بيت / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 3 - Terluka

مشاركة

Chapter 3 - Terluka

مؤلف: Nyx
last update تاريخ النشر: 2026-03-16 17:01:54

Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak.

Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu.

Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melompat lalu menangkap anak panah itu.

Brukk!!!

Tubuh kecil Ning Xueqin tidak dapat menahan aura derasnya anak panah itu sehingga tersungkur jatuh menghantam ke tanah.

Kedua tangannya yang menangkap anak panah itu pun sampai berdarah sepenuhnya karena waktu yang kurang tepat ketika menangkapnya membuat kepala anak panah menggores sepanjang telapak tangan Ning Xueqin.

Tetapi untunglah… anak panah itu berhasil dihentikan. Jika tidak maka itu akan menusuk jantung pemuda tampan ini tanpa ampun.

Pemuda tampan itu menoleh ke belakang dan menyadari bahwa Ning Xueqin telah melindunginya, jadi dia bersiul dan tiba tiba pintu Kekaisaran Zhong yang megah didobrak masuk oleh seekor burung raksasa setinggi 5 sampai 7 meter.

Ning Xueqin membelalak kan matanya kala melihat pemandangan ini! Tatapannya berkilau dengan penuh kekaguman dan penasaran, seolah olah lupa bahwa dia sedang mengalirkan banyak darah.

“Gagak berkaki tiga es. “Gumam Ning Xueqin dengan kagum.

Gagak berkaki tiga adalah hewan mitologi yang tidak kalah mengesankan dari Phoenix, tidak menyangka bahwa dalam hidup ini Ning Xueqin bisa melihatnya secara langsung!

Pemuda tampan itu menyimpan pedangnya dan menundukkan kepalanya mendekat ke arah Ning Xueqin lalu menggendong Ning Xueqin semudah mengangkat karung beras.

Lalu pemuda tampan itu melompat ke atas burung Gagak Berkaki Tiga itu dengan santai sembari menggendong Ning Xueqin.

Ketika digendong seperti inilah Ning Xueqin baru menyadari betapa tampannya pemuda ini, dengan sepasang alis yang tebal, hidung yang tinggi dan ramping.

Sepasang mata yang dingin dan tajam itu, belum lagi dengan bibirnya yang tipis dan agak pucat itu. Jika menjadi seorang idola maka pasti akan terkenal dan meledak di internet karena kesempurnaan wajah tanpa riasannya.

“Utusan Kekaisaran Ning memang menarik, kalau begitu aku akan melepaskanmu. “Ucap Kaisar Zhong sembari tertawa dingin.

Pemuda tampan itu bahkan tidak memperdulikan hal ini dan menepuk burung Gagak Berkaki Tiganya untuk terbang meninggalkan Kekaisaran Zhong.

Burung Gagak Berkaki Tiga Es dengan bulu bulunya yang berwarna gradasi biru muda ke putih ini benar benar sangat empuk.

Saat ini Ning Xueqin barulah merasakan rasa sakit akibat dari lukanya tadi, bahkan tubuhnya melemah karena pendarahan yang tak kunjung berhenti.

“Terima kasih telah menyelamatkanku… apakah… apakah kamu dikirim Ayahku untuk membunuhku secara diam diam? “Tanya Ning Xueqin dengan terbata bata.

Ning Xueqin ingat bahwa di cerita aslinya, putri kecil ini dibenci oleh Ayah dan kakak kandungnya karena alasan yang kompleks.

Pertama karena dirinya dianggap membawa sial yang membunuh Ibunya sendiri sejak lahir lalu kedua adalah karena dirinya tumbuh besar di Kekaisaran lain.

Jadi di dalam hati mereka, Ayah dan kakak kandungnya, dirinya tidak lebih dari seorang pengkhianat tersembunyi.

Ayah dan kakaknya berulang kali ingin membunuh Ning Xueqin dengan berbagai skema yang berbahaya. Sehingga di akhir cerita ini pun, Putri kecil ini telah dibunuh oleh Kakaknya sendiri demi mengamankan tahktanya dan menghapus kebenciannya pada Ning Xueqin.

Pemuda tampan itu hanya menatap Ning Xueqin dengan dingin dan tidak membalas apapun pada Ning Xueqin.

Ning Xueqin juga tidak berharap bahwa pemuda tampan ini akan membalas perkataannya, hanya saja jika melihat sikap dari pemuda tampan ini maka seharusnya pemuda tampan ini dikirim bukan untuk membunuhnya.

Ning Xueqin yang kehilangan banyak darah pun merasa sangat mengantuk dan tubuhnya berulang kali menggigil kedinginan.

Ning Xueqin mengerutkan tubuhnya dan mengencangkan jubah yang diberikan oleh pemuda tampan ini.

“Kakak tampan… siapa namamu? Jika aku berhasil bertahan hidup, bisakah aku bertemu denganmu lagi? “Tanya Ning Xueqin dengan suara kekanak kanakan tetapi tatapannya jernih dan kuat.

Seolah olah menunjukkan bahwa dia tidak sedang bermain main. Tetapi pada akhirnya Ning Xueqin tidak kuasa menahan kantuk yang menyerang dirinya.

“Jangan tertidur jika tidak ingin mati. “ Ucap pemuda tampan itu pada akhirnya setelah lama diam.

“Apakah kamu khawatir padaku? Aku tidak akan mati… setidaknya tidak untuk saat ini. Aku telah menunggu sangat lama… sebelum tiba di sini… “Lirih Ning Xueqin tidak sepenuhnya berbohong.

Pemuda tampan itu tidak menanggapi dan hanya duduk dengan punggung tegak lurus yang membuatnya tampak seperti seseorang yang berasal dari dunia yang lebih tinggi.

Sikap sombong dan dinginnya ini… membuat orang lain terdiam sekaligus terpukau. Ning Xueqin tiba tiba mengeluarkan rintihan kesakitan dengan dua tujuan.

Pertama adalah untuk menarik perhatian pemuda tampan ini sementara yang kedua adalah karena… memang sakit.

“Kakak tampan…. Kenapa rambutmu bisa berwarna putih? Mungkinkah karena kamu terlahir begini sejak awal?”Tanya Ning Xueqin dengan bersemangat.

Sayang sekali bahwa semangat Ning Xueqin ini hanya bertepuk sebelah tangan karena pemuda tampan ini hanya mengabaikannya seperti angin lalu.

“Kakak tampan, jika aku mati hari ini apakah kamu akan membakar kertas kuning untukku di alam baka? “Tanya Ning Xueqin tidak menyerah untuk membuat pemuda ini kembali bersuara dan berbicara lagi.

“Percaya atau tidak, jika kamu bertanya lebih banyak maka aku akan menjatuhkanmu dari sini.” Balas pemuda tampan itu dengan kesal.

Ning Xueqin melirik ke bawah dengan ngeri dan tidak bisa menahan perasaan merinding ketika membayangkan kalau dia jatuh ke bawah sana.

Pada saat itu pemuda itu mungkin akan membuat alasan kepada Ayah dan kakak kandungnya bahwa dirinya mati di Kekaisaran Zhong atau semacamnya.

Jadi Ning Xueqin segera menutup rapat mulutnya dan tidak berani berkata kata lagi. Tetapi karena dia diam, dia berubah menjadi mengantuk lagi.

Tanpa sadar dia kembali menguap dan kali ini bahkan kedua mata bulatnya sampai berair dan beberapa kali terpejam namun beberapa detik kemudian, dia terlihat memaksa matanya untuk terbuka.

Sikap Ning Xueqin seperti ini benar benar menggemaskan apalagi tubuh kecilnya itu tetapi pemuda tampan itu bahkan terlihat tidak peduli dengan Ning Xueqin dan hanya menatap Ning Xueqin dari sudut matanya.

Ning Xueqin terus menerus memaksa dirinya untuk tetap sadar sebelum akhirnya memutuskan untuk bertanya dengan sisa sisa kesadarannya.

“Kakak tampan, aku masih belum tahu namamu. Bagaimana caraku bisa mencarimu nanti? “Tanya Ning Xueqin.

Ning Xueqin tidak dapat menahan diri lagi dan memejamkan matanya sebelum akhirnya secara samar samar mendengarkan kedua kata yang diucapkan secara halus.

“Xie Guang. “

Nama ini akan dia ingat secara terus menerus bahkan sampai dia berada di ambang kematian sekalipun.

Ning Xueqin merasa bahwa dirinya tertidur dengan sangat lelap sebelum akhirnya tubuhnya menggelinding , terjatuh dari atas tubuh burung Gagak Berkaki Tiga Es itu.

“Aaaaaaa!! “

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 208 - Pasukan Bantuan

    Mei Qian dan Zilan langsung berubah menjadi waspada dan mengambil keluar senjata mereka yang sudah disiapkan di dalam kereta kuda.Ning Xueqin melirik ke sudut bangunan yang lain dan tertawa ringan, sebelum akhirnya melangkah keluar.Ning Xueqin mengangkat tangannya dan Mei Qian menyerahkan sebuah cambuk besi berwarna merah muda yang cantik dan mengerikan pada saat yang sama.“Siapa yang mengirim kalian? Bukankah kalian setidaknya harus memberitahuku sebelum kematianku?” tanya Ning Xueqin dengan polos.“Tidak perlu tahu!” jawab salah satu pembunuh bayaran dan menerjang ke arahnya.Tatapan Ning Xueqin menajam dan dirinya mulai mengayunkan cambuk besi itu, sebelumnya dia belum terlalu pandai dalam menggunakan cambuk itu.Namun bisa karena terbiasa, apalagi jika harus dibandingkan dengan pedang untuk senjata jarak dekat maka dia tidak akan pernah terbiasa.Cambuk memiliki berat yang ringan dan gerak yang fleksibel serta jangkauan yang luas, sangat cocok dengan tubuhnya yang cenderung kal

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 207 - Kepungan

    Ning Xueqin menoleh kepada Yue Long dengan senyum canggung yang tidak nyaman, karena meskipun dirinya membenci Ning Chuan namun dia tidak pernah bertindak terang-terangan.Dia merasa tidak bahagia ketika ada orang lain yang mengetahui masalah konflik internal ini namun dengan cepat menyembunyikannya.“Tidak masalah, aku akan mengurusnya.”Kemudian mereka pun segera kembali ke tujuan awal mereka bersama dengan tambahan satu orang, yaitu Li Zhen.“Terima kasih kepada Tuan Putri untuk menyelamatkanku!” seru Li Zhen.“Ya, sekarang aku ingin menawarkanmu sesuatu. Jika kamu ingin maka kamu bisa menjadi pelayanku, kamu akan membantuku bersosialisasi dengan wanita wanita bangsawan di Ibukota,” balas Ning Xueqin.Li Zhen terlihat berpikir dan berusaha untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihannya kelak.“Li Zhen akan melayani Tuan Putri… namun bisakah Tuan Putri membawa Ibuku keluar dari rumah? Jika tidak maka Ibuku pasti akan mati,”mohon Li Zhen dengan pasrah.“Itu adalah hal yang mudah,

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 206 - Hukuman

    Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan tatapan mengejek.“Aku berikan kesempatan untukmu, katakan kembali kata katamu tentang wanita tadi,” ucap Ning Xueqin.Yue Long berdiri di samping Ning Xueqin dan menonton tontonan bagus ini di dalam diam.Pejabat Li, Li Ming, dibantu oleh pelayannya untuk berdiri dan merapihkan pakaiannya lalu menatap Yue Long.“Tuan muda Yue, apa maksudnya ini? Apakah ini wanita yang datang bersama mu?” tanya Li Ming berusaha untuk memulihkan martabat terakhirnya.“Benar,” jawab Yue Long dengan ringan.Tidak ber

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 205 - Pejabat Li

    “Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 204 - Festival Lampion

    Ning Xueqin membalikkan tubuhnya dan tidak ingin diganggu lagi oleh siapapun, dia menenangkan dirinya sendiri lalu menghela napas kasar.Dia saat ini adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning yang terhormat, jika seorang Xie Guang tidak menginginkannya maka bukankah dia bisa mencari orang lain?Tidak perlu sampai mencelakai gadis baik lainnya kan seperti di drama televisi umumnya?Ning Xueqin merasa bahwa pemikiran ini terlalu konyol untuk diutarakan, hanya percintaan anak anak semata.Setelah dua atau tiga bulan, dia akan melupakannya dengan cepat dan beralih kepada pria lain yang lebih cakap.Ning Xueqin dengan cepat tertidur lelap dan melupakan semua permasalahan yang terjadi saat ini. Keesokan harinya, Ning Xueqin mendengar kabar bahwa Zilan sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan.“Tuan Putri, berdasarkan informasi yang Zilan dapatkan. Jenderal muda Xie memiliki seorang kekasih masa kecil bernama Zhu Yuezhi,” lapor Zilan.“Bukankah ini adalah putri dari pejabat yang bersalah? D

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 203 - Gadis Lain

    Mendengarkan tawaran dari Nyonya Gu ini bukan hanya Ning Xueqin yang mengalami syok melainkan putranya, Xie Guang juga mengalami kejutan.“Ibu, jangan bicara omong kosong. Pernikahan Tuan Putri bukanlah hal sembarangan,” tegur Xie Guang dengan dingin.Ning Xueqin menaikkan salah satu alisnya dan merasa, bukankah Xie Guang ini terlalu tegas? Bahkan terhadap Ibunya sendiri?Tapi semakin Xie Guang seperti ini maka semakin Ning Xueqin ingin membuatnya merasa kesal.Sebelumnya Xie Guang telah membuatnya kesal sampai hampir mati, pertama telah membohonginya akan menjatuhkannya dari burung esnya itu.Lalu juga meninggalkannya begitu saja sebelum dia sadar, juga Xie Guang menghancurkan rencana sandiwaranya di hadapan Ayahnya.Tentu saja membuatnya kesal dan ingin memberikan sedikit balas dendam pada Xie Guang.Bukan balas dendam yang kejam dan tanpa ampun, hanya saja dia merasakan kepuasan dari wajah kesal Xie Guang.“Tuan muda Xie sangat Agung, aku hanya seorang Tuan Putri yang terombang-amb

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 81 - Rebut Bendera

    Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya. Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta. Ning Xueqin tidak sulit untuk men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 75 - Qingxian

    Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 62 - Mandul?

    Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan k

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 45 - Gelisah

    Ning Xueqin lupa bahwa di tempat tinggalnya yang baru ini, hidup dan mati seorang budak sama sekali tidak berharga. Wei Luo juga tampaknya sudah tahu bahwa dirinya akan dihukum mati sejak awal sehingga tidak memberontak dan menurut saja saat dipukuli. Pada saat itu seluruh Aula Kekaisaran pun men

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status