Início / Romansa / Aku Hamil Anak Musuhku / Bab 31 — Setelah Pengakuan

Compartilhar

Bab 31 — Setelah Pengakuan

last update Data de publicação: 2026-05-05 17:51:42

Ruangan itu sunyi—terlalu sunyi untuk dua orang yang baru saja menghancurkan segalanya.

“Kamu sengaja nunggu sampai aku tahu sendiri?”

Nada suara Randy akhirnya keluar, pelan, datar, tapi justru itu yang membuat udara terasa lebih berat dari sebelumnya. Tidak ada ledakan emosi. Tidak ada bentakan. Hanya satu pertanyaan yang terasa seperti pisau tumpul—tidak langsung membunuh, tapi perlahan mengikis.

Diana tidak langsung menjawab.

Ia berdiri beberapa langkah dari Randy, tubuhnya masih kaku, mata
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Aku Hamil Anak Musuhku   Bab 47 — Perhatian yang Mulai Terlihat

    “Kau belum makan sejak tadi siang, kan?” Diana langsung mengangkat kepala ketika Randy meletakkan makanan di depannya. Pria itu duduk tanpa meminta izin, seolah keberadaannya di sana adalah hal biasa. “Aku tidak lapar.” “Kau berbohong.” Nada suara Randy terdengar datar, tetapi justru itu yang membuat Diana semakin gugup. Randy mulai terlalu mengenalnya. Pria itu mulai menyadari kebiasaan kecil Diana. Cara wanita itu menghindari tatapan saat gugup. Cara napasnya berubah saat sedang menahan sesuatu. Dan itu membuat Diana semakin tidak tenang. “Apa semua ini hiburan untukmu?” tanya Diana pelan. Randy mengernyit. “Apa maksudmu?” “Memperhatikanku seperti ini.” Untuk beberapa detik, Randy tidak menjawab. Tatapannya justru semakin sulit dibaca. Seolah pria itu sendiri mulai bingung dengan alasan di balik semua perhatian yang ia berikan. Namun sebelum suasana berubah semakin aneh, Diana mendadak memegangi meja karena kepalanya terasa pusing. Dan Randy langsung berdiri panik. “

  • Aku Hamil Anak Musuhku   Bab 46 — Jarak yang Tidak Lagi Jelas

    “Duduk dulu.” Nada suara Randy terdengar rendah saat pria itu menarik kursi di depan Diana. Wanita itu langsung menegang. Ia tidak suka bagaimana Randy mulai bersikap seolah punya hak untuk mengatur dirinya. “Aku tidak butuh diatur.” “Kau juga tidak terlihat baik-baik saja.” Kalimat itu langsung membuat Diana terdiam. Beberapa hari terakhir semuanya terasa semakin sulit. Tekanan dari keluarga belum hilang, sementara Randy kini terus muncul di sekelilingnya tanpa memberi ruang untuk bernapas. Dan yang paling berbahaya— Diana mulai terbiasa dengan kehadiran pria itu. Ia membenci fakta tersebut. Karena semakin sering mereka bersama, semakin sulit baginya menjaga jarak emosional. Tatapan Randy tidak lagi terasa setajam dulu. Ada sesuatu yang berubah perlahan, sesuatu yang membuat Diana takut pertahanannya runtuh. “Kau terlihat lelah,” ujar Randy lagi pelan. Diana buru-buru memalingkan wajah. Sebab jika ia terus menatap pria itu lebih lama… ia takut akan mulai percaya bahwa Ran

  • Aku Hamil Anak Musuhku   Bab 45 — Tekanan yang Tidak Bisa Dihindari

    “Kau pikir semua ini bisa terus disembunyikan?” Nada suara Randy terdengar lebih tajam malam itu. Diana langsung membeku. Ia tahu pria itu mulai curiga lagi. Dan itu membuat kepalanya terasa semakin berat. “Aku tidak menyembunyikan apa pun.” “Kau bahkan tidak bisa mengatakannya sambil menatapku.” Kalimat itu langsung menusuk pertahanan Diana. Tekanan dari keluarga belum selesai. Bisik-bisik mulai terdengar semakin jelas. Sementara Randy kini terus memperhatikannya dengan cara yang membuat Diana sulit bernapas. Seolah pria itu sedang menyusun semua potongan yang belum ia pahami. Dan Diana takut pada satu kemungkinan— Jika Randy benar-benar mengetahui semuanya… hidupnya akan berubah total. Tatapan Randy perlahan turun ke arah tubuh Diana sebelum kembali menatap matanya tajam. “Apa sebenarnya yang sedang kau sembunyikan dariku?” Jantung Diana langsung berhenti sesaat. Mobil Randy melaju cepat membelah jalan malam. Suasana di dalamnya terasa sesak. Bukan karena sempit. T

  • Aku Hamil Anak Musuhku   Bab 44 — Batas yang Mulai Retak

    “Kenapa kau terus memperhatikanku?” Pertanyaan Diana membuat Randy diam beberapa saat. Tatapan pria itu tidak lagi sedingin dulu. “Aku juga tidak tahu.” Jawaban jujur itu justru membuat suasana semakin kacau. Diana langsung memalingkan wajah, berusaha mengabaikan detak jantungnya yang mulai tidak stabil. Hubungan mereka berubah terlalu cepat. Dan perubahan itu menakutkan. Karena semakin sering mereka bersama, semakin kabur batas antara kebencian dan perhatian. Sementara di luar sana, tekanan keluarga terus meningkat tanpa memberi mereka ruang bernapas. “Kau harus berhenti dekat-dekat denganku,” bisik Diana pelan. “Kenapa?” Diana menatap Randy lama sebelum akhirnya berkata lirih— “Karena semuanya akan jadi lebih buruk.” Randy langsung menyipitkan mata. Seolah pria itu mulai menyadari ada sesuatu yang belum Diana katakan. Ruangan arsip itu mendadak terasa terlalu sempit untuk mereka berdua. Udara terasa berat. Penuh ketegangan yang tidak lagi bisa disembunyikan di bali

  • Aku Hamil Anak Musuhku   Bab 43 — Rahasia yang Semakin Berat

    “Aku tidak butuh bantuanmu.” Diana langsung menarik tangannya saat Randy mencoba menahannya. Namun pria itu justru menatapnya semakin tajam. “Kau pikir kau bisa menghadapi semuanya sendiri?” “Aku memang selalu sendiri.” Jawaban itu membuat Randy terdiam sesaat. Diana segera memalingkan wajah. Ia terlalu lelah. Tekanan dari keluarga, rasa takut rahasianya terbongkar, dan kehadiran Randy yang semakin dekat membuat pertahanannya mulai retak sedikit demi sedikit. Namun yang paling membuatnya takut adalah dirinya sendiri. Karena sebagian kecil hatinya mulai merasa nyaman saat Randy berada di dekatnya. Dan itu salah. Sangat salah. Randy memperhatikan wajah pucat Diana beberapa detik lebih lama sebelum akhirnya berkata pelan— “Kau terlihat seperti sedang memikul sesuatu yang terlalu berat.” Tubuh Diana langsung menegang. Lorong kantor yang tadi ramai kini mulai sepi. Namun bagi Diana, dunia tetap terasa bising. Bisikan. Tatapan. Notifikasi berita. Semua seperti terus menge

  • Aku Hamil Anak Musuhku   Bab 42 — Tatapan yang Menghakimi

    Diana bisa merasakan tatapan itu ke mana pun ia bergerak. Tatapan penuh penilaian. Tatapan yang membuatnya merasa seperti orang asing di tempatnya sendiri. “Aku tidak suka cara mereka melihatmu.” Suara Randy terdengar rendah di sampingnya. Diana langsung menoleh dengan bingung. “Sejak kapan itu jadi urusanmu?” Randy tidak langsung menjawab. Namun ekspresinya berubah lebih gelap saat seseorang kembali membicarakan Diana dengan nada merendahkan. Dan anehnya… itu membuat Diana ikut gelisah. Karena untuk pertama kalinya, Randy tidak berdiri di sisi yang berlawanan darinya. Pria itu justru terlihat seperti ingin melindunginya. Namun semakin Randy bersikap seperti itu, semakin besar rasa takut yang tumbuh di hati Diana. Sebab jika Randy terus memperhatikannya… semuanya bisa hancur. Lobby utama perusahaan malam itu terasa seperti ruang sidang. Bukan tempat kerja. Bukan gedung profesional. Tapi arena di mana semua orang bebas menghakimi Diana tanpa perlu tahu apa pun tentang h

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status