca menangis dan memohon padanya, tetapi Kenny tetap tidak melepaskannya.

Sampai Sisca terus-menerus berjanji dan bersumpah bahwa dia tidak akan pernah menghilang lagi atau membuatnya khawatir.

Sejak kejadian itu, Sisca merasa takut pada Kenny. Dia berjanji, sekeras apa pun mereka bertengkar, dia tidak akan berani lagi menghilang.

Kini, jari-jari panjang Kenny mengangkat dagunya. "Sisca, bicara. Apa kamu benar-benar ingin aku menghukummu?"

Dalam mata Sisca terlintas kepanikan. Jika pria ini tahu dirinya sedang bersiap meninggalkannya, mungkin dia benar-benar akan menggila.

Tak ingin membuat Kenny curiga, Sisca berkata dengan suara gemetar, "Tadi aku ... pergi ke rumah sakit."

Dia hamil. Dua bulan.

Mendengar kata rumah sakit, sorot mata Kenny langsung meredup. Dia mencium kening Sisca, lalu suaranya ditekan rendah. "Sisca, aku tahu kamu masih ingin memberiku anak. Tapi kemampuanmu untuk hamil nol. Kita sudah berusaha bertahun-tahun, itu sudah cukup. Aku hanya ingin kamu."

"Hidupku nggak akan ada penyesalan selama ada kamu. Jangan pergi ke rumah sakit lagi. Aku nggak ingin kamu merasakan sakit itu lagi."

Dia sudah mencoba bayi tabung tak kurang dari 20 kali, tetapi tak sekali pun berhasil hamil. Dia menerima begitu banyak suntikan program kehamilan hingga lengannya bengkak, tetapi tetap tak ada hasil.

Beberapa saat kemudian, ponsel Kenny berdering. Sisca melihat alis hitam dan tebalnya sedikit berkerut. Pria itu mengusap rambutnya.

"Sayang, jangan lagi menyiksa diri sendiri. Kamu adalah hartaku. Kita nggak punya anak seumur hidup pun nggak masalah."

"Aku ada urusan dan harus keluar sebentar. Kamu diam di rumah, jangan ke mana-mana, jangan berkeliaran dan membuatku khawatir. Kalau nggak, aku benar-benar akan marah."

Tanpa menunggu jawabannya, Kenny sudah pergi.

Sisca tersenyum pahit. Jelas ada seseorang yang sedang menunggunya di luar, jadi dia pulang hanya untuk memastikan dirinya ada di rumah?

Setengah jam kemudian, Sisca menerima rekaman suara dari nomor tak dikenal.

"Kenny, Syifa benaran hamil?"

"Ya. Sudah tiga bulan. Sisca nggak bisa hamil, tapi Keluarga Lingga harus punya pewaris. Kakekku mendesakku."

Suara di seberang seperti suara temannya. "Dulu kamu bersikeras memilih Sisca, sampai kakekmu memaksamu memberi Sisca obat sterilisasi, bahkan melarangmu mendaftarkan pernikahan dengannya."

"Sekarang situasinya seperti ini, ke depan kamu mau bagaimana? Bukannya kamu bilang paling mencintai Sisca?"

Wajah Sisca seketika pucat pasi. Apa? Obat sterilisasi? Selain berselingkuh, Kenny juga memberinya obat sterilisasi?

Tubuh Sisca terasa sakit hingga ke tulang. Dia teringat pada malam pernikahan mereka, Kenny membawakan semangkuk obat tradisional untuknya.

"Sisca, ini ramuan kesuburan dari orang tua. Diminum di malam pertama bisa langsung berhasil. Setelah minum, kamu nggak boleh nangis ya nanti."

Saat itu, Sisca berbaring malu-malu dalam pelukannya. Kenny menyuapinya satu demi satu suap hingga seluruh ramuan habis.

Ternyata sejak awal, Kenny tak pernah berniat membiarkannya punya anak. Di rekaman itu, suara Kenny terdengar lagi.

"Tentu saja aku mencintai Sisca. Kalau nggak, mana mungkin aku membiarkan Syifa hamil? Gimana mungkin aku melepaskan dendam darah kedua keluarga hanya demi bersama Sisca?"

"Dulu orang tuaku meninggal dalam kecelakaan mobil, semua karena orang tua Sisca. Bertahun-tahun ini aku berusaha mengabaikannya, memperlakukannya seperti harta berharga, menyayanginya. Selain anak dan pernikahan yang tak bisa kuberikan padanya, yang lain bisa kuberikan, termasuk seluruh Grup Lingga."

"Terus, gimana dengan Syifa? Benarkah dia hanya alat melahirkan yang diberikan kakekmu padamu?"

Kenny terdiam lama, lalu akhirnya berkata, "Syifa orang yang sangat tenang. Bersamanya aku merasa nyaman, hatiku sangat damai. Itu adalah sesuatu yang nggak akan pernah bisa diberikan Sisca kepadaku."

"Kenny, sepertinya kamu ingin mawar putih dan mawar merah sekaligus."
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 21

    [ Ini adalah surat cinta yang nggak berani kukirimkan. Sisca, sepertinya aku menyukaimu. Tapi di sisimu ada Kenny. Saat kamu memandangnya, matamu berbinar. Aku tahu ini hanya bisa menjadi cinta diam-diam. ]Sisca yang mengenakan gaun pengantin putih bersih pun berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata sejak SMA Levi sudah diam-diam menyukainya. Dengan mata berair, dia memandang Levi.Saat itu, terdengar suara satpam hotel yang tergesa-gesa. "Pak Levi, ada orang yang ingin bunuh diri di atap hotel kita. Itu ... itu Pak Kenny."Tangan Sisca gemetar. Dia pikir kemarin dia sudah berbicara dengan sangat jelas kepada Kenny.Levi memandangnya. "Sisca, biar aku yang tangani."Sisca menggeleng. "Levi, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa. Ditunda 20 menit, boleh?"Levi memeluknya, menyahut dengan nada lembut, "Aku tahu kalau dia benar-benar kenapa-napa, kamu pasti akan merasa sedih. Aku akan menunggumu."Air mata menggenang di mata Sisca. Meskipun dia sudah tidak punya ten

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 20

    Kenny tidak menyangka, selama lima tahun dia mencarinya di luar negeri, ternyata Sisca selama ini berada di dalam negeri bersama Levi.Kenny terbang kembali ke Kota Simaraka dan tiba keesokan harinya. Dia langsung menuju Grup Obris, menerobos masuk ke kantor presdir.Tak disangka, orang pertama yang dia temui adalah Sisca. Matanya memerah. Dia bergegas memeluk Sisca dengan erat.Tubuhnya gemetar saat berkata, "Sisca, Sisca, akhirnya aku menemukanmu."Selama bertahun-tahun ini, Kenny mencari ke seluruh dunia. Sisca tahu itu. Kali ini, pernikahan diumumkan secara terbuka. Sisca juga sudah memperkirakan Kenny akan kembali."Kenny, ini kantor suamiku."Tubuh Kenny menegang. Dengan marah, dia berkata, "Nggak, aku nggak akan setuju kamu menikah dengan orang lain. Kamu hanya bisa menjadi milikku! Aku sudah mencarimu begitu lama.""Kenny, aku hanya tinggal di luar negeri selama satu tahun. Empat tahun ini aku berada di Kota Simaraka." Sisca menatap Kenny dengan tatapan dingin. Nadanya saat ber

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 19

    Kenny melihat helikopter yang ditumpangi Sisca terbang menjauh. Helikopternya sendiri berhenti di atas hamparan rumput. Untuk waktu yang lama, dia sama sekali tidak bergerak.Sepasang mata merah itu dipenuhi rasa sakit. Kalimat terakhir Sisca adalah penjelasan apa pun sudah tidak penting lagi baginya. Nada lemah itu dipenuhi kekecewaan dan ketegasan terhadapnya.Dia telah begitu menyakiti Sisca, tetapi Sisca tidak mengatakan satu kata pun. Balasan terkejam yang dia berikan padanya adalah menghilang sepenuhnya dari dunianya!Kenny jatuh sakit. Tubuhnya roboh dengan keras. Dia dilarikan ke rumah sakit. Setelah diselamatkan selama tiga hari tiga malam, barulah dia sadar.Yang datang menjenguknya hanya satu orang, yaitu Revan. Dia berkata, "Kak Kenny, toko gaun pengantin tempat kamu dan Syifa mengadakan pernikahan itu ... milik Sisca."Kenny benar-benar putus asa. Dia mencabut jarum infus di punggung tangannya. Darah terus mengalir.Seperti orang gila, dia bergegas menuju toko gaun pengant

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 18

    Sebulan lalu, saat Sisca meninggalkan Kota Simaraka, Kenny mengumumkan hubungannya dengan Syifa secara terang-terangan. Kini, belum sampai sebulan setelahnya, Kenny justru memohon padanya. Sungguh menggelikan.Sisca kembali ke hotel. Namun, di pintu masuk hotel, dia bertemu dengan Levi.Suara Levi rendah dan berat. "Kenny tadi datang ke hotel, tapi aku sudah menyuruh satpam untuk mengusirnya."Sisca berkata, "Mm, terima kasih, Pak Levi."Sorot mata Levi meredup. "Sisca, kamu bisa langsung panggil namaku. Kita teman sekelas."Sudut bibir Sisca sedikit terangkat. "Mm, beberapa hari ini aku mungkin akan merepotkanmu, Levi.""Nggak merepotkan kok."Mobil Kenny juga berhenti di depan hotel. Begitu dia turun dari mobil, tatapan Levi langsung penuh kewaspadaan. Sisca melirik Kenny yang berdiri di belakangnya."Sekarang antara Keluarga Hanif dan Keluarga Lingga, selain sebagai penggugat dan tergugat, keduanya sudah nggak ada hubungan apa pun. Pak Kenny, lebih baik kita bertemu di pengadilan sa

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 17

    "Tujuh tahun lalu, karena rasa bersalah, aku diam-diam memindahkan seluruh saham atas namaku kepada Sisca. Dan sekarang semua saham itu sudah diakuisisi oleh Keluarga Obris. Dulu Kakek memaksaku harus menikahi Syifa. Aku ingin seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganmu. Dan sekarang, Grup Lingga sudah hancur."Denny memuntahkan darah. "Apa yang kamu katakan?"Senyuman Kenny semakin dalam. "Sisca yang selama ini mengendalikan saham Grup Lingga. Kakek sendiri yang menjual Grup Lingga."Denny seketika murka. "Bajingan! Ambil kembali saham itu! Itu hasil jerih payah seumur hidupku. Kamu malah memberikannya pada keturunan tua bangka dari Keluarga Hanif itu! Kenny, dulu seharusnya aku membunuh Sisca sekalian. Membiarkannya hidup hanya mencelakai Keluarga Lingga!"Kenny merasakan kebencian Denny terhadap Keluarga Hanif dan Sisca. Selama ini, dia dibutakan. Dia hanya mengira ketidaksukaan Denny pada Sisca karena Sisca memiliki sifat yang manja. Namun, dia salah. Ternyata, itu adalah dendam

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 16

    Bahkan demi Syifa, dia telah mengangkat rahim Sisca.Saat ini, Kenny bahkan tak berani membayangkan, ketika Sisca terbaring di ruang operasi waktu itu, betapa putus asanya dia.Dia hanya merasa harus memberi kompensasi kepada Syifa. Hanya merasa toh Sisca juga tidak bisa punya anak, jadi kehilangan rahim pun tidak masalah.Namun, dia tidak pernah terpikir bahwa rahim yang rapuh itu sebenarnya pernah mengandung dua anaknya, bahwa Sisca sebenarnya pernah membayar harga yang sangat besar demi memberinya hadiah terbaik.Sementara dia? Dia telah menghancurkan semuanya, kehilangan semuanya.Setiap kali menjalani program hamil, Sisca selalu datang diam-diam tanpa memberitahunya. Waktu-waktu di laporan itu, semuanya saat dia berada di perusahaan.Suatu kali, saat Kenny meneleponnya, suara Sisca terdengar tidak biasa. "Kenny, kenapa kamu terus telepon? Aku nggak enak badan."Dia segera pulang ke rumah, melihat Sisca berwajah pucat dan tubuhnya meringkuk. Selain itu, dia mencium bau darah.Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status