Share

Bab 30. Ukuran Xl

Author: Nanitamam
last update publish date: 2026-06-24 13:37:00

"Ya ampun, Bang Komandan kenapa?!" teriak Almira panik setengah mati melihat tubuh tegap suaminya terjerembab ke atas lantai lobi dalam rumah.

Almira langsung berlutut, tangannya menyentuh kening Ziandra yang biasanya sejuk sekeras batu es. "Aduh, panas banget badannya kayak pantat wajan di atas kompor! Ini Abang habis ikut latihan militer apa habis ikut lomba debus di gurun pasir sih?!"

Dengan susah payah, Almira memapah dan mengangkat tubuh berat Ziandra naik ke atas sofa panjang di ruang ten
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 37. Sebenarnya aku siapa?

    "Kenapa aku berharap ingatannya tidak pernah kembali sekarang?"Pertanyaan retoris itu keluar begitu saja dari mulut Ziandra, terdengar sangat getir dan sarat akan emosi yang tertahan. Ia menyandarkan punggungnya pada kursi mobil taktis, menatap hampa ke luar jendela di mana deretan ruko pinggir jalan bergerak mundur dengan cepat.Dave yang duduk di kursi kemudi melirik atasannya dari kaca spion tengah. Ia berdehem kecil, memecah keheningan yang mendadak mencekam. "Ini berkas mengenai kecelakaan Nona Almira satu tahun yang lalu, Komandan," ujar Dave seraya mengulurkan sebuah map tebal berwarna merah setelah mobil mereka berhenti di lampu merah.Ziandra menerima map itu, membukanya dengan gerakan taktis. Mata elangnya dengan cepat memindai lembar demi lembar dokumen."Setelah ditelusuri lebih dalam oleh tim siber kita, ada manipulasi data yang sangat rapi di kepolisian tempat kecelakaan terjadi," lanjut Dave dengan nada serius. "Di berkas resmi, tertulis itu adalah kecelakaan mobil pr

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 36. Jadi Pengen Cium!

    "Aku pasti hanya terbawa perasaan," gumam Ziandra seraya menegakkan wajahnya, membiarkan aliran air dingin dari shower mengguyur kepalanya demi mengusir bayangan desahan Almira yang masih terngiang jelas.Namun, sial bagi sang komandan. Di bawah sana, juniornya justru masih dalam mode tegak menantang, sama sekali tidak terpengaruh oleh dinginnya air. Ziandra menggeram frustrasi, menatap ke bawah dengan tatapan mengintimidasi yang biasa ia gunakan untuk menakuti musuh—yang sayangnya, kali ini tidak mempan. "Sial, aku jadi harus main solo," geramnya ketat sambil menyambar botol sabun cair dengan gusar.Sementara itu di kamar, Almira duduk di depan meja rias, menatap lekat-lekat pantulan dirinya sendiri di cermin. Kartu perak bertuliskan ‘ ANDREA’ kini tergeletak di samping sisirnya."Kenapa aku nggak ingat apa-apa, ya? Apa bener namaku itu Andrea?" bisik Almira pada dirinya sendiri. Sorot matanya yang biasa jenaka mendadak meredup, menyiratkan dilema dan rasa cemas yang dalam. "Bagaima

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 35. Lagi Nanggung

    "Bang Komandan!"Tidak ada tanggapan berupa kata-kata dari Ziandra. Sebagai jawaban, tangan kekar Ziandra mulai bergerak lancang, menyusup masuk ke balik atasan piyama yang dikenakan Almira, mengusap pinggang rampingnya dengan sentuhan yang membakar kulit."Hemmmph..." Almira mendesah samar tanpa sadar, merasakan sensasi aneh seperti aliran arus listrik bertegangan tinggi yang menyengat seluruh pembuluh darahnya.“Bang Komandan, liar juga tapi aku suka.”Sialnya, suara desahan halus itu justru menjadi pemantik yang membuat Ziandra benar-benar hilang kendali. Pegangannya di pinggang Almira semakin erat, siap membawa hubungan mereka ke tahap yang lebih jauh."Pak, saya sudah buatkan bubur un—"Bi Sumi yang baru saja datang dari arah dapur dengan membawa senampan bubur ayam hangat mendadak menghentikan ucapannya di udara. Matanya membelalak lebar menyaksikan pemandangan 'panas' di atas sofa pagi-pagi buta.Almira dan Ziandra sama-sama membeku, lalu menoleh ke samping secara bersamaan den

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 34. Kenyal Tapi Keras

    Apa yang terjadi?" gumam Ziandra dengan suara serak yang hampir habis saat kelopak matanya perlahan terbuka.Rasa pening masih menggelayuti kepalanya, namun pandangannya langsung tertuju pada sesosok gadis yang tertidur pulas dalam posisi duduk di lantai, menyandarkan kepalanya di tepi sofa tepat di samping lengannya. Itu Almira. Ziandra menyentuh keningnya sendiri yang kini tertutup selembar handuk kecil yang sudah mulai mengering.Ia mencoba mengingat kembali kejadian malam hari melalui potongan memori yang samar. “Dia merawatku semalaman?” batin Ziandra. Detak hatinya mendadak mulai bergetar asing. Matanya menatap Almira intens, memindai garis alisnya yang tegas namun cantik, bulu matanya yang lentik, lalu turun pada belahan bibir tipis istrinya yang sedikit terbuka.Glek!Ziandra menelan ludah dengan susah payah saat memori malam itu mendadak berputar lebih jelas. Ia ingat bagaimana Almira mengunci pergelangan tangannya dan mencium bibirnya secara brutal demi menyalurkan air min

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 33. Hidup Baru Almira

    "Mimpi apa ya, aku nikah sama Komandan Militer?"Ziandra hanya mengangguk kaku mendengar pesan dari Pak RT dan Pak RW, sebuah gerakan yang lebih mirip seperti robot yang kehabisan baterai daripada sebuah jawaban.Begitu masuk ke dalam mobil SUV hitam yang kedap suara, atmosfer seketika berubah.Ziandra duduk di pojok kanan, Almira di pojok kiri. Jarak di antara mereka cukup luas untuk menampung satu unit motor matic."Bang Ziandra," panggil Almira memecah keheningan."Jangan panggil aku dengan sebutan itu," sahut Ziandra tanpa menoleh, matanya fokus pada layar ponselnya."Terus panggil apa? Sayang? Mas? Hubby? Atau... My Commander?" Almira mencoba berbagai nada suara, mulai dari yang imut sampai yang dibuat-buat seksi.Ziandra memejamkan mata sejenak, tampak sedang mengumpulkan kesabaran yang tersisa di dasar jiwanya. "Panggil namaku atau jangan bicara sama sekali.""Oke, Bang Ziandra. Galak amat sih, padahal kan baru sah. Mana maharnya cuma logam mulia doang, nggak ada cokelat-cokela

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 32. Kulkas Dua Pintu

    "Ulangi panggilan kamu barusan?”“Pak Kulkas dua pintu.”“Beraninya kamu,” geram Ziandra. "Bapak boleh tinggi, boleh ganteng, dikit sih menurut saya, tapi jangan sombong ya. Saya memang kayak anak ayam, tapi saya ini anak ayam petarung! Lagian, saya ke sini karena mau nolongin Nenek saya, dan kebetulan mau nolongin Bapak juga biar nggak dianggap jomblo karatan sama ibu Bapak."Nyonya Stella menutup mulutnya, menahan tawa. Belum pernah ada orang yang berani memanggil Komandan Ziandra dengan sebutan 'Kulkas Dua Pintu'."Ma, keluarkan dia. Aku tidak mau menikah dengan gadis yang otaknya hilang separuh," desis Ziandra tajam."Keputusan sudah bulat, Ziandra. Ingat hutang budi kakekmu pada mendiang suami Nenek Sarmila. Jika kamu menolak, Mama akan pastikan karir kamu di dunia militer selesai dan fokus jadi pengusaha," ancam Nyonya Stella tenang namun mematikan. “Mama sudah mengurus berkas pernikahanmu.”Ziandra terdiam. Rahangnya mengeras hingga otot lehernya terlihat menonjol. Ia menatap

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 6. Siapa Kamu Sebenarnya?

    "Dokter, bagaimana keadaan nenek saya?"Almira yang sejak tadi gelisah di depan ruang ICU mendekati dokter dan perawat yang baru saja keluar. Jari-jarinya gemas menggulung ujung kemeja yang ia kenakan. Seorang pria masih mengenakan APD lengkap, membuka masker dan penutup rambutnya. Ia menatap Almi

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ce

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status