Share

Bab 7

Author: Hanu
Hari Kirana keluar dari rumah sakit, sinar matahari terasa menyilaukan hingga membuat matanya perih.

Baru saja Kirana sampai di gerbang kompleks perumahan militer, dia melihat Bibi Santi, sang mak comblang, berdiri berjinjit sambil melambai ke arahnya. "Kirana! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu!"

"Bibi Santi?" Kirana merapikan rambut di pelipisnya. Luka bakar di lengan kanannya masih terasa nyeri.

"Semuanya sudah diatur sama Komandan Elio. Besok pagi kapal bakal berangkat." Bibi Santi merendahkan suaranya sambil mengeluarkan sebuah tiket kapal dari dalam bajunya. "Dia juga berpesan agar kau nggak membawa terlalu banyak barang. Di pulau itu semuanya sudah disiapkan."

Kirana segera mengeluarkan sebuah amplop merah dari sakunya dan menyerahkannya kepada Bibi Santi. "Terima kasih sudah bersusah payah datang ke sini."

"Aduh, Komandan Elio sudah memberiku uang jasa sebagai mak comblang!"

"Ini berbeda." Kirana menyelipkan amplop itu ke tangan Bibi Santi dan tersenyum tipis. "Anggap saja sebagai perayaan buat kehidupan baruku."

Bibi Santi tertegun, lalu tersenyum lebar. "Memang seharusnya dirayakan. Kalau suami sudah meninggal, lupakan saja dan teruslah melangkah maju."

Benar. Di mata semua orang, Jayden sudah lama meninggal.

Meninggal dalam tugas, meninggal bersama lencana yang berlumuran darah itu.

Hanya Kirana yang tahu bahwa dia masih hidup, hidup dengan baik di pelukan wanita lain.

Baru saja dia hendak berbicara, pintu halaman tiba-tiba ditendang hingga terbuka.

Jayden berdiri di sana dengan wajah suram. Seragam militernya basah oleh keringat, jelas terlihat bahwa dia buru-buru pulang.

"Aku sudah bilang, jangan pernah lagi mencarikan jodoh buat Kirana!" Dia merebut amplop merah dari tangan Bibi Santi. "Aku bakal merawatnya dengan baik, dia juga nggak bakal setuju buat menikah lagi!"

Bibi Santi sampai terkejut dan gemetar. "Tapi dia sudah ...."

"Bibi, pulanglah dulu." Kirana memotong perkataannya dengan lembut sambil memberi isyarat dengan mata.

Bibi Santi pun pergi dengan tergesa-gesa, tetapi tepat di depan pintu dia bertabrakan dengan Dhea yang baru masuk.

Dhea mengangkat kepala dan melihat Jayden berdiri melindungi Kirana. Sorot matanya langsung menjadi gelap dan penuh kebencian.

....

Malam makin larut. Kirana sedang membereskan barang-barangnya ketika pintu kamar tiba-tiba didorong terbuka.

Dhea masuk sambil memegangi perutnya yang belum terlalu membesar dan mencibir dingin. "Pelajaran terakhir masih belum cukup? Kau masih berani menggoda Kayden?"

Kirana terus melipat pakaiannya tanpa mengangkat kepala. "Aku bakal pergi besok. Kau ...."

Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Dhea tiba-tiba berteriak dan menjatuhkan dirinya ke lantai. "Ah! Anakku!"

Hampir pada saat yang bersamaan, Jayden berlari masuk dari luar. "Dhea!"

Tanpa melirik Kirana sedikit pun, Jayden langsung mengangkat Dhea ke dalam pelukannya dan berlari keluar.

Kirana berdiri diam di tempat, mendengar Dhea menangis di lorong. "Dia mendorongku ... Kayden, anak kita ...."

Akting yang begitu buruk.

Kirana ingin tertawa, tetapi yang dia rasakan justru rasa asin air matanya di sudut bibir.

Fajar baru saja menyingsing ketika Kirana menyeret kopernya hingga ke gerbang halaman. Di sana, dia berpapasan dengan Jayden yang baru kembali dari perjalanan jauh. Wajah pria itu tampak lelah.

Lingkar hitam di bawah matanya begitu jelas, dagunya dipenuhi jambang tipis, dan matanya merah karena kurang tidur.

"Mengapa kau terus-menerus menyakiti Dhea?" Jayden meraih pergelangan tangannya. "Aku menjaganya sepanjang malam. Anak kami hampir nggak bisa diselamatkan!"

Kirana melepaskan tangannya dan berjalan keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Baru saat itu, Jayden menyadari koper di tangannya. "Bagaimana kau bisa tahu aku mau menyuruhmu pergi? Bahkan barang-barangmu sudah dibereskan."

Kirana akhirnya berhenti melangkah. "Menyuruhku pergi?"

Wajah tampan Jayden dipenuhi kelelahan, tetapi suaranya tetap dingin. "Benar. Kondisi kandungan Dhea nggak stabil. Belakangan ini, dia nggak mau melihatmu. Untuk sementara, pulanglah ke rumah orang tuamu dan tinggallah di sana."

Tanpa menunggu persetujuan Kirana, Jayden merebut koper itu. "Aku bakal mengantarmu ke stasiun."

"Nggak perlu." Kirana mengambil kembali kopernya. "Aku bisa pergi sendiri."

Namun, Jayden tetap bersikeras mengikutinya, seolah takut dia tidak benar-benar pergi. Jayden mengantar Kirana sampai ke stasiun.

"Untuk sementara, tinggallah dengan baik di rumah orang tuamu. Setelah anak itu lahir, aku bakal menjemputmu."

"Aku nggak mengantarmu masuk. Beli tiketmu sendiri. Dhea masih menungguku di rumah sakit."

Setelah memberi beberapa pesan, Jayden segera berbalik dan pergi.

Kirana berdiri di depan loket tiket, lalu tiba-tiba tertawa pelan.

Jayden, habiskan saja seumur hidupmu untuk menjaga Dhea.

Setelah melihat jip hijau militer itu menghilang di balik kabut pagi, Kirana perlahan berbalik dan berjalan ke arah yang berlawanan.

Di sana ada bus menuju pelabuhan, ada Elio yang sedang menunggunya, dan ada kehidupan baru yang menantinya.

Di bawah cahaya fajar, Kirana menoleh untuk terakhir kalinya ke arah kompleks militer itu.

Jayden, kali ini, kita tidak akan pernah bertemu lagi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 31

    Tiga hari kemudian, orang-orang dari Keluarga Sagara datang ke pulau untuk menjemput Jayden dan Dhea pulang.Saat melihat keduanya bergandengan tangan, ditambah buku nikah yang berada di tangan Dhea, mereka saling berpandangan dan sama-sama mengembuskan napas lega.Peluit kapal pun berbunyi, sementara asap hitam mengepul dari cerobong.Jayden berdiri di geladak sambil mengusap cincin nikah di tangannya. Tatapannya dipenuhi kepahitan.Dulu, saat menikah dengan Kirana, dia menghabiskan gaji selama enam bulan untuk membuat cincin itu.Ketika memakaikannya ke jari Kirana, Jayden yang selama ini dikenal tidak pernah menangis meski terluka, justru menangis seperti anak kecil.Saat itu, Jayden mengucapkan begitu banyak kata cinta dan janji kepadanya.Namun, pada akhirnya, semua janji itu dia ingkari.Bahkan, dialah yang lebih dulu menghancurkan kepercayaan paling mendasar dalam sebuah pernikahan.Jadi, semua yang dialaminya saat ini adalah buah dari perbuatannya sendiri.Pada akhirnya, Jayden

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 30

    Setelah semalam penuh mereka bercinta, Jayden yang telah sadar dari pengaruh alkohol hanya merasakan kepalanya berdenyut hebat.Jayden membuka mata dengan susah payah. Namun, dia mendapati seorang wanita berbaring dalam pelukannya. Wajah wanita itu tertutupi rambut panjangnya.Di bahunya yang bulat dan mulus tampak penuh bekas kemerahan. Sekilas saja sudah cukup untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya semalam.Mata Jayden langsung membelalak. Pikirannya pun seketika kacau hingga kehilangan kendali.Saat itu, wanita dalam pelukannya mengerang pelan, lalu perlahan mengangkat kepala dan tersenyum kepadanya."Jayden."Suasana pagi yang semula tenang seketika berubah menjadi kacau. Jayden sama sekali tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dirinya akan dijebak dan dibius oleh seorang wanita.Di tengah amarah yang membara, rasa pilu juga meluap dari dalam hatinya.Dulu, dia tidur dengan Dhea demi memberinya seorang anak.Kini, satu-satunya yang ada dalam pikiran Jayden adalah mendapatka

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 29

    Jayden terbaring tidak sadarkan diri selama satu minggu penuh. Saat sadar, hal pertama yang dia tanyakan bukanlah sudah berapa lama Dhea menemaninya di sisi ranjang.Melainkan menanyakan kondisi Kirana.Setelah mengetahui bahwa orang yang dia selamatkan bukan Kirana, dan Kirana ternyata sudah lebih dulu berhasil melarikan diri, Jayden sempat tertegun dan kehilangan fokus. Kemudian, dia menjatuhkan tubuhnya kembali ke ranjang seolah seluruh tenaganya telah terkuras. Namun, senyum lega perlahan mengembang di sudut bibirnya.Senyum itu menusuk hati Dhea hingga terasa perih, sekaligus makin menguatkan tekadnya untuk menggunakan obat itu pada Jayden.Begitu mendengar bahwa Kirana juga dirawat di rumah sakit yang sama, Jayden bahkan mengabaikan luka-luka di tubuhnya. Dia memaksa turun dari ranjang untuk menemui Kirana.Kali ini, Dhea tidak lagi menghentikannya. Dia hanya memandang punggung Jayden yang perlahan menjauh.Pikirannya kembali melayang pada kejadian saat kebakaran.Ketika mendenga

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 28

    Duar!Ledakan dahsyat kembali mengguncang. Puing-puing dan serpihan beterbangan ke segala arah, melesat bagaikan anak panah."Pak, tenang dulu! Di dalam terlalu berbahaya. Kalau kau masuk sekarang, sama saja mencari mati!""Kami sudah menghubungi polisi! Tim penyelamat bakal segera datang!"Melihat Elio hendak menerobos masuk tanpa memedulikan keselamatannya sendiri, orang-orang di sekitar segera berlari menghampiri dan mati-matian menahannya."Lepaskan aku! Istriku masih di dalam! Dia sedang hamil!"Mata Elio memerah. Tanpa memedulikan apa pun, dia berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkeraman mereka.Pikirannya saat itu benar-benar kosong. Yang ada di benaknya hanyalah Kirana yang masih terjebak di dalam.Kirana tidak boleh mengalami apa pun!"Pergi!"Entah dari mana datangnya tenaga itu, Elio tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari orang-orang yang menahannya, lalu langsung menerjang ke arah kobaran api.Pak!Duar!Ledakan dahsyat kembali terdengar. Gelombang kejut yang lu

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 27

    Kirana dan Elio saling berpandangan. Tatapan mereka sama-sama dipenuhi kebingungan.Belakangan ini, mereka tidak merasa pernah membantu siapa pun, dan rasanya juga tidak mungkin ada orang yang begitu baik hati hingga rela menghabiskan uang sebanyak itu untuk mereka.Pada awalnya, Kirana mengira pramuniaga itu hanya bercanda. Namun, setelah pramuniaga tersebut menunjukkan struk pembayaran kepada mereka, barulah mereka terpaksa percaya bahwa semua itu benar.Semula, pasangan suami istri itu mengira kejadian tersebut hanyalah kebetulan. Mungkin ada teman yang tanpa sengaja bertemu dengan mereka, tetapi tidak sempat menyapa secara langsung sehingga memilih cara itu untuk menyampaikan salam.Mereka pun berpikir, jika suatu saat nanti mengetahui siapa orangnya, mereka akan mengucapkan terima kasih secara langsung.Namun, siapa sangka, setiap kali mereka pergi ke tempat baru dan selesai berbelanja, hal yang sama selalu terjadi.Lama-kelamaan, Kirana mulai merasa gelisah. Dia memandang Elio de

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 26

    Melihat sikap Jayden yang begitu dingin dan menjaga jarak, hati Dhea terasa perih. Dia mengepalkan tangannya erat-erat, lalu akhirnya menceritakan keputusan ibu Jayden kepadanya tanpa menyembunyikan sedikit pun.Begitu mendengar bahwa ibunya ingin Jayden menikah dengan Dhea, wajah Jayden langsung muram. Tatapannya dingin, sementara nada bicaranya tetap datar."Kalau begitu, bagaimana denganmu? Apa kau juga mau menikah denganku?"Dhea menatap wajah di hadapannya yang sangat mirip dengan mendiang suaminya. Entah mengapa, dia menganggukkan kepala.Dulu, salah satu alasan terbesar dia bersedia menikah dengan kakak Jayden adalah karena wajah itu.Meski Jayden tidak mencintainya, setidaknya dia memiliki wajah itu. Kelak, jika mereka dikaruniai seorang putra yang mirip dengan Jayden, semua ini rasanya tetap sepadan.Namun, tentu saja Dhea tidak bisa mengatakan hal itu."Aku sudah bilang, dengan reputasiku yang sekarang, nggak ada pria yang mau menikahiku. Kalau bukan menikah denganmu, lalu de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status