مشاركة

Part 75

مؤلف: Zizara Geoveldy
last update تاريخ النشر: 2026-05-21 12:53:09

​Aira tersentak saat menyadari kemunculan istri kekasihnya. Ia buru-buru mengubah posisinya menjadi duduk di tengah kasur. Namun, alih-alih merasa bersalah karena tertangkap basah, ia malah menyapa Zivanya dengan ramah.

​"Oh, udah pulang?" tanyanya begitu santai.Ia merapikan pakaiannya sedikit lalu turun dengan gerakan lambat. "Maaf ya, Ziva. Tadi aku agak pusing, jadi numpang rebahan sebentar di sini."

​Zivanya tidak mendengarkan rentetan kalimat Aira. Matanya bergerak lambat, menatap sprei ya
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (6)
goodnovel comment avatar
yulia.fitri2607
Yg penting Ziva dan bayinya lahir selamat dan sehat dulu... Thor ceritanya langsung loncat kemasa Ziva mw melahirkan saja...
goodnovel comment avatar
Asri Widyastuti
thor, buat Ziva lbh sabar, tabah dan kuat demi anaknya. buat dia tdk peduli lg dgn apa yg dilakukan Ari, biar Ari menyesal dgn semua tindakannya pd Ziva. dan pd saatnya melahirkan, anaknya lhr dgn selamat,sehat, tampan/cantik, pintr n cerdas. biar jd cucu kebanggaan 2 keluarga.
goodnovel comment avatar
ars
berharap ari dibikin mati aja, tabrakan atau apa gtu. jd ziva bisa lanjut sm kai, si aira terlantar ga ada yg biaya in
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 75

    ​Aira tersentak saat menyadari kemunculan istri kekasihnya. Ia buru-buru mengubah posisinya menjadi duduk di tengah kasur. Namun, alih-alih merasa bersalah karena tertangkap basah, ia malah menyapa Zivanya dengan ramah.​"Oh, udah pulang?" tanyanya begitu santai.Ia merapikan pakaiannya sedikit lalu turun dengan gerakan lambat. "Maaf ya, Ziva. Tadi aku agak pusing, jadi numpang rebahan sebentar di sini."​Zivanya tidak mendengarkan rentetan kalimat Aira. Matanya bergerak lambat, menatap sprei yang kini sedikit kusut karena bekas tubuh wanita lain. Sudut matanya terasa panas. Memanas bukan karena air mata kesedihan, melainkan oleh harga diri yang diinjak-injak hingga lumat di rumahnya sendiri."Nggak punya sopan-santun ya kamu? Ini kamar suami istri, bukan penginapan selingkuhan. Keluar sekarang sebelum aku seret kamu!” usir Kaivan yang juga muak pada Aira. ​Aira kaget mendengar bentakan keras Kaivan, namun ia tetap berusaha menegakkan kepalanya. Ia merasa aman karena tahu Ariyan ada d

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 74

    Ariyan tentu terkejut oleh tindakan Zivanya yang tidak pernah disangka-sangka. Tapi entah kenapa lelaki itu tidak membalas atau marah. Ia tetap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.“Oke, aku pergi sekarang kalau kamu nggak suka aku ada di sini,” ucapnya lalu mengembalikan mangkuk ke tempatnya dan berdiri.Mengambil map berisi dokumen serta pulpen dari balik jasnya, Ariyan memberikannya pada Zivanya. Tanpa banyak tanya Zivanya menandatanganinya.“Makasih, Ziva. Cepat sehat ya. Aku tunggu di rumah,” ucap Ariyan sebelum pergi sembari membelai lembut kepala Zivanya.Zivanya membeku di tempat tidur. Apa Ariyan tahu? Sentuhannya itu yang seolah-olah menyayangi Zivanya, membuat Zivanya semakin terksiksa. Lelaki itu tidak mencintainya, hubungan mereka bagai anjing dan kucing dan begitu rumit. Tapi terkadang sikap yang ditunjukkan Ariyan benar-benar membingungkan. Setelah Ariyan benar-benar lenyap dari pandangan, Zivanya termenung lama.​Sentuhan lembut jem

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 73

    “B-bang Ari?” Zevia sedikit tergagap membalas sapaan Ariyan.“Kamu ngapain di sini?”“Lagi gantiin Bang Kai jaga Kak Ziva, Bang. Bang Kai ada sidang yang nggak bisa ditinggalin. Kasihan Kak Ziva sendirian. Katanya Abang sibuk banget, ada pekerjaan penting, jadi nggak bisa nemenin di sini.”“Ziva yang bilang begitu?”Gadis itu menganggukkan kepalanya.Anggukan kepala Zevia membuat Ariyan tertegun. Ia pikir Zivanya akan bercerita yang buruk-buruk mengenainya pada orang-orang. Ternyata dugaannya salah.“Iya, memang ada pekerjaan penting yang nggak bisa ditinggalin. Ini kerjaannya pun belum selesai sebenarnya,” ucapnya kemudian.“Ya udah, Bang. Sana gih, temui Kak Ziva. Kamarnya yang ini.”Ariyan langsung melangkah membuka pintu kamar Zivanya.Saat sadar siapa yang datang, Zivanya tersentak. Ekspresinya langsung berubah. Ia tidak tahu apa maksud kedatangan Ariyan. Setelah semua yang Zivanya alami, apa lelaki itu masih ingin menghakimi dan memakinya dengan kata-kata kasar?Semakin Ariyan m

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 72

    ​Ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Ariyan di saat ia sedang fokus-fokusnya. "Masuk."​Pintu terbuka, memperlihatkan Mita yang melangkah dengan hati-hati dan sedikit bimbang. Terlebih saat melihat muka keruh bosnya.​"Maaf mengganggu waktunya, Pak," ujar Mita sopan. "Saya mau menyerahkan laporan yang Bapak minta. Sekalian saya mau bertanya. Bu Zivanya hari ini ke mana ya, Pak? Saya telepon dari pagi nomornya tidak aktif, padahal siang ini ada janji temu penting dengan klien dari Bandung. Nggak biasanya Bu Zivanya ghosting pekerjaan tanpa kabar seperti ini."​Mendengar nama Zivanya disebut, rahang Ariyan kembali mengetat. Sisa-sisa amarahnya dari telepon Kaivan tadi mendadak menyengat egonya kembali. Dengan tatapan dingin, Ariyan mengambil pulpen di mejanya, kembali menyibukkan diri memeriksa dokumen lain tanpa memandang Mita.​"Zivanya nggak masuk hari ini," jawab Ariyan datar dan acuh. ​Mita mengerjap. Ia agak terkejut dengan respons dingin sang atasan. "Oh... Bu Zivanya sakit,

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 71

    Hening di seberang telepon. Kaivan kini membayangkan reaksi Ariyan. Mungkin lelaki itu terkejut, syok, lalu menyesali semua sikap buruknya pada istrinya sendiri selama ini. Kaivan tahu ia salah karena sudah mengaku tanpa persetujuan Zivanya. Tetapi tadi ia benar-benar kehilangan kesabaran.Di luar dugaan, tawa sinis Ariyan menyembur, yang terdengar begitu nyaring dan penuh cemooh, mengikis habis spekulasi Kaivan tentang penyesalan yang sempat melintas beberapa detik lalu.“Gue rasa ingatan lo perlu disegarkan. Zivanya sendiri yang datang ke depan muka gue, natap mata gue, dan ngaku dengan sadar kalau dia hamil anak lo! Dia terang-terangan ngaku selingkuh!​ Sekarang, setelah ada yang gugur kenapa tiba-tiba lo bikin pengakuan sampah kayak gini? Maksud lo sebenarnya apa, Kai? Mau lepas tangan karena lo mulai kewalahan? Atau karena ada yang mengendus tingkah bejat lo dan lo takut nama baik lo hancur karena nidurin istri orang, hah?!” cecar Ariyan dengan emosi yang meluap-luap.​Kaivan ter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 70

    Kaivan diam termangu di depan pintu ruangan Zivanya berada. Ia tahu, Zivanya pasti menangis haru ketika mengetahui calon anaknya berhasil diselamatkan. Hanya saja, Kaivan tidak sanggup membayangkan kesedihan perempuan itu ketika tahu kenyataan yang sebenarnya. Memangnya ibu mana yang tidak akan merasa sedih dan bersalah ketika kehilangan anaknya? Bagaimana mungkin Kaivan tega menghancurkan perasaan perempuan berhati lembut itu? Bagaimana bisa ia mengucapkan kalimat bahwa salah satu dari detak jantung di rahim Zivanya telah berhenti selamanya? Dengan helaan napas berat, Kaivan mengatur ekspresi dan emosinya. Apa pun yang terjadi di dalam sana, ia tidak boleh rapuh. Zivanya membutuhkannya bukan sebagai pria yang ikut menangis, melainkan sebagai sandaran kokoh saat seluruh dunianya nanti runtuh untuk kesekian kali. Kaivan mendapati Zivanya tengah berbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit. Ia sudah sadar. Dan wajahnya masih terlihat bagai tak dialiri darah. Kaivan mendekat de

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status