Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 166 - Bersikeras

Share

Chapter 166 - Bersikeras

Author: Nyx
last update publish date: 2026-06-23 23:17:59

“Menjawab Ayah, benar bahwa Xueqin telah kembali. Xueqin juga telah melaksanakan semua perintah yang Ayah katakan. “ Lapor Ning Xueqin berlutut.

“Kamu benar, semua tugas telah dikerjakan sampai sampai tugas yang aku tidak berikan pun kamu jalankan juga. “ Balas Kaisar Ning dengan dingin.

Ning Xueqin bisa langsung mengetahui dari nada Kaisar Ning bahwa dirinya tidak bahagia dengan pekerjaannya.

Bahwa Kaisar Ning marah dengan penangkapan Jing Yuan yang tidak ada di rencana awal mereka.

“Ayah,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 278 - Jatuh Ke Jebakan

    “Bibir secantik ini akan sangat disayangkan jika harus dirobek, namun anak-anak dengan mulut yang tidak dapat dikendalikan harus dihukum dengan keras,” ucap Ning Xueqin.Meng Zhenzhu tiba-tiba mundur dua langkah dan menatap Ning Xueqin dengan waspada, sementara dirinya sendiri tertawa geli melihat ekspresi ketakutan Meng Zhenzhu.“Kenapa? Baru takut sekarang?” tanya Ning Xueqin melangkah lebih dekat lagi.“Jangan mendekat! Jangan mendekat! Aku akan berteriak dan orang - orang akan datang untuk melihat keadaannya!” ancam Meng Zhenzhu.Bukannya takut, tawa Ning Xueqin justru menjadi semakin keras namun sekilas tawa itu justru seperti mirip tangisan sarkastik.“Coba teriak, aku penasaran,” balas Ning Xueqin kembali melangkah mendekat.“Kamu gila! Tolong!” teriak Meng Zhenzhu dengan panik dan takut lalu mengulurkan tangannya untuk menahan Ning Xueqin.Namun siapa yang menyangka bahwa tubuh Ning Xueqin sangat ringan, sebuah dorongan kecil langsung membuatnya terjatuh dari jembatan setinggi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 277 - Pengabaian

    Perjamuan ini pada dasarnya hanya untuk keluarga Kekaisaran sehingga tidak membuat keramaian sama sekali karena anggota keluarga Kekaisaran sangat sedikit.Ning Xueqin melangkah ke atas paviliun dan melihat bahwa para Selir sudah tiba terlebih dahulu sebelum dirinya.“Xueqin menyapa para selir sekalian,” ucap Ning Xueqin menundukkan kepalanya dengan sopan.“Tuan Putri,” sapa Su Lingqi dan Zhen Mingyu serempak sementara Meng Zhenzhu hanya memandangnya dengan dingin.“Adik Meng, meski ada perselisihan namun tata krama tidak boleh diabaikan. Aku sebagai pengelola Istana Dalam harus memperingatkanmu masalah ini,”ucap Su Lingqi dengan tenang.Namun Su Lingqi jelas tidak main-main dengan peringatannya ini, namun Meng Zhenzhu sendiri bukan orang yang mudah ditindas.Meng Zhenzhu hanya mengangkat kepalanya dan menatap Su Lingqi dengan tajam tanpa kata-kata apapun.“Sudahlah hari ini adalah hari bahagia, mari tidak membahas ini terlebih dahulu,”ucap Ning Xueqin menengahi.Ning Xueqin duduk den

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 276 - Perjamuan Keluarga

    Ning Xueqin yang sudah mengangkat sumpitnya langsung meletakkannya lagi di meja dan memandang Zilan dengan tatapan antusias.Tidak menyangka bahwa di balik bencana kali ini masih ada berita baik lain lagi yang menantinya.“Setelah aku mencari untuk waktu yang lama, akhirnya menemukan seorang pelayan tua yang melayani Istana selama empat puluh tahun dan sudah kembali ke kampung halaman,”ucap Zilan.“Kemudian aku pun mencari informasi tentangnya dan menemukannya, saat ini dirinya sudah terbaring lemah di ranjang dan tidak bisa bergerak.”“Untungnya orang kita bergerak cepat dan meminta petunjuk dari pelayan tua itu. Pelayan tua itu mengatakan bahwa Putra Mahkota tumbuh bersama dengan Nona Meng sejak kecil.”“Kemungkinan besar kekasih masa kecil Putra Mahkota adalah Nona Meng,” jelas Zilan.Ning Xueqin tiba-tiba langsung menyadari sesuatu bahwa Nona Meng ini tidak lain tidak bukan adalah Meng Zhenzhu.Awalnya dia berpikir bahwa deskripsi sangat cantik sampai bulan dan bunga pun menunduk

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 275 - Tujuan Kedatangan Ning Chuan

    “Adik, korban perang sudah bermunculan dimana-mana. Kita harus menghentikan perangnya dan membiarkan semuanya berjalan dengan damai, bagaimana?” tanya Ning Chuan.Ning Xueqin menghentikan air matanya dan memandang Ning Chuan dengan tatapan berkaca-kaca.Ternyata inilah tujuan keduanya, dua tujuan ini sangat besar dan Ning Chuan bisa melakukannya dalam sekali perjalanan.“Tidak bisa! Tuan Xie sudah berpesan bahwa peperangan tidak boleh dihentikan bahkan meski dia menjadi abu sekalipun, aku tidak bisa mengecewakan dirinya…”lirih Ning Xueqin.“Namun bagaimana kamu bisa membiarkan orang-orang mati demi keegoisan dirimu?”tanya Ning Chuan.“Keegoisan diriku? Tidak! Ini adalah demi harga diri Kekaisaran ini! Kakak, kamu adalah Kaisar masa depan apakah kamu bahkan tidak mengetahui prinsip dasar seperti ini?”tanya Ning Xueqin dengan sinis.Ning Chuan mengerucut kan bibirnya dan jelas tidak senang setelah dimaki oleh Ning Xueqin seperti ini.Tiba-tiba pintu terbuka dan menunjukkan Zilan dan Mei

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 274 - Kedatangan Tamu yang Tak Diinginkan

    Bukan Ning Xueqin namanya jika tidak bisa beradaptasi dengan cepat, dirinya tertawa dan menutupi mulutnya dengan tangan lalu menundukkan kepalanya dengan hormat.“Bagaimana mungkin Xueqin tidak menyambut Kakak? Semua ini karena Kakak terlalu jarang menemui Xueqin sehingga Xueqin merasa sangat terkejut,”balas Ning Xueqin membuka pintu sepenuhnya.Pintu sudah dibuka sebagian, sia-sia saja baginya jika ingin melarikan diri karena dia sudah terlambat.Sejak dia sudah membuka pintu ini tadi, dia ditakdirkan harus menyambut dan menjamu Ning Chuan di dalam rumahnya.Rasanya memuakkan dan ingin membuatnya muntah namun Ning Xueqin menyembunyikan semua itu dengan baik.Untunglah dirinya sudah menyembunyikan Xiao Hei di kamarnya, jika tidak maka rencananya akan kacau balau.Ning Xueqin membuka pintu rumahnya dan mengundang Ning Chuan untuk melangkah masuk ke dalam rumahnya.“Silakan masuk, Kakak. Jamuan di sini sederhana, semua ini karena Xueqin tidak sempat untuk menyiapkannya,” ucap Ning Xueqi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 273 - Penjahat yang Mengetuk Pintu

    Phoenix… Ning Xueqin masih menggumamkan kata-kata ini berulang kali seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dia alami saat ini.Dia tidak percaya bahwa keberuntungan dirinya justru sangat baik, padahal sebelumnya dia selalu merasa bahwa takdir tidak berpihak padanya.“Selamat Tuan Putri! Phoenix adalah tanda keberuntungan yang luar biasa, Tuan Putri sudah berhasil mengubah bencana menjadi berkah, itu semua karena hati Tuan Putri yang sangat tulus!” puji Mei Qian dengan tulus Ning Xueqin jelas tidak percaya pada omong kosong semacam ini namun sulit rasanya untuk tidak merasa bahagia ketika hal ini tiba di hadapannya.Di saat dirinya dengan pasrah merawat gagak hitam kecil itu tanpa dendam atau amarah, dia justru diberikan kejutan yang lebih besar.Ning Xueqin mengelus kepala Xiao Hei dan melihat Xiao Hei yang sangat manja padanya, Ning Xueqin tidak dapat menahan senyumannya.“Tuan Putri, kabar bahagia sebesar ini harus diberitahukan ke seluruh penjuru dunia. Dengan begitu maka tidak

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 1 - Penyiksaan

    “Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status