Share

Bab 344

Author: Celine
Keesokan paginya, aku terbangun oleh sebuah panggilan telepon.

Rian yang meneleponku, suaranya penuh dengan permohonan maaf. "Dokter Raisa, apakah kamu sudah bangun? Aku ingin menjelaskannya padamu saat bekerja nanti, tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian tadi malam. Aku tidak bermaksud ingkar janji."

Aku baru saja bangun dan otakku belum mulai bekerja. Butuh beberapa saat bagiku untuk mengingat, kalau Rian seharusnya menemaniku ke bar untuk minum tadi malam, tetapi dia tidak pergi. Dia tidak membalas pesanku, jadi dia meneleponku untuk menjelaskan alasannya.

Aku masih memejamkan mata. "Tidak apa-apa, kamu pasti ada urusan penting tadi malam."

"Tadi malam adalah jamuan makan keluarga kami. Aku berdalih sedang bertugas agar tidak hadir. Tapi, aku tidak tahu kalau Ardi, si jahat itu, mengirim pesan pada ibuku untuk mengadu dan membongkar kebohonganku. Orang tua di keluargaku sangat marah dan menyuruhku datang. Awalnya aku ingin kembali dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Azkacaksana Ahzadiraya Putra
Raisa yg labil gampang terombang ambing,dan brengseeeeek.... kau Ardi!
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
tuh kan bener..si Ardi yg bikin Rian ga bs pergi dgn Raisa...mmg brengsek tu si ardi
goodnovel comment avatar
Makandolu Effy
gimana ya jadi ga respek sih
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 918

    Ketika membicarakan hal ini, raut wajahku menjadi serius. Aku mengangguk sambil berkata dengan suara pelan, "Mereka menemukan tiga orang tersangka. Ketiganya dicurigai. Polisi menyuruhku datang untuk mengidentifikasi mereka.""Ternyata begitu." Paman Dika mengangguk, tidak berbicara lagi, hanya diam-diam mempercepat laju kendaraan.Mobil segera tiba di kantor polisi. Setelah turun, aku langsung berlari masuk dengan tidak sabaran. Di kantor polisi hanya ada Pak Sandy.Begitu melihatku, dia langsung berdiri. "Dokter Raisa.""Pak Sandy, apa hanya kamu sendiri yang ada di sini? Di mana tersangkanya?" Aku bahkan tidak berbasa-basi dengan Pak Sandy, langsung bertanya dengan tidak sabaran.Pak Sandy juga tidak banyak berbasa-basi, langsung membawaku masuk ke sebuah ruangan.Di dalam ruangan yang terpisah oleh satu lapis kaca, aku bisa melihat tiga orang berdiri di seberang ruangan. Di hadapan mereka duduk Bu Neila.Ternyata yang menangani kasus ini bersama Pak Sandy malam ini adalah Bu Neila.

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 917

    Sekarang juga sedang masa tahun baru, setiap keluarga sibuk merayakan tahun baru. Malam ini terlebih lagi adalah hari reuni seluruh keluarga. Aku mengira perkembangan kasus ini tidak akan berjalan secepat ini. Setidaknya aku harus menunggu sampai tahun baru selesai, baru akan ada hasilnya.Aku tidak menduga, bukan hanya ada perkembangannya, tetapi juga begitu cepat. Setelah kasus ini diserahkan, kantor polisi sudah menangkap tersangka hanya dalam waktu dua hari.Hasil ini membuatku tidak sabar untuk melihatnya.Aku bahkan tidak memiliki waktu untuk memberi tahu siapa pun. Setelah merapikan selimut Ardi, aku langsung merapatkan jaket dengan erat, lalu keluar dari pintu rumah sakit dengan tergesa-gesa.Namun, sangat sulit mendapat mobil di malam tahun baru seperti ini. Aku mengeratkan jaket sambil berdiri di tengah terpaan angin dingin. Tidak ada satu pengemudi pun yang menerima pesananku di aplikasi. Aku memasukkan tangan yang mulai mendingin beserta ponselku ke dalam saku, bersiap perg

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 916

    Di luar jendela, malam yang gelap gulita dan kembang api yang gemerlap saling melengkapi.Di balik jendela, hatiku tiba-tiba berdetak kencang setelah merasakan jari Ardi bergerak sedikit. Kegembiraan yang luar biasa menghantam jantungku. Aku menggenggam erat tangan Ardi dengan hati-hati, tidak bisa menahan diri untuk memanggilnya, "Ardi."Apakah dia akan sadar?Akhirnya Ardi akan sadar. Hatiku pun akhirnya bisa merasa tenang.Namun, kenyataan seolah mempermainkan diriku. Ardi tidak bangun. Kedua matanya tetap tertutup, sementara bulu matanya yang halus terbentang dengan tenang di wajahnya. Semua tanda menunjukkan bahwa Ardi tidak akan bangun.Namun, aku tadi jelas-jelas merasakan jarinya bergerak. Jangan-jangan ... itu hanya halusinasiku saja?Aku ingin memanggilnya lagi, atau menggoyangkan tangannya, mencoba membangunkannya. Namun, aku tidak melakukannya.Aku bahkan tidak tega membangunkannya.Mungkin Ardi terlalu lelah. Selama ini dia sudah menanggung terlalu banyak hal. Dia memang s

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 915

    Hanya saja, kata-kata Nyonya Lina tiba-tiba berhenti di tengah jalan.Benar juga, aku bukan anak kandung ibu mertuaku, tetapi aku juga bukan anak kandung Nyonya Lina. Dia adalah ibu angkatku, bukan ibu kandungku.Suasana di ruang perawatan menjadi sedikit canggung. Wajah Nyonya Lina juga tampak sedikit kikuk, tetapi dia mengubah topik dengan kaku, memaksakan diri menutupinya. "Dia adalah anak perempuan yang susah payah aku besarkan. Akulah yang benar-benar menyayanginya!""Ya, ya, aku memang hanya ibu mertuanya, bukan ibu kandungnya. Tapi aku bisa belajar darimu untuk menjadi ibunya, berusaha memperlakukan Raisa sebaik mungkin, tidak membiarkannya tersakiti lagi sedikit pun. Bagaimana?" Ibu mertuaku tetap membujuk Nyonya Lina.Wajah Nyonya Lina akhirnya tampak sedikit membaik. Aku pun segera membuka mulut, "Bu, tenggorokan Ibu belum sembuh, kenapa sudah berbicara sebanyak ini? Pasti kamu merasa sakit karena banyak bicara. Apa kamu ingin minum air?""Dasar anak nakal, aku tahu kamu meng

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 914

    Dibandingkan dengan lapar dan haus, saat ini aku lebih ingin mengetahui kondisi Ardi.Bagaimana kondisinya setelah operasi? Apakah kondisinya stabil?Apakah Dokter Mario sudah tiba?Ibu mertuaku terkejut sejenak ketika aku tiba-tiba meraih tangannya. Air mata di matanya tampak makin menggenang. Dia menggenggam erat tanganku, lalu berkata dengan suara pelan, "Jangan khawatir, Ardi sudah lepas dari bahaya. Dokter Mario mengatakan kondisinya stabil. Sebentar lagi dia akan segera sadar.""Benarkah?" Aku merasa sangat gembira.Jika Dokter Mario sudah mengatakan ini, artinya Ardi benar-benar sudah lepas dari bahaya.Sarafku yang tegang tiba-tiba mengendur. Tubuhku terjatuh kembali ke tempat tidur rumah sakit dengan bunyi keras. Aku tidak bisa menahan senyum di sudut bibirku, tetapi kepalaku terasa sangat berat dan berdenyut.Kening Nyonya Lina langsung berkerut, sementara di matanya tampak rasa iba dan celaan yang dalam. Jelas-jelas tenggorokannya masih belum pulih, sementara suaranya juga m

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 913

    Aku menggelengkan kepala pelan. "Tidak apa-apa, Dokter Rian. Aku bisa menyelesaikannya."Luka di lutut hanya luka luar, ini bukan masalah. Sedikit sakit juga tidak apa-apa, aku bisa menahannya.Aku ingin bertahan, bertahan sampai aku menyelesaikan operasi ini.Rian mengerutkan kening dengan mata yang penuh kekhawatiran, serta ada pula sedikit rasa iba. Dia membuka mulutnya, seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa.Aku tahu dia ingin menyuruhku beristirahat, tetapi dia pasti memahami karakterku. Rian tahu bahwa keputusanku tidak bisa diubah oleh siapa pun, jadi dia tidak membujukku lagi.Aku meminta perawat menyeka keringat di dahiku, kembali menunduk, lalu melanjutkan operasi.Waktu berlalu detik demi detik. Ruang operasi sangat sunyi, hanya ada bunyi suara detakan alat. Akhirnya, aku selesai menjahit jahitan terakhir. Benang jahitannya diikat membentuk simpul kupu-kupu yang indah.Perawat di samping menghela napas pelan. "Operasinya sangat sukses. Dok

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status