تسجيل الدخولNing Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak.
Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melompat lalu menangkap anak panah itu. Brukk!!! Tubuh kecil Ning Xueqin tidak dapat menahan aura derasnya anak panah itu sehingga tersungkur jatuh menghantam ke tanah. Kedua tangannya yang menangkap anak panah itu pun sampai berdarah sepenuhnya karena waktu yang kurang tepat ketika menangkapnya membuat kepala anak panah menggores sepanjang telapak tangan Ning Xueqin. Tetapi untunglah… anak panah itu berhasil dihentikan. Jika tidak maka itu akan menusuk jantung pemuda tampan ini tanpa ampun. Pemuda tampan itu menoleh ke belakang dan menyadari bahwa Ning Xueqin telah melindunginya, jadi dia bersiul dan tiba tiba pintu Kekaisaran Zhong yang megah didobrak masuk oleh seekor burung raksasa setinggi 5 sampai 7 meter. Ning Xueqin membelalak kan matanya kala melihat pemandangan ini! Tatapannya berkilau dengan penuh kekaguman dan penasaran, seolah olah lupa bahwa dia sedang mengalirkan banyak darah. “Gagak berkaki tiga es. “Gumam Ning Xueqin dengan kagum. Gagak berkaki tiga adalah hewan mitologi yang tidak kalah mengesankan dari Phoenix, tidak menyangka bahwa dalam hidup ini Ning Xueqin bisa melihatnya secara langsung! Pemuda tampan itu menyimpan pedangnya dan menundukkan kepalanya mendekat ke arah Ning Xueqin lalu menggendong Ning Xueqin semudah mengangkat karung beras. Lalu pemuda tampan itu melompat ke atas burung Gagak Berkaki Tiga itu dengan santai sembari menggendong Ning Xueqin. Ketika digendong seperti inilah Ning Xueqin baru menyadari betapa tampannya pemuda ini, dengan sepasang alis yang tebal, hidung yang tinggi dan ramping. Sepasang mata yang dingin dan tajam itu, belum lagi dengan bibirnya yang tipis dan agak pucat itu. Jika menjadi seorang idola maka pasti akan terkenal dan meledak di internet karena kesempurnaan wajah tanpa riasannya. “Utusan Kekaisaran Ning memang menarik, kalau begitu aku akan melepaskanmu. “Ucap Kaisar Zhong sembari tertawa dingin. Pemuda tampan itu bahkan tidak memperdulikan hal ini dan menepuk burung Gagak Berkaki Tiganya untuk terbang meninggalkan Kekaisaran Zhong. Burung Gagak Berkaki Tiga Es dengan bulu bulunya yang berwarna gradasi biru muda ke putih ini benar benar sangat empuk. Saat ini Ning Xueqin barulah merasakan rasa sakit akibat dari lukanya tadi, bahkan tubuhnya melemah karena pendarahan yang tak kunjung berhenti. “Terima kasih telah menyelamatkanku… apakah… apakah kamu dikirim Ayahku untuk membunuhku secara diam diam? “Tanya Ning Xueqin dengan terbata bata. Ning Xueqin ingat bahwa di cerita aslinya, putri kecil ini dibenci oleh Ayah dan kakak kandungnya karena alasan yang kompleks. Pertama karena dirinya dianggap membawa sial yang membunuh Ibunya sendiri sejak lahir lalu kedua adalah karena dirinya tumbuh besar di Kekaisaran lain. Jadi di dalam hati mereka, Ayah dan kakak kandungnya, dirinya tidak lebih dari seorang pengkhianat tersembunyi. Ayah dan kakaknya berulang kali ingin membunuh Ning Xueqin dengan berbagai skema yang berbahaya. Sehingga di akhir cerita ini pun, Putri kecil ini telah dibunuh oleh Kakaknya sendiri demi mengamankan tahktanya dan menghapus kebenciannya pada Ning Xueqin. Pemuda tampan itu hanya menatap Ning Xueqin dengan dingin dan tidak membalas apapun pada Ning Xueqin. Ning Xueqin juga tidak berharap bahwa pemuda tampan ini akan membalas perkataannya, hanya saja jika melihat sikap dari pemuda tampan ini maka seharusnya pemuda tampan ini dikirim bukan untuk membunuhnya. Ning Xueqin yang kehilangan banyak darah pun merasa sangat mengantuk dan tubuhnya berulang kali menggigil kedinginan. Ning Xueqin mengerutkan tubuhnya dan mengencangkan jubah yang diberikan oleh pemuda tampan ini. “Kakak tampan… siapa namamu? Jika aku berhasil bertahan hidup, bisakah aku bertemu denganmu lagi? “Tanya Ning Xueqin dengan suara kekanak kanakan tetapi tatapannya jernih dan kuat. Seolah olah menunjukkan bahwa dia tidak sedang bermain main. Tetapi pada akhirnya Ning Xueqin tidak kuasa menahan kantuk yang menyerang dirinya. “Jangan tertidur jika tidak ingin mati. “ Ucap pemuda tampan itu pada akhirnya setelah lama diam. “Apakah kamu khawatir padaku? Aku tidak akan mati… setidaknya tidak untuk saat ini. Aku telah menunggu sangat lama… sebelum tiba di sini… “Lirih Ning Xueqin tidak sepenuhnya berbohong. Pemuda tampan itu tidak menanggapi dan hanya duduk dengan punggung tegak lurus yang membuatnya tampak seperti seseorang yang berasal dari dunia yang lebih tinggi. Sikap sombong dan dinginnya ini… membuat orang lain terdiam sekaligus terpukau. Ning Xueqin tiba tiba mengeluarkan rintihan kesakitan dengan dua tujuan. Pertama adalah untuk menarik perhatian pemuda tampan ini sementara yang kedua adalah karena… memang sakit. “Kakak tampan…. Kenapa rambutmu bisa berwarna putih? Mungkinkah karena kamu terlahir begini sejak awal?”Tanya Ning Xueqin dengan bersemangat. Sayang sekali bahwa semangat Ning Xueqin ini hanya bertepuk sebelah tangan karena pemuda tampan ini hanya mengabaikannya seperti angin lalu. “Kakak tampan, jika aku mati hari ini apakah kamu akan membakar kertas kuning untukku di alam baka? “Tanya Ning Xueqin tidak menyerah untuk membuat pemuda ini kembali bersuara dan berbicara lagi. “Percaya atau tidak, jika kamu bertanya lebih banyak maka aku akan menjatuhkanmu dari sini.” Balas pemuda tampan itu dengan kesal. Ning Xueqin melirik ke bawah dengan ngeri dan tidak bisa menahan perasaan merinding ketika membayangkan kalau dia jatuh ke bawah sana. Pada saat itu pemuda itu mungkin akan membuat alasan kepada Ayah dan kakak kandungnya bahwa dirinya mati di Kekaisaran Zhong atau semacamnya. Jadi Ning Xueqin segera menutup rapat mulutnya dan tidak berani berkata kata lagi. Tetapi karena dia diam, dia berubah menjadi mengantuk lagi. Tanpa sadar dia kembali menguap dan kali ini bahkan kedua mata bulatnya sampai berair dan beberapa kali terpejam namun beberapa detik kemudian, dia terlihat memaksa matanya untuk terbuka. Sikap Ning Xueqin seperti ini benar benar menggemaskan apalagi tubuh kecilnya itu tetapi pemuda tampan itu bahkan terlihat tidak peduli dengan Ning Xueqin dan hanya menatap Ning Xueqin dari sudut matanya. Ning Xueqin terus menerus memaksa dirinya untuk tetap sadar sebelum akhirnya memutuskan untuk bertanya dengan sisa sisa kesadarannya. “Kakak tampan, aku masih belum tahu namamu. Bagaimana caraku bisa mencarimu nanti? “Tanya Ning Xueqin. Ning Xueqin tidak dapat menahan diri lagi dan memejamkan matanya sebelum akhirnya secara samar samar mendengarkan kedua kata yang diucapkan secara halus. “Xie Guang. “ Nama ini akan dia ingat secara terus menerus bahkan sampai dia berada di ambang kematian sekalipun. Ning Xueqin merasa bahwa dirinya tertidur dengan sangat lelap sebelum akhirnya tubuhnya menggelinding , terjatuh dari atas tubuh burung Gagak Berkaki Tiga Es itu. “Aaaaaaa!! ““Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapun bisa bertahan hingga dupa habis, orang orang di atas arena akan tetap bertahan. Jadi orang orang ini masih bisa menyulitkan nya asalkan mereka bertahan di atas arena, namun karena mereka dikeluarkan maka musuh Ning Xueqin akan terus berkurang. Selanjutnya adalah dua pasang Tuan muda dan Nona muda yang entah dari keluarga mana lagi yang bekerja sama untuk melawan Ning Xueqin. “Saudara He, kamu kerja sama denganku dan nanti hasilnya kita akan bagi dua! “ Seru seorang pemuda. Ning Xueqin menatap Mei Qian dan diam diam membuat kesepakatan, Ning Xueqin akan menangani pasangan di sisi kiri sementara Mei Qian di sisi kanan. Keduanya langsung berganti posisi dengan cepat dan mengejutkan lawan
Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ikat pinggangnya, memastikan bahwa pakaian ini tidak akan bergesekan dengan lukanya. Gadis gadis bangsawan lagi melihatnya dan memperhatikannya namun tidak ada satupun di antara mereka yang berani menggunjingnya dengan suara lantang seperti sebelumnya. Lalu Ning Xueqin juga mengenakan pelindung tangan dan pelindung lutut, kemudian tanpa ragu ragu melepaskan sepatu hak kayu miliknya. Mei Qian juga melakukan hal yang sama, hal ini tentu saja menarik perhatian para gadis bangsawan. “Adik Xueqin sangat bersemangat untuk menang sampai sampai menyamakan dirinya sendiri dengan seorang budak hina. “Ucap Chu Xinyue dari belakang. “Ini adalah pertandingan yang diadakan oleh Ayahanda, kenapa aku tid
Ning Xueqin dengan jeli menemukan bahwa bendera bendera ini dua belas bendera sudah diambil orang orang semua dan tersebar. Tiga ada di pinggangnya dan Ning Xueqin bisa melihat bahwa Ning Chuan juga memegang tiga pada saat ini. Enam ada di antara mereka sementara sisanya tersebar di antara pasangan pasangan lain, baru saja Ning Xueqin menyusun rencana lagi, tiba tiba terdengar tiupan peluit. “Pertandingan selesai! Dua belas bendera telah didapatkan! Namun pertandingan tidak berhenti di sini, karena akan diadakan pertandingan lanjutan untuk menyelesaikan pertandingan sepenuhnya. “Ucap Kasim Yu tersenyum penuh makna. Ning Xueqin melirik ke arah Ning Chuan yang tampaknya juga tidak mengetahui pengaturan pertandingan ini sehingga tampak bingung. Melihat ini membuat Ning Xueqin cukup lega dan puas, jika tidak maka dirinya akan merasa sangat berwaspada. “ Setiap pasangan yang tidak mendapatkan satupun bendera harus melangkah keluar dari arena. “Ucap Kasim Yu. Lalu ada beberapa pasang
Alasan mengapa dirinya mengatakan bukan pertanda baik adalah itu hanya berarti kalau rebut bendera ini akan membutuhkan kemampuan untuk bertarung sesama Tuan muda dan Nona bangsawan ini. Ning Xueqin tidak ingin menunjukkan kemampuannya di depan umum, namun jika begitu maka dirinya akan dipermalukan di depan umum. Namun jika dirinya menunjukkan kemampuan maka takutnya hal ini akan membawa bencana bagi dirinya sendiri. Ning Xueqin tahu jelas bahwa semua ini bukan perencanaan Kasim Yu melainkan perencanaan Ayahnya sendiri. Ayahnya ingin melihat kemampuannya secara langsung sehingga memutuskan untuk menyusun sebuah permainan semacam ini. Ning Xueqin tidak tahu bahwa seorang Kaisar juga bisa bertindak selicik ini terhadap seorang anak yang bahkan belum beranjak dewasa. Ning Xueqin tidak dapat menahan kekesalannya pada Ayahnya namun sudah terlambat karena satu persatu orang telah mulai membentuk kelompok. Harus berpasangan itu berarti satu pria dan satu wanita, sementara Ning Xueqin
Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya. Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta. Ning Xueqin tidak sulit untuk menebak apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan di antara pilihan yang diberikan oleh Ning Xueqin. Sebenarnya sejak awal , ini adalah pertanyaan yang disiapkan oleh Ning Xueqin untuk Ning Chuan. Hanya saja, si idiot ini, Chu Xinyue ini ingin ikut campur dan membuat keributan padanya hanya untuk menarik perhatian Ning Chuan. Ning Xueqin tidak peduli apakah Ning Chuan akan memperhatikan Chu Xinyue atau tidak hanya saja satu hal yang bisa Ning Xueqin simpulkan dari hubungan Chu Xinyue dengan Ning Chuan. Yaitu, Ning Chuan tidak akan membawa Chu Xinyue sebagai istrinya apalagi mengangkat Chu Xinyue sebagai Putri Mahkota. Dilihat dari sikap Ning Chuan yang dengan terus teras mengatakan bahwa merek
Lamunan Ning Xueqin pun segera terbayarkan karena kedatangan bintang pembawa kesialan bagi dirinya yang sesungguhnya, itu adalah Ning Chuan. Banyak sekali yang berdiri dan menyapa Ning Chuan bahkan sejak Ning Chuan belum melangkah masuk ke dalam Aula Kekaisaran. Pandangan Ning Xueqin justru tertuju pada seorang gadis dengan wajah pucat pasi yang tetap diam di tempat duduknya kala orang orang yang lain sibuk menyanjung Ning Chuan. “Siapakah gadis itu? “ Tanya Ning Xueqin. “Gadis itu? Gadis itu adalah Nona Ketiga Mei, dia adalah putri selir yang tidak disukai di kediamannya. Kakak kakaknya adalah pria dan wanita yang mengenakan gaun pasangan berwarna hitam di samping kanan Putra Mahkota. “ Jawab Mei Qian. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan mulai mengamati gadis itu, seorang gadis yang tidak disukai di kediamannya. Tidak mencoba untuk menarik perhatian orang lain dan fokus dengan urusannya sendiri. Cukup menarik. Lalu pandangan Ning Xueqin tertuju pada seorang gadis yang ber
Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi
“Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,
Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem
“Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng







