Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 50 - Membunuh

Share

Chapter 50 - Membunuh

Author: Nyx
last update publish date: 2026-04-26 23:32:18

Berkat peringatan lebih awal dari Mei Qian, Ning Xueqin berhasil menundukkan kepalanya dan menghindari serangan tersebut namun tidak bisa dikatakan sepenuhnya menghindari karena dirinya justru terkena sebuah serangan di bagian punggungnya karena hal ini.

Sebuah luka terbuka yang besar di punggungnya justru terlihat dan hal ini membuat dirinya meringis.

Lalu pandangannya pun mulai berpendar dan dirinya agak kehilangan kestabilannya saat berdiri karena rasa sakit yang menyengat itu.

Namun pada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 221 - Ditolak

    Baru memikirkannya saja dan Ning Xueqin sudah merasa bahwa dirinya hampir muntah memikirkan sikap Zhen Ming ini.Belum lagi ada yang lebih parah dari Zhen Ming ini, dia adalah seorang pria genit yang sudah memiliki lebih dari enam selir di halaman rumahnya.Membayangkan ekspresi jijik Zhen Lingyu saat menceritakan sepupunya ini membuat Ning Xueqin kembali teringat.Pemuda semacam ini pasti akan sanhat arogan, biarkan dia melihat sebenarnya seperti apa wujud asli dari Tuan muda Zhen ini.Selang satu jam sejak Ning Xueqin menyatakan undangan kepada ketiga Tuan muda yang ternama itu, sudah ada tamu yang datang.Orang yang pertama datang ternyata bukanlah ketiga Tuan muda yang dia undang melainkan Selir Mulia Zhen yang duduk di atas tandu.“Xueqin menyapa Selir Mulia Zhen!” sapa Ning Xueqin dengan antusias.Zhen Lingyu turun dari tandunya dan menarik telinga Ning Xueqin yang membuat Ning Xueqin mengadu kesakitan.“Aduh… apa yang terjadi? Apa sebenarnya salahku, Kakak Lingyu?”tanya Ning Xu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 220 - Guru muda

    Di saat Ning Xueqin sedang bersantai-santai dan menikmati hari santainya yang langka ini, tiba-tiba Kasim Yu datang menemuinya dan menyampaikan pesan yang dikirimkan oleh Ayahnya.“Tuan Putri, mengenai pengawal pribadi Tuan Putri, Yang Mulia menyarankan Tuan Putri untuk memilihnya sendiri,”pinta Kasim Yu membawa gulungan kertas.Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan mengambil gulungan kertas itu lalu melihat isi di dalamnya tanpa basa basi.“Selain itu Yang Mulia melihat bahwa Tuan Putri memiliki bakat bela diri dan ingin Tuan Putri memilih seorang guru muda sekaligus pengawal pribadi agar pada usia lima belas, Tuan Putri bisa mencoba untuk memiliki hewan spiritual pribadi,” lanjut Kasim Yu.Ning Xueqin tidak membalas dan langsung membaca isi di dalam gulungan kertas itu, ada sejumlah nama yang sudah ditentukan oleh Ayahnya.“Singkat saja, siapa di antara mereka yang bisa melampaui Xie Guang?” tanya Ning Xueqin menutup gulungan kertas itu.Wajah Kasim Yu berubah menjadi seputih kertas

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 219 - Gelang Emas

    Ning Xueqin tidak sadarkan diri selama tiga hari lamanya dan ketika dia bangun, hampir tidak ada yang salah dengannya. Lukanya sudah mengering dan akan baik-baik saja, raut wajahnya juga jauh membaik dibandingkan dengan sebelumnya.Wajahnya ceria dan penuh dengan semangat, sementara dirinya tidak tahu bahwa Xie Guang datang untuk menjenguknya tiga hari yang lalu.“Tuan Putri, hamba ingin melaporkan satu hal kepada Tuan Putri,” ucap Zilan sambil berlutut.“Kenapa berlutut? Bicaralah sambil berdiri,” balas Ning Xueqin dengan terkejut.Zilan menolak untuk berdiri dan menyampaikan ucapannya yang dia katakan kepada Xie Guang tiga hari lalu tanpa ada yang diubah sedikitpun.Raut wajah Ning Xueqin sedikit berubah namun dengan cepat kembali menjadi santai lagi seolah-olah itu bukan masalah besar.“Bangunlah, kamu telah melakukan hal bagus. Ada bagusnya juga seperti ini jadi kami tidak perlu membuat hubungan yang tidak jelas antara musuh dan teman seperti sebelumnya,”balas Ning Xueqin.“Apakah

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 218 - Dicampakkan

    Kemudian Mei Qian pun menceritakan seluruh kejadian yang terjadi sejak pertemuan dengan Yue Long termasuk pertemuan mereka dengan Nona Li.Kaisar Ning mendengarkan ini dan menghela napas, selama menjadi anggota Kekaisaran maka selalu akan ada peluang untuk mendapatkan kesempatan ini.“Apakah sudah diselidiki?” tanya Kaisar Ning.“Saat ini sedang diselidiki oleh Tuan muda Xie,” jawab Zilan.Kaisar Ning menganggukkan kepalanya dan mengirimkan perintah untuk menambah orang yang menyelidiki ini namun tetap membiarkan kasus ini teredam agar tidak terlalu menarik perhatian lawan.Di sisi lain, Xie Zhong dengan pakaian resminya kembali lagi ke Kediamannya dengan wajah kecewa.“Kenapa? Bukankah Yang Mulia sedang mengadakan rapat dadakan untuk situasi perbatasan?” tanya Nyonya Gu dengan kebingungan.“Kondisi Tuan Putri menjadi semakin parah, tabib mengatakan bahwa dia tidak sadarkan diri dan saat ini saja sudah enam ember air bercampur darah yang dibawa keluar dari kamarnya,” jawab Xie Zhong.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 217 - Pingsan

    Sementara di sisi lain, Mei Qian terlihat mencari-cari Xie Guang sampai akhirnya dia menemukan Xie Guang yang sedang duduk di batu halaman belakang.“Tuan muda Xie, hamba ini datang membawa pesan dari Tuan Putri,” sapa Mei Qian dengan datar.Meski Tuan Putrinya tidak mengatakan apapun, namun sudah jelas bahwa Tuan Putrinya pasti mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan selama tinggal di Kediaman Xie.Xie Guang tidak membalas hanya menatap Mei Qian dan menunggu perkataan Mei Qian.“Tuan Putri mengatakan bahwa dia akan menunggu laporan hasil penyelidikan pembunuh bayaran yang menyerangnya. Tuan muda Xie dapat menyerahkan hasil penyelidikannya kepada biro resmi Kekaisaran,” ucap Mei Qian.“Lalu… Tuan Putri juga ingin meminta maaf karena telah mengganggumu, jadi Tuan Putri kembali terlebih dahulu,”lanjut Mei Qian.Wajah Xie Guang berubah menjadi agak terkejut ketika mendengarkan perkataan Mei Qian.“Tuan Putri sudah kembali? Bukankah Tuan Putri berjanji akan menikmati makan bersama dengan

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 216 - Benci

    Lalu pandangannya beralih ke pohon tempat ayunan ini menggantung dan secara tidak sengaja membaca satu kata kata yang agak memukul hatinya.Yaitu, kata kata pudar berbentuk ‘zhizhi', tidak sulit untuk menebak siapa pemilik nama ini.Mengingat bahwa tidak ada satupun orang di Kediaman Xie ini yang memiliki nama Zhi di dalam nama mereka maka ini hanya bisa merupakan nama Zhu Yuezhi.Tidak heran, Xie Guang dengannya adalah teman masa kecil yang tumbuh bersama. Mengukir nama di pohon yang mereka tanam bersama, bagaimana rasanya ? Ning Xueqin tidak dapat mengatakan apapun, dia turun dari ayunannya dan tiba-tiba merasa tidak bersemangat lagi.Dia tidak tahu apa yang salah dengan dirinya, namun melihat hubungan Xie Guang dengan Zhu Yuezhi ini membuatnya merasa tidak nyaman.Ayunan ini juga bukannya ayunan bagus yang tiada harganya, Ayahnya baru saja membuatkannya sebuah ayunan yang sangat indah.Jika dia menginginkannya maka biarkan dia bermain saat pulang nanti, Ning Xueqin melangkah pergi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 131 - Pasukan Datang

    “Tadi, saat kamu datang ada berapa orang yang berjaga di depan? “ Tanya Ning Xueqin. Zilan tampak berpikir sejenak dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. “Hanya ada dua, satu telah mati maka seharusnya hanya tersisa satu lagi. “Jawab Zilan. “ Baiklah, tidak masalah. Satu orang tidak aka

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 120 - Jalan Jalan

    Zilan tampak berusaha mengingat ngingat tambang apa yang sebenarnya ada di Kabupaten Jianyue. “Tambang biji besi. “ Ucap Zilan dengan yakin setelah berpikir sejenak . “Kamu yakin? “ Tanya Ning Xueqin dengan wajah menggelap. Dirinya berpikir bahwa yang ada di sini mungkin tambang emas atau tamban

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 90 - Jawaban

    Kaisar Ning yang tidak pernah mengurus langsung anak anaknya ini tiba tiba merasa bingung dan pusing. “Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. “Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya namun tangisannya tidak bisa langsung dihentikan. Setelah lewat beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status