Share

Bab 6

Penulis: Hanu
Keesokan paginya, saat fajar baru saja menyingsing, terdengar suara mesin mobil menyala dari halaman.

Kirana membuka mata. Mendengar suara mobil Jayden yang makin menjauh, dia baru hendak mengembuskan napas lega, tetapi pintu kamarnya tiba-tiba ditendang hingga terbuka.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya, meninggalkan rasa perih yang membakar.

Dhea berdiri di samping tempat tidur, matanya dipenuhi kebencian. "Kirana, ternyata kau benar-benar murahan! Suamimu sudah mati, jadi sekarang kau mencoba menggoda kakak iparmu?"

"Apa yang kau bicarakan?"

Kirana menutupi pipinya, tetapi pada detik berikutnya dia langsung mengerti. Karena kejadian tadi malam ....

Betapa menggelikannya. Jayden jelas-jelas adalah suaminya yang sah, pria yang telah menikah dengannya secara resmi dan tercatat secara hukum. Namun, kini, kedekatan mereka justru dianggap sebagai perselingkuhan oleh wanita lain.

"Kau salah paham. Semalam dia yang ...."

"Diam!" Tiba-tiba, Dhea menyapu lilin di atas nakas hingga jatuh ke lantai. "Jangan kira karena kau punya wajah cantik, kau bisa merebut suami orang lain. Hari ini, aku bakal membuatmu melihat dengan jelas, siapa yang sebenarnya paling penting di hatinya!"

Api langsung menyambar tirai dan dalam sekejap menyebar ke mana-mana.

"Kau gila?" Kirana melompat turun dari tempat tidur dan hendak berlari keluar, tetapi Dhea mencengkeram pergelangan tangannya dengan erat.

"Kenapa terburu-buru?" Dhea mencibir dingin. "Apa kau pikir aku bakal mati bersamamu?"

Dhea mendekat ke telinga Kirana dan berbisik dengan suara menyeramkan, "Sebelum datang ke sini, aku sudah menyuruh seseorang menelepon Kayden. Menurutmu, siapa yang bakal dia selamatkan lebih dulu?"

Asap tebal membuat mata Kirana terus mengeluarkan air mata. Saat dia berjuang mati-matian untuk melepaskan diri, tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang tergesa-gesa dari luar.

"Dhea! Kirana!"

Pada saat Jayden menerobos masuk ke tengah kobaran api, Kirana tiba-tiba teringat pada malam pernikahan mereka. Saat itu, Jayden memeluknya dan berkata, "Kirana, ingatlah. Apa pun yang terjadi, kau bakal selalu menjadi pilihan utamaku."

Namun, kenyataannya ....

Jayden bahkan tidak meliriknya. Dia langsung menggendong Dhea dan berlari keluar.

"Jayden ...."

Kirana mengulurkan tangan, tetapi jalan di depannya terhalang oleh balok kayu yang runtuh.

Gelombang panas membakar kulitnya. Saat tubuhnya terjatuh, Kirana seolah kembali ke tahun itu, ketika Jayden berdiri di belakang panggung rombongan seni, tersenyum sambil menyelipkan sebutir permen susu ke tangannya.

....

"Kirana? Kirana!"

Di tengah aroma menyengat disinfektan, Kirana membuka mata dengan susah payah.

Jayden duduk di samping tempat tidurnya. Janggut tipis tumbuh di dagunya, dan lingkar hitam di bawah matanya tampak begitu jelas.

"Kau baru selesai menjalani cangkok kulit. Jangan bergerak sembarangan." Jayden mengulurkan tangan untuk membantunya, tetapi Kirana menghindar.

"Cangkok kulit?" Suaranya serak, seolah tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya.

Jayden mengerutkan kening. "Kau membakar rumah dan hampir menyebabkan Dhea mati. Cuma sebagian kecil kulitmu yang dicangkok, apa perlu bereaksi seheboh ini?"

Tiba-tiba Kirana tertawa. Tertawa sampai air matanya mengalir. "Dia bilang akulah yang membakar rumah? Dan cuma karena dia mengatakannya, kau langsung percaya?"

"Kalau nggak, lalu bagaimana?" Jayden memijat pelipisnya dengan lelah. "Aku suaminya. Kalau aku nggak percaya padanya, lalu harus percaya kepada siapa?"

Kata suami itu menusuk jantung Kirana seperti pisau.

Dengan gerakan tiba-tiba, Kirana mencabut jarum infus di punggung tangannya. "Kalau begitu, buat apa kau ada di sini sekarang? Keluar!"

Botol infus jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. Jayden segera menahan tangannya yang berdarah. "Dik Kirana, tenanglah! Aku tahu kau merasa dirugikan, tapi tunggu sembilan bulan lagi. Setelah anak itu lahir ...."

"Pergi!" Kirana meraih bantal dan melemparkannya ke arahnya. "Aku nggak mau melihatmu lagi seumur hidupku!"

Bantal itu mengenai bahu Jayden, ringan tanpa tenaga.

Jayden berdiri diam di tempat. Jakunnya bergerak beberapa kali sebelum akhirnya dia berbalik dan pergi.

Setelah suara pintu tertutup terdengar, barulah Kirana melihat sebuah kotak permen susu di atas nakas.

Permen susu kesukaannya.

Dia meraih kotak itu dan melemparkannya keras-keras ke dinding.

Permen-permen itu berhamburan di lantai, sama seperti hatinya yang telah hancur berkeping-keping.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 31

    Tiga hari kemudian, orang-orang dari Keluarga Sagara datang ke pulau untuk menjemput Jayden dan Dhea pulang.Saat melihat keduanya bergandengan tangan, ditambah buku nikah yang berada di tangan Dhea, mereka saling berpandangan dan sama-sama mengembuskan napas lega.Peluit kapal pun berbunyi, sementara asap hitam mengepul dari cerobong.Jayden berdiri di geladak sambil mengusap cincin nikah di tangannya. Tatapannya dipenuhi kepahitan.Dulu, saat menikah dengan Kirana, dia menghabiskan gaji selama enam bulan untuk membuat cincin itu.Ketika memakaikannya ke jari Kirana, Jayden yang selama ini dikenal tidak pernah menangis meski terluka, justru menangis seperti anak kecil.Saat itu, Jayden mengucapkan begitu banyak kata cinta dan janji kepadanya.Namun, pada akhirnya, semua janji itu dia ingkari.Bahkan, dialah yang lebih dulu menghancurkan kepercayaan paling mendasar dalam sebuah pernikahan.Jadi, semua yang dialaminya saat ini adalah buah dari perbuatannya sendiri.Pada akhirnya, Jayden

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 30

    Setelah semalam penuh mereka bercinta, Jayden yang telah sadar dari pengaruh alkohol hanya merasakan kepalanya berdenyut hebat.Jayden membuka mata dengan susah payah. Namun, dia mendapati seorang wanita berbaring dalam pelukannya. Wajah wanita itu tertutupi rambut panjangnya.Di bahunya yang bulat dan mulus tampak penuh bekas kemerahan. Sekilas saja sudah cukup untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya semalam.Mata Jayden langsung membelalak. Pikirannya pun seketika kacau hingga kehilangan kendali.Saat itu, wanita dalam pelukannya mengerang pelan, lalu perlahan mengangkat kepala dan tersenyum kepadanya."Jayden."Suasana pagi yang semula tenang seketika berubah menjadi kacau. Jayden sama sekali tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dirinya akan dijebak dan dibius oleh seorang wanita.Di tengah amarah yang membara, rasa pilu juga meluap dari dalam hatinya.Dulu, dia tidur dengan Dhea demi memberinya seorang anak.Kini, satu-satunya yang ada dalam pikiran Jayden adalah mendapatka

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 29

    Jayden terbaring tidak sadarkan diri selama satu minggu penuh. Saat sadar, hal pertama yang dia tanyakan bukanlah sudah berapa lama Dhea menemaninya di sisi ranjang.Melainkan menanyakan kondisi Kirana.Setelah mengetahui bahwa orang yang dia selamatkan bukan Kirana, dan Kirana ternyata sudah lebih dulu berhasil melarikan diri, Jayden sempat tertegun dan kehilangan fokus. Kemudian, dia menjatuhkan tubuhnya kembali ke ranjang seolah seluruh tenaganya telah terkuras. Namun, senyum lega perlahan mengembang di sudut bibirnya.Senyum itu menusuk hati Dhea hingga terasa perih, sekaligus makin menguatkan tekadnya untuk menggunakan obat itu pada Jayden.Begitu mendengar bahwa Kirana juga dirawat di rumah sakit yang sama, Jayden bahkan mengabaikan luka-luka di tubuhnya. Dia memaksa turun dari ranjang untuk menemui Kirana.Kali ini, Dhea tidak lagi menghentikannya. Dia hanya memandang punggung Jayden yang perlahan menjauh.Pikirannya kembali melayang pada kejadian saat kebakaran.Ketika mendenga

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 28

    Duar!Ledakan dahsyat kembali mengguncang. Puing-puing dan serpihan beterbangan ke segala arah, melesat bagaikan anak panah."Pak, tenang dulu! Di dalam terlalu berbahaya. Kalau kau masuk sekarang, sama saja mencari mati!""Kami sudah menghubungi polisi! Tim penyelamat bakal segera datang!"Melihat Elio hendak menerobos masuk tanpa memedulikan keselamatannya sendiri, orang-orang di sekitar segera berlari menghampiri dan mati-matian menahannya."Lepaskan aku! Istriku masih di dalam! Dia sedang hamil!"Mata Elio memerah. Tanpa memedulikan apa pun, dia berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkeraman mereka.Pikirannya saat itu benar-benar kosong. Yang ada di benaknya hanyalah Kirana yang masih terjebak di dalam.Kirana tidak boleh mengalami apa pun!"Pergi!"Entah dari mana datangnya tenaga itu, Elio tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari orang-orang yang menahannya, lalu langsung menerjang ke arah kobaran api.Pak!Duar!Ledakan dahsyat kembali terdengar. Gelombang kejut yang lu

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 27

    Kirana dan Elio saling berpandangan. Tatapan mereka sama-sama dipenuhi kebingungan.Belakangan ini, mereka tidak merasa pernah membantu siapa pun, dan rasanya juga tidak mungkin ada orang yang begitu baik hati hingga rela menghabiskan uang sebanyak itu untuk mereka.Pada awalnya, Kirana mengira pramuniaga itu hanya bercanda. Namun, setelah pramuniaga tersebut menunjukkan struk pembayaran kepada mereka, barulah mereka terpaksa percaya bahwa semua itu benar.Semula, pasangan suami istri itu mengira kejadian tersebut hanyalah kebetulan. Mungkin ada teman yang tanpa sengaja bertemu dengan mereka, tetapi tidak sempat menyapa secara langsung sehingga memilih cara itu untuk menyampaikan salam.Mereka pun berpikir, jika suatu saat nanti mengetahui siapa orangnya, mereka akan mengucapkan terima kasih secara langsung.Namun, siapa sangka, setiap kali mereka pergi ke tempat baru dan selesai berbelanja, hal yang sama selalu terjadi.Lama-kelamaan, Kirana mulai merasa gelisah. Dia memandang Elio de

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 26

    Melihat sikap Jayden yang begitu dingin dan menjaga jarak, hati Dhea terasa perih. Dia mengepalkan tangannya erat-erat, lalu akhirnya menceritakan keputusan ibu Jayden kepadanya tanpa menyembunyikan sedikit pun.Begitu mendengar bahwa ibunya ingin Jayden menikah dengan Dhea, wajah Jayden langsung muram. Tatapannya dingin, sementara nada bicaranya tetap datar."Kalau begitu, bagaimana denganmu? Apa kau juga mau menikah denganku?"Dhea menatap wajah di hadapannya yang sangat mirip dengan mendiang suaminya. Entah mengapa, dia menganggukkan kepala.Dulu, salah satu alasan terbesar dia bersedia menikah dengan kakak Jayden adalah karena wajah itu.Meski Jayden tidak mencintainya, setidaknya dia memiliki wajah itu. Kelak, jika mereka dikaruniai seorang putra yang mirip dengan Jayden, semua ini rasanya tetap sepadan.Namun, tentu saja Dhea tidak bisa mengatakan hal itu."Aku sudah bilang, dengan reputasiku yang sekarang, nggak ada pria yang mau menikahiku. Kalau bukan menikah denganmu, lalu de

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status