LOGIN“Namun, Tuan Putri bagaimana jika Tuan muda Xie benar-benar menjauh karena hal ini?” tanya Mei Qian setelah agak lama.Ning Xueqin terdiam sejenak sebelum akhirnya terkekeh santai seperti biasanya.“Kalau begitu maka ada baiknya juga, tidak baik baginya untuk banyak bergaul denganku,” jawab Ning Xueqin dengan asal-asalan.Ning Xueqin menghela napas dan perlahan-lahan melalui harinya begitu saja tanpa kegiatan yang berarti.Hari-hari awal dia merasa optimis namun sudah lima hari sehingga membuat rasa optimis nya menurun drastis.Ada ketakutan di dalam hatinya, takut bahwa dia tidak akan bisa sembuh lagi dan selamanya menjadi buta.Tanpa sadar hari berlalu dengan cepat dan hari sudah larut, dia seharusnya tertidur di atas ranjangnya.Namun kali ini dia bangkit dan mencoba untuk melangkah keluar dari kamarnya tanpa bantuan kedua pelayannya.Dia memegang dinding dengan hati-hati, melangkah dengan sangat lambat, memastikan bahwa setiap langkahnya aman.Kaki polosnya menyentuh lantai kamarn
“Tuan Putri, inikah rencana yang kamu sebutkan sebelumnya? Apakah ini rencana bunuh diri?” tanya Mei Qian dengan gemetar terdengar hampir menangis.“Jangan menangis, kamu terlihat jelek saat menangis,” ejek Ning Xueqin terkekeh.“Tuan Putri tidak ingin kami terluka tapi kami juga tidak ingin Tuan Putri terluka, Tuan Putri bisakah kamu berjanji pada kami bahwa kamu tidak akan menyiksa diri seperti ini lagi?” tanya Zilan.Zilan terdengar lebih tenang namun jelas bahwa dia merasa bersalah karena telah meninggalkan Ning Xueqin sendirian.“Ya, aku berjanji kepada kalian berdua. Hari ini adalah pengecualian, kehidupan masa depan kita… akan menjadi semakin baik!”seru Ning Xueqin dengan antusias.Kemudian Ning Xueqin pun dibawa masuk ke dalam halamannya, Xie Guang pun dibebaskan dan menghadap Kaisar Ning untuk merenungkan kesalahannya.Kaisar Ning memberikannya hukuman pemotongan gaji selama tiga bulan sebagai teguran, orang-orang bertanya-tanya bagaimana Xie Guang bisa dibebaskan dengan begi
“Tapi, tidak apa apa jika aku dikorbankan dan bisa membawa kedamaian, namun bagaimana dengan sepuluh tahun ke depan?”Ning Xueqin terlihat tenang dan dingin ketika mengatakan semua kata-katanya ini namun semakin dingin nada suaranya maka semakin jelas orang-orang mendengarnya.Setiap kata demi kata yang dia ucapkan seperti duri yang menusuk langsung ke dalam hati seseorang yang mendengarnya.“Sepuluh tahun ke depan aku pasti sudah tiada, pada saat itu siapa yang akan dikorbankan oleh Kekaisaran Ning lagi?”“Pada saat itu, bangsawan di Kekaisaran Ning akan semakin dimanjakan dan tidak sanggup untuk bertarung lagi. Sementara Kekaisaran Zhong menjadi semakin kuat.”“Kekaisaran Ning tidak akan bertahan lagi pada sepuluh tahun depan, kita hanya akan menjadi budak bagi Kekaisaran Zhong. Sama saja dengan membesarkan anak serigala di dalam pelukan kita, akan tiba saatnya kita mati di bawah taringnya di saat kita terlelap.”Ning Xueqin mengatakan semuanya dengan sangat jelas dan orang-orang di
“Bagaimana jika aku tidak ingin mengabulkan permintaanmu? Kalau begitu maka semua usahamu menyiksa diri sendiri ini menjadi sia-sia,” ucap Kaisar Ning.Ning Xueqin menekan emosinya sendiri dan memaksakan senyum di wajahnya, bukan Kaisar Ning jika tidak menyebalkan.Ini memang kesukaan Kaisar Ning untuk menyudutkan orang lain sampai ke titik dimana orang lain merasa malu dan tidak mampu mengangkat kepala lagi.“Tentu saja Xueqin yakin Ayahanda tidak akan setuju dengan mudah namun Xueqin ingat pada hari pertandingan saat itu, Ayahanda menjanjikan satu permintaan kepada Xueqin dan Xueqin belum menggunakan itu,” ucap Ning Xueqin.“Kamu yakin ingin menggunakan itu untuk menyelamatkan Xie Guang?”tanya Kaisar Ning terdengar terkejut.“Ya, Xueqin ingin menggunakannya untuk memohon keselamatan Tuan muda Xie,” jawab Ning Xueqin dengan penuh keyakinan.“Kamu yakin tidak akan menggunakannya untuk menjamin keselamatan mu sendiri? “ tanya Kaisar Ning.Ning Xueqin tertawa terbahak-bahak dengan sumba
Terlihat wajah Ning Xueqin yang pucat pasi dan tubuhnya yang agak membiru di bagian tangan dan bibirnya, karena kedinginan.“Cepat panggil tabib!” perintah Kasim Yu.Sementara Kaisar Ning terlihat membeku kala melihat seorang gadis cantik terbaring di tanah dengan lemah.Seolah-olah dia kembali ke adegan lima belas tahun lalu, di mana seorang gadis cantik yang wajahnya hampir sama dengan Ning Xueqin juga terbaring seperti ini.Terbaring dengan tubuh yang perlahan-lahan membiru karena kedinginan, namun satunya karena kekurangan darah sementara yang lain karena terguyur hujan untuk waktu yang lama.Ya, itu adalah mendiang Permaisuri, Ibu Ning Xueqin. Kaisar Ning merasa bahwa kepalanya sangat sakit dan ingatan akan masa lalu itu menghantuinya.Rasa takut akan kehilangan mendadak merayapi hatinya sehingga entah karena kerasukan apa, Kaisar Ning langsung membungkukkan tubuhnya dan menggendong putrinya.Tubuh Ning Xueqin sangat ringan hampir seringan kapas seolah-olah seluruh tubuhnya hanya
Ning Xueqin kembali fokus dengan tujuan utamanya untuk menemui Ayahnya dan memohon untuk Xie Guang.Sesampainya dia tiba di Istana Kaisar Ning, dia langsung dihalangi oleh Kasim Yu untuk melangkah lebih jauh.“Tuan Putri, harap kembali. Saat ini Tuan Putri masih dalam masa istirahat dan Yang Mulia juga sedang dalam kondisi sibuk dan tidak ingin menemui orang lain,” ucap Kasim Yu menolaknya secara langsung.Ning Xueqin tidak terkejut, jika Kasim Yu mengatakan bahwa dia membiarkannya masuk maka barulah Ning Xueqin terkejut.“Aku datang kemari hanya untuk menunjukkan bakti kepada Ayahanda, seandainya Ayahanda sedang sibuk maka aku akan menunggu di sini,” ucap Ning Xueqin.Sebelum Kasim Yu bisa menghalanginya, Ning Xueqin sudah berlutut dan memeluk keranjang kue osmanthusnya erat-erat.“Putrimu, Ning Xueqin ingin menghadap Ayahanda untuk menunjukkan bakti, mohon Ayahanda mengizinkan!” seru Ning Xueqin.“Tuan Putri… jangan seperti ini. Yang Mulia sedang dalam suasana hati yang buruk, kamu
Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir
Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh
Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja
Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp







