Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 130 - Membunuh

Share

Chapter 130 - Membunuh

Author: Nyx
last update publish date: 2026-05-29 22:17:21

Ning Xueqin menyentuh meja itu dan mencoba untuk mencari cara untuk membuka meja tersebut sebelum akhirnya dia mengetuk dari bawah.

Sebuah laci kecil terbuka dan menunjukkan sebuah buku. Ning Xueqin duduk di sana dan membuka buku itu.

Buku itu ternyata adalah buku kas pusat milik Kediaman Xu, dengan begitu banyak emas dan harta yang tak terbatas.

Di dalam sini juga terlihat bahwa Xu Chang sudah menyuplai lebih dari satu ton perak mentah ke Kekaisaran Zhong.

Jika Ayahnya mengetahui hal ini m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 235 - Patah Kaki

    Mei Qian dan Zilan tidak terlalu memahami perkataan Tuan Putri mereka namun asalkan Tuan Putri sudah mengatakan begitu maka seharusnya semua akan baik-baik saja.Ning Xueqin langsung menyampaikan kepada Zilan untuk mengirimkan pesan kepada Kaisar Ning mengenai prestasi-prestasi Paman Ketiganya dan menyarankan untuk mengangkat Paman Ketiganya sebagai pejabat kelas empat.Juga menyarankan Chu Xingjun, kakak sepupunya sebagai anggota Pengawal Kekaisaran yang belakangan ini kekurangan banyak anggota.“Tuan Putri, apakah semua ini akan baik-baik saja?” tanya Zilan dengan khawatir.“Tidak apa-apa, Ayahanda akan menerima maksud baikku mengingat bahwa Ayahanda selalu ingin aku bergaul dengan Keluarga Chu,” jawab Ning Xueqin dengan senyum ambigu.“Kamu jangan bersantai lagi, Tuan Putri. Satu minggu lagi adalah waktu upacara kedewasaanmu, kekuatanmu akan diuji. Jangan sampai kamu mendapatkan hewan yang memalukan seperti tikus atau ular, “ucap Xie Guang dari belakang.Mendengar ini membuat Ning

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 234 - Kebenaran Masa Lalu

    “Bukankah kamu mengatakan kamu akan membantuku? Kenapa tiba-tiba beralih pada Kakak Pertama?” tanya Chu Xinling dengan tidak senang.“Kapan aku pernah mengatakan hanya akan membantu Paman Ketiga? Sebelumnya aku sudah memberikan ide dan memberikan cara, Paman Ketiga sendiri terlalu lambat,” jawab Ning Xueqin dengan santai.“Apa yang kamu tawarkan pada kakak pertama?” tanya Chu Xinling.“Posisi Pengawal Kekaisaran untuk kakak Xingjun, aku telah mengatakannya dengan sangat jelas sebelumnya. Paman ketiga, kamu sendiri yang terlalu lambat dalam bertindak,” jawab Ning Xueqin dengan acuh tak acuh.“Bantu aku sekali lagi, aku akan mendukungmu sepenuhnya! Aku tahu kamu membutuhkan dukungan di Istana kan?” tanya Chu Xinling dengan penuh semangat.“Benar… tergantung pada Paman apakah bisa melakukannya atau tidak…”jawab Ning Xueqin dengan ambigu.“Aku bisa melakukan apa saja untuk ini! Kamu tinggal sebutkan saja , aku yang akan melakukannya,” ucap Chu Xinling.“Benarkah?” tanya Ning Xueqin terlih

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 233- Bujukan dan Tawaran

    Tentu saja ini adalah halaman Chu Xincheng jadi Chu Xinling tidak akan bisa masuk, sekarang Ning Xueqin yakin bahwa api kebencian di hati kedua kakak beradik ini sudah menyala seluruhnya.Sebelumnya mungkin hanya gesekan gesekan kecil namun semakin ditambah oleh Ning Xueqin seperti ini maka mereka akan semakin membara.Ning Xueqin dengan sengaja mendekati kedua belah pihak, membiarkan mereka saling teradu domba dan saling berusaha untuk menjatuhkan satu sama lain.Keduanya berada di posisi rentan, Ning Chuan juga tidak ikut campur terhadap pemberian jabatan kepada mereka sehingga mereka merasa Ning Chuan mulai meninggalkan mereka.Jadi bagi orang-orang seperti mereka ini yang tidak memiliki kemampuan nyata dan hanya tahu cara untuk bergantung pada orang lain, maka ketika satu pohon dianggap tidak dapat menopang hidup mereka lagi maka mereka mau tidak mau mencari pohon lain sebagai sandaran mereka.Itulah yang diberikan oleh Ning Xueqin pada mereka. Karena itulah mereka secara membabi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 232 - Berduka

    “Apakah aku bisa menolak?” tanya Xie Guang dengan pasrah sekaligus kesal padanya.“Tentu saja tidak! Keluarga sedang berduka bagaimana kita bisa mengabaikan bakti kepada keluarga hanya untuk berlatih?” tanya Ning Xueqin berpura-pura begitu berbakti.“Aku baru tahu bahwa muridku yang baik begitu berbakti?” tanya Xie Guang dengan sarkasme.Ning Xueqin tidak membalas dan hanya terkekeh ringan menanggapi kekesalan Xie Guang, namun dia tahu jelas bahwa Xie Guang pasti tidak akan menahannya.Bahkan jika Xie Guang ingin pun dia memiliki seribu alasan untuk pergi dan tidak berlatih dengan alasan Chu Longqi meninggal ini.Ning Xueqin langsung berlari ke atas kereta kuda setelah dirinya mengganti pakaiannya dengan pakaian serba putih.Saat Ning Xueqin melangkah ke atas kereta kuda kali ini, dia sudah berbeda jauh dengan dirinya di beberapa tahun lalu.Dia kokoh dan bisa naik kereta kuda sendiri tanpa bantuan orang lain, dirinya sudah jauh lebih tinggi dari sebelumnya.Ning Xueqin segera memberi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 231 - Kematian Chu Longqi

    Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan menganggap bahwa ini mungkin sudah hukum alam bagi Kediaman Chu yang sudah melakukan banyak kejahatan.“Selidiki paman ketigaku baik-baik, jangan tinggalkan sedikitpun detail. Hingga waktunya tiba, maka mereka semua tidak akan bisa meloloskan diri,” ucap Ning Xueqin kembali datar seperti biasa.“Kamu ingin menghancurkan seluruh Kediaman Chu, apakah karena upaya pembunuhan sebelumnya?” tanya Xie Guang dari belakang.“Ya dan tidak, ya karena itu salah satu yang mempengaruhinya. Tidak karena ini juga merupakan bagian dari keegoisanku,” ucap Ning Xueqin.Xie Guang tidak menanggapi dan menatapnya, menunggunya untuk menjelaskan lebih lanjut.“Bagimu mungkin aku terlalu picik atau pendendam, meskipun mereka telah berusaha membunuhku namun itu mungkin salah paham. Bagaimanapun mereka adalah satu satunya anggota keluarga ku dari pihak ibu.”Ning Xueqin memaksakan dirinya untuk tersenyum ketika mengatakan ini namun senyumnya justru terlihat jelek.“Tapi b

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 230 - Satu Tahun

    “Jadi apa tujuanmu?” tanya Xie Guang setelah tiba di atas kereta kuda.“Aku hanya ingin melihat pertunjukan dari keserakahan manusia, mari kita lihat seberani apa Chu Xinling ini,” jawab Ning Xueqin.Xie Guang menghela napas dan sepertinya paham dengan rencana miliknya, Ning Xueqin hanya tersenyum tipis di dalam cahaya yang redup ini.“Kenapa? Terkejut bahwa aku selicik ini? Menyesal telah bekerja untukku?” tanya Ning Xueqin sambil bertopang dagu.“Tidak, aku hanya berpikir… bahwa kehidupan Kekaisaran mungkin tidak sebaik yang orang katakan,”jawab Xie Guang.“Kamu benar. Kamu lihat di antara kakakku dan aku, siapa yang tangannya tidak berlumuran darah ? Di balik kemilau emas, terdapat lumuran darah yang tidak akan bisa dibersihkan sampai puluhan tahun kemudian,” balas Ning Xueqin tertawa ringan.Namun tawanya mengandung kesedihan yang tak tertahankan, sejujurnya dia merindukan kehidupan lamanya.Hidup dengan tenang tanpa kekhawatiran, dengan dua orang tua yang menyayanginya dan seoran

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 39 - Kalah Taruhan

    Nada bicaranya dalam sekejap berubah, dari lembut dan lirih menjadi datar dan dingin seolah olah apa yang ingin dia cari sudah dia ketahui dan sisa pertunjukkannya tidak penting lagi baginya. Tapi itu tidak sepenuhnya salah karena sikap dan tindakan Kaisar Ning padanya tadi sudah menggambarkan ban

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status