Beranda / Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 41: Reaksi Rhys

Share

Chapter 41: Reaksi Rhys

Penulis: KIKHAN
last update Tanggal publikasi: 2026-01-04 21:45:03

Velian hanya ingin kembali. Sekarang juga.

Ia sudah tidak sanggup menghadapi otoritas yang menyesakkan, aturan-aturan problematik, dan tirani halus yang bersembunyi di balik kata keluarga. Semua orang di rumah ini terasa gila. Dame Raven menampar Leona, Leona justru berharap Eira mati, dan Rhys—yang seharusnya netral—selalu berdiri di posisi yang membuat Velian terjepit.

Velian berdiri di depan cermin, menatap bayangan dirinya sendiri dengan mata lelah. Ia mendekat, seolah ingin memastikan waja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 118: Velian—Dylen

    Namun, dibandingkan dengan penantian Rhys yang begitu antusias, orang yang justru lebih lama menyaksikan setiap tahap pertumbuhan Eira adalah Lucien.Rhys tidak selalu berada di istana. Sebagian besar masa mudanya ia habiskan untuk berlatih pedang di wilayah perbatasan Morwenia, di bawah bimbingan langsung Dyvar Caelmont, ayah Dylen sekaligus Master Marindor pada masa itu.Sejarah Morwenia sendiri jauh lebih panjang daripada yang diketahui kebanyakan orang.Sebelum gelar Pedang Istana berada di tangan Rhys, gelar tersebut merupakan milik Dyvar Caelmont—salah satu pendekar terkuat pada masanya. Tidak ada yang menyangka seorang pemuda bernama Rhys Vance akan datang dan menantangnya.Pada usia dua puluh dua tahun, Rhys berhasil mengalahkan Dyvar.Kemenangan itu mengubah arah sejarah.Gelar Pedang Istana Morwenia yang selama bertahun-tahun berada di tangan Dyvar akhirnya berpindah kepada Rhys Vance. Sementara itu, Dyvar diutus ke wilayah perbatasan untuk menjaga salah satu garis pertahana

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 117: Kelahiran Eira Shawn Kala Itu

    Semua orang telah duduk di tempat masing-masing untuk menikmati hidangan makan malam.Seperti biasa, Rhys mengangkat sendok dan garpu terlebih dahulu sebelum mereka mulai menyantap hidangan.Dii tengah suasana yang semestinya hangat itu, Garrick justru sedang berjalan menuju kamar Eira atas permintaan Rhys untuk mengambilkan obat yang biasa disimpan di atas nakas.Garrick tidak banyak bertanya. Ia langsung mengiyakan. Meski begitu, ada sedikit kekesalan yang tersimpan di wajahnya.Velian menggunakan tubuh Eira untuk beraktivitas setiap hari, tetapi justru terlihat begitu ceroboh dalam menjaganya.Begitu pintu kamar Eira dibuka, semerbak aroma bunga Camellia langsung menyambut indra penciumannya.Garrick melangkah masuk tanpa banyak memperhatikan sekeliling. Kakinya membawa dirinya menuju nakas berwarna merah muda pucat, dengan ukiran lambang Morwenia pada permukaannya. Bagian atas nakas itu dilapisi kain tipis bersulam benang emas yang menjuntai rapi di tepinya.Tangannya segera merai

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 116: Pengakuan Dylen & Velian yang Tercengang

    Velian yang berdiri di belakang Rhys sudah tidak terlalu terkejut mendengar pertanyaan semacam itu. Sebelum Dylen, Lucien pun pernah menerima pertanyaan yang sama. Dylen sendiri tampak berpikir sejenak, seolah sedang mencari jawaban yang paling aman. “Banyak duke dari berbagai negeri yang dikabarkan menyukai Eira, meskipun kebanyakan hanya sebatas rumor.” Rhys menatapnya tajam. “Jadi, kau menyukai Eira?” Dylen justru tersenyum tipis. “Namun, ada juga pria-pria yang tidak menyukai kepribadiannya yang dingin dan galak, meskipun dia memiliki paras yang cantik rupawan.” Ia sengaja berhenti sejenak. “Menurutmu, aku berada di kubu yang mana?” “Jawab saja.” “Baiklah.” Dylen mengangkat kedua tangannya seolah menyerah. “Tenang saja. Aku menyukai perempuan bernama Velian, bukan Eira. Bukan pula selirmu yang lain.” Ia tersenyum santai. “Puas?” Velian yang sejak tadi mendengar percakapan mereka langsung melotot. Tubuhnya bahkan terpaku di tempat. Apa tadi bisa disebut pengakuan cinta

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 115: Rhys Cemburu?

    Namun, ketika Dylen berbalik untuk mencari keberadaan Velian—yang sejak tadi tidak ikut turun dari tribun—pemandangan yang dilihatnya justru membuat langkahnya terhenti.Velian masih berada di tempatnya.Bukan sedang mengkhawatirkan Alverine.Bukan pula sedang menyusul Rhys.Perempuan itu malah asyik memegang Vox Device di depan wajahnya, memiringkan kepala sedikit, lalu mengambil foto dirinya sendiri.Satu foto.Kemudian satu lagi.Dylen memejamkan mata rapat-rapat.Kepalanya tertunduk, seolah sedang berusaha menahan umpatan yang memenuhi pikirannya. 'Bisa-bisanya dia selfie di tengah semua orang yang sedang panik.' Ia mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya memanggil,“Nona Eira.”Velian menurunkan Vox Device dan menoleh santai. “Apa?”Dylen menatapnya beberapa detik. “Ada yang perlu kita bicarakan mengenai Alverine dan latihannya tadi.”“Oh.” Velian melirik ke bawah, ke arah Alverine yang kini ditemani Rhys. Lalu kembali menatap Vox Device di tangannya. “Sebentar. Aku belum dap

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 114: Sesuatu yang Dilihat Alverine

    Dylen meminta Alverine kembali duduk. “Kita ulangi sekali lagi. Kali ini, pertahankan ketenanganmu selama lima menit."Alverine mengangguk patuh. Ia memejamkan mata, lalu menarik napas perlahan seperti yang telah diajarkan Dylen.Satu menit berlalu. Tidak ada perubahan. Napasnya teratur, bahunya rileks, dan cahaya keemasan di sekitar inti magisnya berpendar lembut.Menit kedua masih stabil. Bahkan denyutan energi emas itu mulai semakin halus, seolah telah mengikuti ritme napasnya.Dylen yang berdiri beberapa langkah di depannya mulai yakin bahwa latihan hari itu akan berjalan lebih baik daripada perkiraannya.Lalu, pada menit ketiga—Alverine melihat sesuatu.Bukan ruangan tempat ia berada. Bukan wajah Dylen. Bukan pula ingatan miliknya.Sebuah koridor istana terbentang di hadapannya.Sepi dan dingin.Kemudian terdengar suara seseorang memanggil sebuah nama.“Eira...”Alverine terdiam.Ia melihat sepasang tangan yang gemetar.Merasakan sesak yang menusuk dada.Kemudian sosok seorang pr

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 113: Pelajaran Pertama

    Alverine, Velian, Raven, dan Leona menunggu kepulangan Rhys di teras depan mansion.Raven dan Leona duduk di kursi santai berbahan rotan dengan sandaran tinggi yang nyaman. Sementara itu, Velian berdiri bersandar pada kusen pintu di sisi kiri, sesekali memeriksa kuku tangannya yang baru saja selesai dirawat.Alverine?Gadis kecil itu memilih duduk di salah satu anak tangga, sibuk mengobrol dengan Xuu seolah anjing kecil itu adalah teman sebaya yang paling bisa dipercaya."Menurutmu nanti Tuan Dylen ngajarnya susah tidak?"Guk!"Kalau susah, aku pura-pura tidak mengerti saja."Guk!Alverine terkikik.Beberapa menit kemudian, suara mesin kendaraan terdengar dari arah gerbang.Mobil Rhys memasuki halaman dan berhenti tepat di depan tangga utama.Leona menjadi orang pertama yang bangkit. Senyumnya langsung merekah begitu Rhys turun dari mobil dan menaiki beberapa anak tangga."Aku merindukanmu, Rhys."Rhys hanya tersenyum. Tangann

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 6: Rhys Menghunuskan Pedang

    “Panggil tabib sekarang,” perintahnya rendah, tapi cukup untuk membuat udara di sekitar seolah menegang.Garrick segera berlari, sementara Rhys tetap menahan Velian di pelukannya—menatap wajah pucat yang berkeringat itu dengan rahang mengeras, seolah menahan sesuatu yang lebih dari sekadar kekhawa

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 5: Velian Mengubah Cerita

    Suara ketukan tiga kali di pintu kamar membuat Velian mengerang pelan. Ia masih ingin melanjutkan mimpi indahnya, tapi bunyi itu terus terdengar.Dengan mata setengah terbuka, Velian duduk, meregangkan tangan malas-malasan ke atas, lalu melangkah gontai menuju pintu. Begitu dibuka, koridor di depa

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 4 : Eira yang Lain

    Ketika Rhys sudah berdiri di hadapannya, Velian justru bergeser menutupi sebagian tubuh Garrick dengan tubuhnya sendiri. Garrick mengerutkan dahi, tak mengerti dengan sikap aneh itu.Jika ada yang paling mengenal Rhys, maka itu adalah Velian—karena dialah pencipta tokoh pria ini dalam dunia asliny

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 3: Lepas Kendali

    Pundak Rhys tak setegang biasanya, seolah bersiap mendengar permintaan Eira. “Jika ingin bepergian, bawa saya atau Garrick untuk menemani.” Velian hampir mendengus. Bukankah sama saja? Rhys dan Garrick bagai pinang dibelah dua. “Kalau sendiri, tidak boleh?” tanyanya hati-hati. “Jika kamu ping

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status