MasukPov Arif
" gue Arif Asmadribrata, pewaris perusahaan spare part. ga ada minat sama sekali untuk melanjutkan perusahaan ini karena aku merasa ini bukan passion ku." " aku sebenar nya 2 bersaudara tapi adik ku meninggal sesaat setelah di lahirkan, jadi lah sampai sekarang aku menjadi anak satu satu nya yang mau tidak mau aku harus melanjutkan usaha keluarga." om aku rakit ini tadi uncle..." arash memperlihatkan lego hasil rakitan nya ke arif " good job boy..." arif mengelus kepala arash " om, pulang ke jakarta kapan?" tanya arash " besok sore " jawab arif " besok ar boleh main ke hotel ?" ucap nya dengan nada yang sangat hati hati " boleh dong, tapi sebelum jam 12 ya. setelah itu kamu harus ajak om jalan jalan." " siap om... nanti ar ajak ke ciwidey. tar om aku beliin strawberry"ujar arash " ok boy..." dan mereka pun melakukan tos
"maaf ya lama. tadi ais mandi dulu" ucap ida " ya Allah ais, kenapa kamu minta mandi sama tante? kasian tante nya kan?" ujar nadia " ga apa apa ma, orang tante ida juga mau kok mandiin aku.. ya kan tan?" ucap ais sambil melirik ida " iya.. ga apa apa mba.." ucap ida "sekalian belajar ya kan da? kalau punya baby beneran bisa mandiin. sekarang kan mandiin baby gede" bisik Deril " ida pun mencubit lengan Deril" " awwww.. " teriak deril " kenapa sih perempuan itu kalau ga dorong, nyubit. bisa yang lain ga? yang ga sakit gitu." usil Deril " uncle kan laki laki. jadi harus kuat dong!" hibur arash sambil menepuk nep
" ini yang booking siapa tan?" tanya andre sesampai nya di hotel " Tante dre, pengen nyoba kayak anak anak zaman sekarang gitu" jawab bu sofi " dre, itu bapak bapak gimana? mereka langsung ke rumah kamu?" bu sofi kembali bertanya " iya tan... kayak nya mereka ada urusan penting ." bisik andre yang jawab anggukan oleh bu sofi " der, tolong turunin koper nya dong" perintah bu sofi " tan, ini mau nginep 1 malam aja kayak mau pindahan rumah" ucap deril sambil menurunkan koper " itu sedikit der, 1 koper punya berdua." jelas bu sofi " arif pun menurunkan koper nya dan m
" mereka ada dimana? gue kejauhan ga parkir di sini? " tanya Deril sesampai nya di gedung sate " itu yusuf sama arash" ucap pak Dirga " papa udah bangun?" " pas mau ke gedung sate tadi , da..." jawab pak dirga " hebat euy papa, langsung bisa langsung ketemu. kita dari tadi celingukan nyari mereka" puji ida " papa udah bertahun tahun kenal Yusuf, ya kali ga hapal bentukan nya dia" jawab pak dirga sambil tertawa " udah yu kita turun cepetan tar keburu mereka lihat" bu sofi membuka pintu mobil dengan cepat
" da, hadiah buat anak andre dimana?" tanya bu sofi " udah di mobil ma. sengaja ga di keluarin ." jawab ida " mbok tun , rendang nya udah di vacuum? " tanya bu sofi " sudah bu. ada di kulkas" jawab mbok tun dengan sopan " mbok, jangan semua nya di bawa. mbok kan ada di rumah." ucap ida " iya neng" " tan, besok mau mobil yang mana?" tanya deril " yang udah di cek ke bengkel yang biasa di pake der." jawab bu sofi " yakin mo pake
" assalamualaikum" ucap ida sambil membuka pintu " waalaikumsalam" jawab bu sofi " mereka bertiga langsung menuju ruang keluarga" " Mmmmm, wangi banget. masak apa nih tan?" teriak Deril " bikin rendang sekalian buat bekel besok" jawab bu sofi " Deril pun melangkahkan kaki nya menuju dapur" " emang besok Tante ga jadi ikut?" tanya deril sambil menuangkan air ke gelas " ya ikut lah... ini kan sekalian buat bawain ke andre terus buat makan di hotel juga" jawab bu sofi dengan santai " deril yang sedang minum hampir tersedak mendengar jawaban bu sofi."
Dalam perjalanan menuju restoran, pak andre banyak bercerita. ternyata pak arif emang udah cool dari sono nya aku membayangkan kalau jiwa mereka tertukar, lucu kali nya, hihihi "Aida ,
"Assalamualaikum,.selamat pagi ibu ku yang cantik' ucapku sambil memeluk ibu. "Waalaikumsalam nak, sudah shalat subuh?' tanya ibu "sudah bu" sahut ku
" Aku mengikuti pak arif di belakang" " mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami." " nur, ngapain kamu kesini?"
" da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku " iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku







