Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 55 - Kebakaran

Share

Chapter 55 - Kebakaran

Author: Nyx
last update publish date: 2026-04-27 23:02:23

Mei Qian yang polos ini justru mengikuti seluruh perintah dengan patuh sebelum akhirnya selesai dan baru saja ingin menoleh pada Ning Xueqin dan bertanya perintah selanjutnya.

Ning Xueqin telah menariknya ke belakang dan melemparkan sebuah korek api dari tabung bambu ke arak yang dituang oleh Mei Qian.

Api pun mulai merambat dan menelan rumah Ning Xueqin, api yang semula kecil itu justru semakin lama semakin membesar.

“Tuan Putri, apa yang kamu lakukan? “ Tanya Mei Qian dengan terkejut.

“Ha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 171 - Ramalan

    “Apa yang ingin ku lakukan ? Tidakkah kamu sudah terpikirkan sendiri di dalam hatimu? “Tanya Ning Xueqin dengan lembut meraih wajah Selir Su. Namun Selir Su dengan kasar menghempas tangannya namun Ning Xueqin juga tidak marah atau mengamuk. “ Kamu dan aku sekarang berada di pihak yang sama, orang bijak berkata bahwa tidak ada musuh abadi di dunia ini. Selama memiliki tujuan yang sama, kita bisa menjadi rekan. “Ucap Ning Xueqin. “Kamu ingin menjadi rekanku? Hal apa yang bisa kamu lakukan untukku? “ Tanya Selir Su dengan serius. “Banyak hal yang bisa aku lakukan untukmu, Selir Su. Salah satunya adalah membawa kejayaan mul kembali. “ Bisik Ning Xueqin. “Apa keuntungan mu membantuku seperti ini? Aku tidak percaya bahwa kamu membantuku tanpa alasan.” Ucap Selir Su. “Tentu saja… Aku ada alasan tersendiri. Aku berpikir tidak buruk bahwa ada kamu sebagai Selir Agung yang menstabilkan posisi, dengan begitu maka kekuatan akan seimbang. “Balas Ning Xueqin. “ Apa yang kamu inginkan sebagai

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 170 - Kuil Yulian

    Kuil Yulian berada di tempat paling terpencil di lingkungan Istana dan tidak ada banyak orang yang melewatinya. Ning Xueqin sampai bisa merasakan hawa dingin yang ada di sekitar sini karena suasana yang mencekam. “Tuan Putri, apakah kamu yakin untuk masuk ke dalam Kuil Yulian? “ Tanya Mei Qian dengan ragu. Ning Xueqin tidak menjawab dan mengulurkan tangannya untuk membuka Kuil Yulian. Di dalamnya ada seorang wanita dengan gaun putih polos dan rambut tergerai bebas, bertelanjang kaki sedang duduk di tanah sambil membaca kitab. “Tidak menyangka bahwa Selir Su adalah seseorang yang sangat berbakti. Bahkan bisa menenangkan diri di kondisi seperti ini. “Ucap Ning Xueqin dengan lembut. Selir Su terlihat berhenti membaca dan berbalik lalu menatap Ning Xueqin dengan tatapan tajam. “Ning Xueqin, apakah kamu berpikir bisa memprovokasi ku di sini? “ Tanya Selir Su dengan tajam. “Tentu saja tidak, Selir Su adalah seseorang yang berpengalaman. Bagaimana mungkin aku bisa memprovokasi mu? “

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 169 - Kesamaan

    “Namun, seorang Tuan Putri seharusnya memiliki temperamen yang lembut sehingga sikap Tuan Putri ini takutnya agak… melanggar norma. “Kritik Yue Long. “ Tidak apa apa untuk berbeda, kamu pergilah dulu. Kali ini kamu melakukan jasa besar, kamu pasti akan diberi hadiah yang memuaskan! “Seru Kaisar Ning. “ Terima kasih, Yang Mulia. “Balas Yue Long dan melangkah keluar. “Yang Mulia, Tuan Putri meski tidak sesuai dengan norma namun memiliki gambaran dari masa muda Yang Mulia. Seperti yang orang bijak katakan bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. “ Ucap Kasim Yu sembari memijat Kaisar Ning. “Kamu benar, dia memang agak mirip sepertiku. Pemberani dan tegas, tidak takut pada apapun. Yu Qin, kamu sudah berapa lama mengikutiku? “ Tanya Kaisar Ning sembari memejamkan matanya. “Hamba telah mengikuti Yang Mulia sejak Yang Mulia berusia tiga tahun, berarti sudah hampir lima puluh tahun hamba mengabdi kepada Yang Mulia. “ Jawab Kasim Yu sambil mengingat ngingat. “Apakah kamu masih ing

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 168 - Kesan

    “Note : Chapter 167 terjadi kesalahan upload dan sedang di revisi, mohon pengertiannya teman teman sekalian , mohon maaf sebesar besarnya. Tuan Putri , kelak jika ada kesempatan maka hamba pasti akan membalas seluruh kebaikan Tuan Putri! “ Seru Cheng Xu dari belakang saat Ning Xueqin berjalan pergi. “Tidak perlu, aku tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenalku. Hanya sekedar rekan kerja belaka. Sejak kapan kita menjadi begitu dekat sampai sampai harus membalas kebaikan? “ Balas Ning Xueqin dengan acuh tak acuh. Lalu Ning Xueqin pun berjalan pergi dengan helaan napas, sebelumnya dia sudah berpikir siapa yang kemungkinan mengkhianatinya. Awalnya berpikir Yue Long, namun tidak menyangka bahwa orang yang melakukannya adalah orang yang sudah mulai dia percayai. Namun sekarang dipikirkan pun, Cheng Xu tidak sepenuhnya bersalah padanya. Cheng Xu menjalankan tugas untuk melindunginya dan menangkap Xu Chang. Tentu saja Cheng Xu tidak memiliki kemampuan untuk terlibat dengan kasus yang leb

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 167 - Pengkhianatan

    Ning Xueqin tidak membalas ucapan Ayahnya hanya mendengus dingin, dia tahu bahwa dirinya pasti akan diminta untuk pergi ke Kekaisaran Zhong lagi. “Apakah kamu benar benar tidak takut untuk pergi ke Kekaisaran Zhong? Aku benar benar tidak mengerti kenapa kamu bersikeras untuk menyelamatkan para gadis itu . “ Ucap Kaisar Ning dengan frustrasi. Mendengar ini Ning Xueqin mendongak dan tertawa sinis, benar benar penuh dengan penghinaan. “Aku adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning, kenapa aku harus takut untuk membela rakyatku sendiri di saat mereka sedang dianiaya oleh orang lain? “Tanya Ning Xueqin dengan dingin. “ Jadi karena kamu adalah Tuan Putri jadi kamu bisa melakukan semua hal sendirian? Apakah kamu merasa begitu berkuasa karena posisi ini? “Tanya Kaisar Ming duduk di depan Ning Xueqin lagi. “ Berkuasa? Ha ha ha, betapa dangkalnya pemikiran seorang Kaisar. Justru karena aku adalah Tuan Putri, rakyatku yang mengabdi kepada Kekaisaran ini meminta pertolongan, bagaimana mungkin ak

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 166 - Bersikeras

    “Menjawab Ayah, benar bahwa Xueqin telah kembali. Xueqin juga telah melaksanakan semua perintah yang Ayah katakan. “ Lapor Ning Xueqin berlutut. “Kamu benar, semua tugas telah dikerjakan sampai sampai tugas yang aku tidak berikan pun kamu jalankan juga. “ Balas Kaisar Ning dengan dingin. Ning Xueqin bisa langsung mengetahui dari nada Kaisar Ning bahwa dirinya tidak bahagia dengan pekerjaannya. Bahwa Kaisar Ning marah dengan penangkapan Jing Yuan yang tidak ada di rencana awal mereka. “Ayah, masalah ini memang mendadak namun bukan tanpa alasan. Pejabat Jing yang terlebih dahulu menculik Xueqin sehingga Xueqin menjadi marah dan secara tidak sengaja menemukan bukti bukti kejahatan dari Pejabat Jing. “ Ucap Ning Xueqin setengah berbohong. “Benarkah seperti itu? Cerita yang aku dengar justru tidak seperti itu. “ Balas Kaisar Ning berbalik menatapnya. Di bawah tekanan dan tatapan tajam Kaisar Ning, tubuh kecil Ning Xueqin sampai gemetar entah karena perasaan takut atau kemarahan. Nam

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 97 - Rencana Kaisar Ning

    Ning Xueqin mulai membidik dengan hati hati dan menarik senar busurnya hingga busurnya melengkung. Tatapan Ning Xueqin menyipit dan kedua tangannya terasa tegang dan kebas. Otot otot kepalanya sampai bisa terlihat dengan jelas. Sebelum akhirnya dengan percaya diri dia melepaskan anak panah terseb

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 92 - Kamu Saja

    Kaisar Ning menganggukkan kepalanya dan ada kepuasan di dalam pandangannya ketika mendengarkan penjelasan demi penjelasan dari Ning Xueqin. “Namun penjelasan ini hanyalah pemahaman sepihak dari Xueqin, mohon Ayah tidak menertawakan pemikiran Xueqin yang dangkal. “ Ucap Ning Xueqin dengan rendah ha

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 90 - Jawaban

    Kaisar Ning yang tidak pernah mengurus langsung anak anaknya ini tiba tiba merasa bingung dan pusing. “Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. “Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya namun tangisannya tidak bisa langsung dihentikan. Setelah lewat beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status