공유

PITON RAKA!

작가: Fredy_
last update 게시일: 2026-04-22 18:36:34

Menjelang sore hari, sesudah menghabiskan dua piring nasi goreng dengan lauk rendang, dua gelas es buah dan puding aneka rasa yang seperti tidak ada habisnya, Raka dan Olivia berpamitan dari acara pernikahan Gilang dan Mayang.

"Aa Raka masih teu nyangka kalau brother Gilang akhirnya nikah sama Bu Dosen. Kirain teh gossip-gossip itu semua bohong. Ternyata beneran mereka menjalin sesuatu sampe tekdung kitu Bu Dosen," ucap Raka setelah keduanya berada di taxi online menuju Hotel Brawijaya.

"Livi j
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MASA DEPAN GILANG

    Beberapa saat kemudian gerakan Gilang semakin cepat dan dia menghujam berkali-kali seraya mencengkeram pinggul Mayang. Semenit hampir berlalu setelah gerakan cepat Gilang, Mayang merasakan pusaka suaminya mengeluarkan muntahan hangat ke dalam tubuhnya."Makasih ya, Sayang ..." Gilang melepaskan pusakanya yang sudah lemas lalu menyeruput kedua puncak dada Mayang bergantian dan berdiam di sana beberapa saat.Kegiatan yang paling disukai Gilang adalah memainkan lidahnya di pucuk-pucuk dada Mayang dan menyapukan lidahnya di sekeliling dada montok itu. Mayang seketika membayangkan, apa jadinya nanti kalau bayi mereka telah lahir dan dia harus menyusui anaknya. Apa Gilang bisa berbagi dengan bayi mereka?Gilang itu anak tunggal. Kadang manjanya suka keterlaluan. Kalau sudah ada maunya terkadang harus dituruti. Tapi sejauh ini permintaan Gilang memang tidak pernah aneh-aneh. Paling hanya minta jatah tengah malam yang seringkali membuat Mayang terlambat bangun pagi."Mandi besar yuk, Mayang.

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   MALAM WAJIB

    "Mayang... kamu nggak capek?" bisik Gilang, yang mulai tak kuat menahan kantuk sambil mendengarkan dongeng panjang bapak mertuanya.Sejak pukul tujuh malam, panggung dan peralatan katering telah dibereskan. Surya dan Nia pun sudah lebih dulu pulang karena Amanda mendadak rewel. Mungkin gadis kecil itu kewalahan dengan banyaknya orang yang mencubit gemas dan mengajaknya bicara, seolah-olah dia bintang utama di pesta hari itu.Rombongan musisi Hendro juga satu per satu pamit meninggalkan lokasi acara. Hingga akhirnya, hanya tersisa Hendro yang masih betah bercengkerama dengan menantu barunya. Maklum, baru kali ini ia merasa menemukan sosok menantu yang sefrekuensi dengannya."Jadi begitu, Nak Gilang... waktu muda, Bapak ini bukannya playboy. Cuma... yaa, penggemar Bapak memang banyak sekali. Namanya juga musisi-ganteng, romantis... gadis mana yang nggak kelepek-kelepek, coba?" Hendro terkekeh bangga. "Iya, kan, Mayang? Eh, Gilang... Mayang...?"Tak ada sahutan.Menyadari kedua lawan bic

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PITON RAKA!

    Menjelang sore hari, sesudah menghabiskan dua piring nasi goreng dengan lauk rendang, dua gelas es buah dan puding aneka rasa yang seperti tidak ada habisnya, Raka dan Olivia berpamitan dari acara pernikahan Gilang dan Mayang."Aa Raka masih teu nyangka kalau brother Gilang akhirnya nikah sama Bu Dosen. Kirain teh gossip-gossip itu semua bohong. Ternyata beneran mereka menjalin sesuatu sampe tekdung kitu Bu Dosen," ucap Raka setelah keduanya berada di taxi online menuju Hotel Brawijaya."Livi juga nggak nyangka kalau Aa Raka bisa nyanyi lagu romantis kayak gitu. Jantung Livi jadi berdebar-debar pas Aa nyanyi tadi.""Berdebar? Masa aah? Mana? Aa nggak percaya ..." Raka menggigit bibirnya sembari pura-pura melihat keluar jendela taxi."Ini... Aa rasain sendiri aja kalau nggak percaya," Olivia mengangkat sebelah tangan Raka untuk menyentuh dadanya."Neng ..." Raka terkejut, tapi tidak serta merta menarik tangannya untuk menjauh dari dada Olivia.Tangan Raka malah membelai lembut dada Oli

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   PESTA

    Pesta yang awalnya direncanakan sederhana, justru berubah menjadi meriah berkat totalitas rombongan musisi Hendro. Mereka mendirikan panggung di halaman rumah, lengkap dengan berbagai alat musik yang siap menghidupkan suasana di hari bahagia itu.Awalnya, keluarga Mahendra tampak sedikit kikuk menghadapi hiburan yang hingar bingar. Namun, ketika sang pembawa acara mulai menawarkan kesempatan bagi tamu untuk menyumbangkan lagu, suasana perlahan mencair. Mereka mulai saling lirik, bisik-bisik dan senggol-senggolan.Dan, Om Chandra menjadi yang pertama naik ke atas panggung. Dengan penuh percaya diri, ia mendendangkan lagu nostalgia."Tak sengaja... lewat depan rumahmu... ku melihat ada tenda biru..." suaranya mengalun berat khas bapak-bapak. "Dihiasi indahnya janur kuning... hati bertanya pernikahan siapa?"Penampilan itu langsung disambut sorakan. Tak mau kalah, Camelia ikut naik ke panggung, mengambil mikrofon dari tangan pembawa acara."Tanpa undangan diriku kau lupakan... tanpa bica

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SAH!

    Semalaman Gilang nyaris tak bisa memejamkan mata. Rumah Mayang sudah dipenuhi tamu yang menginap, sehingga kamar pun harus dipisah antara pria dan wanita. Mayang berada satu kamar dengan Nia, Amanda, serta sepupu yang akan membantu merias dan mendandaninya.Sementara itu, Gilang tidur bersama Surya, Hendro, dan salah satu kerabat dari pihak ayah yang akan menjadi saksi pernikahan. Selain sulit tidur karena suasana yang ramai, Gilang juga sibuk berkomunikasi dengan keluarga Mahendra yang menginap di hotel bintang lima bersama ayah dan ibunya.Baru saja matanya hendak terpejam, terdengar ketukan di pintu kamar."Subuh dulu, Lang. Mayang sudah mulai didandani. Ibu juga sudah bangun. Kamu siap-siap sana," ujar Surya sambil melemparkan senyum, seolah ingin meredakan ketegangan Gilang. "Orang tua kamu sudah dihubungi? Mereka aman, kan?""Sudah, Mas. Aman. Mereka datang bareng keluarga Mahendra. Adik-adik ayah ikut semua sebagai perwakilan keluarga," jawab Gilang."Bagus. Kalau ada apa-apa,

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   SERANGAN TERAKHIR

    "Kamu nggak pegel dari tadi senyum-senyum terus?" tanya Gilang saat mobil melaju membelah jalanan menuju luar kota.Oh ya, mereka sudah mengembalikan Civic milik Sabrina. Sekarang, mereka punya mobil dan sopir pribadi yang ditugaskan langsung oleh Chandra sebagai bagian dari fasilitas perusahaan. Namun, sementara ini, mobil itu lebih sering digunakan oleh Mayang, karena Gilang lebih suka wara-wiri dengan 'kuda besi' kesayangannya."Aku seneng banget sama ide brilian kamu, Lang," jawab Mayang sambil tersenyum lebar. "Jadi, aku nggak perlu marah-marah lagi. Kamu memang pantas jadi calon CEO, Lang. Otak kamu cemerlang."Di rekening Mayang, kini tersimpan hampir sembilan ratus lima puluh juta rupiah-uang dari gaji Cipto yang selama bertahun-tahun diam-diam ia kumpulkan. Atas persetujuan Gilang, uang itu akan ia kembalikan kepada Cipto. Lebih tepatnya, ditukar dengan sesuatu yang sejak dulu sebetulnya bisa menjadi haknya."Nih! Urus saja balik namanya sendiri!" ucap Cipto ketus saat mereka

  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   HASRAT YANG DIRINDUKAN

    Jauh di negara berbeda, seorang wanita berambut pendek keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan kimono sutera berwarna biru. Tubuhnya penuh dengan gairah seksual yang menuntut. Sudah hampir seminggu ini pikirannya tersita dengan berbagi macam problem yang harus ia selesaikan di negara itu.E

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   BARANG BUKTI KDRT

    "Kamu ngajak bercanda? Kenapa sih kamu nggak langsung nangis saja kalau kamu mau nangis, hmm?" tanya Gilang yang peka dengan perasaan Mayang. "Nangis saja, aku siap menampung semua air mata kamu ..."Mayang seketika menghamburkan diri ke pelukan Gilang."Aku takut, Lang. Aku takut banget tadi. Aku

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   LANGKAH BARU GILANG

    Dalam kamar berukuran lebar 3 meter dan panjang 4 meter, dua orang pemuda duduk berdempetan mesra sembari menatap layar laptop. Celetukan-celetukan mesum khas obrolan cowok pun terlontar lancar dari mulut mereka."Lang, geser atuh ... kamu mah mepetin Raka. Kalo Raka ampe cenat-cenut bisa gawat, La

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • BRONDONG TENGIL BU DOSEN!   KAGOK EDAN!

    Mayang menghitung dalam hati, tidak lama lagi tangan itu akan mendarat di pipinya. Dan, dia akan mendapatkan lagi siksaan Cipto. Siksaan yang tak hanya menghancurkan tubuhnya tapi juga jiwanya."Aww! Sakit! Bangsat! Siapa itu?!" teriak Cipto meradang."YES!" Gilang bersorak bangga, lemparan sendal

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status