Mag-log inPov Arif
" gue Arif Asmadribrata, pewaris perusahaan spare part. ga ada minat sama sekali untuk melanjutkan perusahaan ini karena aku merasa ini bukan passion ku." " aku sebenar nya 2 bersaudara tapi adik ku meninggal sesaat setelah di lahirkan, jadi lah sampai sekarang aku menjadi anak satu satu nya yang mau tidak mau aku harus melanjutkan usaha keluarga." sementara itu di dapur para wanita sedang sibuk menyiapkan masakan." " mbo tun sibuk membuat risol untuk isian soto mie" " ida sibuk mengiris iris kol dan seledri." " bu sofi sibuk mengecek rebusan daging untuk kuah soto " " mbo tun, ini mie kuning nya di cuci aja kan? ga perlu di rebus?" tanya ida " iya neng, cuci pake air panas setelah itu air dingin" jelas mbo tun " ini udah selesai semua? kurang apa mbo tun?" tanya ida " iris bawang merah neng, buat bikin bawang goreng" uvap mbo tun " enak banget mbo
" ini kita balik ke kantor apa ke rumah?" tanya deril sambil menjalankan mobil nya " ke rumah aja der, udah sore juga" perintah pak dirga " siap om" " loe nginep aja sih ngapain harus balik ke apart?" tawar arif " tar ga ada yang beresin apart rif!" " halah biasa juga nyuruh orang rapiin tuh apart. apa jangan jangan ada sugar baby!" tudah arif " enak aja loe ya. gue ga mau ganggu aja. loe sekeluarga kan punya privasi" elak deril " bullshit... kayak sama siapa aja lo! loe bukan anak kecil yang harus selalu di temanin!" sentak arif
" hai bro, ini notaris yang di tunjuk untuk bantu kita." ucap deril sesaat setelah masuk ke ruangan arif " selamat siang pak arif, saya rahman ppat yang di tunjuk pak daniel untuk mengurus pembelian properti bapak" rahman memperkenalkan diri " arif mengganguk dan mempersilakan mereka duduk." " bapak mau minum apa?" tawar Danu " apa aja nu, kopi juga boleh." jawab Deril " Der, loe mau ketemuan dimana sama owner nya?" tanya Arif " kita mau ketemuan di lokasi, sekalian dia kasih kunci dan jelasin kondisi properti nya." " gue perlu ikut? atau ida? tapi ida lagi sama bokap dia ga bisa di ganggu" jelas arif " kalau bisa sih yang nanti akan m
"pagi semua...." sapa ida "pagi sayang" jawab bu sofi " gimana udah siapkan tenaga buat belajar hari ini?" lanjut bu sofi " udah aku siapkan mental mah.. apa pun yang terjadi aku harus bisa! " jawab sisil dengan semangat " nah gitu, kita walaupun perempuan harus bisa mandiri.kita pasti bisa asal mau serius belajar." bu sofie memberikan semangat kepada mantu nya " siap mah" jawab ida sambil.menyiapkan minum " kamu ga boleh stress ya..ga usah dengerin orang. soal anak itu kententuan yang Di Atas. mama sama papa kalau bilang itu cuma becanda aja. nanti kalian mau ada anak atau tidak is no problem for us " jelas bu sofi " makasih ya mah, udah pengertian sama aku" ida memeluk sang mertua
" mereka melanjutkan obrolan dengan duduk santai lesehan." " kita hidup di lingkaran yang itu itu aja. selama ini, tahu nya sisil cuma karyawan kantor kita eh dia ponakan teman lama arif." " sil, loe punya nomer vano?" tanya Deril " ada om" " loe VC dia sil.." lanjut Deril " sisil pun mengambil HP nya dan mencoba menghubungi om nya." " iya sil, ada apa? emang kamu lagi di rumah tumben pake VC segaka!" Vano memberondong sisil dengan banyak pertanyaan " ada yang mau ngomong sama om... lihat baik baik ya.." sisil mengarahkan kamera HP nya " bro, apa kabar? " Deril muncul di layar Hp " Deril? how are you ? " " vano, how are you? are you still remember me?" arif berkata di samping Deril " oh my good !!!! Arif? its real
" mah , kita semua mau golf.." pamit arif " iya. der, nanti kamu balik kesini lagi kan?" tanya bu sofi " ya tan.. kan cuma bawa mobil satu." " da, kita jalan sekarang aja dulu yu? tuh para lelaki udah pada pergi" ajak bu sofi " oke mah, aku beres beres dulu kalau gitu." jawab ida " ayo mah, lets go..." ajak ida " mama mau ajak mbok tun, kasian dia di rumah mulu." ucap bu sofi " yup.. kota ngerujak bareng bareng" ucap ida " mbok tun, lets go" ida menarik tangan mbok tun
" da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku " iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku
Dalam perjalanan menuju restoran, pak andre banyak bercerita. ternyata pak arif emang udah cool dari sono nya aku membayangkan kalau jiwa mereka tertukar, lucu kali nya, hihihi "Aida ,
"Assalamualaikum,.selamat pagi ibu ku yang cantik' ucapku sambil memeluk ibu. "Waalaikumsalam nak, sudah shalat subuh?' tanya ibu "sudah bu" sahut ku
"Da sini!!! panggil Santi saat melihat aku celingukan. aku, sisil dan danu mendekat. belum pesan? tanya ku. Ya Allah aida, ini kan pesta lo, jadi lo yang harus pesan duluan' jawab santi ' Ya terserah kalian aja mau pesan apa, lagian ini kan ayce







