Short
Satu Slip Gaji, Satu Keputusan

Satu Slip Gaji, Satu Keputusan

By:  GheriCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku berhasil mendapatkan kontrak besar senilai enam puluh miliar rupiah untuk pabrik milik orang tuaku. Hari pembagian gaji pun tiba. Kakakku menerima bonus seratus juta. Adikku menerima bonus dua ratus juta. Sementara itu, slip gajiku hanya berisi satu baris. [Gaji pokok: Rp 6.000.000,00] “Selama sepuluh tahun ini, Kakak nggak pernah sekali pun salah menghitung pembukuan. Bonus seratus juta ini memang pantas buatmu!” “Semua klien memuji Adik karena tampan dan pandai berbicara. Kontrak besar ini juga berhasil didapat berkat jasamu! Ini dua ratus juta buatmu!” Sebelum sempat bereaksi, ibu melemparkan enam puluh lembar uang seratus ribuan yang sudah kusut ke hadapanku. “Orang bodoh dan jelek memang harus kerja lebih keras.” “Jangan lihat seberapa besar usahamu, tapi nilai yang kamu hasilkan cuma segitu.” Aku menatap slip gaji itu. Sedikit tertegun. Untuk melatih kami agar hidup mandiri, ayah dan ibu menetapkan harga untuk setiap barang di rumah. Semangkuk semur daging sapi dihargai enam puluh ribu. Mandi air panas selama sepuluh menit dikenai biaya seratus ribu. Bahkan sejak masih kecil, kami bertiga sudah diwajibkan bekerja di pabrik milik orang tua sendiri agar bisa mendapatkan uang. Kakakku pandai berhitung. Karena itu, dia ditempatkan di kantor, duduk di ruang ber-AC sambil mengurus pembukuan dan menulis kuitansi. Adikku berwajah tampan. Karena itu, dia bertugas sebagai penyambut tamu di ruang resepsionis yang selalu menyediakan camilan sepuasnya. Sedangkan aku... Ibarat batu bata. Di mana pun dibutuhkan, di situlah aku berada. Aku harus membongkar barang. Menyapu lantai. Sekaligus keluar menemui klien untuk mengurus kerja sama bisnis. Padahal, gaji kami sama-sama enam juta sebulan. Kalau ingin makan daging, aku hanya bisa bekerja mati-matian untuk membuktikan nilai diriku. Namun sekarang... Aku bahkan tak tahu lagi, untuk apa semua jerih payahku selama ini. Aku menunduk membuka ponsel, lalu menggulir deretan pesan spam sampai akhirnya menemukan sebuah pesan berisi tawaran pekerjaan bergaji tinggi.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Aku bayar delapan puluh juta. Aku mau beli hak atas kamar yang menghadap matahari di rumah baru.”

“Aku bayar sepuluh enam juta buat beli hak memakai mobil Cadillac ayah selama lima tahun.”

Kakak dan adikku berlomba-lomba menghabiskan bonus yang baru saja mereka terima.

Aku melirik gajiku.

Enam juta rupiah yang begitu menyedihkan.

Lalu kulihat saldo rekeningku yang bahkan tinggal satu digit.

Begitu dipakai untuk membayar uang makan, sewa kamar dan biaya hidup, bulan ini lagi-lagi tak ada sepeser pun yang bisa kutabung.

Dengan hati-hati, aku memberanikan diri bertanya.

“Ma… apa gajiku bisa ditambah sedikit? Gimanapun, kontrak ini berhasil kudapatkan setelah aku pontang-panting mengurusnya.”

Namun ibu langsung menjawab dengan kesal.

“Memangnya kamu sibuk apa?”

“Paling cuma nyuguhin teh, antar minuman, sama jadi sopir buat klien.”

“Itu semua cuma kerja kasar yang nggak ada nilainya!”

“Ibu ‘kan sudah bilang berkali-kali. Di zaman sekarang, tenaga fisik itu yang paling nggak berharga!”

“Buat orang sepertimu, gaji enam juta saja sudah lebih dari cukup.”

Aku menyahut dengan kesal.

“Buat mendapatkan kontrak ini, aku menghabiskan tenaga dan pikiranku selama setengah tahun penuh.”

“Tiap hari, bahkan sebelum matahari terbit, aku sudah ada di lini produksi untuk mengawasi proses produksi.”

“Tiap kali ada klien yang mau melihat produk, sekalipun jam tiga dini hari, aku tetap harus bangun menjemput mereka.”

“Nggak cuma itu. Aku juga sampai mengurus seluruh keluarga mereka. Menjemput anak mereka pulang sekolah, bahkan memasak juga buat mereka.”

“Supaya bisa menjelaskan produk dengan baik, aku begadang belasan malam sampai hafal seluruh panduan produk di luar kepala.”

“Itu nggak sekadar menyuguhkan teh atau jadi sopir. Dan itu juga bukan pekerjaan kasar.”

Ibu tak menyangka aku akan mengatakan semua itu.

Dia terdiam sesaat.

Lalu tiba-tiba mendengus dingin.

“Jadi menurutmu semua yang sudah kamu lakukan itu ada artinya?”

“Mama kasih tahu, ya!”

“Klien memilih perusahaan kita karena produk kita memang bagus, berkualitas, punya reputasi.”

“Apa hubungannya sama kamu?”

“Lagi pula, kakakmu tiap hari mengurus begitu banyak laporan keuangan dan menangani arus dana ratusan juta.”

“Adikmu juga tiap hari melayani begitu banyak klien dan pelamar kerja.”

“Apa mereka nggak lebih capek darimu?”

“Apa pekerjaan mereka nggak jauh lebih berarti dibanding semua kesibukanmu yang sia-sia itu?”

“Jadi orang harus tahu diri.”

“Umurmu sudah lebih dua puluh tahun.”

“Sudah saatnya sadar kemampuanmu sendiri.”

“Kalau bukan karena ayah sama Mama yang masih mau menerimamu, memangnya siapa lagi yang mau mempekerjakan benalu sepertimu?”

“Kerjanya cuma tahu makan dan numpang hidup.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status