/ Romansa / Annora with Mr.Lee / Bab 31 Rencana Jahat Nelson

공유

Bab 31 Rencana Jahat Nelson

작가: Alna Selviata
last update 게시일: 2026-06-04 09:26:26

​Langit Los Angeles yang biasanya cerah kini tampak tertutup gumpalan awan kelabu yang menggantung rendah, seolah merefleksikan badai yang akan segera pecah di kediaman besar keluarga Nelson. Mateo duduk di kursi pengemudi limosinnya dengan jemari yang mencengkeram lingkar kemudi begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih.

​Di sampingnya, Annora duduk dengan punggung tegak, napasnya tertahan. Ia merasakan ketegangan yang memancar dari tubuh Mateo.

​"Tuan Mateo, apakah kita benar-benar harus m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Annora with Mr.Lee   Bab 46 Kebenaran yang Terungkap

    ​Langkah Mateo terasa berat, seolah setiap jengkal tanah yang ia pijak di Seoul ini menyimpan beban dari masa lalu yang belum terselesaikan. Kantor pusat administrasi rumah sakit tempat otopsi jenazah korban kebakaran hotel dilakukan lima belas tahun lalu tampak angkuh dan dingin. Gedung itu sudah direnovasi berkali-kali, namun bagi Mateo, tembok-temboknya masih menyisakan bau anyir darah dan keputusasaan.​Ia telah menghabiskan dua hari terakhir dengan berpura-pura menjadi mahasiswa hukum yang sedang meneliti kasus kebakaran bersejarah, sebuah alibi yang ia gunakan untuk mendekati staf kearsipan. Namun, keberuntungan sepertinya sedang berpihak padanya.​Di lorong arsip yang pengap, ia bertemu dengan seorang perawat muda bernama Hana. Saat Mateo menyebutkan nama "Lee Soman", mata Hana sedikit menyipit.​"Kenapa kau mencari berkas Lee Soman?" tanya Hana, suaranya sarat dengan kecurigaan. "Kasus itu sudah ditutup lima belas tahun lalu. Tidak ada lagi yang berani mengungkitnya. Apalagi b

  • Annora with Mr.Lee   Bab 45 Kehidupan yang Tumbuh

    ​Matahari sudah meninggi di ufuk Swiss, menyinari kamar utama vila Jae Won dengan cahaya keemasan yang hangat, namun Annora masih meringkuk di bawah selimut tebal. Kepalanya terasa berdenyut hebat, seolah ada palu yang memukul-mukul bagian dalam tempurung kepalanya. Tubuhnya terasa begitu berat, seakan setiap inci ototnya telah kehilangan tenaga.​Pintu kamar terbuka perlahan. Jae Won melangkah masuk dengan langkah ringan, membawa senampan kayu berisi roti panggang, buah-buahan segar, dan segelas susu hangat. Saat melihat Annora yang masih belum bergerak, raut wajahnya yang tadinya tenang berubah menjadi cemas.​"Sayang?" Jae Won meletakkan nampan itu di meja nakas dan duduk di tepi ranjang. Ia menyentuh dahi Annora dengan punggung tangannya. "Ya Tuhan, kau demam. Wajahmu pucat sekali."​Annora membuka matanya perlahan, menatap Jae Won dengan pandangan sayu. "Aku tidak tahu... tiba-tiba saja aku merasa sangat lemas. Kepalaku terasa ringan sekali, Jae Won."​"Kita ke dokter," putus Jae

  • Annora with Mr.Lee   Bab 44 Jejak di Balik Semangkuk Sup Rumput Laut

    ​Waktu terasa berjalan lebih lambat bagi mereka yang menyimpan rahasia, namun berlari kencang bagi mereka yang sedang mengejar kebenaran. Satu bulan telah berlalu sejak kepergian Jae Won dan Annora ke Swiss, meninggalkan kekosongan yang memicu keruntuhan di Seoul.​Keluarga Choi, yang memegang otoritas kunci atas pembangunan pulau, akhirnya mengambil langkah tegas. Tanpa peringatan, mereka memutuskan kontrak kerja sama dan secara resmi menolak memberikan pengesahan tanah. Bagi Mark Young, ini adalah bencana. Proyek ambisius yang ia bangun di atas fondasi kebohongan itu kini retak di hadapannya sendiri.​Di dalam ruang kerja pribadinya yang mewah, Mark Young tampak seperti singa yang terluka. Ia menyapu bersih deretan piala dan guci keramik mahal dari atas meja mahogani dengan satu sentakan tangan. Suara pecahan kaca memecah kesunyian malam yang mencekam. Napasnya memburu, matanya memerah menahan amarah yang meledak-ledak.​"Jae Won!" teriaknya pada dinding kosong. "Kau pikir dengan be

  • Annora with Mr.Lee   Bab 43 Jejak yang Dihapus Zaman

    ​Danau itu seperti cermin raksasa yang memantulkan kebiruan langit Swiss yang tanpa noda. Udara pagi terasa menusuk, namun hangat matahari yang mulai naik memberikan kenyamanan tersendiri bagi Annora dan Jae Won yang sedang duduk di atas dermaga kayu kecil.​Jae Won tampak sangat berbeda. Ia mengenakan jaket tebal dan topi kupluk, sedang sibuk mengatur umpan pada kail pancingnya dengan ekspresi yang sangat serius—seolah-olah sedang merancang strategi bisnis paling rumit.​"Kau tahu, Annora," Jae Won memecah kesunyian dengan suara rendah yang menenangkan. "Dulu, aku berpikir memancing adalah kegiatan yang paling membosankan di dunia. Tapi sekarang, aku mengerti kenapa orang melakukannya. Ini bukan tentang ikannya, tapi tentang menunggu sesuatu yang tenang datang padamu."​Annora tersenyum, menatap profil wajah Jae Won dari samping. "Dan menurutmu, apa yang sudah datang padaku?"​Jae Won meletakkan joran pancingnya, lalu menoleh. Tatapannya kini penuh dengan kejujuran yang telanjang. "K

  • Annora with Mr.Lee   Bab 42 Dibalik Kabut Alpen

    ​Ruangan kerja Nelson di Amerika dipenuhi asap cerutu yang menyesakkan. Pria itu berdiri di depan sebuah peta tua yang terbentang di dinding, matanya menyipit saat membaca laporan rahasia yang baru saja diterima dari tangan kanannya.​"Jadi, begitu?" gumam Nelson, senyumnya perlahan melebar hingga memperlihatkan deretan gigi kuningnya. "Pulau itu... selama ini Mark Young berbohong. Dia tidak memiliki kekuasaan penuh atas tanah itu. Sertifikat sahnya terkubur bersama keluarga pemilik yang tewas dalam kebakaran hotel lima belas tahun lalu?"​"Benar, Tuan," sahut anak buahnya. "Satu-satunya yang bisa melegalkan peresmian pembangunan di sana adalah keturunan dari pemilik sah tersebut. Dan menurut dokumen ini, keluarga itu sudah dianggap punah setelah peristiwa kebakaran."​Nelson tertawa terbahak-bahak, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam yang kasar. Ia merasa seperti baru saja memenangkan lotre terbesar dalam hidupnya. Jika ia bisa memanipulasi situasi, ia tidak hanya akan meng

  • Annora with Mr.Lee   Bab 41 Kedamaian yang Semu

    ​Pemandangan dari teras vila Jae Won di kaki pegunungan Alpen Swiss seperti lukisan hidup. Udara pegunungan yang dingin dan bersih menyambut Annora saat ia melangkah keluar dari mobil. Vila itu terbuat dari perpaduan kayu pinus dan batu alam yang megah, namun memiliki kehangatan yang tak terduga.​"Selamat datang di rumah, Annora," suara Jae Won memecah keheningan pegunungan. Ia tampak sangat berbeda; tak ada lagi setelan jas Armani yang kaku. Ia mengenakan kaos katun putih polos dan celana jins, penampilannya membuat Jae Won terlihat jauh lebih muda dan manusiawi.​Annora menatap sekeliling. "Ini... sangat indah. Apa ini tempat yang kau maksud untuk memulai hidup baru?"​"Ya," jawab Jae Won sambil membukakan pintu utama. "Tidak ada pengawal, tidak ada agenda bisnis yang menjerat leherku, dan yang paling penting, tidak ada bayang-bayang ayahku atau Nelson di sini."​Jae Won telah mengambil keputusan besar. Sebelum berangkat, ia telah menghancurkan kartu SIM ponselnya dan meninggalkan s

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status