Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 211. Bagian yang Tak Kukenal

Share

211. Bagian yang Tak Kukenal

Author: malapalas
last update publish date: 2026-07-23 09:25:59

Bu Sarah tidak terkejut. Beliau hanya mengulas senyum tipis, begitu tenang dan teduh, seolah sudah menduga pertanyaan itu cepat atau lambat akan keluar dari bibirku.

"Kenapa Ibu bisa bekerja di perusahaan Aaron, lalu tiba-tiba menghilang begitu saja?" cecarku lagi, berusaha mengurai benang kusut dalam pikiranku. "Bahkan aku sempat berpikir Ibu sudah keluar karena posisi Ibu sudah digantikan orang lain. Tapi sekarang ... Ibu justru ada di mansion ini."

Bu Sarah terkekeh pelan. "Itu karena setela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Sang Alpha   284. Isyarat Tanpa Kata

    Di lantai bawah, pesta pernikahan masih berlangsung.Cahaya lampu kristal menyinari seluruh aula, memantulkan kilauan indah pada gaun-gaun mewah para tamu wanita dan setelan formal para tamu pria. Musik lembut mengalun, berpadu dengan percakapan para tamu yang menikmati jamuan.Tidak seorang pun menyadari bahwa sebuah insiden berbahaya baru saja terjadi di lantai atas.Para pelayan tetap bergerak sesuai tugas mereka. Para petugas keamanan yang menyamar sebagai staf hotel pun masih menempati posisi masing-masing, menjaga jalur keluar dan area penting tanpa menarik perhatian.Namun, suasana di sekitar panggung langsung berubah ketika Edward muncul di tangga utama dengan tenang, elegan, dan penuh wibawa.Begitu sosoknya terlihat di atas tangga melingkar, hampir seluruh pasang mata di pesta pernikahan beralih padanya.Kehadiran Edward yang memancarkan aura dominan seketika mencuri perhatian. Para tamu berbisik-bisik, mengamati penampilannya dan menebak-nebak siapa sosok tersebut."Siapa p

  • Anak Rahasia Sang Alpha   283. Strategi di Tengah Bahaya

    Di luar kamar, langkah kaki para prajurit terdengar semakin ramai.Lucien masih berdiri di dekat jendela yang pecah. Tatapannya mengikuti arah pelarian Hendra. Rahangnya mengeras. Ia tahu satu hal. Hendra memang telah melarikan diri. Namun, yang lebih berbahaya dari pelarian itu adalah alasan di balik tindakannya.Pria itu tidak sekadar menyerang Arsen. Ia juga mengarahkan belati perak kepada Fay.Dan sekarang, semua pertanyaan yang selama ini tersembunyi di balik sikap Hendra mulai muncul ke permukaan.Pertanyaan yang mungkin hanya dua orang yang mampu menjawabnya.Hendra sendiri, atau ... Elena.Lucien berbalik. Pandangannya langsung jatuh kepada kedua wanita yang masih berdiri membeku di dekat boks bayi.Fay menatap kosong ke arah jendela, sementara Elena tampak kehilangan seluruh kekuatannya. Air mata membasahi pipinya, dan tubuhnya masih gemetar seolah belum mampu menerima kenyataan yang baru saja menghantamnya.Namun, sebelum Lucien sempat mendekat, beberapa prajurit bergegas ma

  • Anak Rahasia Sang Alpha   282. Pengkhianatan Terbuka

    ​Fay menghela napas lega, tidak menyadari ketegangan tak kasatmata yang baru saja terjadi. Ia berjalan lebih dahulu, diikuti oleh Elena, Hendra, serta Lucien yang mengekor rapat di belakang mereka dengan kewaspadaan penuh.​Mereka memasuki kamar utama yang luas dan mewah. Sebuah boks bayi dari kayu ukiran mahal berdiri anggun di dekat tempat tidur utama.“Biar Ibu bantu, Fay,” bisik Elena dengan suara lembut.Elena segera membimbing Fay mendekati boks bayi. Keduanya sibuk menata bantal kecil dan menyesuaikan selimut lembut yang menutupi tubuh Arsen.​"Lihatlah dia, Fay ...," gumam Elena dengan senyum hangat, "bahkan saat tidur, cucuku terlihat sangat tampan."Jemari Elena menyentuh tangan kecil Arsen dengan penuh kasih sayang.Untuk sesaat, suasana kamar terasa begitu damai. Kasih sayang seorang ibu dan nenek memenuhi area di sekitar boks bayi itu.Di saat Fay dan Elena sepenuhnya terfokus oleh bayi kecil itu, serta Lucien yang berdiri berjaga tepat di depan pintu yang tertutup, Hendr

  • Anak Rahasia Sang Alpha   281. Mendekati Bahaya

    ​Sejak awal, Aaron tidak pernah menganggap pesta pernikahannya sebagai sebuah perayaan biasa.Pengamanan di seluruh area hotel telah disusun sedemikian ketat sehingga hampir tidak ada pergerakan yang luput dari pengawasan.Setiap pintu masuk dijaga. Setiap lorong dipantau. Bahkan para prajurit pilihan yang menyamar sebagai staf hotel telah ditempatkan di berbagai titik strategis.Karena itu, ketika Hendra membawa Fay dan Arsen menuju lantai atas, beberapa prajurit yang berjaga di ujung tangga langsung bergerak.Mereka menghadang tepat di depan tangga."Berhenti."Fay, Elena, dan Hendra seketika menghentikan langkahnya.​"Mohon maaf, Nyonya Fay," ujar salah satu prajurit dengan suara berat penuh penghormatan, namun tegas tanpa kompromi. "Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan melewati area ini tanpa izin."​Fay mengedipkan mata, terkejut dengan penjagaan seekstrem itu. "Tapi ... aku hanya ingin menidurkan Arsen.""Kami memahami itu." Prajurit tersebut tetap berdiri tegak. "Namun, kam

  • Anak Rahasia Sang Alpha   280. Ancaman Dimulai

    Tidak jauh dari sana, suasana di antara para Tetua dan anggota Dewan terasa jauh berbeda.Mereka tahu bahwa penjelasan Aaron hanyalah sebuah cerita yang sengaja disusun untuk dunia manusia. Namun, justru itulah yang membuat kemarahan mereka semakin sulit ditahan.Aaron telah memilih seorang manusia sebagai Luna.Tanpa meminta persetujuan mereka.Tanpa menunggu keputusan Dewan.Dan sekarang, di hadapan ribuan manusia, ia telah mengakui wanita itu sebagai istrinya secara terbuka. Lebih dari itu, Aaron juga telah memperkenalkan Arsen sebagai putranya.Pewarisnya.Semuanya telah ditempatkan di hadapan hukum manusia seolah keputusan itu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.Namun, bukan hanya pengakuan Aaron terhadap Arsen yang menarik perhatian para werewolf dari berbagai klan. Tatapan mereka masih tertuju pada bayi yang berada dalam gendongan Sang Alpha.Arsen.Beberapa Tetua memperhatikannya dengan sangat serius. Bahkan sebagian anggota Dewan yang sebelumnya sibuk menahan kemarah

  • Anak Rahasia Sang Alpha   279. Di Sisi Sang Alpha

    “Jadi, tidak ada yang perlu dipertanyakan mengenai waktu kelahiran putra kami.” Suara Aaron kembali terdengar tegas.Beberapa karyawan yang sebelumnya kebingungan mulai menunjukkan ekspresi berbeda.Jika Fay memang sudah mengandung sebelum bekerja di perusahaan, maka semuanya memang masuk akal.“Berarti waktu itu Fay memang sudah hamil?”“Jadi bayi itu bukan baru dikandung setelah kejadian di ruang rapat?”“Pantas saja setelah beberapa waktu dia berhenti bekerja.”“Mungkin Pak Aaron memang sengaja memintanya berhenti demi keselamatan bayi.”“Kalau begitu, gosip kita selama ini benar-benar salah.”Beberapa orang mengangguk pelan.Potongan-potongan informasi yang dulu terasa tidak masuk akal kini seolah tersusun menjadi satu.Mereka akhirnya memahami mengapa Fay tiba-tiba meninggalkan perusahaan beberapa bulan setelah bekerja di sana.Namun, pemahaman itu hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari dunia manusia.Di antara para werewolf yang hadir, tidak ada satu pun yang terlihat terke

  • Anak Rahasia Sang Alpha   85. Jawaban yang Tidak Datang

    Aaron tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam. Dan itu membuatku sangat takut.Bahwa apa yang aku rasakan ... tidak sama dengan apa yang ia rasakan.Dadaku perlahan terasa sesak. Jantungku berdegup tidak karuan saat aku menatap wajahnya, berharap pria itu mengatakan sesuatu, apa saja, untuk mene

  • Anak Rahasia Sang Alpha   73. Predator yang Terbangun

    Jessi memejamkan mata perlahan. Untuk beberapa saat, ia hanya duduk diam tanpa bergerak. Namun perlahan, napasnya mulai berubah lebih berat. Naluri serigalanya bergerak samar di bawah kulit, merespons emosi yang kini tidak lagi kacau, melainkan dingin dan terarah.​Ia bisa merasakannya dengan jelas

  • Anak Rahasia Sang Alpha   67. Ketika Pemburu Mulai Saling Membaca

    ​​Lorong itu kembali sunyi. Namun, atmosfer kali ini terasa sangat berbeda. Keheningan tersebut bukan lagi kehampaan, melainkan sebuah jeda yang sarat akan ketegangan.​Di balik pilar batu yang tinggi, bayangan hitam itu tetap diam beberapa saat lebih lama. Sosok tersebut tampak memastikan bahwa la

  • Anak Rahasia Sang Alpha   58. Api yang Dibawa Pulang

    Jessi keluar dari dalam lift dengan langkah tergesa-gesa, hampir tersandung karena pandangannya yang mengabur. Napasnya terengah-engah dan kacau, sementara sebelah tangannya masih menekan sisi wajah yang terus mengalirkan darah segar. Namun, rasa perih yang menjalar di kulitnya sama sekali tidak se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status