Share

Bab 122 - Runtuh

Penulis: Faw faw
last update Tanggal publikasi: 2025-11-11 21:00:56

Sebelumnya...

Begitu sampai di rumah, Felisha langsung menutup pintu rapat-rapat dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.

Jantungnya berpacu tak karuan. Napasnya tersengal seperti habis dikejar setan. Ia bahkan tidak ingat bagaimana bisa sampai di rumah dengan begitu cepat—yang jelas, ia hanya tidak ingin Guan sampai melihatnya diantar pulang dengan mobil mewah.

Seketka pikirannya berputar tak tentu arah, penuh pertanyaan yang membuat dada sesak.

“Apa Tuan Ace akan m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 238 - Wanita Yang Tak Pernah Dipilih

    Hiromi baru saja selesai membasuh wajah dan melakukan perawatan kecil sebelum tidur. Saat berjalan melewati rak buku di sudut kamarnya, bahunya tanpa sengaja menyenggol salah satu buku yang menonjol keluar dari barisan hingga beberapa buku lain ikut terjatuh ke lantai.“Ah…” gumamnya pelan.Ia segera berjongkok untuk memungut buku-buku itu dan menatanya kembali. Namun tangannya berhenti pada sebuah buku kecil bersampul kusam.Tatapannya perlahan berubah. Buku itu langsung mengingatkannya pada masa lalu.Dengan rasa penasaran, Hiromi membuka halaman pertamanya. Di sana terdapat tulisan tangannya sendiri semasa SMA. Rapi, tertata, dan dipenuhi nama Ace di beberapa bagian.Senyum tipis terukir di bibirnya.Hiromi lalu membawa buku itu ke tempat tidur. Ia tengkurap di atas kasur sambil membaca isi buku tersebut, ditemani cahaya hangat lampu tidur di atas nakas.Tulisan-tulisan lama itu menceritakan awal mula kedekatannya dengan Ace, ketika ia masih menganggap pria itu hanya sebagai teman

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 237 - Kunjungan Yang Terlalu Singkat

    Setelah puas meluapkan hasrat di kamar mandi, Felisha dan Ace membersihkan diri bersama.Kini Felisha duduk di depan meja rias, mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut. Sementara itu, Ace tengah mengancingkan kemeja rumahnya, sesekali melirik ke arah istrinya melalui pantulan cermin.Senyum lembut tersungging di bibirnya.Ace lalu berjalan mendekat, mengambil alih pengering rambut dari tangan Felisha, dan mulai membantu mengeringkan rambut wanita itu dengan hati-hati."Apa kau baik-baik saja?" tanyanya setengah berbisik. Ujung jemarinya yang dingin sempat menyentuh tengkuk Felisha, membuat wanita itu sedikit bergidik."Apa maksudmu?" balas Felisha, bingung."Perutmu. Masih mual?""Hm..." Felisha terdiam sejenak, mencoba merasakan kondisi tubuhnya. Sejak percakapan tentang penculikan tadi hingga momen mereka di kamar mandi, rasa mual itu memang tidak terasa lagi."Sepertinya sudah tidak," jawabnya jujur."Kau yakin?" Ace memastikan.Felisha mengangguk pelan sambil tersenyum, men

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 236 - Di Kamar Mandi

    Ingin melihat lebih jelas, Ace pun berlutut di hadapan Felisha. Perut istrinya tampak sedikit menonjol. Belum besar, namun cukup jelas menunjukkan perubahan.Dengan penuh kelembutan, ia mengecup perut itu.Felisha tersipu. Perlakuan itu membuatnya merasa begitu dicintai. Perlahan, luka dari pertengkaran mereka seakan menghilang. Kehangatan di antara mereka kembali pulih seperti semula.Tak lama, Ace bangkit lagi. Tanpa banyak kata, ia menggendong Felisha dan membaringkannya di atas kasur.Dari tatapannya, keinginannya sudah sangat jelas.Ia rindu ingin menggagahi tubuh indah wanita itu.Saat Ace mengangkat sedikit gaun santai Felisha sampai dada dan menyingkap bagian bra-nya, ia menyadari perubahan lain-payudara istrinya tampak semakin berisi, semakin memikat di matanya.Hanya beberapa hari tidak menyentuh Felisha, namun kerinduan itu terasa begitu kuat. Segala emosi yang sebelumnya menguasainya seolah runtuh begitu saja. Di hadapannya kini hanya ada Felisha-wanita yang mampu melemahk

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 235 - Pulih

    Setelah mengetahui kabar tentang percobaan penculikan dari Yoko, Ace segera bergegas menuju kamar untuk menanyakan langsung perihal itu Felisha.Begitu membuka pintu, ia mendapati Felisha yang sebelumnya sedang berbaring di atas kasur, kini sudah berdiri. Sepertinya ia juga hendak keluar untuk menemui Ace.Keduanya lalu terdiam sejenak.Tatapan mereka bertemu, sama-sama menyimpan kebingungan—dan sesuatu yang belum terucap. Hingga akhirnya Felisha lebih dulu membuka suara.“Ace… aku lupa memberitahumu sesuatu,” ucapnya ragu. Nada suaranya berat, seolah setiap kata yang akan keluar membawa risiko. Namun ia tahu, kali ini ia tidak boleh menyembunyikan apa pun.Ace menatapnya serius, memberi isyarat agar ia melanjutkan.“Tadi pagi, Bibi bilang ingin ke rumah Hiromi. Jadi aku berniat mengantarnya naik taksi,” lanjut Felisha hati-hati.Ace mendengarkan tanpa menyela.“Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Bibi,” katanya, suaranya sedikit bergetar saat mengingat kejadian itu. “Aku

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 234 - Ikatan Yang Tak Terbantahkan

    Felisha yang sebelumnya tak pernah mencicipi hidangan Jepang seperti itu, mencoba menyendok sedikit sup oden ke mulutnya. Sejak tadi ia hanya membantu Yoko menyiapkan bahan sesuai instruksi. Saat Yoko meracik hidangan tersebut, ia sudah merasa aromanya cukup asing.Begitu kuah itu menyentuh lidahnya, Felisha langsung menyadari rasanya tidak cocok. Aneh.Lebih dari itu, perutnya seakan menolak. Rasa mual datang tiba-tiba, menekan dari dalam. Jika tidak ditahan, ia merasa akan memuntahkannya.Namun, karena tidak enak hati pada Yoko, Felisha berusaha tetap tenang, seolah menikmatinya.Sayangnya, usaha itu tidak luput dari perhatian Ace.“Kenapa? Rasanya tidak cocok, ya?” tanya Ace pelan, suaranya lembut dan penuh perhatian.Felisha menggeleng ragu, menutup mulutnya dengan tangan, memaksakan senyum.“Tidak… tidak apa-apa,” jawabnya pelan.Yoko memperhatikan, begitu juga Hiromi.“Kalau tidak suka, jangan dipaksakan,” ujar Ace lagi.Namun sebelum Felisha sempat menjawab, Hiromi menyela deng

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 233 - Garis Yang Jelas

    Ace baru saja keluar dari lift, hendak menuju unit apartemennya. Namun langkahnya terhenti sebelum sampai ke pintu.Di sana, berdiri Hiromi yang tengah menekan bel.Dahi Ace langsung mengernyit. Untuk pertama kalinya, ia merasa terganggu melihat sosok yang selama ini hanya dianggapnya sebagai teman lama. Setiap kali menatap wajah wanita itu, bayangan pertengkarannya dengan Felisha kembali muncul—hingga membuat istrinya stres dan berujung jatuh dari tangga.Namun Hiromi yang menyadari kehadirannya, tetap tersenyum seperti biasa. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Bahkan tak terlihat sedikit pun rasa kesal, meski urusan bisnisnya dulu pernah dibatalkan demi Felisha.“Hai, Ace! Baru pulang?” sapanya ringan, akrab seperti biasanya.Ace tidak membalas dengan senyuman. Wajahnya tetap datar.“Ada apa ke sini?” tanyanya singkat.Hiromi mendecak pelan, berpura-pura kecewa.“Hei, kau serius menyambutku seperti itu?” ujarnya dengan senyum tipis. “Aku tahu kau sudah menikah. Dari dulu aku juga

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 64 - Keputusan Yang Rumit

    "Itu memang berat," kata Donnie, mengangguk pelan. "Tapi kalau dia sudah minta kau untuk berhenti, ya berhenti saja. Semakin kau kejar, semakin dia risih." "Aku tidak bisa." Ace menunduk, kedua tangannya melingkari cangkir kopi. "Dia selalu datang di mimpiku. Menggodaku. Makanya malam ini aku t

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 66 - Menuju Bahaya

    Vin menatap lurus ke depan, nada suaranya sarat nostalgia. “Aku sudah mendaki sejak kuliah dulu. Ini adalah salah satu hobiku.” “Berarti sudah lama sekali, ya?” Haruto mencoba menebak-nebak. “Tidak juga. Terakhir kali aku mendaki… dua bulan lalu. Bahkan aku sudah pernah menjelajahi bukit ini sampa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 60 - Jangan Sentuh Dia

    Seketika suasana gym menjadi senyap. Suara alat fitness yang berdentum, tawa, dan obrolan para pengunjung perlahan meredup. Beberapa orang mulai menoleh, penasaran dengan ketegangan yang mulai membangun di sudut ruangan.Victor berdiri di hadapan Ace dengan dada membusung. Sorot matanya menyala pen

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 55 - Cerita Memalukan Di Pagi Hari

    Felisha menarik napas dalam, lalu dengan jemari gemetar, ia membuka handuk yang menutupi pinggul Ace. Batang kejantanannya yang sudah mengeras muncul begitu saja. Felisha menahan napas, matanya terbelalak kecil.Ace terperanjat, tapi tak menghentikannya. Ketika Felisha mendekatkan wajahnya, Ace mem

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status