Home / Romansa / BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN / Bab 6. Siapa Kamu Sebenarnya?

Share

Bab 6. Siapa Kamu Sebenarnya?

Author: Nanitamam
last update publish date: 2026-06-03 16:20:32

"Dokter, bagaimana keadaan nenek saya?"

Almira yang sejak tadi gelisah di depan ruang ICU mendekati dokter dan perawat yang baru saja keluar. Jari-jarinya gemas menggulung ujung kemeja yang ia kenakan. Seorang pria masih mengenakan APD lengkap, membuka masker dan penutup rambutnya.

Ia menatap Almira yang terlihat sembab, dengan lingkaran hitam di bawah mata yang menandakan semalaman ia begadang.

"Kondisi pasien sudah stabil," ucap dokter itu dengan suara tenang.

"Alhamdulillah."

Almira menghel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 59. Takut Dia Pergi

    "Almira!"Suara bariton Ziandra memecah keheningan. Pria itu berdiri di depan pintu kamar Almira dengan tangan masih menggantung di udara, seolah ragu apakah harus mengetuk lagi atau tidak. Entah mengapa, ucapan selamat malam Almira tadi terus terngiang di kepalanya. Senyum itu terlalu tenang. Terlalu dewasa. Bukan senyum yang biasa ia lihat setiap hari.Klik.Pintu perlahan terbuka. Almira muncul dari balik daun pintu dengan wajah yang kembali cerah. Rambutnya masih tergerai, sementara senyum lebarnya langsung mengembang begitu melihat sosok Ziandra."Ya, Abang, Sayang?" tanyanya manja, memiringkan kepala seperti biasanya.Ziandra memperhatikannya beberapa detik. Nada bicaranya dan ekspresi wajahnya sama. Bahkan cara gadis itu memanggilnya pun sama persis seperti biasanya. Namun, perasaan aneh di dalam dadanya justru semakin kuat."Apa kamu baik-baik aja?" tanya Ziandra akhirnya.Almira mengangguk ringan. "Baik, kok.""Kamu yakin?""Iya.""Kamu kelihatan pucat."Almira tertawa kecil

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 58. Merasa Aneh.

    "Turunkan tanganmu, Zena. Atau kuasamu di Red Viper akan kucabut malam ini juga."Zena tersentak. Detik itu juga, ia refleks menurunkan tangannya yang semula memberi hormat takzim. Bulu kuduknya meremang. Aura dingin dan pekat yang menguar dari tubuh wanita di depannya seolah membekukan udara di dalam kamar sempit itu.Tidak ada lagi Almira yang polos bin ajaib. Di hadapannya kini berdiri Andrea sang putri tertinggi sindikat Red Viper yang sangat disegani."Nona, Anda sudah ingat semuanya?" bisik Zena dengan suara tertahan, memastikan.Almira melangkah pelan, jemarinya mengusap permukaan kasur yang sudah usang, lalu beralih menatap liontin perak bersimbol kode 00-RV-01 di telapak tangannya. Perlahan, gurat ketegangan di wajahnya mencair. Tatapan matanya yang sedingin es seketika berubah kembali menjadi binar polos yang dibuat-buat. Ia tersenyum sangat manis, jenis senyuman yang justru membuat Zena menelan ludah ngeri."Zena mulai detik ini, panggil aku Almira. Si gadis polos, konyol,

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 57. Sama-sama Konyol.

    "Lalu Mama sendiri bagaimana?"Bukannya menjawab rentetan pertanyaan sang ibu, Ziandra malah balik bertanya dengan nada datar nan dingin yang menjadi ciri khasnya.Nyonya Stella mendelik, melotot protes. "Maksud kamu apa tanya begitu ke Mama?""Bagaimana jika sifat asli Almira tidak sepolos yang Mama kenal dulu?" Ziandra melipat kedua tangannya di dada, menatap ibunya lurus-lurus. "Dan jangan lupa, ternyata dia bukan dari keluarga miskin yang bisa Mama manfaatkan lagi untuk urusan domestik rumah tangga."Hening.Nyonya Stella seketika terpaku. Lidahnya mendadak kelu mendengar pertanyaan retoris yang menghantam telak egonya. Benar juga. Kalau ingatan Almira kembali dan dia ternyata tidak sekonyol sekarang, bagaimana dengan nasib misi tiga bulan yang pernah mereka sepakati? Apalagi sekarang Nenek Sarmila, satu-satunya alasan Almira bersedia bertahan di sini sudah meninggal dunia. Skenario pernikahan pura-pura ini bisa berantakan dalam sekejap jika sang pewaris Red Viver itu pulih."Ke

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 56. Pusing, Bang!

    "Maksudnya?" tanya Almira kebingungan, matanya bergerak panik menatap Ziandra, lalu beralih ke wanita di hadapannya yang sama sekali tidak mirip dengan asisten rumah tangga yang biasa mengulek sambal di dapurnya.Ziandra mengembuskan napas berat, menggenggam tangan Almira yang masih gemetar. "Dia bukan sekadar asisten rumah tangga paruh baya biasa, Almira. Nama aslinya Zena. Dia adalah agen rahasia yang dikirim oleh keluarga kandungmu untuk mengawasimu."Almira mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mencerna kalimat suaminya. "Keluarga kandung? Agen rahasia?" Ia menatap Zena dengan tatapan kosong. "Jadi ulekan sambal terasi yang enak banget itu cuma penyamaran?" gumam Almira. "Aku pusing, Bang. Kepala aku rasanya mau pecah."Di tengah ketegangan yang ada, Bu RT spontan membekap mulutnya menahan tawa, sementara Nyonya Stella mendengus kesal dari sudut ruangan.“Kamu ceroboh karena tidak tahu soal ini, Ziandra.”“Mama benar. Ternyata aku masih ceroboh karena tertipu oleh penyama

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 55. Seorang Agen

    "Sumi jadi kamu bagian dari mereka?!"Suara Nyonya Stella melengking, jarinya menunjuk lurus ke arah asisten rumah tangga yang selama ini terkenal dengan ulekan sambal terasinya yang legendaris. Wajah ibu mertua Almira itu pucat pasi, matanya membelalak syok berat. Di sampingnya, Ziandra hanya bisa mengeraskan rahang dengan tatapan penuh selidik yang tajam.Sumi yang selama ini mereka kenal sebagai wanita paruh baya yang lembut dan berpakaian sederhan, kini berdiri tegap tanpa beban. Perlahan, tangannya bergerak ke arah kepala.Sreeet!Ia menarik wig beruban itu dalam sekali sentakan kasar. Tidak berhenti di situ, ia mengelupas lapisan silikon tipis yang menyamarkan kerutan di sekitar mata dan pipinya. Dalam hitungan detik, sosok asisten rumah tangga paruh baya itu lenyap, menyisakan seorang wanita muda berambut hitam legam yang dikuncir kuda. Wajahnya tegas, cantik, dan usianya diperkirakan sebaya dengan Ziandra.Semua orang di halaman kontrakan itu melongo berjamaah."Aku tidak pe

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 54. Dia Andreaku!

    "Apa kalian gila?!"Suara Almira melengking memecah keheningan yang mencekam. Napasnya memburu, matanya yang sembap menatap bergantian ke arah dua kubu yang masih saling menodongkan moncong senjata. Belasan pria berjas hitam di satu sisi, dan pasukan militer lengkap di sisi lain."Nenekku baru saja dikubur beberapa menit yang lalu! Dan sekarang kalian mau membuat tempat ini jadi kuburan massal warga?!" pekik Almira lagi, suaranya serak karena emosi dan rasa lelah yang bertumpuk."Andrea, kami—" Laura mencoba memotong dengan suara terisak, namun kalimatnya langsung disambar oleh Ziandra."Almira, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ziandra dengan nada yang mendadak melembut, meski sorot matanya tetap tajam mengawasi pergerakan anak buah Valerius.Almira menggeleng kuat, meremas kotak kayu peninggalan neneknya. "Tuan, Nyonya... Maaf, saya tidak tahu siapa yang kalian maksud dengan Andrea. Tapi yang saya ingat sekarang, nama saya Almira. Nama pemberian Nenek Sarmila.""Kami bisa membantu m

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ce

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya ter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 1. Hamili Aku, Komandan!

    "Paket pelet semar mesem ampuh, gak ya?"Almira menghela nafas panjang saat duduk menatap dirinya di depan cermin. Ucapan Nyonya Stella terus terngiang di telinga. Rambut panjangnya di gerai, make up tipis hasil tutorial dari youtube berhasil dilakukan. Hanya satu misinya yang belum berhasil, yait

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status