Share

Bab 166

Auteur: Rizu Key
last update Date de publication: 2026-03-21 22:00:33

Ibra kembali ke kantor setelah kekacauan kecil itu berhasil diselesaikan oleh Aya. Mereka berpapasan di lift, tepat ketika Aya menelan tombol pintu lift pada lantai 15.

"Kamu kenapa di sini?" tanya Ibra yang saat itu berdiri di depan Samuel.

Aya tersenyum lalu segera melangkah masuk bersama asisten wanita yang sejak tadi menemaninya.

"Nggak papa. Aku hanya... sedang jalan-jalan. Iya, kan, Sinta?" jawab Aya sembari meminta dukungan dari asistennya.

"I-iya, Pak," jawab Sinta gug
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 173

    "Bu Aya? Bu?"Tubuh Aya bergetar hebat. Panggilan Sinta yang berulang kali terdengar di telinganya seolah datang dari lorong yang sangat jauh. Napasnya memburu, terasa sesak seakan pasokan oksigen di ruangan itu mendadak hilang."Bu Sinta...." Suara Aya tercekat, nyaris berupa bisikan yang bergetar. "Barusan... barusan Bu Tika, kepala sekolah Putra, kirim pesan. Dia bilang Putra sudah dijemput sama asisten saya yang namanya Sinta."Sinta seketika mengerutkan kening. Wajahnya menunjukkan kebingungan yang nyata. "Maksud Ibu? Saya dari tadi di sini, Bu. Mendampingi Anda memeriksa berkas. Saya sama sekali tidak ke sekolah Putra, apalagi menjemputnya. Dan soal menjemput itu biasanya diurus Pak Samuel."Aya menggeleng lemah, air mata mulai menggenang di sudut matanya. "Astaga...."Sinta terdiam. Wanita itu melihat kebaikan di wajah atasannya itu."Ya Tuhan... Orang itu mengaku sebagai kamu, Sinta. Dan Putra belum pernah ketemu langsung sama kamu. Dia ikut begitu sa

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 172

    "Tunggu dulu," ucap Putra tiba-tiba menghentikan gerakan tangannya.Bocah itu menatap wajah wanita cantik di depannya. Ada sedikit kecurigaan saat kedua alisnya saling bertaut. 'Aku kaya pernah lihat Tante ini, deh. Tapi di mana, ya? Dan Tante ini kaya aneh. Biasanya juga Om Samuel yang jemput. Apa jangan-jangan ada masalah serius di kantor...?' gumam bocah itu dalam hati."Kenapa?" tanya Beatrice heran.Putra menarik tangan kanannya kembali. "Sebaiknya Tante bilang ke Ayah aja, deh. Putra pulangnya nanti aja pas jam pulang...." jawabnya.Tampak Beatrice mengeraskan rahangnya sekilas sebelum kembali memasang senyuman ramah. "Tapi Ayah kamu nyuruh Tante buat jemput sekarang," sahutnya mencoba membujuk.Putra diam sejenak. Pikirannya mulai khawatir. Karena bagaimana pun juga, meski masih kecil, Putra merasa penjemputan dadakan ini aneh."Nanti aja deh, Tante Sinta. Soalnya hari ini ada kegiatan gambar. Putra seneng banget gambar. Tolong kasih tahu ayah, ya

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 171

    Konferensi pers berlangsung dengan cukup singkat. Ibra memberikan kejelasan pada para wartawan dan orang-orang yang bekerja sama dengan perusahannya.Semua orang yang terlibat pun mulai tenang. Mereka segera membubarkan diri setelah konferensi pers usai. Dan Aya serta Ibra, kembali ke ruangan mereka.Ibra menyesap teh madu hangatnya yang bisa menenangkan perutnya yang kembali bergejolak akibat stres dan juga Cauvade Syndrom yang diderita.Tak lama kemudian, Samuel menyusul dan ikut masuk ke dalam ruangan sang Presdir. Ia tak lupa membawa tabletnya dan berjalan mendekati sofa di mana sang Presdir dan istrinya sedang duduk bersama."Bagaimana?" tanya Ibra. Wajahnya sedikit lebih tenang setelah meminum teh madunya."Satu-satunya petunjuk adalah OB itu, Pak. Kami sedang memulihkan CCTV yang dirusak," papar Samuel dengan wajah tegang.Ibra menoleh menatap istrinya. Tangannya menggenggam tangan Aya dengan lembut. "Aku pergi dulu. Kamu harus tetap hati-hati," ujarnya.Aya mengangguk paham. "

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 170

    Suasana di ruang rapat eksekutif sangat mencekam. Ibra duduk di kursi pimpinan. Matanya yang tajam menatap satu per satu bawahannya. Sementara Aya duduk di sampingnya, berusaha tetap tenang meski tangannya dingin."Saya membayar kalian mahal untuk bekerja dengan baik di perusahaan ini!" Suara Ibra menggelegar, memecah kesunyian. "Bagaimana bisa data enkripsi khusus bisa tercolok ke server tanpa ada peringatan dari tim keamanan?"Kepala IT menunduk dalam mendengar kalimat tersebut. "Maaf, Pak, akses itu dilakukan menggunakan ID yang sah, namun dilakukan pada jam istirahat saat pergantian shift penjaga. Kami sedang melacak terminal mana yang digunakan," cicitnya.Aya angkat bicara, suaranya berusaha mengimbangi kemarahan Ibra dengan logika. Tangannya yang dingin pun menggenggam erat tangan suaminya yang panas. Sedangkan tatapannya lurus ke depan."Siapa pun pelakunya, dia tahu persis celah waktu kita. Dia bukan orang asing. Kemungkinan besar dia orang dalam yang tahu tentang kerjasama k

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 169

    "Ada apa, Sam? Bicara yang jelas," ucap Ibra sembari mengerutkan kening lalu meletakkan bolpoinnya."Server pusat kita lumpuh, Pak. Dan bukan hanya itu... bocoran data mengenai kontrak rahasia kita dengan perusahaan asing untuk proyek pelabuhan baru saja diunggah ke situs anonim. Semua angka, semua mark-up yang sebenarnya adalah biaya operasional legal, dipelintir seolah-olah kita melakukan penyuapan," jelas Samuel dengan wajah panik yang begitu kontras dengan ekspresi tenangnya yang biasa.Ibra berdiri dengan sentakan keras, hampir menyenggol Aya yang duduk di sampingnya. Namun beruntung pria itu berhasil menahan tubuh istrinya agar tidak jatuh."Apa?! Siapa yang melakukannya? Sistem keamanan kita ini berlapis!""Se-seseorang masuk menggunakan akses fisik, Pak. Menurut laporan bukan peretasan dari luar. Seseorang mengambil kunci enkripsi langsung dari terminal pusat," jelas Samuel.Belum sempat Ibra membalas, pintu ruangan terbuka lagi. Sinta masuk dengan wajah yang sama paniknya. Ia

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 168

    Timo melangkah keluar dari lobi gedung Bagaskara Group dengan langkah yang diatur sedemikian rupa agar terlihat tenang namun tetap profesional. Di tangannya, seberkas dokumen tebal menjadi tameng yang sempurna. Siapa pun yang melihatnya hanya akan menyangka ia adalah karyawan biasa yang sedang menjalankan tugas remeh seperti memfotokopi berkas karena mesin di kantor sedang rusak.Namun, di balik lapisan kain jasnya, sebuah flashdisk hitam itu terasa seperti bara api yang membakar kulitnya. Benda kecil itu adalah kunci keruntuhan perusahaan besar yang selama ini menjadi tempat dirinya bekerja, namun juga sebagai tempat di mana para senior dan rekannya meremehkan dirinya selama ini.[Nona, saya OTW ke cafe.]Sebelum menyalakan mesin motornya, Timo mengirimkan sebuah pesan. [Nona Bea: Aku sudah menunggumu.]Timo segera menyimpan dokumen di dalam tas ranselnya. Lalu memacu motor maticnya menuju sebuah kafe yang terletak hanya beberapa blok dari kantor utama.Di

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 51

    Di atas meja kayu jati yang besar, sebuah amplop cokelat polos sudah tergeletak di sana."Buka," perintah Ibra lagi.Tangan Aya gemetar hebat saat meraihnya. Wanita itu tak tahu apa yang ada di dalam sana. Ia lalu merobek amplop tersebut. Aya adalah orang yang melahirkan Putra, ia tahu siapa ayahny

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 57

    Pagi menyapa kediaman mewah Ibra dengan cahaya keemasan yang menembus jendela-jendela besar setinggi plafon. Bagi Aya, ini adalah pagi pertama ia terbangun di rumah orang lain. Kamar tamu yang ia tempati memang sangat luas, namun rasanya tetap sesak oleh ketidakpastian."Apakah ini keputusan yang b

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 56

    Ibra muncul dengan Putra yang ia gendong dengan satu tangan. Putra tampak tertawa kecil sambil memeluk bahu ayahnya, sementara Ibra berjalan dengan tenang seolah beban seberat bocah kecil itu bukanlah apa-apa baginya.Dalam pandangan Aya, mereka berdua tampak sangat serasi. Seperti dua wajah

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 50

    "Ay, kamu harus makan. Jangan sampai masuk rumah sakit lagi," ucap Hendra sambil menyentuh bahu Aya dengan lembut, mencoba memberikan kekuatan. Ada sorot mata yang lebih dari sekadar rasa peduli. Di dalam tatapannya, ada rasa kasih sayang yang telah lama Hendra pendam untuk Aya.Pemandangan itu men

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status