เข้าสู่ระบบ
Rambut panjang Selly tampak acak-acakan menempel di wajahnya. Mungkin karena baru saja keguguran, wajahnya terlihat sangat pucat.Saat dia mendongak, aku melihat sudut bibirnya membiru dan mata kirinya bengkak sampai hampir tak bisa dibuka.Sangat berbeda dengan penampilannya yang dulu selalu tampak lemah dan manja di hadapan Nathan.“Jasmine, kamu pikir dirimu sudah menang?”Begitu melihatku, dia tiba-tiba tertawa nyaring dengan suara yang tajam.“Orang yang benar-benar dicintai Nathan selamanya adalah aku! Kamu hanya mainan saja. Emangnya kenapa kalau dia menikahimu?”Plak!Leo menampar wajahnya keras-keras, langsung membuat pipinya bengkak dan memerah.“Siapa yang mengizinkanmu bicara?”Setelah itu, Leo menoleh ke arahku. Tatapannya langsung berubah lembut.“Jasmine, tempat ini kedap suara. Kamu bisa bebas melampiaskan amarahmu.”Aku melangkah maju, kilasan kenangan masa lalu berkelabat di benakku.Selama dua tahun ini, semua kejahatan yang Selly lakukan berulang kali terputar di ke
Dia mengangkat kepalanya menatapku, sorot matanya sulit ditebak.Usai bicara, dia tiba-tiba tertawa. Suara tawanya terdengar gila.“Kamu bahkan tahu kalau aku pura-pura amnesia demi membalas dendam padamu.”Dia menopang dirinya untuk berdiri, langkahnya terhuyung saat mendekat ke arahku.Aku reflek mundur, pinggangku membentur sandaran kepala ranjang hingga mengeluarkan bunyi yang tumpul. Telapak tangan Nathan menghantam keras sisi telingaku, napas hangatnya menyapu wajahku.“Lalu kamu mencari pria lain untuk akting, mau menggunakan cara yang sama untuk membalas dendam padaku?”Dia menempelkan keningnya ke keningku. Air mata panas jatuh dan membasahi wajahku.“Maaf! Maaf!”Tangan Nathan gemetar saat menyentuh wajahku, jempolnya dengan lembut menghapus air mataku.“Tapi kamu salah. Bahkan sebelum diriku sendiri menyadarinya, aku sudah jatuh cinta padamu.”Usai bicara, dia menunduk, seolah ingin menciumku.Aku menghindar dengan marah, lalu menampar wajahnya keras-keras.“Nathan, jangan p
Sebenarnya aku tak begitu mengerti semua sikap anehnya selama beberapa hari terakhir ini.Yang ingin cerai itu dia, yang menyuruhku pergi juga dia.Tapi, ketika aku benar-benar berhenti berharap untuk rujuk, dia pula yang tampaknya tidak senang.Namun, karena dia ingin tahu, aku pun akan memberitahunya.“Dalam kecelakaan itu, bukan hanya rahimku saya yang terluka. Aku juga kehilangan seorang anak yang sudah berusia dua bulan.”Begitu kata-kata itu terucap, dunia seakan ditekan tombol jeda.Nathan terpaku di tempat. Wajahnya pucat seketika, jakunnya bergerak dengan susah payah.“Apa kamu bilang? Kamu hamil waktu itu?”Sementara tangan Leo yang menggenggam tanganku mendadak mengencang, ujung jarinya sampai memucat.“Aku sendiri juga nggak tahu. Dokter yang memberitahuku setelah aku sadar.”Saat mengatakan itu, kenangan itu pun menyerbu seperti riak gelombang.Rasa sakit hebat saat kecelakaan, suara logam yang terpelintir memekakkan telinga.Serta keputusasaan saat darah hangat terus meng
Saat menatapku, alisnya agak berkerut. Matanya yang berwarna kecoklatan langsung menajam saat melihat keadaanku yang begitu malang.“Tolong… aku!”Aku terhuyung keluar dari lift. Tubuhku yang panas membara secara reflek mendekat ke arah yang terasa dingin.Leo bereaksi sangat cepat, sebelum aku terjatuh, tangannya sudah mencengkeram bahuku.“Kamu diracuni?”Mendengar suaranya, aku pun mengangguk asal. Jari-jariku tanpa sadar mencengkeram dasinya.Sebenarnya, dia berniat membawaku ke rumah sakit, tapi aku benar-benar tak sanggup menahan dorongan obat itu.Setelah satu malam yang tak terduga itu, sebenarnya aku ingin berterima kasih dengan baik padanya.Namun, dia malah mengajukan diri untuk bertanggung jawab.“Bagaimana kalau kita menikah? Aku punya mobil dan rumah, kondisiku seharusnya nggak buruk!”Baru saja terluka oleh cinta, aku tentu tak mungkin langsung masuk ke pernikahan baru.Namun, dia bilang dirinya butuh seorang istri. Jika aku ingin membalas budi, bisa dengan menikah denga
Leo menyelimuti tubuhku dengan jasnya, lalu memelukku erat.Dia mencium keningku berulang kali, menenangkanku dengan suara lembut, “Jasmine, aku sudah datang, semuanya akan baik-baik saja!”Lalu dengan mata memerah, dia menyapu pandangan ke sekeliling. Suaranya sangat dingin, seolah mampu membekukan udara.“Siapa yang menyentuhnya?Melihat situasi yang mulai memburuk, orang-orang di sekitar mulai ingin kabur. Namun, wanita yang memimpin tadi malah maju dan menunjuk kami sambil berteriak, “Wanita jalang ini menggoda pria di mana-mana! Kamu sudah tertipu olehnya!”Leo meliriknya dengan dingin, suaranya datar tanpa emosi,“Polisi akan datang sebentar lagi. Fitnah dan pencemaran nama baik, ditambah penganiayaan dengan sengaja, sepertinya sudah cukup untuk dipenjara beberapa tahun!”Kerumunan mendadak sunyi. Orang-orang mulai menurunkan ponsel masing-masing.Saat para satpam membawa perisai dan membubarkan kerumunan, pandangan Nathan masih tertuju pada ujung gaunku yang berlumuran darah.
Aku berjalan menghampirinya, memapahnya dan membiarkan dia menggenggam tanganku.Menanyakan kabar dengan penuh perhatian, mengulang semua prosedur yang sama seperti dulu.Hanya saja, saat menyinggung hubunganku dengan Nathan, aku menunduk dan berkata pelan, “Kami sudah cerai. Dia sudah nggak mengingatku, pernikahan ini juga sudah nggak perlu dilanjutkan.”Genggaman tangannya sempat terhenti, tatapan matanya tampak tidak rela.“Ada baiknya juga. Setelah dia amnesia, kami benar-benar sudah banyak menderita.”Saat hendak pergi, dia kembali memperingatkan Nathan dengan nada tegas, “Meski kamu sudah cerai dengan Jasmine, jangan pernah berharap perempuan itu bisa masuk ke rumah kita.”Seketika, wajah Nathan langsung memuram. Dengan suara keras, dia membantah, “Kami hanya cerai sementara. Setelah Selly melahirkan, kami pasti akan rujuk kembali.”Aku menatap ekspresinya yang sama sekali tak terlihat bercanda, lalu berkata, “Aku sudah menikah dan juga sudah mengandung anak suamiku. Jadi, a







