Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 42 - Terluka

Share

Chapter 42 - Terluka

Author: Nyx
last update publish date: 2026-04-23 23:32:13

Ning Xueqin dan Ning Chuan saling membuang wajah ke arah lain namun tetap berpegangan erat untuk mempertahankan citra ‘kakak adik yang rukun’ itu di hadapan semua orang termasuk Ayah mereka.

Walaupun mereka yakin bahwa Ayah mereka tidak akan mempercayai akting murahan mereka ini.

Tidak lama kemudian, Mei Qian pun dipanggil ke depan dan berlutut di samping Ning Xueqin dengan gemetar.

“Jangan takut, Mei Qian. Jelaskan kepada Ayahanda apa yang sebenarnya terjadi, jika memang salah paham maka Xu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 237 - Kebaikan Tuan Putri

    Ning Xueqin melangkah mendekati gadis itu dan tentunya dalam keadaan waspada, murni karena dia tidak tahu dan tidak percaya dengan perkataan wanita di depannya ini.Balas budi? Balas budi apa? Memangnya apa kebaikan yang dia lakukan selama ini? “Balas budi mengenai apa? Aku selama ini tidak pernah berbuat baik, jadi aku tidak memahami apa perkataanmu,” tanya Ning Xueqin dengan jujur.“Tuan Putri benar-benar orang berjiwa besar, bahkan setelah melakukan kebaikan sebesar gunung pun tidak mengingatnya di dalam hati, hamba ini benar-benar kagum pada Tuan Putri,” gumam wanita di depannya lalu membuka topengnya.Di balik topeng ini terpampang wajah seorang wanita di awal dua puluh tahun yang sangat cantik dan menawan.Ning Xueqin menyipitkan matanya dan merasa bahwa penampilan wanita di depannya ini sama sekali tidak asing bagi dirinya.Dia tidak tahu pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya dimana, hingga akhirnya wanita ini mengulurkan tangannya dan menyentuh telapak tangannya.“Tuan

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 246 - Balas Budi

    Ning Xueqin dibawa ke halaman belakang hanya untuk melihat sebuah rumah bertingkat yang dipenuhi oleh banyak orang.Namun sebelum melanjutkan langkahnya, Ning Xueqin justru dihentikan oleh pelayan yang membimbingnya.Mei Qian langsung waspada namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan meminta Mei Qian untuk tetap tenang.“Tamu terhormat, halaman belakang tidak boleh dimasuki dengan membawa senjata. Harap meletakkan senjatamu di sini,” ucap pelayan itu dengan sopan.Mei Qian ingin berdebat namun Ning Xueqin segera melepaskan cambuk nya dan menyerahkannya kepada pelayan itu, Mei Qian juga melakukan hal yang sama dengan menyerahkan pedangnya.Kemudian barulah mereka melangkah masuk ke halaman belakang yang dipenuhi dengan orang-orang, ada banyak anak-anak yang bermain.“Ini adalah keluarga bos mu?” tanya Ning Xueqin.“Tidak, ini adalah pengungsi dari utara yang kehilangan tempat tinggal. Kebanyakan adalah janda dengan anaknya atau anak kecil yatim piatu, bos kami menampung semua orang da

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 245 - Kedai Wangxiao

    Mei Qian menyusul dengan napas terengah-engah dan menatap ke arah depan yang kosong tanpa ada tanda-tanda dari orang yang mereka ikuti sebelumnya.“Tuan Putri, orangnya sudah menghilang,” ucap Mei Qian dengan heran karena Ning Xueqin berhenti mengejar.Ning Xueqin menyerahkan kertas itu dan Mei Qian membacanya tapi membaca tulisan ini membuat Mei Qian semakin bingung.“Apa hubungan tulisan ini dengan menghentikan pengejaran?” tanya Mei Qian dengan kebingungan.“Tidak perlu terburu-buru, aku sudah tahu harus mengejar kemana. Mari kita kembali dan berganti pakaian terlebih dahulu, “ jawab Ning Xueqin.Ning Xueqin segera kembali ke halamannya tanpa menoleh ke belakang lagi sementara Mei Qian masih sangat kebingungan.Sesampainya di halaman, Zilan terkejut bahwa mereka telah kembali secepat ini ke sini.“Apakah tidak tertangkap?” tanya Zilan dengan kebingungan.“Tertangkap,” jawab Ning Xueqin sembari tersenyum semu.Dia melangkah masuk ke dalam rumahnya dan menanggalkan gaunnya yang inda

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 243 - Bantuan lagi?

    Ning Xueqin merasa terharu dengan kata-kata yang disampaikan oleh kedua pelayannya, meskipun mungkin tidak akan semudah yang mereka katakan.Namun mereka ada benarnya, selama masih mampu membalikkan keadaan maka mereka dilarang untuk menyerah.Lebih baik mencoba bangkit, Ning Xueqin menekan perasaan kecewa dan pasrahnya kemudian menggantikannya dengan semangat.Dia ingin melawan, dia tidak menerima takdirnya yang seperti ini. Dia juga tidak akan membiarkan orang-orang mengambil keuntungan darinya!Benar, sejak kapan dirinya menjadi begitu pasrah? Sejak kapan dia membiarkan dirinya di bawah kaki orang lain?Dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Bahkan jika pada akhirnya dia kalah pun, dia tidak akan kalah dengan memalukan.Dia pada dasarnya sudah meninggal di kecelakaan itu, tapi bukannya pergi ke Surga atau Neraka, dia justru masuk ke dalam Neraka manusia ini.Dia mendapatkan tambahan usia tujuh tahun sampai saat ini, bisa dikatakan dia cukup puas dengan kondisinya saat ini.Tib

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 243 - Kurungan

    Ning Xueqin yang sedang sibuk dengan burung barunya tiba-tiba mendengarkan kata-kata yang membuat seluruh bulu kuduknya ini merinding.Dia tahu itu adalah suara Kasim Yu, sehingga dirinya dengan cepat bangkit dan menoleh ke belakang.Dirinya memasang senyuman palsu dan menyambut Kasim Yu dengan ramah, sembari meletakkan burung itu ke dalam genggaman Mei Qian.Lalu Ning Xueqin pun berlutut untuk menerima titah yang diberikan oleh Kaisar Ning, entah kenapa dia merasakan firasat buruk mengenai hal ini.“Putriku, Ning Xueqin, sebelumnya bekerja keras untuk mendapatkan hewan spiritual, berlatih dengan tekun dan tanpa lelah. Karena itu aku memerintahkan mu untuk beristirahat selama satu tahun penuh!”Kasim Yu membacakan titah ini dalam satu tarikan napas, namun Ning Xueqin merasa bahwa titah ini sangat panjang dan lambat.Kepalanya terasa agak pusing, dirinya merasa agak mual pada saat ini. Istirahat? Merasa kasihan? Omong kosong!Itu hanya upaya untuk mengurungnya di dalam Istana yang ding

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 242 - Titah Kaisar

    Ning Chuan tentu saja tahu bahwa yang dimaksud oleh Chu Xinling tadi adalah kejahatannya beberapa tahun yang lalu, lebih tepatnya sepuluh tahun yang lalu.Ning Xueqin dan Ning Chuan sama-sama tahu bahwa hubungan mereka berdua tidak rukun seperti yang dikatakan oleh orang-orang.Hubungan mereka berdua juga didasari pada tipu muslihat dan penuh kekejaman, saling membunuh tidak akan terhindarkan.Jadi kata-kata Ning Chuan di awal tadi hanya untuk menggertak, tidak menyangka bahwa Adiknya ini bukan hanya tidak merasa takut justru mampu menggertak balik.“Kakak, aku sarankan kamu untuk lebih tenang dan sabar. Jika aku secara tidak senang mengungkit ini di hadapan Ayahanda, maka takutnya…. Kamu juga tidak akan tenang,”ejek Ning Xueqin.Ning Chuan mendengus dingin dan mengabaikan Ning Xueqin sepenuhnya, sementara Ning Xueqin menyandarkan kepalanya di lengan Ning Chuan sambil berjalan santai.“Lepaskan tanganku!” seru Ning Chuan dengan suara tertahan.“Kenapa? Bukankah kita Kakak Adik? Wajar

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status