LOGINTidak lama kemudian, terdengar suara ketukan keras dari luar.Tok! Tok! Tok!Linda dan Mike yang sedang makan langsung menoleh ke arah pintu dengan wajah tegang."Tidak ada yang tahu kita berada di sini. Siapa yang datang?" tanya Linda cemas."Mungkin pemilik rumah ingin menyuruh kita pergi," jawab Mike.Linda bangkit dengan ragu dan berjalan menuju pintu. Ia membuka pintu sedikit untuk melihat siapa yang datang.Namun, begitu melihat beberapa pria berpakaian jas hitam berdiri di luar, wajahnya langsung pucat.Linda buru-buru hendak menutup pintu.Salah satu pria langsung menendangnya.Brak!Pintu terbuka lebar."Ahh!" jerit Linda ketakutan sambil mundur.Mike segera berdiri dan menghampirinya."Siapa kalian?" tanyanya dengan suara tegas.Seorang pria melangkah masuk dengan tatapan dingin.Mike dan Linda langsung terbelalak ketika mengenali pria tersebut."Asisten Jack?" tanya Mike dengan wajah panik.Jack menatap mereka tanpa ekspresi."Luar biasa. Setelah mengirim laporan pasien dar
Ekin terus berlari menuju jalan utama. Napasnya mulai terengah-engah, sementara langkah para pria berpakaian hitam semakin terdengar dari belakang."Berhenti!"Ekin tidak menghiraukannya.Ia berbelok ke sebuah gang sempit, berharap bisa meloloskan diri.Namun, begitu keluar dari gang tersebut, dua pria sudah menunggunya di depan.Ekin langsung berhenti."Sial..."Ia berbalik hendak melarikan diri, tetapi tiga pria lainnya sudah mengepungnya dari belakang."Kali ini kau tidak akan bisa kabur."Ekin mengepalkan tangannya.Ia langsung menyerang salah satu pria di depannya.Buk!Pukulannya mengenai wajah pria tersebut.Namun, dua pria lainnya segera menyerangnya dari samping.Ekin menangkis satu pukulan, tetapi pria lain berhasil memegang kedua lengannya dari belakang."Lepaskan aku!"Ekin meronta sekuat tenaga.Ia mencoba menendang salah satu pria, tetapi seorang pria lainnya segera menjatuhkannya.Bruk!Tubuh Ekin jatuh ke tanah."Diam!"Salah satu pria menahan kedua tangannya, sementar
Sore hari.Mansion Vincent.Seorang kurir datang membawa sebuah paket cokelat."Apakah ini rumah Tuan Lu?" tanya kurir kepada penjaga rumah."Benar. Ada paket untuk siapa?""Untuk Nyonya Lu."Penjaga menerima paket tersebut dan membawanya masuk ke dalam rumah.Beberapa saat kemudian, Chloe yang sedang berada di ruang tamu melihat paket itu."Untukku?" gumamnya.Ia mengambil paket tersebut dan membukanya.Di dalamnya terdapat beberapa lembar dokumen medis lama.Chloe mengambil salah satu dokumen.KLINIK YUN SHIDesa Yun ShiLAPORAN PERSALINANNama pasien: Chloe ShenLokasi persalinan: Klinik Yun Shi, Desa Yun ShiJenis persalinan: Kelahiran kembarJenis kelamin bayi: Laki-laki dan laki-lakiMata Chloe langsung membesar."Anak kembar?"Tangannya mulai gemetar.Ia membaca laporan itu sekali lagi untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah me
Beberapa saat kemudian, dokter kembali ke ruang VIP sambil membawa hasil pemeriksaan darah Nick."Tuan Lu, Nyonya Lu, hasil pemeriksaan darah Nick sudah keluar," ucap dokter.Vincent dan Chloe langsung menatapnya."Bagaimana hasilnya, Dokter?" tanya Chloe."Secara umum semuanya normal. Tidak ditemukan tanda infeksi atau penyakit serius. Demamnya kemungkinan disebabkan oleh kondisi tubuh yang kelelahan," jelas dokter.Vincent mengerutkan kening."Selama ini kami selalu memberinya makanan bergizi dan vitamin. Luka-luka di tubuhnya juga sudah sembuh. Kenapa dia masih bisa tiba-tiba mengalami demam tinggi?""Demam tidak selalu disebabkan oleh penyakit serius, Tuan Lu. Kondisi tubuh yang kelelahan, kurang istirahat, atau tekanan tertentu juga bisa menjadi pemicunya."Chloe menatap Nick yang masih tertidur."Nick juga sering mengalami mimpi buruk. Hampir setiap malam dia terbangun dalam keadaan ketakutan."Dokter terdiam sejenak sebelum mengangguk."Itu bisa berkaitan dengan trauma yang per
Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan.“Tuan Lu, Nyonya Lu,” panggil dokter.Vincent dan Chloe langsung berdiri.“Bagaimana kondisi Nick, Dokter?” tanya Chloe cemas.“Suhu tubuhnya cukup tinggi. Saya sudah memeriksanya dan ingin mengambil sampel darah untuk memastikan penyebab demamnya,” jelas dokter.“Baik, Dokter. Silakan lakukan pemeriksaan,” jawab Vincent.Dokter mengangguk.“Ada satu hal lagi. Karena Nick bukan anak kandung keluarga Lu, apakah kalian mengetahui riwayat penyakit dari keluarga biologisnya?”Chloe dan Vincent saling berpandangan.“Kami tidak mengetahuinya, Dokter. Selama ini kami juga tidak pernah bertemu dengan keluarga kandung Nick,” jawab Chloe.“Begitu rupanya,” ujar dokter.“Riwayat penyakit keluarga cukup penting bagi kami, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan sesuatu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, setelah sampel darah Nick diperiksa, saya mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui kondis
Ekin yang diutus oleh Linda mendatangi sebuah desa terpencil, tempat ia meninggalkan bayi tersebut lima tahun lalu.“Lima tahun lalu, bayinya aku letakkan di sini. Desa ini lumayan banyak warganya. Aku harus mencari tahu apakah anak itu masih hidup atau sudah meninggal,” gumam Ekin.Ekin kemudian mengetuk pintu rumah warga satu per satu untuk mencari informasi.“Ada apa?” tanya pemilik rumah, seorang kakek tua.“Kakek, namaku Ekin. Ada temanku yang sedang mencari bayi yang ditemukan di desa ini lima tahun lalu. Apakah Kakek masih ingat keluarga mana yang menemukan bayi itu?” tanya Ekin.“Kamu siapa? Dan bayi itu anak siapa? Kenapa tiba-tiba mencarinya?” tanya kakek tersebut dengan curiga.“Bayi itu anak dari temanku. Selama ini dia terus mencari informasi dan akhirnya mendapat kabar bahwa anaknya berada di desa ini. Dia memintaku mencari keluarga yang menemukan dan mengadopsi bayi tersebut,” jawab Ekin.Kakek itu terdiam sejenak sambil berpikir.“Seingatku, tidak ada penemuan bayi sel







