Share

Bab 13 (18+)

Auteur: Rizu Key
last update Date de publication: 2026-01-04 19:53:05

Aya menelan ludahnya karena tak tahu pasti apa yang membuat pria itu marah. Namun, ia harus cepat pulang. Malam ini tak boleh terulang lagi malam panas mereka.

"Pak... Sebaiknya saya pulang. Saya akan mengganti rugi bagaimana pun caranya...." ucap Aya mencoba bernegosiasi.

"Hanya ada satu cara, yaitu tidur denganku," jawab Ibra tajam.

Aya memalingkan wajah. "Tapi saya mau pulang...." gumamnya.

Ibra mendengus pelan. "Memangnya siapa yang menunggumu di rumah? Apakah dia lebih penting dari pada ua
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Surinah 22
bagus sekali
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 258

    "Astaga, Mas. Aku baik-baik saja. Lihat, aku sehat, nggak ada yang sakit," ucap Aya sembari tersenyum kecil, meski hatinya sebenarnya merasa sangat malu."Duduk dulu, Mas. Tarik napas... Kasihan Samuel juga itu di depan sampai pucat." Aya menunjuk ke arah pintu.Ibra menoleh sekilas ke arah Samuel, lalu memberikan kode agar asistennya itu menunggu di mobil saja. Setelah Samuel pergi, Ibra duduk di samping Aya, masih dengan napas yang belum sepenuhnya teratur.Aya menuntun tangan Ibra untuk mengusap perutnya. "Rasakan, Mas. Anak kita sedang tenang. Dia nggak papa."Ibra memejamkan mata saat telapak tangannya yang besar menyentuh permukaan perut Aya yang keras dan hangat. Perlahan, detak jantungnya yang menggila mulai melambat.Ibra menatap wajah Aya. Pria itu menatap ketenangan di wajah istrinya. Aya masih tampak segar dan baik-baik saja. Tidak menunjukkan adanya tanda kesakitan."Beneran?" tanya pria itu masih tak percaya.Aya mengangguk. "Iya, Mas. Aku dan anak kita baik-baik saja."

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 257

    Di dalam mobil, suasana terasa begitu tegang. Samuel yang duduk di balik kemudi sesekali melirik melalui kaca spion tengah, memerhatikan raut wajah sang Presdir yang mengeras. Atasannya itu tampak tidak tenang dengan jemarinya mengetuk-ngetuk sandaran tangan dengan irama yang cepat dan tidak beraturan."Pak, apa perlu saya hubungi Rumah Sakit untuk menyiapkan tim medis?" tanya Samuel hati-hati, mencoba memecah kesunyian yang mencekam."Tidak perlu, Sam. Fokus saja pada jalanan. Harus cepat sampai rumah," sahut Ibra pendek. Suaranya berat, sarat akan kecemasan yang tertahan.Pikiran Ibra melayang ke mana-mana. Baginya, pesan singkat Aya yang mengatakan ingin ke dokter kandungan di luar jadwal rutin adalah sebuah tanda bahaya. Apakah Aya merasakan kontraksi di usia kandungan yang baru memasuki lima bulan? Apakah kandungannya bermasalah?Ibra menggigit bibir bawahnya dengan perasaan yang sangat cemas. 'Ada apa sebenarnya...?' gumamnya dalam hati.Atau kejadian semalam saat Ibra tanpa sen

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 256

    "Nggak papa. Makanlah yang kenyang."Sarapan pun berlangsung dengan tenang namun hangat. Mereka mengobrol tentang rencana sekolah Putra hari ini dan beberapa hal kecil lainnya. Ibra sesekali memerhatikan piring Aya, memastikan istrinya menghabiskan porsinya agar nutrisi untuk calon bayi mereka terpenuhi. Dan untuknya tentu saja menu sarapan tanpa bawang putih.Setelah selesai, Ibra menoleh menatap Aya dengan lembut. Ia mengusap perut wanita itu dengan penuh kasih sayang."Aku berangkat dulu sama Putra. Kamu baik-baik dan istirahat di rumah saja," ujarnya tak lupa dengan senyuman. Seolah kejadian malam tadi di kamar mandi tak pernah terjadi dan dirinya tidak tahu bahwa Aya telah mendengar Ibra mendesahkan namanya."Iya, Mas." Aya membalasnya dengan senyuman yang begitu manis.Sejenak Ibra menelan ludahnya dengan susah payah. Istrinya yang cantik itu selalu bisa mengusik ketenangan dan gejolak di dalam dirinya."Kalau begitu kami berangkat," ucap Ibra sambil berdiri dan mengambil kunci

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 255

    Aya masih terpaku pada layar ponselnya, jemarinya perlahan menggulir artikel yang membahas tentang hubungan suami istri selama masa kehamilan. Informasi yang ia dapatkan seolah memberikan validasi sekaligus keberanian baru. Namun, tetap saja, membayangkan dirinya harus memulai pembicaraan sensitif itu membuat jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Pasalnya selama ini Ibra lah yang selalu mengajak dan memimpin permainan."Aya?""Ah... Mas!"Aya terlonjak kaget. Ponsel yang dipegangnya hampir saja merosot dari genggaman jika ia tidak segera mendekapnya ke dada. Ia menoleh dengan gerakan perlahan. Dan ia menemukan Ibra sudah berdiri tak jauh dari tempat tidur. Tak menyadari bahwa suaminya itu sudah keluar dari kamar mandi.Ibra mengernyitkan dahi, tampak heran melihat reaksi istrinya yang tampak berlebihan. "Kamu kenapa? Serius sekali sampai kaget begitu.""Eummm... nggak papa, Mas. Cuma... cuma aku lagi serius baca berita barusan," sahut Aya cepat, tentu saja berdusta. Wajahnya yang

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 254

    "Ummm...." Suara lenguhan terdengar pelan.Sinar matahari pagi yang hangat mulai menyeruak masuk melalui celah-celah gorden kamar yang tidak tertutup rapat. Suasana kamar masih begitu tenang, hanya terdengar suara detak jam dinding dan napas teratur dari pria yang masih terlelap di samping Aya.Aya terbangun lebih dulu. Tubuhnya terasa jauh lebih segar setelah tidur nyenyak yang cukup panjang, meski ada sedikit rasa pegal di pinggangna. Hal yang lumrah bagi wanita yang kandungannya sudah mulai membesar. Ia mengubah posisinya perlahan, berbaring miring menghadap Ibra."Mas Ibra...." panggilnya lembut.Ditatapnya wajah suaminya yang masih terpejam rapat. Dalam keadaan tidur seperti ini, gurat-gurat tegas dan dingin yang biasanya terpancar dari wajah Ibra seolah luluh, digantikan oleh ketenangan yang tulus. Bulu mata Ibra yang lebat tampak kontras dengan kulit wajahnya yang putih bersih. Aya memperhatikan setiap detail itu dengan rasa sayang yang membuncah.Tiba-tiba Aya teringat kejadia

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 253

    Namun, tepat saat suasana semakin memanas, Ibra tiba-tiba menjauhkan wajahnya. Ia mengambil napas panjang dan memejamkan mata, mencoba menenangkan debaran jantungnya sendiri. Tangannya pun menjauh dari dada sintal Aya."Mas...?" bisik Aya bingung, napasnya juga masih tersengal. Wanita itu, juga ikut mulai terbawa suasana.Ibra membuka kedua matanya, menatap wajah sang istri yang merah padam."Maaf, Aya," ujar Ibra dengan suara serak. Ia mengusap lembut pipi sang istri dengan ibu jarinya. "Aku nggak mau egois. Kandunganmu baru memasuki lima bulan, dan beberapa minggu terakhir ini kamu sangat stres dengan masalah ini. Aku takut kalau kita lanjut... itu akan membahayakanmu atau bayi kita. Aku nggak mau ambil risiko sekecil apa pun."Aya tertegun. Ada sedikit rasa kecewa yang muncul secara alami, namun di saat yang sama, hatinya luluh melihat betapa Ibra sangat memprioritaskan keselamatannya, sangat peduli padanya. "Aku mengerti, Mas. Nggak papa...."Ibra mengecup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 61

    Darah Aya terasa membeku. Ancaman itu adalah kelemahan terbesarnya. Ia menelan ludah, matanya mulai berkaca-kaca karena amarah yang tertahan. "Kamu... kamu jahat sekali. Ternyata kamu memang licik.""Itu bukan licik. Tapi begitulah dunia bekerja," jawab Ibra santai meski tiba-tiba dadanya nye

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 59

    "Berbaliklah," ucap Ibra tiba-tiba. Aya mendongak menatap wajah tampan di bawah sinar lampu putih di dalam kamar pas tersebut."Cepat," tekannya."Saya bisa sendiri," desis Aya, mencoba menutupi punggungnya yang terekspos dengan tangannya."Diamlah. Kamu hanya akan merusak gaun mahal ini," ucap Ibr

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 55

    Ibra melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah tegap, meninggalkan Aya yang masih bergelung di balik selimut dengan tatapan penuh kebencian."Ya Tuhan... kenapa jadi begini? Kenapa pria itu ingin sekali menikahiku...?" gumam Aya sembari meremat kemeja putih di pangkuannya.Setelah menutup pi

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 56

    Ibra muncul dengan Putra yang ia gendong dengan satu tangan. Putra tampak tertawa kecil sambil memeluk bahu ayahnya, sementara Ibra berjalan dengan tenang seolah beban seberat bocah kecil itu bukanlah apa-apa baginya.Dalam pandangan Aya, mereka berdua tampak sangat serasi. Seperti dua wajah

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status