LOGINsementara itu di divisi keuangan suasana begitu ramai.
semua orang berpelukan dengan ida dan mengucapkan terima kasih atas oleh oleh nya "kita ga makan nih?" tanya ida " emang ibu udah lapar?" ucap sisil sambil tersenyum " apaan sih sil, emang gue emak loe!" sentak ida " ya kan loe udah jadi bini nya pak arif, masa kita mo manggil nama" sis" assalamualaikum" ucap ida sambil membuka pintu " waalaikumsalam" jawab bu sofi " mereka bertiga langsung menuju ruang keluarga" " Mmmmm, wangi banget. masak apa nih tan?" teriak Deril " bikin rendang sekalian buat bekel besok" jawab bu sofi " Deril pun melangkahkan kaki nya menuju dapur" " emang besok Tante ga jadi ikut?" tanya deril sambil menuangkan air ke gelas " ya ikut lah... ini kan sekalian buat bawain ke andre terus buat makan di hotel juga" jawab bu sofi dengan santai " deril yang sedang minum hampir tersedak mendengar jawaban bu sofi."
" Nu, hadiah buat anak andre udah di beli?" tanya arif pada asisten nya " sudah pak.mau lihat dulu pak?"tanya danu " ga usah , saya percaya sama kamu" jawab arif " baik pak. ini saya simpan di mobil semu aya.." ucap danu sambil.keluar dari ruangan " mau kemana nu?" tanya deril ketika berpapasan di depan pintu " mau taro kado ke mobil pak" " bos loe lagi ngapain?" " biasa pak, lagi menatap laptopnya" jawab danu " ok
" deril mana? kok ga bareng kalian?" tanya bu sofi " ke apart nya dulu sekalian mau londry" jawab arif sambil merebahkan badan nya di sofa " kamu gimana sayang lancar aja semuanya?" bu sofi bertanya pada sang menantu " Alhamdulillah ma, ya walaupun masih ada yang agak bikin puyeng" jawab ida sambil mencium tangan sang ibu mertua " mama sama papa jadi ikut ga hari sabtu?" lanjut ida sambil duduk di samping sang suami " kamu ga ajak ibu ?" bu sofi balik tanya " aku dah tawarin tapi ibu ga mau takut nya nanti suasana nya jadi ga enak. sekarang ibu suruh aku aja dulu yang ke sana." jelas ida
" loe jangan lupa hari Sabtu kita mau jalan ke bandung" arif mengingatkan sesaat setelah deril duduk " masih lama bro, baru kamis... eh tapi ngomong ngomong ga berasa ya udah 5hari aja gue nginep. tar gue balik ke apart dulu" jelas deril " bro, loe jadi ngajak mertua loe? tanya deril " enggak, bini gue dah nawarin sih, cuma dia bilang takut nanti suasananya jadi ga enak. jadi dia suruh kita dulu aja kesana," jelas arif " loe jadi balik ke Aussie kapan?" arif kembali bertanya "kelar surat surat punya loe, gue balik dulu kesana" jawab nya sambil mengambil air mineral " mereka pun kembali sibuk dengan pekerjaan nya masing
" akh... duh pegal sekali badan ku" gumam ida dalam hati " gimana ga pegel semalam aku keluar hampir 10kali. suami ku ini hebat!" lanjut ida dalam hati " mumpung masih pagi, aku kasih bonus 1 ronde biar nanti dia semangat di kantor" ida mencium sang suami sambil tangan nya berkeliaran di area sensitif sang suami. " ahhhhhhh.... sayang.... kamu mau lagi?" bisik arif dengan suara serak " ida mengangguk sambil.membisikan kata yang membuat sang suami tersenyum." " yakin kamu ga capek sayang?" arif menggoda isteri cantik nya " enggak dong, malah semangat nih..." ida mengangat tangan nya ala binaragawati "kalau begitu, aku pasrah deh. silahkan lakukan apa yang kamu suka" arif membuka piyama
" mas, seru juga kisah cinta mereka" ucap ida sambil.bejalan memegang tangan sang suami " emang kisah kita ga seru yang?" arif balik bertanya " ya seru juga sih cinta dalam diam" jawab ida sambil tertawa " awas ya... tunggu pembalasan di kamar" bisik arif "silahkan... mau gaya apa?" ida menantang sang suami sambil berlari ke arah kamar " dasar bocah!" gumam arif " yang ... kamu dimana?" arif celingukan mencari sang istri sesaat setelah masuk kamar " di sini lagi gosok gigi" teriak ida dari arah kamar mandi
" Aku mengikuti pak arif di belakang" " mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami." " nur, ngapain kamu kesini?"
" da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku " iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku
Dalam perjalanan menuju restoran, pak andre banyak bercerita. ternyata pak arif emang udah cool dari sono nya aku membayangkan kalau jiwa mereka tertukar, lucu kali nya, hihihi "Aida ,
"Assalamualaikum,.selamat pagi ibu ku yang cantik' ucapku sambil memeluk ibu. "Waalaikumsalam nak, sudah shalat subuh?' tanya ibu "sudah bu" sahut ku







