Home / Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 41: Reaksi Rhys

Share

Chapter 41: Reaksi Rhys

Author: KIKHAN
last update publish date: 2026-01-04 21:45:03

Velian hanya ingin kembali. Sekarang juga.

Ia sudah tidak sanggup menghadapi otoritas yang menyesakkan, aturan-aturan problematik, dan tirani halus yang bersembunyi di balik kata keluarga. Semua orang di rumah ini terasa gila. Dame Raven menampar Leona, Leona justru berharap Eira mati, dan Rhys—yang seharusnya netral—selalu berdiri di posisi yang membuat Velian terjepit.

Velian berdiri di depan cermin, menatap bayangan dirinya sendiri dengan mata lelah. Ia mendekat, seolah ingin memastikan waja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 76: Retakan Dalam Kebohongan

    Tanpa sepengetahuan mereka, Garrick diam-diam mendatangi Dylen di Akademi Marindor.Kunjungan itu terjadi tak lama setelah Velian pingsan—di saat semua orang masih terfokus pada kondisinya.Namun bagi Garrick, ada sesuatu yang jauh lebih mengusik pikirannya.Sebuah bisikan.Samar, nyaris tak terdengar … namun cukup jelas untuk menghancurkan seluruh keyakinannya.“Aku … bukan ... Eira...”Sejak saat itu, ia tahu—ada kebenaran yang disembunyikan.Ketika Garrick memasuki Akademi Marindor, suasana terasa tidak seperti biasanya.Sejumlah murid laki-laki berhamburan keluar dari pintu utama, wajah mereka dipenuhi kebingungan sekaligus kecemasan. Suara gaduh memenuhi halaman, membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bertukar cerita dengan nada tegang.“Kristalnya sempat redup…”“Tiba-tiba saja, semua sihirku tidak bisa digunakan!”Kabar itu menyebar cepat.Kristal Marindor—sumber utama yang menjaga kestabilan aliran sihir di akademi—sempat kehilangan cahayanya selama beberapa saat.Insi

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 75: Garrick Tahu Velian Ardyn

    Pintu kamar tertutup keras.Velian masuk tanpa menoleh ke belakang, napasnya tidak beraturan. Langkahnya terhenti di samping meja rias, dan di sanalah—pantulan Eira muncul, wajahnya dipenuhi kegelisahan saat melihat kondisi Velian yang berantakan.“Mengapa kau kembali sebelum acara selesai?” tanya Eira, bingung.Namun Velian tidak menjawab, seolah tidak mendengar apa pun. Tangannya bergerak cepat, hampir gemetar, membuka laci nakas satu per satu dengan panik. Ia mengobrak-abrik isinya, mencari sesuatu—sesuatu yang bisa menenangkan dadanya yang terasa seperti akan meledak.Napasnya semakin pendek. Jantungnya berdetak tidak beraturan. Ia butuh obat penenang. Sekarang. Sebelum tubuh lemah ini kembali menyerah.Eira ikut panik, langkahnya mendekat, namun tetap tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.“Velian, ada apa denganmu?!” suaranya mulai meninggi, penuh kecemasan.Namun Velian masih tidak menjawab.Ia hanya terus mencari—dengan tangan gemetar, dengan napas yang semakin tercekik, da

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 74: Wajah dari Masa Lalu

    Alverine menatapnya lurus, tanpa ragu. “Bukankah hubungan kalian sangat dekat?”Velian terdiam sesaat, lalu matanya membelalak tajam.Refleks, ia melirik ke arah lain. Rhys, Raven, dan Leona tampak tetap fokus pada hidangan mereka—namun jelas, mereka semua mendengar. Tatapan mereka sekilas mengarah ke Velian dan Alverine, sebelum kembali berpura-pura tidak peduli.Suasana yang semula tenang kini terasa berubah … lebih tegang, meski tak ada satu pun yang mengakuinya.“Ups!”Alverine nyengir lebar sambil menutup mulutnya sendiri, seolah baru sadar telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.Di sampingnya, Velian hanya bisa tertawa kecil—pahit, tipis, dan nyaris tak terdengar.“Pangeran akan menyusul setelah menyelesaikan urusannya, Alverine,” ujar Ratu Isolde lembut, menatap gadis kecil itu dengan gemas. “Kau sangat ingin melihatnya, ya?”Alverine menahan senyumnya, namun kilatan antusias tetap terlihat jelas di matanya.“Bolehkah aku bermain de

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 73: Di Tengah Meja yang Ramai

    Dari pantulan cermin rias, Velian membuka suara.“Besok ada jamuan. Kenapa tidak kamu saja yang hadir? Sekarang kita sudah bisa bertukar peran.” Suaranya tenang, tapi menyimpan kelelahan yang belum sepenuhnya hilang.Namun jika ditarik beberapa langkah dari pantulan itu, kenyataan yang berbeda terlihat.Eira Shawn berdiri di sana, menyisir rambut gelombangnya yang indah dengan gerakan pelan dan teratur. Wajahnya tenang, seolah tak ada gejolak apa pun—berbanding terbalik dengan apa yang baru saja terjadi beberapa saat lalu.Sejak Velian pingsan karena sesak napas, sesuatu telah berubah.Kini, mereka benar-benar bertukar peran.Dan pagi itu masih terlalu dini untuk memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi di antara mereka.“Aku tidak ingin. Kau saja yang berada di sana.” Eira menjawab tanpa menoleh. Nada suaranya tenang, tapi menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan. Baginya, satu hal sudah cukup—ia telah meminta maaf pada Rhys.Velian mengembuskan na

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 72: Maaf, Rhys...

    Leona menoleh terkejut ketika pelayan datang tergopoh-gopoh dari luar ruang makan, wajahnya pucat dan napas tersengal. "Nona … Nona Eira… jatuh pingsan di kamar," lapor pelayan terbata-bata."Lagi?!" seru Leona, kata pertama yang keluar dari mulutnya penuh kecemasan. Tanpa menunggu jawaban, ia bangkit dari kursi, langkahnya cepat. "Bagaimana dengan tabib? Cepat panggil sekarang!"Setelah menerima konfirmasi bahwa tabib sedang dalam perjalanan, Leona langsung melesat ke kubah kaca, tempat Rhys dan Raven berdiri dari jauh. Dari sana, ia sudah bisa merasakan ketegangan di antara keduanya.Begitu Leona tiba, Rhys dan Raven kompak bungkam, menatapnya seolah menyadari sesuatu yang tak perlu diucapkan.Napas Leona tersengal, dada terasa sesak karena berlari secepat mungkin. "Kalian sibuk bertengkar di sini, sampai tidak tahu Eira pingsan?!" suaranya meninggi, setengah membentak penuh kemarahan dan kepanikan.Detik itu juga, Rhys langsung melesat meninggalkan kubah kaca

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 71: Aku ... Bukan Eira

    Velian mendengar seluruh percakapan itu dari balik pintu.Ia berdiri membeku di sana, satu tangannya menenteng sepatu heels agar langkahnya tidak berbunyi saat diam-diam membuntuti mereka. Jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut suara itu saja sudah cukup untuk membocorkan keberadaannya.Namun yang ia dengar justru membuat dadanya terasa sesak.Ketika Raven menyebut bahwa Rhys mungkin sudah terpikat pada Eira bahkan sebelum Selphira hadir dalam hidupnya, mata Velian perlahan berkaca-kaca.Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan berlari pergi.Garrick yang berjaga di depan pintu sempat menegakkan tubuhnya ketika melihat Velian melintas dengan tergesa-gesa. Ia hampir saja memanggil dan mengejarnya, tetapi raut wajah gadis itu membuatnya urung.Velian tampak … tidak baik-baik saja.Akhirnya Garrick hanya diam di tempatnya, membiarkan Velian pergi tanpa pertanyaan.Sesampainya di kamar, Velian langsung menjatuhkan dirinya berlutut di lantai. Tangannya buru-buru meraih buku mis

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 45: Cerita Mulai Berjalan Sendiri

    Velian dan Alverine serempak mendongak ketika langit di atas mereka tiba-tiba terang.“Apakah…” Velian tersenyum lebar, tanpa beban. Saat kunang-kunang itu turun perlahan mendekatinya, dadanya terasa hangat. Untuk pertama kalinya, ia melihat kunang-kunang dari jarak sedekat ini—bukan sekadar

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 43: Velian Merajuk Lagi

    “Perjanjian Rhys dengan Raja dan Ratu jauh lebih serius daripada yang kamu bayangkan,” ujar Eira dingin. “Jika Rhys gagal membunuh siapa pun yang diperintahkan, ia akan dianggap berkhianat.”Eira menatap Velian tanpa berkedip.“Kamu menulis novel ini. Kamu tahu sendiri apa yang terjadi pada pengkhi

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 40: Eira Shawn yang Asli Kembali?

    Lengan Velian segera dipasangi bidai khusus oleh Tabib istana, dibalut kain tebal yang mengeras perlahan setelah terkena ramuan penyokong tulang. Setelah memastikan penyangga terpasang sempurna, Tabib membungkuk dalam-dalam ke arah Rhys sebelum mengundurkan diri tanpa banyak kata.Rhys lalu beralih

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 39: Semua Orang di Sini Gila!

    Leona kembali duduk dengan tenang seolah tak pernah terjadi apa-apa. Ia meraih mangkuk porselen berisi potongan buah, menyuapkan sepotong ke mulutnya dengan gerakan anggun.“Apakah kau akan menyampaikan pesan Rhys kepada Eira?” tanya Raven dari kursinya, tanpa menoleh sedikit pun.Leona menoleh, me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status