공유

40

last update 게시일: 2025-12-14 22:16:30

9 tahun kemudian......

Aroma wangi telur menguar diseluruh penjuru dapur. Aisyah yang baru masuk langsung tersenyum, berjalan mendekati pria berkaos putih serta celemek biru yang menempel di tubuhnya. Berdiri di depan kompor yang menyala dengan teflon di atasnya. Menggulung omelet diatas teflon nyaris sempurna bak seorang chef profesional.

"Wow!" Aisyah berdecak kagum.

"Sempurna. Aku kasih nilai 10 dari 10."

Harun otomatis tergelak mendengar pujian Aisyah. Dipindahkannya omelet yang sudah matan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah merebahkan tubuh di atas ranjang. Mengambil bantal, meletakkan di atas dada lalu memeluknya. Matanya menatap nanar langit-langit kamar Keyla."Ada apa? Kak Aqilah ada masalah?" Meski belum bercerita, Keyla bisa membaca dari raut wajah Aqilah. Kakaknya itu sedang tidak baik-baik saja."Kapan ya, Key, aku bisa hamil kayak kamu?"Aqilah menoleh, melihat kearah Keyla yang duduk di tepi ranjang dengan tatapan sendu."Sebentar lagi," Keyla mengusap punggung tangan Aqilah yang ada di atas bantal. Dia sudah tahu perihal kebohongan Aqilah soal kehamilan. Kakaknya itu sendiri yang telah bercerita. "Pasti sebentar lagi, Kak Aqilah bakal hamil juga." Dia menggeser duduknya, mendekati Aqilah. Meraih tangan kakaknya itu, lalu meletakkan di atas perutnya. "Kata orang, hamil itu bisa nular. Siapa tahu, dengan ngusap perut aku, Kak Aqilah bisa ketularan hamil.""Ngaco kamu, Key." Aqilah bangun sambil terkekeh pelan. "Ya kali batuk atau flu, bisa nular.Ada-ada aja kamu.""Diaminin aja lah, Kak.

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian yang baru pulang, langsung kena omel ibunya. Wanita yang telah melahirkannya 25 tahun silam itu, memprotesnya yang baru pulang ketika pukul 8 malam."Kerja ya kerja, Mas, tapi gak kayak gini caranya. Istri kamu itu lagi hamil muda, butuh perhatian."Tak beda dengan Aqilah, Bian juga kaget ibunya mengatakan Aqilah tengah hamil muda. Mulutnya menganga, dia reflek menatap Aqilah, tapi yang ditatap malah menunduk.Ya, Aqilah takut menatap Bian, karena semua masalah ini berawal darinya. Dari omongan seorang wanita cemburu, yang tidak difikirkan dampaknya."Banyakin waktu buat Aqilah. Kasih perhatian lebih, jangan cuma mikir uang. Contoh alm. Ayah kamu. Dulu saat Ibu hamil kamu, ibu bahkan gak dibolehin nyentuh kerjaan sedikitpun, semua ayah kamu yang kerjain. Hamil itu gak mudah, Mas. Badan rasanya gak enak, melar, cepat capek, dah gitu gak kilat prosesnya, 9 bulan." Bu Diah masih terus mengomeli Bian, sedang Ayu hanya menahan tawa saja sejak tadi. Aqilah, jangan ditanya lagi, dia sed

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa. Menyandarkan punggung sambil memejamkan mata. Lelah, seharian ini dia dan tim bekerja ekstra keras. Meski tidak lembur sampai malam, tapi proyek yang sedang dia tangani memang sangat menguras fikiran.Ini pertama kalinya dia kerjasama dengan Rangga. Dia harus sempurna, jangan sampai lengah dan Rangga bisa melihat kekurangannya. Karena itu juga, rasanya bebannya makin berat.Dia hampir tertidur saat mendengar bunyi bel. Itu jelas bukan Bian, karena kalau dia pasti bisa langsung masuk. Dengan langkah malas, dia kedepan, membuka pintu. Kantuknya langsung hilang begitu melihat siapa yang datang."Ibu."Betapa terkejutnya Aqilah melihat kedatangan Bu Diah dan Ayu. Dia langsung mencium punggung tangan mertuanya tersebut."Masuk, masuk, ayo masuk." Dia membuka pintu lebar-lebar, mempersilakan mereka masuk.Bu Diah memperhatikan setiap sudut apartemen Aqilah. Ayu pernah cerita kalau apartemen yang dihuni abangnya sangat bagus, ternyata Ayu tidak

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Saat berada di eskalator, tawa yang ditahan sejak tadi akhirnya meledak. Bian tak sanggup lagi menahannya. Sumpah, dia tak pernah mengira jika Aqilah bisa berbuat seperti tadi saat sedang cemburu. Apa tadi, pura-pura hamil? Astaga, sampai sebegitunya. Cinta kadang memang gila, membuat seseorang tiba-tiba out of the box."Apa yang lucu?" Aqilah bersedekap sambil cemberut menatap Bian."Kamu." Bian menarik gemas hidung mancung Aqilah, yang langsung ditepis oleh cewek itu. Kebetulan, eskalator sedang sepi, jadi tak terlalu risih takut dilihat orang.Padahal lagi kesel, malah dibilang lucu, makin ngeselin kan?"Kamu kalau cemburu lucu, Qill. Hamil? Astaga!" Bian masih tertawa sambil mengusap perut rata Aqilah, dan lagi-lagi langsung disingkirkan tangannya oleh wanita yang sedang marah karena cemburu itu."Ketawa aja terus. Iyalah, situ kan happy, ketemu mantan." Aqilah melengos, lalu berjalan lebih dulu saat sudah menuruni eskalator."Yang, tungguin dong." Bian berjalan cepat, menyusul Aq

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Bian masuk ke dalam kamar. Masih sempat dia lihat, Aqilah yang buru-buru berbalik memunggungi pintu begitu dia masuk. Istrinya itu hanya sedang kesal, tidak marah, dia meyakinkan diri sendiri. Berjalan ke arah ranjang, lalu naik dan memeluk Aqilah dari belakang."Hadap sini dong," bujuknya. "Mas kan pengen lihat wajah cantik istri Mas." Gak papalah, dibilang bermulut manis, modus, gombal atau apalah, namanya lagi membujuk si dia yang merajuk.Bukannya berbalik, Aqilah malah berusaha melepaskan belitan tangan Bian di pinggangnya. Menepis kasar, khas orang yang sedang marah."Maaf. Jangan ngambek dong." Bian tak lagi memaksa memeluk. Hanya mengusap pelan bahu hingga lengan bagian atas Aqilah. Sentuhan lembut dengan harapan, hati Aqilah juga ikut melembut. "Bukannya gak mau pakai ART seperti saran kamu, tapi emang belum butuh, itu aja. Nanti kalau butuh, Mas juga pasti bakal nyari ART.""Belum butuh gimana?" sahut Aqilah agak nyolot, tanpa membalikkan badan. "Mas kerepotan, terus nyuruh

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Siapa dia tadi, Qill?" tanya Bian saat keduanya sudah ada di dalam mobil."Bukan siapa-siapa, gak penting." Aqilah menghela nafas berat, menyandarkan punggungnya di sandaran jok. Moodnya mendadak buruk gara-gara Jimmy."Mantan kamu?" Sepertinya Bian masih penasaran."Aku gak pernah pacaran, mana mungkin tiba-tiba punya mantan.""Lalu, siapa?""Mas! Bukan siapa-siapa, gak penting." Aqilah tampak kesal dengan pertanyaan Bian yang masih seputar tadi."Ya sudah kalau gak mau cerita." Bian menghidupkan mesin mobil, setelah itu meninggalkan bandara.Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan apapun diantara mereka. Bahkan Bian yang hendak mengajak Aqilah mampir makan, urung karena melihat mood wanita itu yang berantakan.Sesampainya di rumah, Bian langsung menuju dapur. Rasa laparnya tak lagi bisa ditahan."Mas mau ngapain?" Aqilah heran melihat Bian yang pulang-pulang bukannya istirahat atau nyantai, tapi langsung ke dapur."Masak. Kita belum makan apa-apa sejak pagi, kamu pasti lapar juga kan

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   29

    Aleya menyodorkan segelas air putih pada Harun yang sedang duduk disofa ruang tengah. Pria itu tidak langsung meraihnya, namun malah menatap Aleya sedikit tajam. Aleya menghela nafas berat, meletakkan air tersebut di atas meja lalu duduk di sebelah Harun.Aleya melipat kedua lengan didada dengan ta

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   28

    Aisyah duduk di sebuah kursi yang ada di samping brankar. Mengusap kepala Mamanya sambil menatap wanita yang sudah tidak muda lagi itu, dengan nanar. Mama Laras harus opname karena dari pemeriksaan yang dilakukan dokter, dia kemungkinan mengalami radang usus buntu serta dicurigai adanya penyempitan

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   27

    Air mata Aleya meleleh mendengar suara merdu detak jantung janin yang ada dalam perutnya. Dia meremat jemari Harun yang sejak tadi terus menggenggang tangannya. Hari demi hari, rasanya sayangnya kian bertambah pada janin yang mulai dia rasakan pergerakannya tersebut. Setiap janin itu bergerak, ada

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   26

    Aisyah menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan. Terdengar indah sekali, posisi kamu lebih kuat. Namun jika disimpulkan dari berbagai aspek, jelas posisi Aleya yang lebih kuat. Selain karena dia dicintai Harun, dia juga sedang hamil sekarang. Jika sampai Aleya melahirkan anak laki-laki, sudah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status