로그인Sore hari.Mansion Vincent.Seorang kurir datang membawa sebuah paket cokelat."Apakah ini rumah Tuan Lu?" tanya kurir kepada penjaga rumah."Benar. Ada paket untuk siapa?""Untuk Nyonya Lu."Penjaga menerima paket tersebut dan membawanya masuk ke dalam rumah.Beberapa saat kemudian, Chloe yang sedang berada di ruang tamu melihat paket itu."Untukku?" gumamnya.Ia mengambil paket tersebut dan membukanya.Di dalamnya terdapat beberapa lembar dokumen medis lama.Chloe mengambil salah satu dokumen.KLINIK YUN SHIDesa Yun ShiLAPORAN PERSALINANNama pasien: Chloe ShenLokasi persalinan: Klinik Yun Shi, Desa Yun ShiJenis persalinan: Kelahiran kembarJenis kelamin bayi: Laki-laki dan laki-lakiMata Chloe langsung membesar."Anak kembar?"Tangannya mulai gemetar.Ia membaca laporan itu sekali lagi untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah me
Beberapa saat kemudian, dokter kembali ke ruang VIP sambil membawa hasil pemeriksaan darah Nick."Tuan Lu, Nyonya Lu, hasil pemeriksaan darah Nick sudah keluar," ucap dokter.Vincent dan Chloe langsung menatapnya."Bagaimana hasilnya, Dokter?" tanya Chloe."Secara umum semuanya normal. Tidak ditemukan tanda infeksi atau penyakit serius. Demamnya kemungkinan disebabkan oleh kondisi tubuh yang kelelahan," jelas dokter.Vincent mengerutkan kening."Selama ini kami selalu memberinya makanan bergizi dan vitamin. Luka-luka di tubuhnya juga sudah sembuh. Kenapa dia masih bisa tiba-tiba mengalami demam tinggi?""Demam tidak selalu disebabkan oleh penyakit serius, Tuan Lu. Kondisi tubuh yang kelelahan, kurang istirahat, atau tekanan tertentu juga bisa menjadi pemicunya."Chloe menatap Nick yang masih tertidur."Nick juga sering mengalami mimpi buruk. Hampir setiap malam dia terbangun dalam keadaan ketakutan."Dokter terdiam sejenak sebelum mengangguk."Itu bisa berkaitan dengan trauma yang per
Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan.“Tuan Lu, Nyonya Lu,” panggil dokter.Vincent dan Chloe langsung berdiri.“Bagaimana kondisi Nick, Dokter?” tanya Chloe cemas.“Suhu tubuhnya cukup tinggi. Saya sudah memeriksanya dan ingin mengambil sampel darah untuk memastikan penyebab demamnya,” jelas dokter.“Baik, Dokter. Silakan lakukan pemeriksaan,” jawab Vincent.Dokter mengangguk.“Ada satu hal lagi. Karena Nick bukan anak kandung keluarga Lu, apakah kalian mengetahui riwayat penyakit dari keluarga biologisnya?”Chloe dan Vincent saling berpandangan.“Kami tidak mengetahuinya, Dokter. Selama ini kami juga tidak pernah bertemu dengan keluarga kandung Nick,” jawab Chloe.“Begitu rupanya,” ujar dokter.“Riwayat penyakit keluarga cukup penting bagi kami, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan sesuatu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, setelah sampel darah Nick diperiksa, saya mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui kondis
Ekin yang diutus oleh Linda mendatangi sebuah desa terpencil, tempat ia meninggalkan bayi tersebut lima tahun lalu.“Lima tahun lalu, bayinya aku letakkan di sini. Desa ini lumayan banyak warganya. Aku harus mencari tahu apakah anak itu masih hidup atau sudah meninggal,” gumam Ekin.Ekin kemudian mengetuk pintu rumah warga satu per satu untuk mencari informasi.“Ada apa?” tanya pemilik rumah, seorang kakek tua.“Kakek, namaku Ekin. Ada temanku yang sedang mencari bayi yang ditemukan di desa ini lima tahun lalu. Apakah Kakek masih ingat keluarga mana yang menemukan bayi itu?” tanya Ekin.“Kamu siapa? Dan bayi itu anak siapa? Kenapa tiba-tiba mencarinya?” tanya kakek tersebut dengan curiga.“Bayi itu anak dari temanku. Selama ini dia terus mencari informasi dan akhirnya mendapat kabar bahwa anaknya berada di desa ini. Dia memintaku mencari keluarga yang menemukan dan mengadopsi bayi tersebut,” jawab Ekin.Kakek itu terdiam sejenak sambil berpikir.“Seingatku, tidak ada penemuan bayi sel
Malam itu, Chloe yang sedang tertidur tiba-tiba mengalami mimpi buruk.Dalam mimpinya, ia kembali berada di sebuah klinik kecil yang gelap. Tubuhnya terbaring lemah di atas meja operasi, sementara seorang dokter dan perawat sedang melakukan operasi caesar terhadap dirinya.Kesadarannya hampir menghilang, tetapi di tengah rasa sakit yang samar, Chloe mendengar suara tangisan bayi.Tangisan itu terdengar semakin jelas.Chloe berusaha membuka matanya, tetapi tubuhnya tidak mampu bergerak.Lalu terdengar tangisan lainnya.Seolah-olah ada dua bayi yang menangis secara bersamaan.“Anakku...” ucap Chloe tanpa sadar.Tangisan bayi dalam mimpinya semakin keras. Chloe melihat dua sosok yang samar di kejauhan. Linda dan Rinny masing-masing terlihat sedang menggendong seorang bayi.“Kembalikan anak-anakku!” teriak Chloe.Di dunia nyata, tubuh Chloe mulai gelisah. Tangannya meremas sprei, sementara keringat m
Setelah Chloe dan Vincent meninggalkan kantor polisi, Mike dan Linda masih berdiri dengan wajah cemas. Keduanya kemudian menoleh kepada polisi yang menangani kasus Rinny.“Detektif, sebenarnya hukuman apa yang akan diterima putri saya?” tanya Mike dengan suara khawatir.Polisi itu membuka berkas laporan yang berada di tangannya sebelum menjawab.“Rinny Shen telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan terhadap Nyonya Chloe Lu. Kami sudah memiliki bukti dan kesaksian yang cukup kuat,” jelas polisi tersebut.“Apakah dia akan langsung dipenjara?” tanya Linda panik.“Untuk saat ini, Rinny akan tetap ditahan selama proses hukum berlangsung. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kasusnya akan dilimpahkan kepada jaksa dan kemudian diproses di pengadilan,” jawab polisi itu.Linda semakin pucat.“Lalu berapa lama hukuman yang mungkin diterimanya?” tanyanya.“Lama hukuman tidak bisa kami tentukan. Itu merupakan kewenangan hakim setelah mempertimbangkan seluruh bukti, ket







