Short
Aku Bukan Pilihannya

Aku Bukan Pilihannya

Por:  JayCompleto
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Capítulos
1visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Selama dua tahun setelah Nathan amnesia karena kecelakaan, demi menenangkan sahabat masa kecilnya, Selly, kami sudah bercerai sampai tujuh kali. Dan kedelapan kalinya, itu karena Selly hamil. “Lagipula kamu juga nggak bisa melahirkan. Setelah Selly melahirkan, kita baru menikah lagi. Kamu juga yang mengurus anak itu nantinya.” Saat menerima surat cerai, Nathan masih berjanji seolah tak terjadi apa-apa. Malam harinya, hanya karena Selly berkata bahwa melihatku saja sudah membuatnya mual, Nathan pun menyuruhku mengemas koper dan pindah sendirian ke rumah lain di tengah hujan deras. Bahkan saat aku hampir dilecehkan oleh sekelompok preman dan terluka, hingga masuk rumah sakit, dia pun tak peduli sama sekali. Hingga suatu hari, aku tak sengaja melihatnya menemani Selly kontrol kehamilan. Kulihat dia mengusap perut Selly dengan sikap acuh dan mencibir berkata, “Kalaupun dia tahu aku hanya pura-pura amnesia, emangnya kenapa? Dia juga nggak bisa lepas dariku sekarang. Cukup dihibur sedikit, dia bakal langsung patuh dan balik lagi!” Mendengar itu, aku dengan tenang menarik kembali pandanganku. Tepat saat itu, ponselku menerima pesan dari pria itu. [Jasmine, bagaimana hasil kontrol kehamilannya?]

Ver mais

Capítulo 1

Bab 1

Melihat pesan itu, aku kembali menunduk menatap hasil USG dengan gambaran yang masih samar di tanganku. Hatiku terasa perih.

Aku kira tak akan pernah punya anak lagi seumur hidup ini, tapi tak disangka, ternyata diriku masih diberi keberuntungan sebesar ini.

Ponsel di genggamanku bergetar. Leo kembali mengirim pesan.

[Aku akan segera pulang besok, jangan takut.]

Aku hendak membalas, tapi malah mendengar suara lembut dan manja Selly.

“Kak Nathan, menurutmu bayi kita nanti akan mirip dengan siapa?”

“Tentu saja mirip denganmu. Matanya harus mirip denganmu, mulutnya….”

Suara Nathan dipenuhi kelembutan yang belum pernah kudengar sebelumnya.

Namun, saat aku mendongak dan tatapan kami bertemu, suaranya pun mendadak terhenti.

“Jasmine, kok kamu di sini?”

Mendengar pertanyaannya yang dingin, jari-jariku yang menggenggam kertas USG langsung mengencang.

Kertas itu pun terlipat kusut di telapak tanganku.

Begitu melihatku, Selly langsung merangkul lengan Nathan dengan sikap menantang.

Seolah sengaja memamerkan cincin di jari manisnya.

Itu adalah cincin pernikahanku dulunya dan juga hadiah dari keluarga Nathan untuk menantu.

Namun, hanya karena Selly bilang suka, cincin itu dengan mudahnya direnggut dariku.

Meski aku tidak mengizinkan, Nathan tetap menyuruh orang melepaskannya secara paksa.

Bahkan sampai mematahkan kelingkingku.

Selly menutup mulutnya sambil tertawa pelan, lalu sengaja bersandar ke dada Nathan dan berkata,

“Kakak juga datang untuk kontrol kehamilan? Tapi bukannya Kak Nathan pernah bilang kalau kamu itu mandul?”

Ejekan yang begitu terang-terangan, Nathan selalu tidak pernah menyadarinya.

Namun, Nathan lupa. Dirinyalah yang memilih menyelamatkan Selly lebih dulu, hingga aku terlambat ditangani dan akhirnya menjadi sulit untuk hamil.

Aku masih ingat. Setelah kecelakaan itu, aku terjepit di kursi mobil.

Logam tajam menusuk perutku, darah hangat mengalir turun sepanjang pahaku.

Nathan berhasil keluar lebih dulu. Dia melihatku penuh luka dan kesakitan.

Namun, setelah ragu sejenak, dia malah berkata pelan padaku,

“Luka Selly lebih parah darimu. Aku bakal menyelamatkannya lebih dulu, baru kembali menolongmu!”

Yang katanya terluka lebih parah, nyatanya hanya goresan tipis di lengannya.

Aku ditinggalkan sendirian di dalam mobil yang terbalik. Saat kesadaranku perlahan menghilang, yang kulihat hanya bayangannya yang semakin menjauh.

Karena pendarahan yang cukup parah, rahimku mengalami kerusakan permanen.

Dan hal itu malah dia jadikan alasan untuk menyakitiku sesuka hati.

Bahkan berkali-kali tanpa ragu membuka kembali luka lama yang berusaha kulupakan.

Melihat aku tak bereaksi atas sindirannya, Selly pun mulai pura-pura pusing dan mual.

“Kak Nathan, aku mual lagi….”

Aktingnya yang begitu jelek, tetap saja tak bisa disadari Nathan.

Perceraian pertama terjadi karena Selly demam tinggi.

Selly bilang merasa dirinya akan mati, jadi ingin mewujudkan keinginan terakhirnya, yaitu menikah dengan Nathan.

Saat itu, Nathan pun tanpa pikir panjang dan langsung menyeretku ke kantor catatan sipil untuk mengurus perceraian.

Kakiku masih cedera dan belum pulih sepenuhnya, tapi dia tetap menarik dan mendorongku ke kursi penumpang depan.

Aku kesakitan sampai meneteskan air mata, sementara dia sibuk menenangkan Selly dengan suara lembut melalui ponselnya.

Kelembutan di matanya membuat mataku perih.

Tak peduli bagaimanapun aku memohon dan menangis sampai hampir sesak napas.

Nathan hanya melonggarkan dasinya, lalu menegurku dengan suara dingin,

“Selly lagi sakit, haruskah kamu begitu egois? Setelah dia lebih tenang, kita bisa menikah lagi, ‘kan?”

Itu bukan diskusi, melainkan perintah yang tak bisa dibantah.

Dengan air mata bercucuran, aku menandatangani surat cerai. Begitu mendapatkan surat cerai, hal pertama yang Nathan lakukan adalah kembali ke rumah sakit untuk menemani Selly.

Aku yang terluka ditinggalkan sendirian di kantor catatan sipil sampai hari gelap.

Sejak dulu, dia selalu percaya sepenuhnya pada kata-kata Selly.

Sedangkan padaku, dia tak pernah memberi sedikitpun kepercayaan.

Dan benar saja, setelah mendengar ucapannya, tatapan Nathan pun menyapu ke arahku, ketidaksabaran yang begitu jelas terlihat di tatapannya.

“Kenapa kamu harus mengikuti kami? Hanya karena aku menyuruhmu pindah untuk tinggal di luar sementara? Kamu tahu sendiri Selly nggak enak badan kalau melihatmu.”

Dulu, kalau mendengar kata-kata sedingin itu darinya, aku pasti akan menangis sedih semalaman.

Namun sekarang, aku tak lagi insomnia hanya karena satu tatapan dan satu ucapan darinya.

Jadi, saat mendengar itu, aku hanya menjawab dengan dingin,

“Permisi.”

Aku tak ingin berlarut-larut dengannya dan langsung beranjak pergi.

Namun, saat kami berpapasan, kepalaku mendadak pusing.

Langkahku terhuyung.

Nathan reflek mengulurkan tangan untuk menopangku, tapi gerakanku yang menoleh untuk menghindar membuat tangannya membeku di udara.

Dan kertas USG yang kugenggam pun tak sengaja jatuh ke lantai.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
9 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status