Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 264 - Li Zhen

Share

Chapter 264 - Li Zhen

Author: Nyx
last update publish date: 2026-10-06 23:08:49

Setelah Zhen Ming pergi, semuanya tidak berakhir di sini karena tidak lama kemudian Zilan kembali namun tidak sendirian juga melainkan bersama dengan sesosok gadis yang belakangan ini jarang dilihat oleh Ning Xueqin karena kesibukannya, Li Zhen.

Nona Li dari Kediaman Pejabat Li kini bekerja di bawah pengaruhnya dan hidup dengan damai bersama dengan Ibunya yang telah bercerai dengan Li Ming.

Keduanya membantu Ning Xueqin untuk mengelola toko dan mengatur keuangan milik Ning Xueqin, terutama kare
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 266 - Tamu Tak Terduga

    Zhen Lingyu ini… bukankah terlalu murah hati? Seratus ribu tael emas diberikan begitu saja padanya?Belum lagi itu adalah uang maharnya, mahar seorang perempuan yang menikah sama dengan jantungnya.Bagaimanapun uang mahar itu akan menjadi perbekalannya di keluarga suaminya kelak, bagaimana bisa diberikan kepada orang lain.Setelah tersadar, Ning Xueqin langsung menggelengkan kepalanya dengan keras dan mendorong kotak itu kembali ke dalam pelukan Zhen Lingyu.“Lupakan saja, aku akan mencari cara lain. Jangan sampai menggunakan uang maharmu, kamu harus menyimpannya dengan baik,” ucap Ning Xueqin.“Tidak! Aku tidak menggunakannya selama ini karena tidak butuh, kebutuhanku terpenuhi di Istana ini dan aku tidak perlu menghibur hati siapapun di Istana ini jadi uang-uang ini tidak terpakai,” seru Zhen Lingyu memaksa Ning Xueqin menerimanya.Ning Xueqin tetap menggelengkan kepalanya dan menutup peti itu lalu menaruhnya di atas meja.“Meski dulu tidak terpakai, di masa depan belum tentu. Masa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 265 - Kedatangan Zhen Lingyu

    Kemudian Li Zhen pun segera kembali ke toko untuk mengawasi toko, seharusnya Ning Xueqin tidak memiliki tamu lagi namun tiba-tiba Zilan mengatakan bahwa ada tamu tambahan yang ingin menemuinya kali ini.“Tuan Putri, Selir Mulia Zhen datang berkunjung,” lapor Zilan.“Benarkah? Aku akan segera menyambutnya ke depan!” seru Ning Xueqin dengan antusias berlari ke depan untuk menyambut Zhen Lingyu.Sesampainya di depan, dia melihat Zhen Lingyu yang duduk di atas tandunya. Ning Xueqin membuka pintu dan membiarkan Zhen Lingyu masuk.“Silakan masuk, Selir Mulia Zhen yang terhormat,” sapa Ning Xueqin dengan sopan memberi salam.“Omong kosong apa yang kamu bicarakan gadis kecil?” tanya Zhen Lingyu turun dari tandunya.“Kakak Lingyu, apa yang membawamu kemari?” tanya Ning Xueqin membuang semua sikap pura-puranya.“Tabib Kekaisaran Qiu mengatakan bahwa kamu masih sakit namun sekarang aku melihat bahwa kamu baik-baik saja,” ucap Zhen Lingyu sambil memegang pipinya.Ning Xueqin dengan pasrah membiar

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 264 - Li Zhen

    Setelah Zhen Ming pergi, semuanya tidak berakhir di sini karena tidak lama kemudian Zilan kembali namun tidak sendirian juga melainkan bersama dengan sesosok gadis yang belakangan ini jarang dilihat oleh Ning Xueqin karena kesibukannya, Li Zhen.Nona Li dari Kediaman Pejabat Li kini bekerja di bawah pengaruhnya dan hidup dengan damai bersama dengan Ibunya yang telah bercerai dengan Li Ming.Keduanya membantu Ning Xueqin untuk mengelola toko dan mengatur keuangan milik Ning Xueqin, terutama karena Ning Xueqin sama sekali tidak berpengalaman dalam bidang ini.Jadi bantuan Li Zhen dan Ibunya, Nyonya Yu sangatlah berharga bagi Ning Xueqin terutama dalam waktu empat tahun belakangan ini.Karena itulah Ning Xueqin berani menjanjikan lima puluh ribu emas setiap bulannya untuk menyokong kebutuhan perang ini.Karena dia sendiri memiliki pegangan dan tidak akan mengandalkan faktor keberuntungan untuk menjamin kehidupannya sendiri.Li Zhen tidak datang dengan tangan kosong melainkan membawa setu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 263 - Ketulusan Zhen Ming

    “Aku memanggilku kemari bukan karena kamu membuat ulah melainkan untuk memberikanmu penghargaan,” ucap Ning Xueqin.Ning Xueqin mengangkat tangannya dan Mei Qian meletakkan sebuah peti kecil di atas tangannya dan Ning Xueqin memberikannya kepada Zhen Ming.Zhen Ming menerima peti kecil itu lalu membuka isinya lalu melihat beberapa lembar kertas di dalamnya.“Apa maksudnya semua ini? Aku tidak kekurangan semua ini,” tanya Zhen Ming sambil mengerutkan dahinya.Ning Xueqin tidak tersinggung dan menatap surat akta tanah dan beberapa ratus tael emas itu yang berada di tangan Zhen Ming.“Sebagai Tuan muda tunggal dari Kediaman Zhen, kamu tentu saja tidak kekurangan hal semacam ini namun aku benar-benar tidak tahu harus membalasmu apalagi, aku hanya bisa memikirkan ini,” ucap Ning Xueqin dengan pasrah.“Apa maksudnya? Bisakah kamu mengatakannya dengan jelas? Aku tidak terlalu paham,” tanya Zhen Ming.“Kamu pasti sudah mendengar kabar yang beredar belakangan ini di Istana bahwa aku akan seger

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 262 - Beban Hati

    “Tuan Putri, kamu sudah sembuh?! Sudah berapa lama?!” tanya Mei Qian dengan penuh keterkejutan dan antusias.Mei Qian berlari untuk memeluk dirinya sementara dirinya membalas pelukan itu dengan hangat.“Saat kalian pergi tadi, rasa sakit di mataku sudah menghilang sepenuhnya. Aku bisa melihat sedikit dari balik kain tipis ini jadi aku memutuskan untuk melepasnya,” jawab Ning Xueqin dengan jujur.“Tuan Putri, benar benar ajaib! Kemarin siang masih dalam keadaan buruk sampai-sampai membuat Tabib Kekaisaran Qiu cemas, namun hari ini sudah sembuh sepenuhnya, ini benar-benar keajaiban ilahi!” seru Mei Qian dengan antusias.Ning Xueqin tertawa terbahak-bahak kala mendengarkan pernyataan Mei Qian yang berlebihan ini.Mendengar pernyataan Mei Qian ini akan membuat orang mengira kalau dirinya adalah orang suci padahal tidak sama sekali.“Mungkin benar kata Tabib Kekaisaran Qiu bahwa beban hati harus dilepas baru bisa mencapai kesembuhan, aku baru saja melepasnya hari ini,” ucap Ning Xueqin den

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 261 - Sembuh

    “Ini hanya barang milikku yang aku keluarkan dari gudang, aku bangun lebih awal dari kalian jadi duduk di sini untuk menikmati cahaya matahari,” bohong Ning Xueqin.Zilan dan Mei Qian sontak mendongak dan melihat matahari yang bahkan belum menampakkan diri sama sekali.Jelas bahwa Ning Xueqin menutupi sesuatu namun enggan untuk mengatakannya kepada mereka jadi mereka tidak bertanya lebih jauh lagi.“Mei Qian, sampaikan kepada Kedai Wangxiao bahwa aku akan memulai tindakanku. Zilan, panggil Nona Li kemari, aku akan berhitung dengannya,” ucap Ning Xueqin dengan tenang.“Tuan Putri, apa yang kamu rencanakan? “ tanya Mei Qian dengan penasaran.“Tindakan perlawanan.”Ning Xueqin menyeringai kala mengucapkan hal ini, dia sudah diam terlalu lama bahkan sampai mengizinkan Ning Chuan menginjak kepalanya sesuka hati.Sudah saatnya dia bangkit dari keterpurukan dan membalas semua yang dilakukan Ning Chuan padanya.Memfitnahnya? Mengasingkannya? Dan sekarang ingin menjodohkannya pada pria yang us

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status