Home / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 38. Satu-Satunya Cara

Share

38. Satu-Satunya Cara

Author: malapalas
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-22 18:46:48

Aku tidak pernah membayangkan betapa beratnya bobot tubuh seorang pria dewasa yang sedang meregang nyawa. Lengan Aaron melingkar lemah di bahuku, terasa lembap oleh keringat serta darah. Setiap langkah yang kami ambil di atas jalan setapak hutan yang sunyi ini terasa seperti siksaan yang tak kunjung usai. Aku tertatih, menopang sebagian besar beban tubuhnya. Napasku tersengal, pergelangan kakiku berdenyut nyeri akibat terus tersandung akar dan batu, tetapi aku tidak berani berhenti.

​"Sedikit l
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Anak Rahasia Sang Alpha   281. Mendekati Bahaya

    ​Sejak awal, Aaron tidak pernah menganggap pesta pernikahannya sebagai sebuah perayaan biasa.Pengamanan di seluruh area hotel telah disusun sedemikian ketat sehingga hampir tidak ada pergerakan yang luput dari pengawasan.Setiap pintu masuk dijaga. Setiap lorong dipantau. Bahkan para prajurit pilihan yang menyamar sebagai staf hotel telah ditempatkan di berbagai titik strategis.Karena itu, ketika Hendra membawa Fay dan Arsen menuju lantai atas, beberapa prajurit yang berjaga di ujung tangga langsung bergerak.Mereka menghadang tepat di depan tangga."Berhenti."Fay, Elena, dan Hendra seketika menghentikan langkahnya.​"Mohon maaf, Nyonya Fay," ujar salah satu prajurit dengan suara berat penuh penghormatan, namun tegas tanpa kompromi. "Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan melewati area ini tanpa izin."​Fay mengedipkan mata, terkejut dengan penjagaan seekstrem itu. "Tapi ... aku hanya ingin menidurkan Arsen.""Kami memahami itu." Prajurit tersebut tetap berdiri tegak. "Namun, kam

  • Anak Rahasia Sang Alpha   280. Ancaman Dimulai

    Tidak jauh dari sana, suasana di antara para Tetua dan anggota Dewan terasa jauh berbeda.Mereka tahu bahwa penjelasan Aaron hanyalah sebuah cerita yang sengaja disusun untuk dunia manusia. Namun, justru itulah yang membuat kemarahan mereka semakin sulit ditahan.Aaron telah memilih seorang manusia sebagai Luna.Tanpa meminta persetujuan mereka.Tanpa menunggu keputusan Dewan.Dan sekarang, di hadapan ribuan manusia, ia telah mengakui wanita itu sebagai istrinya secara terbuka. Lebih dari itu, Aaron juga telah memperkenalkan Arsen sebagai putranya.Pewarisnya.Semuanya telah ditempatkan di hadapan hukum manusia seolah keputusan itu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat.Namun, bukan hanya pengakuan Aaron terhadap Arsen yang menarik perhatian para werewolf dari berbagai klan. Tatapan mereka masih tertuju pada bayi yang berada dalam gendongan Sang Alpha.Arsen.Beberapa Tetua memperhatikannya dengan sangat serius. Bahkan sebagian anggota Dewan yang sebelumnya sibuk menahan kemarah

  • Anak Rahasia Sang Alpha   279. Di Sisi Sang Alpha

    “Jadi, tidak ada yang perlu dipertanyakan mengenai waktu kelahiran putra kami.” Suara Aaron kembali terdengar tegas.Beberapa karyawan yang sebelumnya kebingungan mulai menunjukkan ekspresi berbeda.Jika Fay memang sudah mengandung sebelum bekerja di perusahaan, maka semuanya memang masuk akal.“Berarti waktu itu Fay memang sudah hamil?”“Jadi bayi itu bukan baru dikandung setelah kejadian di ruang rapat?”“Pantas saja setelah beberapa waktu dia berhenti bekerja.”“Mungkin Pak Aaron memang sengaja memintanya berhenti demi keselamatan bayi.”“Kalau begitu, gosip kita selama ini benar-benar salah.”Beberapa orang mengangguk pelan.Potongan-potongan informasi yang dulu terasa tidak masuk akal kini seolah tersusun menjadi satu.Mereka akhirnya memahami mengapa Fay tiba-tiba meninggalkan perusahaan beberapa bulan setelah bekerja di sana.Namun, pemahaman itu hanya berlaku bagi mereka yang berasal dari dunia manusia.Di antara para werewolf yang hadir, tidak ada satu pun yang terlihat terke

  • Anak Rahasia Sang Alpha   278. Skenario Sang Alpha

    Seluruh aula menunggu dalam senyap. Ribuan pasang mata tertuju kepada Aaron.Para karyawan masih diliputi keterkejutan setelah mengetahui bahwa wanita yang berdiri di samping bos besar mereka ternyata adalah Fay—mantan anak magang di Divisi Administrasi Umum. Di sudut lain, para wartawan menanti penjelasan dengan tidak sabar, sedangkan para rekan bisnis seketika menahan percakapan mereka. Sementara itu, para Tetua dan anggota Dewan hanya duduk bergeming, mengamati setiap gerak-gerik Aaron dengan tatapan tajam.Namun, Aaron tidak langsung menjawab. Ia terlebih dahulu menoleh kepada Fay.Wajah wanita itu masih menyimpan sedikit kegelisahan. Namun, ketika tatapan mereka bertemu, Aaron memberikan senyum tipis yang menenangkan.Senyum yang seolah mengatakan bahwa semuanya berada dalam kendalinya.Fay mengembuskan napas perlahan. Ia segera membalas senyum Aaron.Setelah memastikan istrinya lebih tenang, Aaron mengalihkan pandangan kepada seluruh tamu.“Sepertinya kalian memiliki banyak pert

  • Anak Rahasia Sang Alpha   277. Identitas yang Terungkap

    “Astaga ... bukankah dia Fay?!”Suara itu terdengar dari tengah kerumunan karyawan.Beberapa kepala langsung menoleh, saling melempar tatapan tidak percaya.“Apa? Fay?”“Benar, itu Fay.”“Bukankah dia dulunya hanya anak magang?”Rekan di sebelahnya mengangguk kecil, ikut mengonfirmasi. “Ya. Setahuku, dia mantan staf magang di Divisi Administrasi Umum.”Karyawan lain yang mendengar percakapan itu sontak mengalihkan pandangan mereka ke arah panggung.“Dan sekarang dia berdiri di samping Pak Aaron? Menjadi pengantinnya?”“Dia baru beberapa bulan lalu mengundurkan diri, kan?”Dalam sekejap, desas-desus itu menyebar luas, membelah kemegahan pesta pernikahan sang Alpha.Fay yang mendengar percakapan tersebut terlihat gelisah. Jemarinya tanpa sadar mengerat pada tangan Aaron.Namun, Aaron tetap tenang.Ia hanya menoleh sekilas kepada Fay, seolah memberikan isyarat agar wanita itu tidak perlu memikirkan bisikan-bisikan tersebut.Di sisi lain, Elena yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Hend

  • Anak Rahasia Sang Alpha   276. Detik yang Dinantikan

    Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengetahui bahwa setiap kemewahan yang mereka lihat telah diperhitungkan Aaron jauh sebelum hari ini.Hotel tersebut memang merupakan aset pribadi milik Aaron.Setelah mengambil alih kepemilikannya, ia tidak sekadar memperbarui tampilan bangunan. Ia mempelajari seluruh struktur hotel dari fondasi hingga lantai tertinggi, mengetahui setiap akses utama, jalur pelayanan, area parkir, tangga darurat, serta koridor yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya.Sistem keamanan lama juga telah diganti.Beberapa akses hanya dapat dibuka menggunakan otorisasi tertentu. Sejumlah jalur keluar tambahan disiapkan tanpa menarik perhatian para tamu, sementara beberapa ruangan yang tampak seperti ruang pelayanan biasa sebenarnya telah diubah menjadi titik pengawasan.Pasukan loyal Aaron pun tidak semuanya mengenakan seragam klan.Sebagian ditempatkan sebagai petugas keamanan hotel, staf pelayanan, bahkan personel teknis.Tidak ada yang terlihat mencuriga

  • Anak Rahasia Sang Alpha   85. Jawaban yang Tidak Datang

    Aaron tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam. Dan itu membuatku sangat takut.Bahwa apa yang aku rasakan ... tidak sama dengan apa yang ia rasakan.Dadaku perlahan terasa sesak. Jantungku berdegup tidak karuan saat aku menatap wajahnya, berharap pria itu mengatakan sesuatu, apa saja, untuk mene

  • Anak Rahasia Sang Alpha   3. Ibu Lebih Takut pada Omongan Orang

    Aku pulang ke rumah dengan kaki gemetar. Tas kerja yang biasanya ringan, kini terasa sangat berat seolah di dalamnya tersimpan bahan peledak yang siap menghancurkan hidupku.Namun, beban terberat sesungguhnya ada di saku jaketku. Sebuah kotak kecil berisi benda dengan dua garis merah yang rasanya l

  • Anak Rahasia Sang Alpha   2. Benih sang Alpha

    ​“A-apa maksud—ah!”​Sentuhan Pak Aaron membuatku terkesiap. Sepasang mataku terpejam merasakan tangan Pak Aaron yang kokoh melingkar di pinggangku, menarikku hingga tidak ada lagi celah yang tersisa di antara kami.​Aroma hutan setelah hujan dan maskulin yang menguar dari kulitnya memenuhi indra p

  • Anak Rahasia Sang Alpha   1. Malam yang Seharusnya Tidak Terjadi

    “Hanya menemani beliau sebentar saja, Fay. Lalu kamu bisa pulang. Apa susahnya?”Aku menghela napas pelan mendengar rentetan kalimat dari Bu Sarah, sekretaris senior sekaligus atasanku. Beliau terdengar terburu-buru dan penuh desakan saat memintaku pergi ke ruangan pimpinan perusahaan malam-malam b

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status