Masuk“Bagaimana jika aku tidak ingin mengabulkan permintaanmu? Kalau begitu maka semua usahamu menyiksa diri sendiri ini menjadi sia-sia,” ucap Kaisar Ning.Ning Xueqin menekan emosinya sendiri dan memaksakan senyum di wajahnya, bukan Kaisar Ning jika tidak menyebalkan.Ini memang kesukaan Kaisar Ning untuk menyudutkan orang lain sampai ke titik dimana orang lain merasa malu dan tidak mampu mengangkat kepala lagi.“Tentu saja Xueqin yakin Ayahanda tidak akan setuju dengan mudah namun Xueqin ingat pada hari pertandingan saat itu, Ayahanda menjanjikan satu permintaan kepada Xueqin dan Xueqin belum menggunakan itu,” ucap Ning Xueqin.“Kamu yakin ingin menggunakan itu untuk menyelamatkan Xie Guang?”tanya Kaisar Ning terdengar terkejut.“Ya, Xueqin ingin menggunakannya untuk memohon keselamatan Tuan muda Xie,” jawab Ning Xueqin dengan penuh keyakinan.“Kamu yakin tidak akan menggunakannya untuk menjamin keselamatan mu sendiri? “ tanya Kaisar Ning.Ning Xueqin tertawa terbahak-bahak dengan sumba
Terlihat wajah Ning Xueqin yang pucat pasi dan tubuhnya yang agak membiru di bagian tangan dan bibirnya, karena kedinginan.“Cepat panggil tabib!” perintah Kasim Yu.Sementara Kaisar Ning terlihat membeku kala melihat seorang gadis cantik terbaring di tanah dengan lemah.Seolah-olah dia kembali ke adegan lima belas tahun lalu, di mana seorang gadis cantik yang wajahnya hampir sama dengan Ning Xueqin juga terbaring seperti ini.Terbaring dengan tubuh yang perlahan-lahan membiru karena kedinginan, namun satunya karena kekurangan darah sementara yang lain karena terguyur hujan untuk waktu yang lama.Ya, itu adalah mendiang Permaisuri, Ibu Ning Xueqin. Kaisar Ning merasa bahwa kepalanya sangat sakit dan ingatan akan masa lalu itu menghantuinya.Rasa takut akan kehilangan mendadak merayapi hatinya sehingga entah karena kerasukan apa, Kaisar Ning langsung membungkukkan tubuhnya dan menggendong putrinya.Tubuh Ning Xueqin sangat ringan hampir seringan kapas seolah-olah seluruh tubuhnya hanya
Ning Xueqin kembali fokus dengan tujuan utamanya untuk menemui Ayahnya dan memohon untuk Xie Guang.Sesampainya dia tiba di Istana Kaisar Ning, dia langsung dihalangi oleh Kasim Yu untuk melangkah lebih jauh.“Tuan Putri, harap kembali. Saat ini Tuan Putri masih dalam masa istirahat dan Yang Mulia juga sedang dalam kondisi sibuk dan tidak ingin menemui orang lain,” ucap Kasim Yu menolaknya secara langsung.Ning Xueqin tidak terkejut, jika Kasim Yu mengatakan bahwa dia membiarkannya masuk maka barulah Ning Xueqin terkejut.“Aku datang kemari hanya untuk menunjukkan bakti kepada Ayahanda, seandainya Ayahanda sedang sibuk maka aku akan menunggu di sini,” ucap Ning Xueqin.Sebelum Kasim Yu bisa menghalanginya, Ning Xueqin sudah berlutut dan memeluk keranjang kue osmanthusnya erat-erat.“Putrimu, Ning Xueqin ingin menghadap Ayahanda untuk menunjukkan bakti, mohon Ayahanda mengizinkan!” seru Ning Xueqin.“Tuan Putri… jangan seperti ini. Yang Mulia sedang dalam suasana hati yang buruk, kamu
Ning Xueqin tidak takut Ayahnya akan mengambil tindakan ekstrem terhadap Xie Guang, paling-paling hanya hukuman ringan seperti cambukan atau pukulan atau pemotongan gaji.Namun tidak dapat menjamin bahwa pihak lain akan memikirkan hal yang sama dengan Ayahnya.Mengingat bahwa Xie Guang dengan lantang menyatakan bahwa dia membela Ning Xueqin, maka kakaknya yang baik, Ning Chuan pasti akan merasa resah.Seandainya Xie Guang meninggal di penjara, Jenderal Xie juga akan mengalami depresi akibat kehilangan anak tunggalnya.Cepat atau lambat kekuatan militernya akan jatuh ke tangan orang lain, Ning Chuan pasti memikirkan hal ini.Semakin memikirkannya semakin Ning Xueqin merasa khawatir dengan kondisi keselamatan Xie Guang.Setelah Ning Xueqin selesai membuat kue osmanthus dalam dua jam, dirinya langsung mengemas kue itu menjadi dua bagian.“Kenapa harus dikemas menjadi dua bagian?” tanya Mei Qian dengan bingung.“Kita akan pergi ke penjara Istana terlebih dahulu,”jawab Ning Xueqin dengan t
“Apakah ada yang salah dengan otaknya? Aku hanya ingin membantu dan dia menolakku dengan begitu kasar?” tanya Ning Xueqin merasa tidak terima.“Mungkin Tuan muda Xie hanya mengkhawatirkan Tuan Putri jadi merasa kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Tuan Putri?” tanya Zilan dengan ragu.“Mungkin juga Tuan muda Xie sudah mengikhlaskan Nona Zhu dan beralih kepada Tuan Putri? Baru menyadari bahwa Tuan Putri sangat cantik dan jatuh hati?” tanya Mei Qian sambil membayangkan dengan penuh semangat.Ning Xueqin tertawa pahit ketika mendengarkan candaan ini, tidak dapat dipungkiri bahwa dia memang agak mengharapkan ini namun semuanya sudah usai.Dia akan fokus dengan jalannya sendiri, lagipula perasaan Xie Guang pada Zhu Yuezhi tak terbantahkan.Hari-hari berlalu dengan cepat, satu minggu sejak kedatangan Xie Guang telah berlalu dan pada saat ini tidak ada satupun orang yang mendatangi kediaman Ning Xueqin sehingga dia menjadi sangat santai.Di saat Ning Xueqin sedang melakukan rutinitasny
“Kamu sudah kembali.”Tepat saat dirinya melompat ke dalam halamannya, suara pria terdengar di sampingnya yang membuat Ning Xueqin terlompat.Ning Xueqin segera menoleh dan melihat seorang pemuda dengan rambut putih dan mata biru yang tajam sedang menatapnya dengan dingin.Setelah melihat siapa yang datang, Ning Xueqin pun sontak langsung menjadi rileks dan dengan santai melepaskan penutup wajahnya.“Apa yang membuat Tuan muda Xie datang kemari? Apalagi sampai menerobos kediaman Tuan Putri?” tanya Ning Xueqin dengan santai.“Seharusnya hamba yang bertanya kepada Tuan Putri, apa yang Tuan Putri lakukan dengan pakaian serba hitam seperti ini?” tanya Xie Guang masih dingin dan datar seperti sebelumnya.“Apakah ini sudah saatnya kamu mengurusi urusan atasanmu? Apakah ini sikap dari seorang bawahan yang berbakti?” tanya Ning Xueqin kembali balik bertanya.Lalu Ning Xueqin melihat Zilan yang berdiri sambil menundukkan kepalanya tampak cemas dan merasa bersalah.“Maafkan hamba Tuan Putri! Zi
Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir
Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh
Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja
Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp







