Short
Seorang Ibu juga Bisa Durhaka

Seorang Ibu juga Bisa Durhaka

By:  HanafiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tiga tahun setelah ibu dan ayah bercerai, aku bertemu ibu di Resto Bahari. Dia sedang makan bersama anak perempuannya, tatapannya tampak agak canggung saat melihatku. Sebelum pergi, dia membuka kode QR kontak dan menyodorkannya ke depanku. "Simpan WhatsApp Ibu, nanti Ibu kirim uang. Kamu sama ayahmu makan yang enak, ya." Aku mendorong kembali ponselnya. "Nggak usah, Bu Dita." "Dulu aja Ibu nggak pernah sebaik ini sama aku dan ayah." Wajah ibu mendadak kaku, alisnya bertaut rapat. "Kamu kok sama keras kepalanya kayak ayahmu? Kalau kamu ikut Ibu, kamu nggak bakal sampai jadi pelayan gini." "Kasih tahu ayahmu, kalau dia mau ngaku salah, Ibu bakal bawa kamu hidup enak." Aku menatapnya dingin tanpa bersuara. Apa dia tidak tahu kalau ayah sudah meninggal tiga tahun lalu?

View More

Chapter 1

Bab 1

Ibu memperhatikanku dari atas sampai bawah, melihat celemekku yang kotor dan tanganku yang bentol-bentol karena kedinginan. Dia menghela napas pelan.

"Harusnya dulu Ibu nggak setuju biarin ayahmu bawa kamu pergi."

"Kasihan banget kamu, kalau dia nggak sanggup membesarkanmu, harusnya dia pasrah aja."

Aku membalasnya dengan tatapan dingin, "Nggak usah repot-repot peduli, Bu Dita. Kita sekarang cuma orang asing, Ibu bicara begini malah bikin orang salah paham."

Wajahnya makin keruh, dia hendak mengatakan sesuatu, tapi akhirnya hanya bisa terdiam.

Setelah sekian lama, barulah dia berbalik dan pergi.

Sepeninggalnya, aku berdiri di tempat sambil memegang nampan, jari-jariku terasa agak kaku.

Seorang rekan kerja mendekat dan berbisik padaku, "Kamu nggak apa-apa?"

Aku menggelengkan kepala.

Rekan kerja yang lain ikut memelankan suaranya.

"Wanita yang tadi itu bukannya Bu Dita Joseva dari Grup Joseva, ya?"

"Dengar-dengar dia bucin banget sama mantan suaminya, dulu demi mantan suaminya itu, dia sampai ribut besar sama keluarganya."

"Aku juga pernah lihat wawancaranya, dia bilang orang yang paling dia utangi permohonan maaf itu mantan suami dan putranya."

Aku mendengus dingin.

"Kalau memang merasa bersalah, masa tega menelantarkan suami dan anaknya?"

Melihat aku tidak percaya, rekan kerja itu buru-buru menjelaskan, "Dia keluar tanpa bawa harta sepeser pun demi mantan suaminya, sukarela lepas hak asuh, rela merintis dari nol lagi."

"Kudengar dia juga membangun SD di daerah terpencil dan menamainya pakai nama putranya."

"Menurutku Bu Dita udah berbuat cukup baik, kok."

Aku menengadah menatap mereka, suaraku tenang hingga terdengar begitu dingin.

"Dia pura-pura miskin di depan mantan suaminya. Pas cerai tanpa harta, dia meninggalkan semua utang buat suaminya, sampai suaminya harus donor hati dan jual darah buat bayar utang."

"Pas ayah kena infeksi luka habis operasi dan nggak punya uang buat operasi lagi, dia malah belikan jam tangan seharga miliaran buat pria simpanannya di tempat lelang, bahkan uang berobat ayah pun dia nggak mau kasih."

"Malahan demi bela pria di luar sana, dia tega merusak telinga anak kandungnya sendiri sampai aku nggak bisa main piano lagi."

Beberapa orang di dekatku seketika membisu.

Rekan kerjaku melotot. "Kamu ...."

Raut wajahku tetap tenang. "Ya, aku putranya."

Seketika mereka bungkam. Setelah terdiam cukup lama, salah satu dari mereka memberanikan diri bertanya lagi, "Tapi tadi kamu bilang, ayahmu udah ...."

Aku tidak menjawab, hanya menunduk melanjutkan pekerjaan, mengabaikan semua desas-desus itu.

Pulang kerja, aku pergi ke toko bunga membeli seikat krisan putih, lalu beli sebuah kue ulang tahun.

Sesampainya di pemakaman, aku meletakkan bunga dan menata kue di depan makam.

Sosok ayah di foto masih tetap tersenyum.

Aku berjongkok di depan batu nisan, menyalakan lilin, lalu menyanyikan lagu ulang tahun secara perlahan.

"Yah, selamat ulang tahun."

Aku berbisik pelan, "Hari ini aku ketemu sama orang itu."

"Dia kayaknya belum tahu kalau Ayah udah nggak ada."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status