Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 51 - Perang Batin

Share

Chapter 51 - Perang Batin

Author: Nyx
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-26 23:32:36

Tidak perlu diragukan lagi, pria itu tentu saja langsung mati terkapar di tanah tanpa daya dan tanpa nyawa.

Mei Qian tidak berhenti di sana saja dan menyerang orang lain yang tersisa dengan seluruh kekuatan terakhirnya dan membunuh orang itu dengan seluruh kemampuannya.

Sementara pada saat yang sama, pria yang dijerat oleh Ning Xueqin dengan busur ini juga berhenti meronta ronta dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Namun Ning Xueqin seolah olah terpaku dan tidak bisa melepaskan pria
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 286 - Ruangan Rahasia

    “Serang dia!” teriak Li Ming menunjuk Ning Xueqin.Ning Xueqin terkekeh ketika melihat selusin pengawal datang ke arahnya, dirinya menarik pedang yang sudah disiapkannya sejak tadi.Lalu melesat ke depan dan menyerang, Ning Xueqin tidak melupakan sedikitpun ajaran dari Xie Guang selama ini.Pandangan matanya fokus, serangannya ringan dan cepat namun tetap presisi. Menyerang titik vital orang lain tanpa membuat tenaga untuk hal sia-sia.Karena dirinya sadar sebagai perempuan, tenaga fisiknya tidak sebanyak laki-laki jadi dia tidak bisa membuang-buang tenaganya yang berharga.Setiap serangannya hanya satu kali namun menyasar pada titik vital seperti, kepala, leher dan jantung.Memastikan bahwa musuhnya mati dalam satu serangan darinya, dia sudah melatih ini siang dan malam selama empat tahun dan baru memiliki kesempatan untuk mempraktekkannya secara nyata hari ini.Dengan bantuan Mei Qian, selusin pengawal ini bukan apa-apa. Dalam waktu lima menit, tujuh di antaranya sudah meninggal.Se

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 285 - Bukti Kejahatan

    Ning Xueqin dan rombongannya tiba di daratan dan pada saat itu mereka dengan cepat berbaur di dalam kerumunan sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam kereta kuda milik mereka.Pada saat ini orang-orang di daratan masih belum menyadari apa yang salah, atau apa yang terjadi pada kapal yang ditumpangi oleh anak-anak nakal itu.Namun Ning Xueqin menebak bahwa dalam dua sampai tiga jam, kabar ini pasti akan segera diketahui oleh orang-orang.Sebelum itu, dirinya harus membuat pengalihan terlebih dahulu. Pada saat itu senyum muncul di wajahnya.Tidak menyangka bahwa keberuntungan berada di pihaknya, bahkan sangat menguntungkannya.Dia tidak perlu melakukan apapun, hanya menonton dan memotong jalan keluar mereka sepenuhnya.Lebih lucu lagi bahwa kapal semewah itu hanya ada satu kapal kecil cadangan yang akhirnya dibawa lari oleh Ning Xueqin.“Tuan Putri, kita harus kemana sekarang?” tanya Mei Qian.Ning Xueqin tersenyum dan menunjuk Kediaman Li, kereta kuda milik Ning Xueqin berhenti di depa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 284 - Melarikan Diri

    “Nona, pemuda ini terlatih dan sudah pasti pernah membunuh sebelumnya. Gerakannya terampil dan dia tidak terkejut sama sekali ketika harus menghadapi darah, “ bisik Mei Qian mengawasi pemuda ini dengan waspada.“Benar, kemungkinan besar adalah mantan pengawal atau mungkin mantan pembunuh bayaran?” tanya Ning Xueqin tidak terkejut.“Orang ini pasti berbahaya, hampir setengah orang di awak kapal sebelumnya adalah dia yang membunuhnya. Dia sangat agresif dan serakah, dia mungkin tidak berniat baik,” jawab Mei Qian.“Tidak berniat baik? Itu mungkin juga tidak buruk,” balas Ning Xueqin tersenyum tipis.Mei Qian tidak mengerti dengan kata-kata Ning Xueqin yang menyimpan banyak teka-teki namun Mei Qian percaya pada penilaian Ning Xueqin.Ning Xueqin mengamati dalam diam di saat pemuda itu menerima uang dari Meng Yong dan langsung menyimpannya dengan segera.Pada saat yang sama Zilan keluar dan kembali ke sisinya, pemuda itu langsung melanjutkan perjalanan setelah berterima kasih pada Meng Yo

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 283 - Pertarungan Awak Kapal

    “Kapal akan mulai berlayar! Harap Tuan muda dan Nona terhormat bisa berpegangan dengan erat!” seru nahkoda dari ruang kendali.Semua orang bersorak sorai dengan antusias sementara Ning Xueqin duduk di tepi dan membiarkan angin menerpa wajahnya.Pemandangannya memang bagus namun tatapannya tertuju pada seorang pemuda yang dikerubungi oleh banyak orang.Itu adalah Meng Yong, putra tertua Meng Long. Senyum Ning Xueqin menjadi semakin lebar, bahkan sampai membuat kedua pelayannya bergidik ngeri.Mereka duduk santai dan berbaur dengan orang-orang, seandainya ada salah satu di antara mereka yang lebih pandai mengamati seseorang maka pasti akan menyadari keberadaan Ning Xueqin.Orang-orang yang lebih cerdik akan mengingat wajah Mei Qian dan Zilan, bagaimanapun kebanyakan anak muda di sini pasti sudah pernah datang ke Istana dan bertemu dengannya.Bagaimana bisa mereka tidak mengenalinya? Bahkan jika ada beberapa yang mengenali pun mereka mungkin merasa tidak percaya.Bagaimanapun Ning Xueqin

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 282 - Wisata Musim Dingin

    Ning Xueqin tertawa ringan ketika mengatakan semua ini, dia tiba-tiba menjadi sangat bahagia pada saat ini.Kakaknya yang baik itu, selalu cerdas sepanjang hidupnya dan berpikir untuk mengendalikan segala sesuatu di dalam genggamannya.Namun siapa yang menyangka bahwa situasi dapat berbalik? Semua ini berkat mimpi pada hari itu.Jika dia tidak memimpikan halaman terakhir dari cerita ini maka dia tidak akan tahu bahwa Meng Zhenzhu berselingkuh dengan Ning Chuan.Lagipula orang normal pun akan kesulitan untuk menebak adanya perselingkuhan di antara dua orang itu.Memang usia mereka tidak terpaut jauh namun dari sisi sosial dan status kekeluargaan… mereka cukup jauh.Satu hal yang di luar prediksinya adalah Ayahnya juga tahu tapi memilih untuk bungkam dan berpura-pura tidak tahu.Namun tidak masalah, karena sudah sama-sama tahu maka semuanya akan berubah menjadi jauh lebih mudah untuk dikendalikan.Ning Xueqin tersenyum dengan ceria dan memasang wajah bersemangatnya seperti dahulu kala l

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 281 - Siapa yang Lebih Unggul?

    “Jika memang seperti itu maka bisa dikatakan kalau kamu lebih layak dibandingkan Kakakmu, aku tidak keberatan untuk mendukung orang yang lebih berbakat,” ucap Kaisar Ning dengan ringan.Pupil Ning Xueqin membesar namun hanya sangat sebentar sebelum akhirnya kembali seperti biasa, hanya saja senyumnya menjadi lebih lebar.Sampai-sampai matanya tidak terlihat lagi dan membentuk satu garis melengkung yang terlihat menggemaskan.“Ayahanda telah mengatakannya maka kamu tidak bisa mengingkarinya di masa depan , jangan sampai kamu menyesal telah mengatakan hal ini di masa depan!” seru Ning Xueqin sebelum akhirnya melangkah pergi.Terlihat bahwa Zilan dan Mei Qian yang mendengarkan percakapan Ning Xueqin dan Kaisar Ning dari luar saat ini sedang syok berat.Tidak ada di antara mereka yang berani membuat tebakan liar bahwa Kaisar sebenarnya sudah mengetahui perselingkuhan Meng Zhenzhu dengan Ning Chuan.Namun bagi Ning Xueqin hal ini justru tidak aneh sama sekali mengingat bahwa sebenarnya sel

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status