Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 132 - Aku Setuju!

Share

Chapter 132 - Aku Setuju!

Author: Nyx
last update publish date: 2026-05-30 23:12:47

“Untuk apa terburu buru, bagaimana jika mencicipi teh buatanku terlebih dahulu? “ Tanya Ning Xueqin dengan lembut.

Dia mengulurkan tangannya untuk menuangkan teh dari teko semalam yang sudah dingin dengan gerakan yang anggun.

Sementara Nyonya Lu duduk di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan ragu, belum lagi melihat Xu Chang yang terbaring di tanah.

Nyonya Lu ini bisa dikatakan seorang wanita yang cukup cerdas dan mampu membaca situasi.

Tidak seperti kebanyakan wanita yang akan panik di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 146 - Mencurigakan

    Kadang kadang dia mulai berpikir, dirinya sudah tinggal di dunia ini selama lebih dari dua tahun dan banyak menyesuaikan diri. Namun perlahan lahan dia merasa bahwa perilakunya saat ini bertentangan dengan hati nuraninya sebagai seorang gadis modern.Sebagai seorang gadis modern, kekejaman semacam ini bukanlah hal yang bisa dia jumpai. Namun tinggal di sini, pembunuhan adalah hal yang biasa dan nyawa manusia tidak ada artinya sama sekali. Ning Xueqin tidak ingin membunuh sedikitpun, hanya saja orang orang bersikeras memojokkannya sampai tidak memiliki jalan keluar sedikitpun. Memaksanya untuk mengangkat senjatanya dan membunuh. Ning Xueqin juga mulai berpikir tentang kepribadian dirinya yang perlahan lahan mulai berubah. Dia mulai melupakan… bagaimana dirinya sebelum tiba di sini? Hari hari yang dijalaninya di sini selalu penuh kekhawatiran dan ketakutan. Jadi dia mulai melupakan, bagaimana caranya menjalani kehidupan tanpa kekhawatiran dan ketakutan seperti saat ini? Ning Xueq

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 145 - Kecohan

    Kemudian, mereka pun menyewa sebuah halaman rumah selama satu hari. Tidak aneh, karena ada banyak pedagang kaya yang melalui Kota ini jika ingin menuju Ibukota. Karena kebanyakan di antara mereka tidak suka berbaur dengan orang lain saat tinggal di penginapan. Atau mungkin mereka membawa rombongan besar seperti Ning Xueqin sehingga lebih nyaman untuk menyewa sebuah rumah dengan beberapa halaman. Kebetulan rumah yang disewa oleh Cheng Xu ini memiliki dua halaman utama dan dua halaman samping. Halaman utama pertama diberikan kepada Ning Xueqin dan pelayannya sementara halaman utama kedua diberikan kepada Yue Long dan pelayannya. Sisa prajurit lain tinggal di dua halaman samping itu, sudah lebih dari cukup. Satu rumah ini mungkin bisa menampung sampai lima puluh orang. Namun tidak apa apa, Ning Xueqin selalu mengutamakan keamanan dan ketenangan serta kenyamanan. Lagipula uang bukanlah masalah bagi dirinya sebagai seorang Tuan Putri… sepertinya salah, lebih tepatnya karena dana pe

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 144 - Istirahat

    Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dan hubungan yang canggung antara Ning Xueqin dengan Yue Long sama sekali tidak membaik. Justru menjadi semakin renggang dan menjauh, lebih tepatnya… Ning Xueqin yang menarik garis pembatas antara mereka berdua. Dia tidak merasa nyaman berada di dekat Yue Long ini. Karena dirinya tidak tahu niat sesungguhnya dari Yue Long ini yang sekarang berusaha untuk lebih dekat dengannya. Dia selalu waspada dan hati hati terhadap orang lain dan sikap Yue Long ini justru melanggar batas amannya. Hal ini membuatnya merasa marah dan kesal namun karena dia masih membutuhkan bantuan Yue Long di masa depan, dia menahan diri dan menjauh. Yue Long ini punya banyak akal dan tipu muslihat, Ning Xueqin tidak tahu apakah dia memiliki niat jahat atau tidak. Karena masih belum bisa mengidentifikasi niat lawan maka lebih baik menjaga jarak dan mengatur batas. Namun… untuk saat ini seharusnya mereka tidak akan menjadi musuh satu sama lain begitu cepat. Semuanya murni k

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 143 - Hinaan atau Pujian?

    Ning Xueqin tidak ragu ragu lagi dan langsung mengambil busurnya namun bukan untuk memanah melainkan mengulangi hal yang sama dengan yang dia lakukan sebelumnya. Pembunuh bayaran itu juga menyadari niat Ning Xueqin sehingga berbalik dan ingin kabur namun… semuanya terlambat. Ning Xueqin telah menjeratnya dengan tali busur miliknya dan menendang punggung pembunuh itu dengan kaki pendeknya sebagai tolakan. Pada saat itu seluruh kekuatannya dicurahkan sampai sampai buku buku jarinya memutih dan wajahnya berkerut dalam. Sementara pembunuh bayaran ini benar benar terlatih dan memberontak dengan keras. Di saat Ning Xueqin hampir saja kehilangan kendali, tiba tiba sebuah anak panah melesat dan memanah jantung pembunuh bayaran ini. Ning Xueqin menjatuhkan busurnya dan jatuh berlutut dengan napas terengah engah lalu menatap sepasang tangan kecilnya yang berlumuran darah. Pandangannya agak kabur dan napasnya kacau. Dia benar benar kelelahan dan mentalnya benar benar teruji kali ini. Bo

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 142 - Melindungi

    Tampaknya kondisi Ning Xueqin yang memiliki posisi spesial di rombongan ini telah terungkap dan pembunuh bayaran sudah tahu identitasnya. Karena para pembunuh bayaran perlahan lahan mulai beralih target, dari Cheng Xu dan para prajurit lain menjadi kepada Ning Xueqin. Mei Qian yang sudah selesai mengikat para tahanan itu segera bergerak mendekat pada Ning Xueqin dan mengangkat busurnya. Ning Xueqin tiba tiba menundukkan kepalanya dan pada saat yang sama , sebuah pisau kecil melesat di atas kepalanya. Sedikit saja terlambat akan membuat lehernya yang terpotong di sana, Ning Xueqin langsung mengisi busurnya dan memanah orang yang melemparinya pisau tadi. “Lindungi Tuan Putri, bentuk formasi! “ Perintah Cheng Xu dengan segera. Para prajurit segera mundur dan melindungi Ning Xueqin dengan hati hati, tentu saja karena telah berkumpul maka mereka dapat mengumpulkan lebih banyak kekuatan. Kemudian para pembunuh bayaran ini tentunya mencari kelemahan lain yang bisa mereka gunakan sebag

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 141 - Peringatan Keras

    Karena sudah memastikan bahwa Yue Long berada di posisi yang aman maka Ning Xueqin bisa bergerak ke medan perang langsung. Tidak pernah dia bayangkan secara langsung bahwa tibalah saatnya, dia seorang gadis berusia 10 tahun harus melindungi seorang pria dewasa.Ning Xueqin sudah sering mendengarkan bahwa para sarjana akan menghabiskan waktu dan perhatian mereka untuk belajar. Ning Xueqin tidak menyalahkan hal tersebut bahkan merasa hormat pada mereka, namun siapa yang menyangka bahwa fisik mereka sangat lemah? Bahkan tidak bisa mengangkat senjata? Jika tiba di posisi dan situasi semacam ini, apakah mereka akan berdoa dan menunggu kematian? Ning Xueqin benar benar tidak bisa setuju dengan pernyataan ini. Bagaimanapun setiap orang harus memiliki kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin setiap saat menunggu dan mengandalkan orang lain untuk melindungi? Namun hal ini tidak penting, musuh di depan mata adalah yang terpenting dari semuanya. Ning Xueqin kembali

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 7 - Papan Target

    Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 19 - Setitik Kelembutan

    Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 6 - Pelayan

    “Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 17 - Istana Selir Su

    “Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status