Partager

BAB 6

last update Date de publication: 2026-08-07 00:08:54

BAB 6

“Valecia Frederika,” kata Anchia. “Bisakah Anda mencari tahu di mana wanita itu sekarang berada?”

Lukas menghela napas. Ia akhirnya memilih duduk di meja dan bersedekap memandang Anchia. Wanita ini ingin mencari informasi tentang dirinya sendiri. Apa dia berusaha mempermainkan Lukas?

“Lady Valecia Frederika sudah jelas ada di kediaman Frederika. Semua orang tahu hal itu, Anchia.”

“Yang asli,” kata Anchia lagi yang memicu kerutan di kening Lukas makin dalam. “Beberapa tahun lalu ada rumor bahwa Valecia Frederika sakit keras dan dilarikan ke wilayah Frederika saat berusia delapan tahun. Setelah lama menghilang, dia kembali ke ibukota saat berusia sebelas tahun.”

“Benar, semua orang tahu itu.”

“Saya akan memberikan informasi yang mungkin Anda tidak punya, Tuan.”

“Apa itu?” Lukas tertarik pada wanita ini. Dia tidak hanya tajam, tetapi juga pintar dan cerdas membawa perasaan lawan bicaranya. Anchia tahu kapan tepatnya menarik perhatian si lawan bicara.

“Valecia Frederika yang saat ini ada di kediaman Frederika bukan putri yang asli.”

Kalimat itu sukses membuat Lukas terbelalak dan mendorong diri dari meja. Apa-apaan? Apa Anchia sadar dengan apa yang dikatakannya? Valecia Frederika adalah orang yang Lukas temui beberapa malam lalu di Rodeo, wanita yang membebaskan ras Aquilla dari pelelangan haram ayahnya, sekaligus wanita yang menyamar jadi Anchia saat ini.

“Apa itu artinya Anda bilang bahwa Valecia yang sekarang bukanlah yang asli?”

Anchia mengangguk, tetapi ada rona getir di wajahnya. “Duke Frederika membawa seorang anak jalanan untuk menyamar menjadi putrinya.”

“Berbahaya sekali, Anchia. Secara tidak langsung Anda mengatakan bahwa Duke Frederika membohongi semua orang dengan putri palsunya. Itu menguatkan rumor bahwa putri aslinya memang sudah mati karena sakit.” Hanya itu dugaan yang bisa Lukas katakan saat ini untuk melanjutkan pembicaraan.

Pada saat itu memang ada rumor yang mengatakan bahwa putri dari Duke Frederika mengalami sakit parah hingga harus disembunyikan di wilayah Frederika yang jauh. Beberapa bangsawan malah mengira bahwa anak itu mungkin tidak selamat. Namun, siapa sangka bahwa ada rumor yang bilang kalau sang putri sembuh dan kembali ke ibukota. Hanya saja tidak diizinkan keluar dengan bebas.

Jika saja Fagos mendengar pembicaraan ini, dia sudah pasti bisa syok berat.

“Orang itu tidak mati.” Anchia berkata dengan lugas.

“Apa?” Benar-benar informasi yang bisa membuat orang jantungan. “Ucapanmu bisa dipercaya?”

Anchia menghela napas, kemudian berjalan ke arah Lukas di mana ada sebuah kursi tepat di depannya. Wanita itu lantas duduk benar-benar tepat di depan Lukas dengan santainya. Sedikit mendongak pada Lukas yang akhirnya memilih untuk kembali duduk di tepian meja.

“Valecia Frederika tidak sakit sama sekali,” lanjut Anchia. Pandangannya mengeras karena geram. “Saya datang kemari untuk meminta Anda mencari orang yang sedang bersembunyi itu. Saya dengar Venatici adalah guild informasi paling bagus di kekaisaran.”

“Saya tidak yakin setelah mendapat informasi mengejutkan seperti ini.”

Sialan, maki Lukas dalam hati. Kalau apa yang dikatakan oleh Anchia benar adanya, itu berarti Rodigo memang sudah menipu mata semua orang. Apa yang pria itu rencanakan? Lalu Anchia ....

Jika wanita ini bukan Valecia seperti yang malam itu Lukas lihat, jadi siapa sebenarnya dia? Si pemilik artefak penyamaran zamrud. Yang mana bentuk aslinya? Anchia atau Valecia?

“Anda tahu, Anchia. Kalau Anda mengatakan informasi berbahaya seringan ini, Anda mungkin bisa mati,” kata Lukas. Itu sebuah kebenaran yang bisa Lukas katakan dengan tegas.

Pandangan Anchia menggelap. “Bahkan jika tidak saya katakan, saya juga bisa mati. Lagi pula saya hanya mengatakannya pada Anda ‘kan? Anda bukan tipe orang yang akan memberikan informasi pada orang selain klien.”

Ah, benar lagi. Wanita ini banyak tahu tentang Canes Venatici.

“Jika apa yang Anda katakan benar adanya, maka lady Frederika yang saat ini berperan menggantikan lady asli, dia bisa dihukum mati karena menipu rakyat kekaisaran. Apa Anda sudah memikirkan risiko itu saat mengatakan ini pada saya?”

***

Dikuhum mati.

Anchia tertawa dan matanya tertutup. “Tentu saja. Bukan hanya dia, tetapi duke dan orang yang terlibat juga bisa dihukum. Tugas saya hanya menyelamatkan anak palsu itu. Mengembalikan posisi asli Valecia dan memukul habis Frederika dan Tierry.”

Anchia diam setelahnya. Ini adalah rencana yang memang sudah dipikirkan oleh Anchia sebelum memutuskan untuk melangkah masuk ke Venatici. Ia harus mengembalikan posisi Valecia sesegera mungkin dan menghukum mereka semua di tiang pancung kekaisaran seperti yang mereka lakukan padanya.

Mereka juga harus mati sebagai penipu. Sekali pun Anchia mungkin juga akan mati dua kali, setidaknya ia berhasil menyeret mereka ke lubang yang sama.

“Baiklah. Saya akan mencoba tugas pertamanya,” kata Canes sambil tersenyum.

Anchia hanya berpikir bahwa pria ini seorang aristokrat, dari itu dia mengetahui hukum kekaisaran. Kalau ia bisa bekerja sama lebih lama dengan Canes Venatici, ia mungkin bisa lebih mudah untuk menggulingkan Frederika dan Tierry ke tiang pancung. Makanya Anchia dengan ringan mengatakan rahasia yang hanya diketahui olehnya dan Iren.

“Apa tiga tahun cukup?” tanya Anchia.

Anchia tahu bahwa Canes mungkin meremehkan permintaan Anchia karena dia ahli dalam informasi. Tetapi sayang sekali, Anchia juga harus mengakui bahwa Valecia yang asli juga ahli dalam melarikan diri dan bersembunyi.

“Saya harus mengatakannya pada Anda. Seperti halnya Venatici ahli dalam informasi, Vale bahkan lebih ahli dalam bersembunyi. Tidak akan mudah menemukan orang itu. Waktu tiga tahun cukup untuk menemukan orang itu?”

Canes menunduk, menatap lantai untuk berpikir. “Ternyata butuh waktu selama itu. Baiklah kalau Anda bilang begitu.”

Canes tersenyum pada Anchia ketika mengangkat wajah untuk kembali bertatapan.

“Tapi jika saya bisa menemukan Valecia Frederika yang asli kurang dari tiga tahun, Anda harus membayar lebih banyak.”

“Tidak masalah seberapa banyak emas yang Anda inginkan.”

“Tidak-tidak.” Canes menggeleng dengan tawa. “Saya ingin informasi tentang Anda. Kalau misi ini berhasil, beritahu saya siapa Anda sebenarnya.”

Anchia menarik bibir untuk tersenyum meski ia tidak mau melakukannya. “Tentu saja. Dengan syarat jika Anda bisa menemukannya lebih cepat. Akan saya beritahu siapa saya sebenarnya, meski tidak ada hal yang menarik.”

Canes mengangguk kemudian. “Baik. Mari kita dengarkan permintaan kedua.”

Anchia diam sesaat. Ia sibuk mengatur napas dan isi kepalanya. Kalimat yang akan ia keluarkan setelah ini jauh lebih berbahaya. Apalagi Venatici adalah keluarga yang sangat setia pada kekaisaran.

Anchia menguatkan diri, mengepalkan tangan kuat-kuat. Ia tidak tahu jelas hal ini memang ada atau tidak. Tetapi menjelang kematian ia mendengar Orlando mengucapkannya. Pria itu berniat mencari dan membunuh orang yang akan Anchia sebutkan namanya demi menduduki kekaisaran.

Apakah boleh ia dengan sembarangan menyebut nama orang ini? Kalau Orlando Tierry sampai khawatir di masa lalu, berarti besar kemungkinan orang itu masih hidup sekarang. Karena hukuman mati Anchia akan dilaksanakan ketika ia berusia 23 tahun. Dengan kata lain masih ada 6 tahun lagi untuk bergerak ke sana.

“Tuan Venatici,” panggil Anchia. Ia menekan dirinya kuat-kuat untuk bertahan menatap mata tajam dan dalam Canes yang waspada. “Kekaisaran di masa depan mungkin bisa diselamatkan jika Anda bisa menyelesaikan misi kedua dari saya.”

Canes menunggu untuk Anchia menyelesaikan kalimatnya. Pria itu tahu bahwa permintaan Anchia kali ini jauh lebih sulit. “Sampai melibatkan kekaisaran, saya jadi lebih penasaran dengan Anda, Anchia. Sepertinya ini misi yang jauh lebih sulit.”

“Bisakah Anda mencari orang ini? Dia mungkin hidup di suatu tempat.”

“Siapa?” tanya Canes. Entah bagaimana, pria itu tampak sedikit waspada.

“Luke Kaelon Von Sirius, putra mahkota kekaisaran Sirius. Putra kaisar yang hilang itu kemungkinan masih hidup.”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 47

    BAB 47 Mendengar kata 'Panhagant' tersebut, mendadak saja raut wajah Elijah jadi agak suram. Wanita itu keluar dari balik meja bar dan mengisyaratkan pada Lukas bahwa mereka harus naik ke atas untuk membicarakan hal yang dipertanyakan oleh Anchia. Mendapati isyarat tersebut, Anchia berdiri dari duduknya dan melihat Lukas. Mereka bertiga tanpa suara pun naik ke lantai atas melalui panel rahasia di dinding seperti biasa. Dalam diam saling mengekori hingga masuk ke ruang kerja. Rupanya di ruangan itu ada Canes yang sedang berbaring santai di sofa sambil membaca sebuah catatan. Melihat Lukas, Anchia, dan Elijah masuk, pria itu langsung duduk dan mengayunkan kertas. “Ada laporan dari Bris,” kata Canes langsung tembak. “Fiona akan bergerak ke Panhagant.” Elijah melirik Anchia. Rupanya karena hal itu Anchia bertanya mengenai Panhagant? “Wanita itu akan pergi ke Panhagant untuk mencari seseorang. Saya mendengarnya dari Orlando,” kata Anchia kemudian. Lukas sudah menatapnya. “Dari i

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 46

    BAB 46 “Selamat malam, Elijah.” Anchia masuk ke bangunan Venatici dan langsung menghampiri bar. Menyapa wanita yang biasa menyambutnya sambil membuka tudung jubah. Meski begitu Anchia tidak bisa tersenyum dengan gamblang entah kenapa. Ia hanya merasa bahwa dirinya yang sebagai Anchia adalah perwujudan sebuah dendam. Sebelum dendam itu usai, mungkin Anchia tak akan bisa tersenyum atau tertawa dengan bebas tanpa sandiwara. “Anda datang lebih awal. Pasti banyak yang ingin dibicarakan.” Elijah tersenyum manis pada Anchia yang baru saja duduk di salah satu kursi bar. Menyodorkan segelas jus yang baru saja dituangkannya untuk Anchia. “Minumlah dulu atau Anda mau langsung ke atas sekarang?” “Terima kasih. Saya akan ke atas setelah minum.” Anchia mengangguk. “Tapi ada sesuatu yang ingin saya tanyakan dulu pada Elijah.” Sejenak Elijah mengerutkan kening. Tidak pernah sebelumnya Anchia menanyakan pertanyaan pribad

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 45

    BAB 45“... karena sejak awal juga anak itu adalah pilihan Valecia.”Kalimat itu masih membekas di ingatan Anchia. Bahkan setelah ia berdiri di balkon kamarnya dan melihat kepergian Orlando tanpa pria itu berniat menyapa tunangan palsunya. Tangan Anchia terkepal lagi di atas pembatas balkon yang terbuat dari pualam itu.Di kehidupan sebelumnya bahkan sampai saat ini Anchia selalu bertanya-tanya kenapa dirinya yang dipilih oleh Rodigo untuk menggantikan posisi Valecia. Padahal Anchia hanya anak jalanan yang tidak berpendidikan. Ia bahkan tidak anggun sama sekali. Keahlian Anchia adalah memungut rerumputan dan sesekali mencuri kalau lapar.Ternyata memang sejak awal Vale sudah mengincar Anchia. Tetapi ... kenapa?Di mana Anchia bisa mencari jawaban untuk hal ini selain bertanya langsung pada Valecia. Wanita jahat itu tidak akan tiba-tiba baik hati dan memberitahu Anchia alasan kenapa memilihnya untuk bersandiwara.“Chia?” Iren memanggil dengan lirih sambil menyentuh pundak Anchia.“Aku

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 44

    BAB 44“Sepertinya suasana hati Anda sedang bagus.” Elijah meletakkan minuman di depan Lukas yang baru saja kembali entah dari mana. Yang jelas pasti ada sesuatu yang terjadi. Sebab sudah hampir beberapa tahun terakhir ia tidak pernah melihat tuannya itu berwajah sesenang sekarang.Bukan berarti Lukas selalu terlihat murung. Hanya saja hampir beberapa tahun setelah memutuskan membangun serikat informasi ini, Lukas sudah tidak lagi menunjukkan wajah bahagia. Mungkin lebih tepatnya setelah hampir mati terakhir kali.Elijah turut senang.“Begitulah,” jawab Lukas seadanya.“Anda sudah berbaikan?” Elijah memunggungi Lukas untuk mengelap kembali gelas-gelas minuman yang basah. Untuk sekarang hanya tugas itu yang bisa Elijah kerjakan dari balik meja bar.Senyum di wajah Lukas sedikit surut karena perkataan Elijah. “Yah, kami tidak bertengkar sebenarnya. Hanya sedikit salah paham saja. Tetapi tidak apa-apa.”Elijah tertawa, lalu kembali berbalik pada Lukas. Dengan lekat menatap tuannya itu sa

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 43

    BAB 43 “Nah, Anchia. Bagaimana kau tahu bahwa di balik cangkang Canes itu adalah diriku?” Anchia mendengkus. Ternyata memang Lukas masih penasaran bagaimana caranya Anchia bisa tahu bahwa Lukas dan Canes adalah orang yang berbeda. “Anda dan Marquess punya aura yang berbeda. Mudah saja. Saya lebih sering berbicara pada Anda ketimbang orang lain di sana. Tiba-tiba aura Anda yang dominan dan berat itu berubah. Lalu itu terjadi beberapa kali.” “Tapi bukan berarti kau tahu itu aku,” bantah Lukas. “Benar.” Anchia mengangguk. “Jika saja Anda tidak muncul di tengah kota hari itu, mungkin saya masih bisa mengira bahwa perbedaan aura itu adalah hal yang biasa terjadi. Anda tahu bahwa aura yang Anda miliki tidak dimiliki orang lain bahkan oleh Grand Duke Tierry.” Kening Lukas berkerut. “Tidak semua orang memiliki aura kepemimpinan. Bahkan satu-satunya orang yang setara dengan

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 42

    BAB 42“Anda akan pergi sekarang?” Iren melihat ke arah jendela yang matahari masih terang. Masih paruh sore untuk di bilang malam. Tidak biasanya Anchia akan keluar di jam begini sejak beberapa bulan terakhir. “Duke akan kembali beberapa jam lagi, Nona.”Anchia mengabaikan Iren dan terus mengganti pakaiannya dengan gaun biasa yang sering dipakainya untuk keluar sebagai Anchia. Setelah itu mengenakkan jubah. Sejenak Anchia melirik pada Iren dan berubah wujud menggunakan artefak.“Jika Duke bertanya, bilang saja aku tidak enak badan,” jawab Anchia sambil menutup kepalanya dengan jubah. “Kali ini Jiel yang akan menyamar menjadi aku dan tidur saja di ranjang.”Tepat ketika Anchia menyebut nama Jiel, pria itu masuk melalui pintu penghubung balkon bersama Sion. Karena sedikit kebingungan Jiel menoleh pada Sion, sejenak saling pandang.“Sion akan pergi bersamaku,” kata Anchia sambil tersenyum pada Sion. Ia juga belum bilang kerja bagus atas tugas sebelumnya, mengantarkan pesan untuk Lukas.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status