Share

BAB 30

last update publish date: 2026-08-22 19:01:56

BAB 30

Anchia menghela napas dan membuka tudung yang menutupi kepalanya. “Apa ini berhubungan dengan kesepakatan kita saat itu, Tuan?”

Canes terdiam sesaat dan entah kenapa pria itu melirik ke arah sofa dan mengangguk. “Aku akan memperkenalkan semua anggota guild demi keamanan lancarnya misi. Berjaga-jaga saat kau mungkin bertemu salah satu dari kami. Aku sudah menceritakan semua tentangmu.”

“Itu artinya mereka semua tahu bahwa saya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 35

    BAB 35“Yang Mulia, pesan dari Nona Anchia!”Lukas mengangkat kepalanya dari berkas yang ada di meja. Akibat menunda-nunda pekerjaan, jadinya menumpuk. Sedangkan Canes baru saja melepaskan kancing atas kemejanya dan hendak menuju sebuah pintu yang di dalamnya terdapat beberapa kamar. Berniat untuk tidur sejenak menjelang siang. Pria itu menoleh pada Elijah dan mengurungkan niat untuk istirahat.Elijah dengan langkah lebar menghampiri meja Lukas dan meletakkan surat yang sebelumnya di berikan oleh Aquilla itu. “Seorang pria keturunan Aquilla mengantarnya beberapa menit yang lalu.”Jika seorang Aquilla, berarti memang pesan dari Anchia. Yang mengantarkan pastinya salah satu dari kembar yang pernah dibebaskan itu.“Benar dari Anchia,” kata Canes yang rupanya sudah berdiri di dekat meja Lukas. Melihat surat dengan tulisan: 'Blackcurrant' tersebut.Lukas sempat terdiam. Memang baru beberapa kali, tetapi Anchia tidak menunjukkan dirinya setelah matahari terbit. Aneh melihat wanita itu tiba-

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 34

    BAB 34 Entah bagaimana tiba-tiba sudah sampai saja. Ketika berangkat Sion hanya memberikan perintah pada Anchia agar menutup tudung, memejamkan mata dan memeluk Sion erat-erat. Setelah melakukan semua itu, mendadak mereka mendarat di depan sebuah gubuk reot.  Anchia diturunkan dan bersama Sion masuk ke gubuk. Melihat Jiel berdiri, tetapi ada seseorang meringkuk di bawah kakinya sambil menggeliat. Dengan isyarat jari di bibir, Anchia meminta untuk Jiel tidak menyapanya. Ia hanya tersenyum pada Sion dan Jiel bergantian karena melakukan pekerjaan bagus. Tanpa diminta menangkap pengirim pesan. Tanpa diminta juga menutup mata dan mulut orang itu agar tidak melihat Anchia. Ia mengeluarkan artefak, kemudian berpikir. Saat itu yang terlintas di kepalanya adalah sosok Lukas. Akan lebih baik tidak membuat jejak. Anchia juga tidak berniat menghabisi orang tersebut. Jika nanti dilepaskan dan dia berlari pada Valecia

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 33

    BAB 33 Sion tengah duduk di pohon tidak jauh dari balkon kamar majikannya dan memejamkan mata saat seseorang tidak dikenal memasuki pekarangan Frederika. Sambil mengerutkan kening Sion waspada. Selagi kembarannya Jiel pergi bersama Anchia, ia bertugas menjaga Iren yang menunggu di dalam kamar. Tugas Sion atau Jiel ketika menjaga Iren hanya satu. Yakni langsung membawa kabur wanita itu jika terjadi hal-hal berbahaya. Namun, beberapa saat lalu Sion berbagi penglihatannya dengan Jiel. Meski tidak lama, mereka bisa berbagi penglihatan pada saat-saat penting. Di penglihatan Jiel, ia melihat majikannya berjalan meninggalkan bangunan Venatici. Tepat saat itulah kuda asing tersebut masuk. Sejenak Sion melirik ke arah kamar dan memastikan bahwa Iren baik-baik saja sebelum ia melompat turun dari pohon untuk mengintip ke mana masuknya orang asing itu. Yang Sion lihat pertama kali ... kepala pela

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 32

    BAB 32Pertemuan untuk membuktikan bahwa Valecia yang ada di kediaman Frederika saat ini adalah Anchia sudah berakhir. Kode rahasia juga sudah disepakati sejak awal memutuskan pengungkapan identitas oleh Lukas dan Anchia sendiri. Tetapi hanya sebatas itu pertemuan ini. Setelah membuktikan bahwa Anchia tidak berbohong untuk mempermainkan mereka, wanita itu memutuskan untuk undur diri dengan dalih waktu.Lukas tidak bisa membantah untuk itu. Ia juga tidak mau melibatkan Anchia dengan kesepakatan kerja yang akan dibuat bersama Topazy. Membantu untuk menemukan keberadaan Topazy saja sudah luar biasa. Lukas tidak mau menahan wanita itu lebih lama walau pun ingin. Tetapi dengan begini ia bisa menampakkan dirinya sebagai Lukas di depan Anchia.Dari jendela Lukas bisa melihat kalau Anchia sedikit berlari meninggalkan gedung Venatici. Melihat waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Mungkin orang yang menggantikannya di rumah tidak akan bertahan lebih dari ini."Yang Mulia," panggil Fagos.

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 31

    BAB 31Lukas berdehem mendengarkan ucapan Anchia yang menyindir Fagos. Sedangkan Canes sudah membuang pandangan karena tidak tahan untuk tertawa yang akhirnya malah tertawa halus. Anchia dengan tenang tersenyum. Ya, Anchia akui ia cukup berani untuk mengucapkan kalimat itu kepada kepala kesatria kekaisaran. Tetapi ia juga tidak bisa membantu atau memberikan informasi apa pun pada orang yang tidak memercayainya. Hal itu bisa jadi boomerang sendiri untuk Anchia nantinya.Melihat reaksi Anchia, bagaimanapun Fagos berusaha untuk tidak ambil hati. Pria itu pun tampaknya mengerti dengan situasi sekarang. Sebagaimana halnya Fagos tidak memercayai Anchia, wanita itu pun tak akan mempercayainya begitu saja. Bahkan terkait kasus Pelabuhan Kroix, wanita itu menyampaikannya langsung pada Lukas dan Canes karena terlihat kalau mereka memercayainya."Tuan Regen sudah di sini." Elijah masuk ke ruangan dan lagi-lagi menemukan situasi canggung antara Anchia dan Fagos, sementara Lukas dan Canes tertaw

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 30

    BAB 30 Anchia menghela napas dan membuka tudung yang menutupi kepalanya. “Apa ini berhubungan dengan kesepakatan kita saat itu, Tuan?” Canes terdiam sesaat dan entah kenapa pria itu melirik ke arah sofa dan mengangguk. “Aku akan memperkenalkan semua anggota guild demi keamanan lancarnya misi. Berjaga-jaga saat kau mungkin bertemu salah satu dari kami. Aku sudah menceritakan semua tentangmu.” “Itu artinya mereka semua tahu bahwa saya hidup dengan peran ganda?” Anchia menatap tajam pada Canes yang berjalan menuju sofa. “Tentang kehidupan Anchia yang juga sebagai Valecia Frederika?” Canes terhenti sebentar dan langsung duduk di sofa itu. Mengisyaratkan kalau Anchia juga sudah boleh duduk di samping Elijah yang sudah sejak kapan duduk di sana. Tidak menunggu dua kali, Anchia ikut bergabung di sana. Namun, secepat itu juga ia mendapatkan tatapan sinis dari Fagosa Laxmus. Pria itu ... mencu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status