Share

Bab 13 (18+)

Author: Rizu Key
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-04 19:53:05

Aya menelan ludahnya karena tak tahu pasti apa yang membuat pria itu marah. Namun, ia harus cepat pulang. Malam ini tak boleh terulang lagi malam panas mereka.

"Pak... Sebaiknya saya pulang. Saya akan mengganti rugi bagaimana pun caranya...." ucap Aya mencoba bernegosiasi.

"Hanya ada satu cara, yaitu tidur denganku," jawab Ibra tajam.

Aya memalingkan wajah. "Tapi saya mau pulang...." gumamnya.

Ibra mendengus pelan. "Memangnya siapa yang menunggumu di rumah? Apakah dia lebih penting dari pada ua
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Harmita Wahid
lanjutkan semakin seru
goodnovel comment avatar
Surinah 22
bagus sekali
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 267

    Pagi harinya, saat Ibra bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Aya berdiri di dekat pintu depan dengan perasaan yang berkecamuk. Ia mencoba mengabaikan rasa curiganya dari malam sebelumnya dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri."Mas, ini dasimu belum rapu," kata Aya lirih, melangkah mendekat untuk merapikan dasi Ibra.Ibra diam membiarkan Aya merapikan dasinya, namun pandangan matanya lurus menatap ke arah luar jendela, sama sekali tidak berniat menatap wajah istrinya. Begitu Aya selesai, Ibra langsung mengambil tas kerjanya."Kita sarapan," ajak pria itu tanpa menoleh."Iya, Mas."Aya mendongakkan wajahnya, sedikit memajukan bibirnya, menunggu kecupan sebelum pergi yang tidak pernah dilupakan oleh Ibra.Namun, Ibra hanya menatapnya sekilas dengan tatapan kosong. Pria itu mengulurkan tangannya, menepuk puncak kepala Aya dua kali dengan sangat kaku."Hari ini aku ada rapat sampai sore," ujarnya dengan nada suara yang datar, namun lembut. Ia lalu berbalik dan berjalan keluar kam

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 266 (18+)

    Suara lembut itu membuat Ibra menoleh. Aya menatapnya dengan lembut dan ada kesedihan yang tersirat di kedua mata bening wanita itu."Mas Ibra... Aku tahu kamu sedang menahan diri. Tapi aku istrimu, Mas. Kalau bukan aku, terus kamu mau menyentuh siapa?" tanya Aya dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.Ibra merasa bersalah. Tindakannya justru membuat Aya sedih dan merasa teriksa. Pria itu mengubah posisi tidurnya jadi menghadap Aya. Lalu ia peluk wanita itu dengan erat."Maaf... Aku malah membuatmu sedih. Tapi aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya....""Mas khawatir pada kesehatanku dan anak kita, kan?" potong Aya. "Tapi dokter sudah bilang kalau kami baik-baik saja, Mas. Kalau Mas Ibra tidak mau melakukannya, justru aku merasa bersalah karena tidak berguna. Bukankah dulu kamu selalu tidak tahan saat melihatku?"Kalimat terakhir Aya yang berupa pertanyaan membuat Ibra kembali tertegun. Pria itu ingat betapa dulu ia selalu candu menyentuh Aya. Merasakan betapa nikmatnya saat mereka bertu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 265

    Lima belas menit kemudian, Ibra keluar dari kamar mandi dengan piyama abu-abu muda. Pria itu tanpa kata langsung berbaring di sisi ranjangnya. Ia berbaring telentang, menatap langit-langit kamar yang temaram. Aya perlahan ikut merebahkan tubuhnya di samping sang suami. Kamar itu kini diselimuti keheningan.Biasanya, sebelum tidur, mereka akan saling mendekat. Ibra akan menarik Aya ke dalam pelukannya, menjadikan lengannya sebagai bantal bagi sang istri, lalu mereka akan mengobrol tentang apa saja yang mereka lalui hari itu sebelum akhirnya terlelap. Namun malam ini, Ibra memilih untuk tetap berada di posisinya, menjaga jarak beberapa sentimeter dari Aya.'Ada yang aneh. Apa benar-benar ada masalah sama proyeknya?' gumam Aya bertanya-tanya dalam hati.Aya yang sebenarnya merindukan kehangatan Ibra, perlahan menggeser tubuhnya. Ia memberanikan diri untuk memeluk pinggang Ibra, menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu. Ia bisa merasakan detak jantung Ibra yang stabil, namun tubuh p

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 264

    Langkah kaki Ibra cepat saat ia melewati koridor gedung lembaga pemasyarakatan yang bernuansa abu-abu kusam itu. Bunyi pantulan sepatunya di atas lantai semen seolah bergema, berkejaran dengan detak jantungnya yang berpacu cepat akibat amarah yang membakar dadanya.Di belakangnya, Samuel berjalan dengan wajah yang tak kalah tegang. Asisten setianya itu beberapa kali mencuri pandang, khawatir jika sang atasan akan meledak sewaktu-waktu. Namun, Ibra masih diam. Ketegangan saat bertemu Hengki seolah mengunci mulutnya. Rasa tidak menyesal Hengki membuatnya semakin terbakar oleh amarah dan dendam.'Kamu benar-benar bajingan....' geramnya dalam hati.Kalimat yang dilontarkan Hengki bukan sekadar ejekan biasa. Itu adalah sebuah hinaan pada martabar keluarga dan istrinya. Entah dari mana Hengki tahu tentang bagaimana pernikahan mereka bermula, tentang masa lalunya dan Aya yang sudah disembunyikan rapat-rapat."Pak Ibra," panggil Samuel lirih saat mereka sudah berada di dalam

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 263

    Ibra berpamitan dengan Aya. Pria itu mencium kening Aya lalu beralih mencium bibirnya yang menggoda. Hal itu membuat Putra menutupi matanya sambil tertawa. "Ih, Ayah! Ciumnya di depan anak kecil," kekeh Putra sembari berjalan lebih dulu.Aya memalingkan mukanya yang mulai memerah. Ibra hanya tersenyum. "Itu karena Ayah sayang sama Bunda."Setelah berpamitan, mereka berdua pun berangkat. Riuh rendah tawa di pagi itu seolah menyapu sisa-sisa keganjilan di hati Aya semalam, meski jauh di lubuk hatinya, rasa sedikit kecewa itu tetap ada.*Setibanya di kantor, Ibra disambut oleh tumpukan dokumen proyek baru. Pembangunan kompleks hijau di pusat kota menjadi fokus utamanya tahun ini. Namun, meski matanya menatap dokumen itu, pikirannya sesekali melayang pada percakapan dengan pengacaranya beberapa hari lalu mengenai perkembangan kasus Hengki yang telah tertangkap.Saat itu juga, Samuel masuk membawakan dokumen berisi laporan perkembangan awal proyek yang telah mereka patenkan. Proyek yang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 262

    Napas Ibra masih memburu di ceruk leher Aya. Aroma sabun miliknya yang samar bercampur dengan wangi khas tubuh istrinya menjadi candu yang menenangkan gairah yang baru saja mereda. Ibra mengecup bahu Aya dengan lembut, sebuah bentuk terima kasih dan permintaan maaf yang tidak terucap darinya.Namun, di bawah dekapan hangat itu, Aya masih terdiam. Matanya menatap langit-langit kamar yang terang benderang. Ada rasa hangat yang tertinggal di paha bagian dalamnya, namun ada kekosongan yang menyesak di pusat intinya. Ia merasa dicintai, tapi juga merasa seolah ada dinding penghalang yang dibangun Ibra karena ketakutan pria itu.'Kenapa dia?' Aya masih bertanya dalam hati."Terima kasih, Aya," bisik Ibra kemudian seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya. Ia kemudian mengecup kening Aya cukup lama. "Tidurlah. Kamu pasti lelah."Aya hanya mengangguk kecil, memaksakan senyum tipis yang tidak sampai ke mata. Ia ingin bertanya mengapa Ibra tidak mau menyentuh

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 52

    Aya mengamati penampilan anaknya. Putra telihat bersinar. Tubuhnya bersih dan pakaiannya mahal. Bocah itu pun terlihat mengusap air matanya karena menahan rindu pada sang ibu."Bunda...." isak Putra.Tangan Aya terjulur mengusap pipi Putra dengan lembut. Lalu wanita itu memeriksa anaknya lagi. "Man

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 53

    Ibra tersadar. Pria itu menatap anaknya yang kembali lengket dengan ibu kandungnya. Vonis mandul yang ia derita nyatanya salah. Namun hal penting yang harus ia sadari adalah bahwa hanya Aya yang bisa membuatnya menjadi pria normal."Presdir?" panggil Putra lagi. Bocah itu menunggu jawaban darinya.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 48

    Samuel menutup ponselnya dengan tangan gemetar. Ia menarik napas panjang, mencoba menata wajahnya sebelum kembali masuk ke dalam ruang perawatan. Di dalam sana, Aya sudah berdiri tegak, meski wajahnya masih pucat."Pak Sam, saya sudah selesai. Tolong, antar saya ke rumah Pak Ibra sekarang," pinta A

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 49

    Kata-kata Putra seolah menampar Ibra dengan tamparan tak kasat mata namun begitu keras. Pria itu diam karena memang ia tak hadir dan ikut merawat anak laki-lakinya itu.Tak lama kemudian, beberapa pelayan lain masuk membawa belasan tas belanja bermerek. Isinya adalah pakaian anak-anak dari bahan su

    last updateHuling Na-update : 2026-03-21
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status