LOGIN“Untuk apa terburu buru, bagaimana jika mencicipi teh buatanku terlebih dahulu? “ Tanya Ning Xueqin dengan lembut. Dia mengulurkan tangannya untuk menuangkan teh dari teko semalam yang sudah dingin dengan gerakan yang anggun. Sementara Nyonya Lu duduk di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan ragu, belum lagi melihat Xu Chang yang terbaring di tanah. Nyonya Lu ini bisa dikatakan seorang wanita yang cukup cerdas dan mampu membaca situasi. Tidak seperti kebanyakan wanita yang akan panik di saat kondisi terdesak, Nyonya Lu diam dan mengamati dengan seksama sebelum akhirnya bereaksi. Nyonya Lu tampaknya takut untuk diracuni sehingga tidak berani untuk menerima teh yang diberikan oleh Ning Xueqin. “Baiklah, kalau Nyonya Lu tidak mau maka mau tidak mau kita harus tiba ke pembahasan utama. “ Ucap Ning Xueqin tidak marah dan membuang cangkir itu ke tanah dengan asal asalan. Ning Xueqin menggunakan kedua tangannya untuk menopang dagunya dan menatap lurus ke arah Nyonya Lu. Di wajahny
“Tadi, saat kamu datang ada berapa orang yang berjaga di depan? “ Tanya Ning Xueqin. Zilan tampak berpikir sejenak dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. “Hanya ada dua, satu telah mati maka seharusnya hanya tersisa satu lagi. “Jawab Zilan. “ Baiklah, tidak masalah. Satu orang tidak akan mampu melawan ku. Kamu kembalilah dulu, nanti saat berita pasukan bantuan tiba. Kamu carilah Nyonya Lu dan katakan bahwa aku ingin bertemu dengannya. “Balas Ning Xueqin. “ Apakah tidak apa apa meninggalkan Tuan Putri di sini? Zilan akan menemani Tuan Putri apapun yang terjadi. “Ucap Zilan dengan keras kepala. Ning Xueqin berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya dengan ringan. “Baiklah kalau kamu ingin tinggal maka tinggallah di sini bersamaku menjaga pria tua bau tanah ini. “ Balas Ning Xueqin tidak menolak. “Terima kasih, Tuan Putri! “ Seru Zilan. Ning Xueqin dengan tenang menunggu, Xu Chang ini cukup santai di dalam kehidupannya. Putra atau putrinya tidak datang me
Ning Xueqin menyentuh meja itu dan mencoba untuk mencari cara untuk membuka meja tersebut sebelum akhirnya dia mengetuk dari bawah. Sebuah laci kecil terbuka dan menunjukkan sebuah buku. Ning Xueqin duduk di sana dan membuka buku itu. Buku itu ternyata adalah buku kas pusat milik Kediaman Xu, dengan begitu banyak emas dan harta yang tak terbatas. Di dalam sini juga terlihat bahwa Xu Chang sudah menyuplai lebih dari satu ton perak mentah ke Kekaisaran Zhong. Jika Ayahnya mengetahui hal ini maka tidak dapat dibayangkan, semarah apa Ayahnya nanti. Bukan hanya korupsi biasa melainkan juga melakukan pengkhianatan besar besaran, seluruh generasinya layak untuk dimusnahkan. Kemudian Ning Xueqin juga membaca baca nama di dalamnya yang melibatkan banyak pejabat lainnya. Terutama di bidang militer, namun tidak tertulis di sini, sebenarnya siapa yang akan menerima barangnya di Ibukota. Ibukota justru menjadi masalah yang lebih serius lagi. Menurut Ning Xueqin, masalah eksternal sudah dip
“Omong kosong! Orang bijak apa?! Tidak ada yang semacam itu. Dengarkan Ayah angkat, Xueqin. Ayah angkat akan merawatmu dengan baik dan melindungimu dari kejamnya Istana. Ayah angkat akan membelikanmu pakaian bagus dan memberikanmu banyak perhiasan emas. “ Bujuk Xu Chang. “Mengenai Nyonya Lu, aku sudah lama bosan dengannya. Aku akan menceraikannya! Aku, Xu Chang sudah akan tinggal di Ibukota, apakah aku membutuhkan seorang wanita kasar sepertinya? “ Lanjut Xu Chang. “Ayah angkat sungguh sungguh akan menceraikan Nyonya Lu? Jika begitu… maka buktikan! “Seru Ning Xueqin tiba tiba terpikirkan sebuah ide. “Buktikan? “ Tanya Xu Chang dengan heran. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan mengisyaratkan sebuah tulisan dan Xu Chang langsung paham. “Kamu ingin surat cerai? Pada saat ini Ayah angkat masih membutuhkan bantuan dari wanita jahat itu. Belum bisa menceraikannya hari ini. “ Jawab Xu Chang. “Ayah angkat benar benar tidak tulus… bukankah Xueqin bisa menyimpannya terlebih dahulu seb
Zilan menganggukkan kepalanya dan masih gugup ketika melihat ini. Namun Ning Xueqin sama sekali tidak gugup. “Bantu aku untuk merias, malam ini aku akan makan berdua dengan Xu Chang. “ Ucap Ning Xueqin. Zilan menganggukkan kepalanya dan membantunya merias wajah dan rambutnya menjadi sangat cantik. Ning Xueqin memandang pantulannya sendiri di cermin, wajah yang bulat dan ada sisi kekanak kanakan itu memancarkan kecantikan yang luar biasa. Terkadang dia akan melupakan bahwa tubuhnya masih anak anak. Di mata orang lain, dirinya tidak lebih dari seorang anak anak yang belum dewasa. Namun hal ini justru dapat menjadi keuntungan bagi dirinya, jika orang orang memandangnya sebagai anak anak maka orang lain akan meremehkannya. Jika meremehkannya maka tingkat kewaspadaan mereka akan menjadi rendah terhadapnya. Hal ini akan banyak memudahkannya untuk melakukan sesuatu. Ning Xueqin menghela napas dan setelah itu dia mengirimkan Zilan untuk menyampaikan pesannya kepada Xu Chang. Ning Xueq
“Ada apa, Zilan? “ Tanya Ning Xueqin dengan terkejut dan ingin membantu Zilan untuk berdiri namun Zilan menolak mentah mentah tawarannya. “Tuan Putri, Zilan mewakili seluruh rakyat Kabupaten Jianyue berterima kasih atas kerja kerasnya dan kasih sayang Tuan Putri. Zilan berdoa atas keberhasilan dan kesuksesan Tuan Putri. “ Ucap Zilan dengan air mata yang mengalir tanpa henti. Namun bukan karena sedih melainkan karena terlalu bahagia. Sudah puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun, Kabupaten Jianyue mengalami kemunduran dari tahun ke tahun. Setiap tahun, pajak daerah semakin naik, wabah menyebar dan bencana terus melanda Jianyue tanpa henti. Namun di bawah kepemimpinan Xu Chang yang tirani dan korup, semua ini ditutupi seolah olah tidak ada yang salah. Rakyat menderita, memakan akar dan tanah untuk bertahan hidup. Ada juga yang meninggal secara tidak adil namun tidak diberikan keadilan yang layak. Kali ini ketika mendengar bahwa Xu Chang akan digulingkan, rasa bahagia memenuhi hati
Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi
“Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,
Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem
“Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng







