공유

Bab 122 - Runtuh

작가: Faw faw
last update 게시일: 2025-11-11 21:00:56

Sebelumnya...

Begitu sampai di rumah, Felisha langsung menutup pintu rapat-rapat dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.

Jantungnya berpacu tak karuan. Napasnya tersengal seperti habis dikejar setan. Ia bahkan tidak ingat bagaimana bisa sampai di rumah dengan begitu cepat—yang jelas, ia hanya tidak ingin Guan sampai melihatnya diantar pulang dengan mobil mewah.

Seketka pikirannya berputar tak tentu arah, penuh pertanyaan yang membuat dada sesak.

“Apa Tuan Ace akan m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 237 - Kunjungan Yang Terlalu Singkat

    Setelah puas meluapkan hasrat di kamar mandi, Felisha dan Ace membersihkan diri bersama.Kini Felisha duduk di depan meja rias, mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut. Sementara itu, Ace tengah mengancingkan kemeja rumahnya, sesekali melirik ke arah istrinya melalui pantulan cermin.Senyum lembut tersungging di bibirnya.Ace lalu berjalan mendekat, mengambil alih pengering rambut dari tangan Felisha, dan mulai membantu mengeringkan rambut wanita itu dengan hati-hati."Apa kau baik-baik saja?" tanyanya setengah berbisik. Ujung jemarinya yang dingin sempat menyentuh tengkuk Felisha, membuat wanita itu sedikit bergidik."Apa maksudmu?" balas Felisha, bingung."Perutmu. Masih mual?""Hm..." Felisha terdiam sejenak, mencoba merasakan kondisi tubuhnya. Sejak percakapan tentang penculikan tadi hingga momen mereka di kamar mandi, rasa mual itu memang tidak terasa lagi."Sepertinya sudah tidak," jawabnya jujur."Kau yakin?" Ace memastikan.Felisha mengangguk pelan sambil tersenyum, men

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 236 - Di Kamar Mandi

    Ingin melihat lebih jelas, Ace pun berlutut di hadapan Felisha. Perut istrinya tampak sedikit menonjol. Belum besar, namun cukup jelas menunjukkan perubahan.Dengan penuh kelembutan, ia mengecup perut itu.Felisha tersipu. Perlakuan itu membuatnya merasa begitu dicintai. Perlahan, luka dari pertengkaran mereka seakan menghilang. Kehangatan di antara mereka kembali pulih seperti semula.Tak lama, Ace bangkit lagi. Tanpa banyak kata, ia menggendong Felisha dan membaringkannya di atas kasur.Dari tatapannya, keinginannya sudah sangat jelas.Ia rindu ingin menggagahi tubuh indah wanita itu.Saat Ace mengangkat sedikit gaun santai Felisha sampai dada dan menyingkap bagian bra-nya, ia menyadari perubahan lain-payudara istrinya tampak semakin berisi, semakin memikat di matanya.Hanya beberapa hari tidak menyentuh Felisha, namun kerinduan itu terasa begitu kuat. Segala emosi yang sebelumnya menguasainya seolah runtuh begitu saja. Di hadapannya kini hanya ada Felisha-wanita yang mampu melemahk

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 235 - Pulih

    Setelah mengetahui kabar tentang percobaan penculikan dari Yoko, Ace segera bergegas menuju kamar untuk menanyakan langsung perihal itu Felisha.Begitu membuka pintu, ia mendapati Felisha yang sebelumnya sedang berbaring di atas kasur, kini sudah berdiri. Sepertinya ia juga hendak keluar untuk menemui Ace.Keduanya lalu terdiam sejenak.Tatapan mereka bertemu, sama-sama menyimpan kebingungan—dan sesuatu yang belum terucap. Hingga akhirnya Felisha lebih dulu membuka suara.“Ace… aku lupa memberitahumu sesuatu,” ucapnya ragu. Nada suaranya berat, seolah setiap kata yang akan keluar membawa risiko. Namun ia tahu, kali ini ia tidak boleh menyembunyikan apa pun.Ace menatapnya serius, memberi isyarat agar ia melanjutkan.“Tadi pagi, Bibi bilang ingin ke rumah Hiromi. Jadi aku berniat mengantarnya naik taksi,” lanjut Felisha hati-hati.Ace mendengarkan tanpa menyela.“Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Bibi,” katanya, suaranya sedikit bergetar saat mengingat kejadian itu. “Aku

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 234 - Ikatan Yang Tak Terbantahkan

    Felisha yang sebelumnya tak pernah mencicipi hidangan Jepang seperti itu, mencoba menyendok sedikit sup oden ke mulutnya. Sejak tadi ia hanya membantu Yoko menyiapkan bahan sesuai instruksi. Saat Yoko meracik hidangan tersebut, ia sudah merasa aromanya cukup asing.Begitu kuah itu menyentuh lidahnya, Felisha langsung menyadari rasanya tidak cocok. Aneh.Lebih dari itu, perutnya seakan menolak. Rasa mual datang tiba-tiba, menekan dari dalam. Jika tidak ditahan, ia merasa akan memuntahkannya.Namun, karena tidak enak hati pada Yoko, Felisha berusaha tetap tenang, seolah menikmatinya.Sayangnya, usaha itu tidak luput dari perhatian Ace.“Kenapa? Rasanya tidak cocok, ya?” tanya Ace pelan, suaranya lembut dan penuh perhatian.Felisha menggeleng ragu, menutup mulutnya dengan tangan, memaksakan senyum.“Tidak… tidak apa-apa,” jawabnya pelan.Yoko memperhatikan, begitu juga Hiromi.“Kalau tidak suka, jangan dipaksakan,” ujar Ace lagi.Namun sebelum Felisha sempat menjawab, Hiromi menyela deng

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 233 - Garis Yang Jelas

    Ace baru saja keluar dari lift, hendak menuju unit apartemennya. Namun langkahnya terhenti sebelum sampai ke pintu.Di sana, berdiri Hiromi yang tengah menekan bel.Dahi Ace langsung mengernyit. Untuk pertama kalinya, ia merasa terganggu melihat sosok yang selama ini hanya dianggapnya sebagai teman lama. Setiap kali menatap wajah wanita itu, bayangan pertengkarannya dengan Felisha kembali muncul—hingga membuat istrinya stres dan berujung jatuh dari tangga.Namun Hiromi yang menyadari kehadirannya, tetap tersenyum seperti biasa. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Bahkan tak terlihat sedikit pun rasa kesal, meski urusan bisnisnya dulu pernah dibatalkan demi Felisha.“Hai, Ace! Baru pulang?” sapanya ringan, akrab seperti biasanya.Ace tidak membalas dengan senyuman. Wajahnya tetap datar.“Ada apa ke sini?” tanyanya singkat.Hiromi mendecak pelan, berpura-pura kecewa.“Hei, kau serius menyambutku seperti itu?” ujarnya dengan senyum tipis. “Aku tahu kau sudah menikah. Dari dulu aku juga

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 232 - Wanita Tulus Yang Ceroboh

    Ace baru saja menyelesaikan penandatanganan berkas penting yang diantarkan Theo ke ruangannya."Sip! Terima kasih!" seru temannya itu begitu berkas selesai ditandatangani. Ia langsung keluar dengan langkah ringan, seolah membawa kebanggaan tersendiri.Entah apa yang membuatnya begitu bahagia, Ace tidak terlalu peduli.Setelah ruangan kembali lengang, ia menyandarkan tubuhnya ke kursi, menarik napas dalam, lalu mengembuskannya perlahan.Tangannya merogoh ponsel. Ada banyak pesan dan email penting yang masuk seperti biasa, namun ia tidak tertarik membukanya.Sebaliknya, jemarinya justru menekan ikon galeri.Di sana, tersimpan foto-foto candid Felisha yang diambil diam-diam tanpa sepengetahuannya. Seketika, sudut bibir Ace terangkat.Wajah polos Felisha selalu terlihat indah di matanya. Bahkan beberapa foto yang diambil saat wanita itu tertidur, dengan ekspresi lucu dan menggemaskan, membuatnya tak mampu menahan senyum lebih lebar.Jujur, ia merindukan istrinya.Tak pernah sekalipun ter

  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 26 - Penipu

    Seekor anak kucing abu-abu dengan corak abstrak tengah lahap mengunyah makanan di pinggir trotoar dekat gedung apartemen tua. Bulunya sedikit kusut, tubuhnya kurus, dan langkahnya sempat terseok sebelum akhirnya menemukan makanan yang kini disantapnya dengan penuh semangat. Di sisinya, seorang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 11 - Langkah Yang Mengubah Segalanya

    Felisha melangkah keluar dari gedung Newton Group dengan langkah cepat dan ekspresi yang sulit dibaca. Wajahnya menegang, sementara kedua tangannya terkepal di samping tubuhnya. “Ya ampun, apa-apaan in?!” gumamnya, suara setengah berbisik namun sarat emosi. “Dari sekian banyak perusahaan, kenapa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 15 - Senyum Yang Menipu

    Rambut pirangnya tergerai, sedikit acak, dengan sinar lembut dari lampu kamar menyentuh pipinya. Ia masuk pelan-pelan, langkahnya tenang, hampir seperti melayang. Ace terpaku. Tapi bukan hanya karena kemunculannya yang tiba-tiba. Gadis itu mengenakan gaun putih tipis yang nyaris transparan, mela

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Aku Ingin Kau Jadi Milikku   Bab 18 - Rekan Kerja

    Felisha menoleh dengan pandangan tajam. Ia tak suka disebut begitu. Tapi sebelum sempat menjawab, Eric memotong dengan nada gurauan. "Hei, panggil namanya dong. Dia kan punya nama juga." Vero terkikik mengejek. Haruto pura-pura menyesal. "Sorry. Siapa tadi namamu? Aku lupa." "Felisha! Naman

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status