Share

Bab 4

Author: Hanu
Kirana jelas merasakan tangan Jayden menegang.

"Apa kau bilang?" Suaranya tiba-tiba menjadi dingin.

Dhea menangis tersedu-sedu. "Aku cuma mau menghasilkan lebih banyak uang buat membeli beberapa baju ... sekarang tim penegak hukum bakal menangkapku ...."

Urat-urat di dahi Jayden menonjol. "Setiap bulan semua tunjanganku sudah kuberikan padamu, tapi kau masih melakukan hal seperti ini?"

"Aku ...." Dhea menarik lengan baju Jayden sambil menghentakkan kaki. "Sekarang bagaimana? Aku lagi hamil, aku nggak bisa masuk penjara!"

Tiba-tiba, pintu halaman ditendang hingga terbuka.

Tiga orang yang mengenakan ban lengan merah menerobos masuk. "Bu Dhea, ada laporan bahwa kau menjual secara ilegal kuota kepulangan para pemuda terdidik ke kota. Silakan ikut kami buat menjalani pemeriksaan."

Udara seketika membeku.

Jayden terdiam cukup lama, lalu tiba-tiba membuka mulut. "Bukan dia."

Semua orang langsung menatap Jayden.

Suasana hening selama beberapa detik. Kemudian, kata demi kata keluar dari mulutnya.

"Aku tahu soal ini. Bukan Dhea yang melakukannya, tapi ... Kirana."

Dunia seolah berhenti berputar pada saat itu.

"Apa katamu?" Suara Kirana bergetar. "Ulangi sekali lagi. Siapa yang melakukannya?"

Jayden menghindari tatapannya. Jakunnya bergerak naik turun. "Itu perbuatan Kirana."

Tubuh Kirana gemetar. Dia hendak mengatakan sesuatu, tetapi anggota tim penegak hukum sudah lebih dulu memelintir lengannya. "Ada saksi yang memberikan kesaksian. Tolong bekerja sama dalam penyelidikan!"

Saat didorong naik ke atas truk, Kirana menatap Jayden tanpa berkedip.

Pria itu berdiri di depan Dhea, tampak gagah dalam seragam militernya yang rapi, tetapi dia bukan lagi pria dalam ingatan Kirana. Pria yang pernah rela mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Kirana saat gempa.

....

Di ruang tahanan yang gelap, tidak seorang pun memedulikan pembelaan Kirana.

"Komandan Jayden sendiri yang menunjukmu. Mana mungkin salah?" Kepala tim penegak hukum melemparkan pena ke hadapannya. "Mengakulah dengan jujur!"

Setelah tiga hari tanpa makanan dan air, Kirana dibawa ke tambang batu bara untuk menjalani kerja paksa.

Gua tambang itu dingin dan lembap. Kirana memanggul keranjang batu bara yang berat. Setiap langkah terasa seperti menginjak ujung pisau.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari dalam tambang.

"Longsor! Cepat lari!"

Sebelum Kirana sempat bereaksi, tubuh bagian bawahnya sudah tertimbun bongkahan batu bara yang runtuh.

Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Kirana mendengar seseorang memanggil namanya dengan suara putus asa.

"Kirana! Bertahanlah!"

Apakah itu hanya halusinasi? Kini, pria yang telah meninggalkannya itu seperti orang gila, menggali bongkahan batu bara dengan tangan kosong hingga kesepuluh jarinya berlumuran darah.

"Maaf ... maafkan aku ...."

Saat mengangkat Kirana keluar dari reruntuhan, suara Jayden bergetar hebat. Dia terus memanggil nama Kirana berulang kali.

"Dhea lagi hamil, dia nggak bisa menderita seperti ini .... Aku cuma bisa menimpakan semuanya padamu. Kirana, aku nggak punya pilihan. Saat kau kesakitan, hatiku lebih sakit darimu. Setelah anak itu lahir, aku bakal menjemputmu pulang ... bangunlah ... kumohon bangun ... aku nggak bisa hidup tanpamu ...."

Kirana ingin tertawa.

Jayden selalu seperti ini. Memberinya satu cambukan, lalu menyodorkan sebutir permen.

Hal terakhir yang Kirana rasakan sebelum kehilangan kesadaran adalah air mata panas Jayden yang jatuh ke wajahnya.

Saat terbangun kembali, kamar pasien itu begitu sunyi.

Jayden tertidur di samping ranjangnya, dagunya dipenuhi jambang tipis.

Begitu Kirana bergerak sedikit, dia langsung terbangun. "Kirana!"

Jayden tiba-tiba memeluknya erat. Dengan mata memerah, dia mencium bibir Kirana dengan penuh luapan emosi. "Syukurlah ... kau sudah sadar ... syukurlah ...."

"Kak Kayden." Kirana mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorongnya menjauh. "Apa yang sedang kau lakukan?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 31

    Tiga hari kemudian, orang-orang dari Keluarga Sagara datang ke pulau untuk menjemput Jayden dan Dhea pulang.Saat melihat keduanya bergandengan tangan, ditambah buku nikah yang berada di tangan Dhea, mereka saling berpandangan dan sama-sama mengembuskan napas lega.Peluit kapal pun berbunyi, sementara asap hitam mengepul dari cerobong.Jayden berdiri di geladak sambil mengusap cincin nikah di tangannya. Tatapannya dipenuhi kepahitan.Dulu, saat menikah dengan Kirana, dia menghabiskan gaji selama enam bulan untuk membuat cincin itu.Ketika memakaikannya ke jari Kirana, Jayden yang selama ini dikenal tidak pernah menangis meski terluka, justru menangis seperti anak kecil.Saat itu, Jayden mengucapkan begitu banyak kata cinta dan janji kepadanya.Namun, pada akhirnya, semua janji itu dia ingkari.Bahkan, dialah yang lebih dulu menghancurkan kepercayaan paling mendasar dalam sebuah pernikahan.Jadi, semua yang dialaminya saat ini adalah buah dari perbuatannya sendiri.Pada akhirnya, Jayden

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 30

    Setelah semalam penuh mereka bercinta, Jayden yang telah sadar dari pengaruh alkohol hanya merasakan kepalanya berdenyut hebat.Jayden membuka mata dengan susah payah. Namun, dia mendapati seorang wanita berbaring dalam pelukannya. Wajah wanita itu tertutupi rambut panjangnya.Di bahunya yang bulat dan mulus tampak penuh bekas kemerahan. Sekilas saja sudah cukup untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya semalam.Mata Jayden langsung membelalak. Pikirannya pun seketika kacau hingga kehilangan kendali.Saat itu, wanita dalam pelukannya mengerang pelan, lalu perlahan mengangkat kepala dan tersenyum kepadanya."Jayden."Suasana pagi yang semula tenang seketika berubah menjadi kacau. Jayden sama sekali tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dirinya akan dijebak dan dibius oleh seorang wanita.Di tengah amarah yang membara, rasa pilu juga meluap dari dalam hatinya.Dulu, dia tidur dengan Dhea demi memberinya seorang anak.Kini, satu-satunya yang ada dalam pikiran Jayden adalah mendapatka

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 29

    Jayden terbaring tidak sadarkan diri selama satu minggu penuh. Saat sadar, hal pertama yang dia tanyakan bukanlah sudah berapa lama Dhea menemaninya di sisi ranjang.Melainkan menanyakan kondisi Kirana.Setelah mengetahui bahwa orang yang dia selamatkan bukan Kirana, dan Kirana ternyata sudah lebih dulu berhasil melarikan diri, Jayden sempat tertegun dan kehilangan fokus. Kemudian, dia menjatuhkan tubuhnya kembali ke ranjang seolah seluruh tenaganya telah terkuras. Namun, senyum lega perlahan mengembang di sudut bibirnya.Senyum itu menusuk hati Dhea hingga terasa perih, sekaligus makin menguatkan tekadnya untuk menggunakan obat itu pada Jayden.Begitu mendengar bahwa Kirana juga dirawat di rumah sakit yang sama, Jayden bahkan mengabaikan luka-luka di tubuhnya. Dia memaksa turun dari ranjang untuk menemui Kirana.Kali ini, Dhea tidak lagi menghentikannya. Dia hanya memandang punggung Jayden yang perlahan menjauh.Pikirannya kembali melayang pada kejadian saat kebakaran.Ketika mendenga

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 28

    Duar!Ledakan dahsyat kembali mengguncang. Puing-puing dan serpihan beterbangan ke segala arah, melesat bagaikan anak panah."Pak, tenang dulu! Di dalam terlalu berbahaya. Kalau kau masuk sekarang, sama saja mencari mati!""Kami sudah menghubungi polisi! Tim penyelamat bakal segera datang!"Melihat Elio hendak menerobos masuk tanpa memedulikan keselamatannya sendiri, orang-orang di sekitar segera berlari menghampiri dan mati-matian menahannya."Lepaskan aku! Istriku masih di dalam! Dia sedang hamil!"Mata Elio memerah. Tanpa memedulikan apa pun, dia berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkeraman mereka.Pikirannya saat itu benar-benar kosong. Yang ada di benaknya hanyalah Kirana yang masih terjebak di dalam.Kirana tidak boleh mengalami apa pun!"Pergi!"Entah dari mana datangnya tenaga itu, Elio tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari orang-orang yang menahannya, lalu langsung menerjang ke arah kobaran api.Pak!Duar!Ledakan dahsyat kembali terdengar. Gelombang kejut yang lu

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 27

    Kirana dan Elio saling berpandangan. Tatapan mereka sama-sama dipenuhi kebingungan.Belakangan ini, mereka tidak merasa pernah membantu siapa pun, dan rasanya juga tidak mungkin ada orang yang begitu baik hati hingga rela menghabiskan uang sebanyak itu untuk mereka.Pada awalnya, Kirana mengira pramuniaga itu hanya bercanda. Namun, setelah pramuniaga tersebut menunjukkan struk pembayaran kepada mereka, barulah mereka terpaksa percaya bahwa semua itu benar.Semula, pasangan suami istri itu mengira kejadian tersebut hanyalah kebetulan. Mungkin ada teman yang tanpa sengaja bertemu dengan mereka, tetapi tidak sempat menyapa secara langsung sehingga memilih cara itu untuk menyampaikan salam.Mereka pun berpikir, jika suatu saat nanti mengetahui siapa orangnya, mereka akan mengucapkan terima kasih secara langsung.Namun, siapa sangka, setiap kali mereka pergi ke tempat baru dan selesai berbelanja, hal yang sama selalu terjadi.Lama-kelamaan, Kirana mulai merasa gelisah. Dia memandang Elio de

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 26

    Melihat sikap Jayden yang begitu dingin dan menjaga jarak, hati Dhea terasa perih. Dia mengepalkan tangannya erat-erat, lalu akhirnya menceritakan keputusan ibu Jayden kepadanya tanpa menyembunyikan sedikit pun.Begitu mendengar bahwa ibunya ingin Jayden menikah dengan Dhea, wajah Jayden langsung muram. Tatapannya dingin, sementara nada bicaranya tetap datar."Kalau begitu, bagaimana denganmu? Apa kau juga mau menikah denganku?"Dhea menatap wajah di hadapannya yang sangat mirip dengan mendiang suaminya. Entah mengapa, dia menganggukkan kepala.Dulu, salah satu alasan terbesar dia bersedia menikah dengan kakak Jayden adalah karena wajah itu.Meski Jayden tidak mencintainya, setidaknya dia memiliki wajah itu. Kelak, jika mereka dikaruniai seorang putra yang mirip dengan Jayden, semua ini rasanya tetap sepadan.Namun, tentu saja Dhea tidak bisa mengatakan hal itu."Aku sudah bilang, dengan reputasiku yang sekarang, nggak ada pria yang mau menikahiku. Kalau bukan menikah denganmu, lalu de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status