공유

Bab 57

작가: Rizu Key
last update 게시일: 2026-01-25 20:30:07

Pagi menyapa kediaman mewah Ibra dengan cahaya keemasan yang menembus jendela-jendela besar setinggi plafon. Bagi Aya, ini adalah pagi pertama ia terbangun di rumah orang lain. Kamar tamu yang ia tempati memang sangat luas, namun rasanya tetap sesak oleh ketidakpastian.

"Apakah ini keputusan yang baik, Tuhan...?" gumam Aya sembari menatap langit-langit kamar tersebut.

Tok tok tok

Ketukan pintu membuyarkan lamunan Aya. Wanita itu terduduk, lalu segera turun dari tempat tidur dan merapikan kemeja
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 198

    Pagi kedua dimulai dengan jalan-jalan santai di sepanjang garis pantai saat matahari terbit. Ibra menggendong Putra di pundaknya, sementara tangannya yang lain menuntun Aya dengan lembut."Ayah, Bunda, lihat burung itu!" tunjuk Putra pada sekelompok camar yang terbang rendah.Dunia terasa sangat sempurna bagi mereka bertiga saat itu. Tidak ada Beatrice, tidak ada pengkhianatan bisnis, dan tidak ada ketegangan yang menyesakkan. Hanya ada suara tawa anak mereka dan janji masa depan yang lebih baik dan lebih aman."Ya. Itu namanya burung camar," sahut Ibra sembari tersenyum.Udara pagi di pesisir pantai itu terasa begitu sejuk, membawa aroma garam yang segar dan sisa-sisa embun yang perlahan menguap disapu sinar matahari yang bersinar keemasan.Ibra, dengan kaos polo putih yang santai, sesekali tertawa kecil menanggapi celotehan Putra yang masih betah bertengger di pundaknya. Aya berjalan di samping mereka, gaun pantai berbahan linen yang ia kenakan berkibar lembut

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 197

    "Sebenarnya... Tuan menggunakan dana pribadinya untuk penyelidikan ini. Dan jumlahnya tidak main-main, Nyonya. Tuan mengerahkan semuanya demi menangkap dalang yang mendukung Beatrice. Apa lagi seperti yang kita tahu, dalang itu pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa...." papar Santo sembari berbisik.Aya mengernyitkan dahi. "Begitu, ya?" gumamnya. Wanita itu merasa khawatir pada suaminya. Apa lagi dalang utama belum kunjung ditemukan.*Malam harinya, Bi Tina menyiapkan makan malam seafood bakar di teras villa. Angin malam pun berembus sejuk."Bagaimana perasaanmu? Anak kita tidak rewel, kan?" tanya Ibra sambil menyuapkan sepotong udang ke mulut Aya. Sementara pria itu pakai masker."Dia sangat tenang di sini. Sepertinya dia juga suka suara ombak. Apa lagi tadi aku mewakilinya melihat ayahnya buat istana pasir," jawab Aya dengan senyuman manis.Ibra hanya tersenyum di balik maskernya. "Udah buka aja maskernya, Mas. Ini nggak ada bawang sama sekali," bujuk Aya. Ibra terlihat

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 196

    BrukTubuh Putra bertabrakan dengan seseorang. Bocah itu pun jatuh terduduk di atas pasir dan kerang dalam genggamannya pun terlempar jatuh."Aduh...." Bocah itu mengaduh pelan."Maaf, maaf. Kamu nggak papa?" tanya seorang wanita dengan lembut sembari membantu Putra berdiri.Aya dan Ibra bergegas mendekat. Kini pasangan itu berhadapan dengan sepasang muda mudi yang baru saja ditabrak Putra tanpa sengaja."Maafin saya, Tante. Saya lah yang salah karena nabrak Tante. Tante nggak papa?" tanya Putra sembari berdiri dan menatap takut pada wanita di depannya. "Loh? Tante Gina?""Ya ampun... Putra. Kamu beneran nggak papa?" sahut Gina lembut sembari membantu Putra berdiri.Aya mendekati mereka. "Maafkan anak saya, Nona."Wanita itu pun menoleh dan tersenyum. "Nggak papa, Ay.""Ya ampun... Gina?" Aya langsung memeluk sahabatnya."Iya, Ay. Ini aku. Kamu kenapa ke sini? Liburan?" tanya Gina sembari membalas pelukan Aya."Iya." Keduanya pun mengobrol

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 195

    "Kita mau ke pantai," jawab Aya sembari tersenyum lebar.Ketika Aya menyampaikan ide itu saat mobil semakin menjauh dari rumah, Ibra sempat ragu. "Apa nggak terlalu jauh? Kamu sedang hamil, Aya.""Enggak, kok, Mas," sahut Aya."Aku khawatir kamu lelah." Ibra meraih tangan Aya dan menggenggamnya dengan lembut."Nggak papa, Mas. Lagian jaraknya hanya beberapa jam dari sini, Mas. Kita bawa Pak Santo untuk menyetir, jadi Mas bisa istirahat di mobil. Bi Tina juga ikut di mobil belakang buat bantu jaga Putra. Nanti Bi Tina bantu menyiapkan keperluan kita. Aku hanya ingin kita bertiga... ah, maksudku berempat, bersantai sejenak," ujar Aya sambil mengelus perutnya."Itu benar, Ayah. Sudah lama sekali Putra pengen ke pantai. Kita bisa liburan di sana!" seru Putra tampak ceria.Melihat binar harapan di mata istri dan anaknya, pertahanan Ibra runtuh. "Baiklah. Kalau begitu tiga hari dua malam cukup, kan? Aku akan minta Samuel menghandle semua masalah kantor."Kedua mata Aya membulat. "Tiga hari

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 194

    "Putra, mau jalan-jalan sama Ayah dan Bunda, nggak?" tanya Aya sambil mengusap kepala anaknya."Mau! Ke mana, Bun?" Kedua mata Putra langsung berbinar."Ke... Rahasia.""Yah....""Pokoknya hari ini kita liburan bareng bertiga. Gimana? Bunda jamin Putra pasti seneng," jawab Aya sembari tersenyum lebar."Mau, mau, mau!" seru Putra sembari bertepuk tangan. Lili pun terkejut dan hampir melompat dari pangkuan Putra. Meski tidak tahu ke mana tujuannya, namun bocah polos itu percaya saja pada ucapan sang ibu."Ya sudah. Kalau gitu kamu ganti baju dulu. Biar Bunda yang panggil Ayah," ujar wanita itu lembut, kembali mengusap kepala anaknya."Oke, Bunda. Kalau gitu Putra mau ganti baju dulu, ya?" sahut bocah tampan itu. Ia mendudukkan Lili di atas sofa sebelum dirinya melompat turun dan berlari menuju ke kamarnya.Aya segera berjalan menuju ke ruang kerja suaminya yang juga berada di lantai satu. Dan Lili bukannya tidur di sofa, kucing kecil berbulu putih itu malah melompat turun dan berjalan m

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 193

    Setelah momen pelepasan yang terasa hambar di kamar mandi kantor, Ibra keluar dengan langkah yang masih terasa berat. Meskipun ketegangan fisiknya sedikit berkurang, beban pikiran dan rasa rindu yang tertahan pada istrinya justru menyisakan ruang kosong di hatinya.Pria itu segera merapikan diri, mengeringkan tubuhnya dengan handuk terbeli dahulu sebelum mengenakan kemeja bersih. Ia berdiri di depan cermin. Menatap pantulan wajahnya sendiri.'Sial... Kenapa sekarang aku malah semakin menginginkannya?' rutuknya dalam hati.Ibra merapikan rambutnya yang masih basah. Kedua matanya pun terpejam sejenak. "Nggak... Ini karena aku memang membutuhkannya karena sudah lama tidak melakukannya...." gumamnya pelan.Setelah beres, Ibra melangkah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar. Pria itu kembali duduk di kursi kebesarannya, menyelesaikan beberapa dokumen penting.Akan tetapi, semakin ia berusaha menekan hasratnya pada Aya, pria itu semakin tak tenang. Ia p

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 114

    "Apa maksudmu aku menyukainya?" tanya Ibra dengan tatapan kesal.Samuel menghela napas panjang. Ia tahu akan sulit memberi tahu sang bos yang arogan dan dingin ini."Aku menikahinya karena hanya dia yang bisa mengandung anakku. Tujuanku hanya ingin menjadikan Putra penerusku. Karena di keluargaku h

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 110

    "Hm," jawab Ibra singkat. Menanggapi sapaan manis dari Beatrice.Beatrice tampak sangat bahagia. Ia menatap wajah tampan Ibra yang semakin memesona dan berwibawa."Aku senang sekali kamu mengajakku makan malam di sini. Samuel tadi yang kirim undangan ke aku," papar Beatrice masih dengan senyuman ma

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 119

    "Kamu kenapa?" tanya Aya dengan dahi mengernyit.Spontan, Ibra bangkit dan melompat dari tempat tidur. Dengan langkah sempoyongan dan tangan menekan perut, ia berlari menuju kamar mandi. Suara muntah yang hebat terdengar dari dalam, membuat Aya kaget."Astaga... separah ini kah?" gumam Aya kasihan.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status