LOGINMei Qian menyusul dengan napas terengah-engah dan menatap ke arah depan yang kosong tanpa ada tanda-tanda dari orang yang mereka ikuti sebelumnya.“Tuan Putri, orangnya sudah menghilang,” ucap Mei Qian dengan heran karena Ning Xueqin berhenti mengejar.Ning Xueqin menyerahkan kertas itu dan Mei Qian membacanya tapi membaca tulisan ini membuat Mei Qian semakin bingung.“Apa hubungan tulisan ini dengan menghentikan pengejaran?” tanya Mei Qian dengan kebingungan.“Tidak perlu terburu-buru, aku sudah tahu harus mengejar kemana. Mari kita kembali dan berganti pakaian terlebih dahulu, “ jawab Ning Xueqin.Ning Xueqin segera kembali ke halamannya tanpa menoleh ke belakang lagi sementara Mei Qian masih sangat kebingungan.Sesampainya di halaman, Zilan terkejut bahwa mereka telah kembali secepat ini ke sini.“Apakah tidak tertangkap?” tanya Zilan dengan kebingungan.“Tertangkap,” jawab Ning Xueqin sembari tersenyum semu.Dia melangkah masuk ke dalam rumahnya dan menanggalkan gaunnya yang inda
Ning Xueqin merasa terharu dengan kata-kata yang disampaikan oleh kedua pelayannya, meskipun mungkin tidak akan semudah yang mereka katakan.Namun mereka ada benarnya, selama masih mampu membalikkan keadaan maka mereka dilarang untuk menyerah.Lebih baik mencoba bangkit, Ning Xueqin menekan perasaan kecewa dan pasrahnya kemudian menggantikannya dengan semangat.Dia ingin melawan, dia tidak menerima takdirnya yang seperti ini. Dia juga tidak akan membiarkan orang-orang mengambil keuntungan darinya!Benar, sejak kapan dirinya menjadi begitu pasrah? Sejak kapan dia membiarkan dirinya di bawah kaki orang lain?Dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Bahkan jika pada akhirnya dia kalah pun, dia tidak akan kalah dengan memalukan.Dia pada dasarnya sudah meninggal di kecelakaan itu, tapi bukannya pergi ke Surga atau Neraka, dia justru masuk ke dalam Neraka manusia ini.Dia mendapatkan tambahan usia tujuh tahun sampai saat ini, bisa dikatakan dia cukup puas dengan kondisinya saat ini.Tib
Ning Xueqin yang sedang sibuk dengan burung barunya tiba-tiba mendengarkan kata-kata yang membuat seluruh bulu kuduknya ini merinding.Dia tahu itu adalah suara Kasim Yu, sehingga dirinya dengan cepat bangkit dan menoleh ke belakang.Dirinya memasang senyuman palsu dan menyambut Kasim Yu dengan ramah, sembari meletakkan burung itu ke dalam genggaman Mei Qian.Lalu Ning Xueqin pun berlutut untuk menerima titah yang diberikan oleh Kaisar Ning, entah kenapa dia merasakan firasat buruk mengenai hal ini.“Putriku, Ning Xueqin, sebelumnya bekerja keras untuk mendapatkan hewan spiritual, berlatih dengan tekun dan tanpa lelah. Karena itu aku memerintahkan mu untuk beristirahat selama satu tahun penuh!”Kasim Yu membacakan titah ini dalam satu tarikan napas, namun Ning Xueqin merasa bahwa titah ini sangat panjang dan lambat.Kepalanya terasa agak pusing, dirinya merasa agak mual pada saat ini. Istirahat? Merasa kasihan? Omong kosong!Itu hanya upaya untuk mengurungnya di dalam Istana yang ding
Ning Chuan tentu saja tahu bahwa yang dimaksud oleh Chu Xinling tadi adalah kejahatannya beberapa tahun yang lalu, lebih tepatnya sepuluh tahun yang lalu.Ning Xueqin dan Ning Chuan sama-sama tahu bahwa hubungan mereka berdua tidak rukun seperti yang dikatakan oleh orang-orang.Hubungan mereka berdua juga didasari pada tipu muslihat dan penuh kekejaman, saling membunuh tidak akan terhindarkan.Jadi kata-kata Ning Chuan di awal tadi hanya untuk menggertak, tidak menyangka bahwa Adiknya ini bukan hanya tidak merasa takut justru mampu menggertak balik.“Kakak, aku sarankan kamu untuk lebih tenang dan sabar. Jika aku secara tidak senang mengungkit ini di hadapan Ayahanda, maka takutnya…. Kamu juga tidak akan tenang,”ejek Ning Xueqin.Ning Chuan mendengus dingin dan mengabaikan Ning Xueqin sepenuhnya, sementara Ning Xueqin menyandarkan kepalanya di lengan Ning Chuan sambil berjalan santai.“Lepaskan tanganku!” seru Ning Chuan dengan suara tertahan.“Kenapa? Bukankah kita Kakak Adik? Wajar
Bukan Ning Xueqin namanya jika tidak menyiapkan jalan keluar untuk dirinya sendiri di saat terdesak.Dia sudah tahu bahwa Paman Ketiganya, Chu Xinling bukanlah orang yang bisa dipercaya, jadi tentu saja dia tidak akan mengikat mati hubungannya dengan Paman Ketiganya.Untunglah Paman Ketiganya ini bodoh dan mempercayai kata-katanya sebelumnya, sehingga dia bisa membangun hubungan di dua belah pihak.Sekarang Paman Pertamanya sudah meninggal, tidak akan ada lagi yang bisa bersaksi untuk Paman Ketiganya yang bodoh ini.Keluarga Chu ditakdirkan untuk menemui jalan kehancuran, ditambah lagi kaki Chu Xingjun sudah dipatahkan sepenuhnya dan menjadi cacat.Di masa depan tabib mengatakan bahwa dia memerlukan bantuan tongkat dan tidak bisa menunggang kuda lagi.Anggaplah jika Keluarga Chu kehilangan Keluarga Paman Ketiganya, maka hanya tersisa keluarga Paman Pertamanya.Paman Pertamanya, Chu Xincheng memiliki dua orang anak, yang pertama adalah Chu Xingjun dan yang kedua Chu Xingqi.Chu Xingqi
Jika tidak sedang menyamar maka Ning Xueqin pasti akan tertawa sinis di hadapan Chu Xinling.Seperti yang diharapkan dari seorang Tuan muda yang dimanjakan di dalam kediaman dan mencoba untuk mengisi keserakahan nya sendiri.Serakah namun bodoh, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sikap dan perilaku Chu Xinling saat ini.Ning Xueqin tidak tahu harus mengatakan apa lagi terhadap Chu Xinling ini, hanya saja dia tidak terkejut bahwa Chu Xinling ini mengaku hanya karena sedikit tekanan yang diberikan oleh Ayahnya.Seperti yang diharapkan dari mentalitas pecundang Paman Ketiganya, namun dia harus berterima kasih atas mentalitas pecundang ini.Karena itu rencananya berhasil dan berjalan dengan lancar. Paman Pertamanya memang lebih cerdik dan cerdas, namun tidak dapat dipercaya.Dia layak untuk menerima hukuman itu karena mengkhianati Ning Xueqin dan berusaha untuk menjual Ning Xueqin demi bersekutu dengan Ning Chuan.Sebenarnya hal ini tidak aneh juga, hanya saja membayangkannya saja
Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini
Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan k
Ning Xueqin lupa bahwa di tempat tinggalnya yang baru ini, hidup dan mati seorang budak sama sekali tidak berharga. Wei Luo juga tampaknya sudah tahu bahwa dirinya akan dihukum mati sejak awal sehingga tidak memberontak dan menurut saja saat dipukuli. Pada saat itu seluruh Aula Kekaisaran pun men
“Lumayan.” Ucap Kaisar Ning pada akhirnya. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan lumayan senang, lumayan berarti tidak buruk hal ini menandakan bahwa Kaisar Ning cukup senang dengan pemberiannya. Jadi Ning Xueqin pun menundukkan kepalanya dan ingin kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya Ka







