Share

11. Kapal Pecah

"Mas lagi ngapain di situ?" Danu terperanjat kaget dengan suara Risa yang sudah ada di belakangnya.

"Eh, Sayang, sudah bangun ya?"

"Dari tadi, Mas."

"Dari tadi, sejak kapan?" tiba-tiba wajah Danu kelihatan memucat.

"Karin baru saja pergi ya?" Risa pura-pura menanyakan keberadaannya Karin.

"Emang, Sayang nggak lihat keberadaan Karin?" Danu kembali berdusta.

"Nggak lihat, emang mas tahu keberadaan Karin di mana?"

"Nggak tuh." Danu menggidikkan bahunya. "Mas juga baru bangun, Sayang."

"Semalam itu aneh banget, tiba-tiba aku ngantuk dan nggak ingat apa-apa sampai pagi. Sekarang, Karinnya udah pergi, padahal belum cerita apa-apa huft …."

"Mungkin Sayang terlalu capek, kemarin dari pagi sibuk sampai malam. Jadi nggak sadar ketiduran. Nggak pa pa, lain kali kan masih ada waktu ngobrol. Kapan-kapan janjian dulu. Kalau Karin mau nginap lagi juga nggak pa pa. Mas, seneng kok, kalau kamu ada temen ngobrol."

"Mas seneng?" Risa menatap tajam Danu.

"I-iya seneng, Karin kan teman baik kamu, Sayang. S
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status