Home / Romansa / BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN / Bab 6. Siapa Kamu Sebenarnya?

Share

Bab 6. Siapa Kamu Sebenarnya?

Author: Nanitamam
last update publish date: 2026-06-03 16:20:32

"Dokter, bagaimana keadaan nenek saya?"

Almira yang sejak tadi gelisah di depan ruang ICU mendekati dokter dan perawat yang baru saja keluar. Jari-jarinya gemas menggulung ujung kemeja yang ia kenakan. Seorang pria masih mengenakan APD lengkap, membuka masker dan penutup rambutnya.

Ia menatap Almira yang terlihat sembab, dengan lingkaran hitam di bawah mata yang menandakan semalaman ia begadang.

"Kondisi pasien sudah stabil," ucap dokter itu dengan suara tenang.

"Alhamdulillah."

Almira menghel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 6. Siapa Kamu Sebenarnya?

    "Dokter, bagaimana keadaan nenek saya?"Almira yang sejak tadi gelisah di depan ruang ICU mendekati dokter dan perawat yang baru saja keluar. Jari-jarinya gemas menggulung ujung kemeja yang ia kenakan. Seorang pria masih mengenakan APD lengkap, membuka masker dan penutup rambutnya. Ia menatap Almira yang terlihat sembab, dengan lingkaran hitam di bawah mata yang menandakan semalaman ia begadang."Kondisi pasien sudah stabil," ucap dokter itu dengan suara tenang."Alhamdulillah."Almira menghela napas lega. Bahu yang tegang perlahan turun. Untuk pertama kalinya dalam dua belas jam terakhir, ia merasa bisa bernapas. Tapi dokter itu belum selesai."Tapi ada hal yang harus Mbak tahu." Dokter muda itu menyeka keringat di dahinya. "Infeksi sudah menyerang organ vital pasien. Bahkan kinerja jantungnya sudah melemah. Kami tidak bisa melakukan tindakan operasi mengingat usia beliau sudah sangat renta."Almira merasakan dadanya seperti ditarik ke bawah."Jadi maksud dokter?"Pertanyaan Almira

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 5. Cemas

    Semua kepala menoleh. Ziandra membeku. Laser pointer di tangannya nyaris terlepas. Almira berdiri di ambang pintu dengan senyum selebar samudra. Dua lunch box biru di tangannya diangkat seperti trofi kemenangan. Wajahnya sedikit memerah karena kepanasan. “Almira?" Suara Ziandra terdengar seperti es yang retak. Dingin, tapi rapuh di tepian. "Abang belum makan siang, kan?" Almira melangkah masuk tanpa rasa bersalah. Matanya berbinar-binar. "Aku bawain makan siang." Terdengar suara tertahan dari beberapa anak buah Ziandra. Seseorang batuk palsu. Seseorang lagi menunduk, bahunya bergetar menahan tawa. Ziandra meletakkan laser pointer dengan pelan. Terlalu pelan. Suasana berubah dingin, seperti ada AC baru yang dipasang dengan suhu minus. Ziandra berjalan mendekat. Setiap langkahnya terasa berat, memantulkan tekanan yang membuat beberapa anak buahnya tanpa sadar menarik napas. "Kamu tidak boleh datang ke sini," ucapnya, suaranya tetap datar. Tapi ada nada yang berbeda. Sesuatu yang l

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak percaya. "Jam segini? Bukannya dia biasanya berangkat jam delapan?" "Tadi katanya buru-buru, Nona." Almira menggigit bibir bawahnya. Ia berjalan ke arah jendela, mengintip ke garasi. Benar saja, mobil hitam Ziandra sudah tidak ada di sana. Hanya bekas ban yang masih membekas di aspal. "Pria es balok," gumam Almira, cukup keras hingga Sumi mendengarnya. Sumi tersenyum kecil sambil kembali melanjutkan bersih-bersih. "Nona Almira, Bi Sumi bikinkan sarapan dulu, ya. Mau roti bakar?" "Nggak usah, Bi. Udah nggak nafsu makan, " jawab Almira, masih dengan wajah cemberut. Almira menggeleng, lalu melangkah gontai menuju ruang tamu. Ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang, memeluk bonek karakter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ceplok telor.” Almira mengangkat wajan yang bagian bawahnya sudah item menghitam. "Tapi kayaknya wajannya kurang ikhlas." “Astaga, gadis ini. Benar-benar biang rusuh.” Ziandra memejamkan mata. Menghitung sampai sepuluh. Lalu lima belas untuk jaga-jaga. "Kenapa kamu masak?” tanyanya masih dengan nada datar, meski pusat sarafnya sudah berteriak histeris. "Bi Sumi kan datang jam tujuh, Bang. Ini masih jam setengah enam.” Almira meletakkan wajan di wastafel dengan bunyi berisik. "Aku kan istri yang baik. Istri yang baik harus bisa menyiapkan makanan untuk suami dengan tangan sendiri." "Kata siapa?" "Kata—" Almira hampir menjawab jujur, tapi buru-buru menelan kata-katanya. "Kata hati nurani,

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya terpeleset," geram Ziandra, wajahnya yang tadi pucat kini memerah karena menahan malu sekaligus emosi."Nggak apa-apa, Bang. Aku hargai kejujuran tanpa kata ini." Amira mengangkat tangan, memberi isyarat stop. "Aku nggak akan bilang Nyonya kalau Abang punya 'selera' yang berbeda. Silakan lanjut, anggap aku cicak di tembok."Almira berbalik dengan langkah gontai menuju dapur, meninggalkan Ziandra yang membeku dan Dave yang sibuk merapikan jasnya dengan wajah luar biasa canggung."Ini semua karena kamu ceroboh," geram Ziandra.Dave mengangguk lesu. "Namanya juga nggak disengaja, Pak.""Gadis konyol itu pasti berpikiran macam-macam, " tambah Ziandra dalam hati.Almira menghela nafas dalam-dalam sa

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 1. Hamili Aku, Komandan!

    "Paket pelet semar mesem ampuh, gak ya?"Almira menghela nafas panjang saat duduk menatap dirinya di depan cermin. Ucapan Nyonya Stella terus terngiang di telinga. Rambut panjangnya di gerai, make up tipis hasil tutorial dari youtube berhasil dilakukan. Hanya satu misinya yang belum berhasil, yaitu membuat Ziandra sang suami menyentuhnya. "Kenapa mirip LC sih?" gumamnya saat melihat gaun tidur bahan satin pendek melekat pada tubuhnya. "Nggak apa-apa lah. Mau jadi speak LC, ani-ani, atau sugar baby juga yang penting goda suami sendiri. Bukan godain laki orang. Pokoknya malam ini harus berhasil." Almira melirik ponsel yang ada di atas nakas. Tangannya meraih benda pipih itu dengan wajah penuh harap. Saat menyalakan ponsel, kepalanya langsung tertunduk lesu. "Aku nikah sama manusia apa robot? Masa dari sekian banyak pesan nggak ada satupun yang dibales. Dasar manusia balok es," gerutunya. "Jadi orang kok kayak pohon pisang. Punya jantung tapi nggak punya hati." Almira menghela nafas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status