بيت / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 40 - Es Krim

مشاركة

Chapter 40 - Es Krim

مؤلف: Nyx
last update تاريخ النشر: 2026-04-22 23:29:41

Orang yang melihat seringaian Ning Xueqin bukanlah Su Changyue seorang melainkan Su Ming juga melihatnya dengan jelas.

Pada saat itulah Su Ming merasa merinding seluruh tubuhnya, merasa bahwa dirinya telah berhasil diintimidasi oleh seorang gadis kecil.

Ning Xueqin berbalik dan memasang kembali tampang tenang dan tak tersentuh miliknya yang sebelumnya selalu dia gunakan untuk menghadapi Ayahnya.

“Ayahanda, Xueqin meminta maaf telah membuat kehebohan. Xueqin tidak seharusnya membiarkan masala
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 297 - Kecurigaan

    Situasi menjadi hening dan orang-orang menantikan pertunjukkan bagus apa yang akan terjadi di masa depan.Ning Xueqin menyeringai ketika akhirnya mendengarkan suara kakaknya yang baik ini.“Kakak, kamu akhirnya bersuara. Tadi saat adik ini disakiti oleh orang jahat ini Kakak bahkan tidak berkomentar satu kata pun, namun saat tiba giliran Perdana Menteri Meng, Kakak menjadi begitu terburu-buru. Perdana Menteri Meng benar-benar membuatku merasa iri,” ucap Ning Xueqin terlihat cemburu dengan kasih sayang Ning Chuan.“Tuan Putri telah melebih-lebihkan nilai hamba tua ini, semua ini pastilah karena Putra Mahkota khawatir dengan situasi keseluruhan,” balas Meng Long.“Kakak sudah salah, harap Adik tidak membawanya ke dalam hati. Di masa depan Kakak akan menebusnya, namun penjahat ini harus segera dimusnahkan,” ucap Ning Chuan dengan tenang.Ning Chuan jelas berbeda dengan Meng Long, Meng Long sudah terbiasa menghadapi pemujaan dari orang lain sehingga terlalu sulit untuk menoleransi penghin

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 296 - Permintaan Maaf

    “Hambamu, Jin Qi memberi salam kepada Yang Mulia,”salam Jin Qi dengan sopan.“Sebutkan, dengan siapa saja Tuan Putri keluar dari Istana kemarin?” tanya Kaisar Ning.Jin Qi membuka halamannya dan melihat isinya sejenak sebelum akhirnya membaca isinya.“Di sini tertulis bahwa Tuan Putri keluar pada waktu pagi sebelum makan siang bersama dengan kedua pelayannya, Zilan dan Mei Qian. Lalu kembali pada waktu sore hari bersama dengan kedua pelayannya, Zilan dan Mei Qian namun ada tambahan orang lain lagi, yaitu seluruh keluarga Li,” lapor Jin Qi.Lalu Jin Qi pun menyerahkan catatan itu kepada Kasim Yu dan Kasim Yu memberikannya kepada Kaisar Ning untuk dilihat.“Buktinya sudah jelas, kedua pelayan ini jelas berbeda. Kamu menuduh dengan sembarangan, apakah tahu akibatnya?” tanya Kaisar Ning dengan tenang mengintimidasi kru kapal itu.Kru kapal itu menyadari bahwa penyamaran dan kebohongannya telah terbongkar namun menolak menyerah.“Tidak! Tidak! Hamba benar-benar tidak berbohong! Hamba tidak

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 295 - Saksi

    Hanya perlu waktu sekitar lima menit bagi Kaisar untuk tiba setelah kedatangan Ning Xueqin, sehingga perhatian orang-orang pun tidak tertuju padanya lagi.Semua orang memberi hormat kepada Kaisar Ning sementara itu Kaisar Ning membiarkan mereka untuk berdiri lagi.“Katakanlah, apa yang ingin kalian laporkan hari ini!” perintah Kaisar Ning.“Yang Mulia, hamba ingin menyampaikan dua tuntutan,” ucap Meng Long yang sudah lama diam.Ning Xueqin menoleh hanya untuk melihat Meng Long yang seperti menua sepuluh tahun dalam satu malam ini.Tidak heran, tekanan belakangan ini pasti sudah memeras seluruh energi kehidupannya. Namun Ning Xueqin justru merasa bahagia alih-alih merasa prihatin.“Katakan!”seru Kaisar Ning.“Putra hamba mengalami kecelakaan kemarin dan terjadi kekacauan yang menyebabkan lebih dari tiga puluh orang meninggal, hamba sudah memerintahkan orang-orang untuk mencari tahu lebih banyak dan menyadari bahwa hal ini mungkin direncanakan,” ucap Meng Long.“Hamba menemukan bahwa ad

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 294 - Sikap Dingin

    Ning Xueqin membiarkan dirinya untuk bersantai selama beberapa jam sebelum akhirnya menerima kabar bahwa dirinya akan dipanggil untuk ikut dalam persidangan pagi besok.“Ah… malas sekali. Apakah ini diwajibkan? Mengingat jika harus ikut maka aku harus bangun sebelum pukul lima pagi,”keluh Ning Xueqin.Zilan hanya tersenyum datar dan Ning Xueqin langsung tahu jawabannya, alias itu adalah kewajibannya.Ning Xueqin menghela napas lelah, siapa yang ingin ikut dengan rapat pagi? Ayahnya jarang sekali mengajaknya untuk mengurus hal-hal baik.Jika dirinya sampai dipanggil untuk ikut maka sudah pasti bukan urusan baik yang akan menunggunya.Paling-paling tidak jauh dari urusan Keluarga Meng dan Keluarga Li, dirinya harus menyiapkan mentalnya terlebih dahulu.Ning Xueqin menghela napas kasar sekali lagi dan akhirnya memilih untuk tidur lebih cepat daripada terus menerus meratapi nasib seperti ini.Keesokan harinya, Ning Xueqin bangun pagi-pagi sekali, bahkan sebelum pukul empat pun dia sudah b

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 293 - Kondisi Istana

    “Aku ingin kamu menjadi seperti dia di masa depan. Melupakan semua ajaran Ayahmu dan mengikutiku, Li Yun sudah mati yang tersisa hanyalah Yue Yun dan nyawamu ini adalah pemberian ku, kamu harus mengingatnya di dalam hati.”“Selain itu, ajaran pertama dariku adalah bahwa di antara perempuan dan pria, tidak ada yang lebih rendah. Semuanya setara, mereka dapat bekerja sama dan memberikan hasil yang lebih baik.”“Karena itulah aku berharap bahwa kamu bisa belajar dari kakakmu dan menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat sepertinya.”“Kamu bilang ingin menebus dosa keluargamu kan? Kematian tidak akan berpengaruh apapun pada keluarga yang dirugikan oleh Ayahmu.”“Sebaliknya kamu harus hidup dan memberikan pertanggungjawaban kepada mereka yang telah dirugikan, sama seperti yang saat ini dilakukan oleh Kakakmu, dengan begitu baru bisa disebut menebus dosa.”“Sekarang… apakah kamu mengerti dengan maksud baikku?”tanya Ning Xueqin dengan serius.Li Yun yang sekarang berganti nama menjadi Yue

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 292 - Yue Yun

    “Kamu seharusnya sudah bisa membaca kan di usia ini?” tanya Ning Xueqin.Li Yun menganggukkan kepalanya sambil menyeka ingusnya, lalu Ning Xueqin memberikan daftar kejahatan yang dilakukan oleh Li Ming.“Lebih dari seribu orang prajurit setia mati dengan sia-sia karena keserakahan Ayahmu dan komplotannya, anggaplah bahwa setiap prajurit memiliki dua atau tiga orang di keluarganya yang mengandalkan mereka untuk mencari nafkah, itu berarti Ayahmu sudah membuat lebih dari tiga ribu orang kehilangan pegangan hidup mereka,” ucap Ning Xueqin membantu Li Yun untuk berpakaian.“Berapa banyak tiga ribu orang itu? Itu lebih dari penduduk satu kota, ketika orang-orang itu menuntut keadilan, seluruh halaman Istana pun akan penuh,” lanjut Ning Xueqin.Li Yun tampak membaca itu dengan serius sebelum akhirnya air matanya jatuh lagi, dia menyerahkan kertas itu kepada Ning Xueqin.“Aku bersedia untuk dihukum mati juga bersama dengan keluargaku untuk menebus dosa Ayahku… apakah sakit?”tanya Li Yun deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status