Share

BAB 43 Gunung Es

Author: Endah Tanty
last update publish date: 2026-05-03 20:34:18

“Tunggu Sheren jangan pergi dulu,”suara Reymon menghentikan langkah Sheren, lalu wanita itu berbalik lagi duduk dihadapan Reymon

“Ada apa?”

“Aku ingin kamu menemui Nazha, bilang padanya aku ingin berbicara denganya,”suruh Reymon

“Oke, akan aku sampaikan.”

Sheren melangkah pergi, ada sejuta harapan jika Reymon akan menlenyapkan Nazha.

Sheren berjalan menuju taksi yang dipesannya,kembali ke kantor dan melanjukan pekerjaannya, di tengah fokusnya ia bekerja, tatapannya beralih pada Devon yang saat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 45 Perseteruan

    Tarikan napas keluar dari bibir Salma di hadapannya Dimas memperlihatkan berkas pengambilalihan kepemilikan S’kontruksi atas namanya beralih atas nama Nazha.“Anda tanda tangan di berkas ini Bu Salma, aku sudah berbicara dengan Nazha, tentu saja dengan dalih pendirian yayasan dan dia setuju,”jelas Dimas“Oke Dimas, selanjutnya kamu yang melanjutkan untuk mengurusi S “kontruksi, sebelum Nazha tahu semuanya aku akan cari waktu untuk mengatakan kebenaranya,”suruh Salma“Baik Bu Salma,”jawab DimasSalma membubuhkan tanda tangannya di beberapa berkas, ia terlihat lega setidaknya ia sudah memberikan sesuatu pada Nazha untuk kehidupannya di masa depan.Setelah itu Dimas, menuju S’kontruksi, ia kini yang memimpin sementara perusahaan kontruksi bekas milik Reymon.Dimas menghela napas panjang, “Nazha…”gumamnya sambil menatap gambar Nazha di layar ponselnya.***Di tempat lain Sheren terlihat pucat, sepanjag pagi ini perutnya mual, hingga ia memutuskan tidak masuk kerja hari ini.“Sheren ini

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 44 Masih Diam

    Sementara di kantor S ‘invesment, Dimas terlihat sibuk, waktu sudah menunjukan tengah malam, ia masih menatap serius layar laptop“S’ kontruksi akan menjadi milik Nazha, aku harus menyembunyikan hal ini dari Frans,”gumam DimasDimas pun segera membuatkan berkas-berkas kepindahan kepemilikan dari Salma ke Nazha.“Aku membutuhkan tanda tangan Nazha, tapi bagaimana caranya, supaya ia tak menyadari jika yang di tandatangani adalah, berkas pengambilalihan S;kontruksi.”Dimas tampak berpikirHingga menjelang pagi, Dimas telah membereskan permasalahan Salma, pria itu sekerang meninggalkan kantor S’invesmentPagi dengan sinar mentari yang cerah menyinari seisi bumi , Seperti biasa Nazha selalu bejalan santai di sekitaran taman apartemen, kali ini Devon bersamanya.Keduanya berjalan santai, menyusuri taman sambil berbincang ringan, sesekali terlihat keduanya tertawa, mereka tak menyadari jika ada sepasang mata mengawasi dengan sangat dingin, lalu berjalan menjauh dari taman. Sepasang mata it

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 43 Gunung Es

    “Tunggu Sheren jangan pergi dulu,”suara Reymon menghentikan langkah Sheren, lalu wanita itu berbalik lagi duduk dihadapan Reymon“Ada apa?”“Aku ingin kamu menemui Nazha, bilang padanya aku ingin berbicara denganya,”suruh Reymon“Oke, akan aku sampaikan.”Sheren melangkah pergi, ada sejuta harapan jika Reymon akan menlenyapkan Nazha.Sheren berjalan menuju taksi yang dipesannya,kembali ke kantor dan melanjukan pekerjaannya, di tengah fokusnya ia bekerja, tatapannya beralih pada Devon yang saat itu baru datang ke kantor, wajah tampan dengan badan tegap siapapun wanita pasti akan jatuh cinta padannya‘Nazha kenapa kamu yang harus beruntung menikah dengan Devon, ‘gerutunya dalam hatiDevon yang berjalan menuju ruang kerjanya mendadak behenti ketika melihat Sheren“Sheren , masuklah keruanganku!”perintah DevonSheren terkejut, lalu dengan cepat berdiri dan melangkah masuk keruangan Devon.Dan kini keduanya telah duduk berhadapan. Devon duduk di kursi kebesarannya sebagi CEO, Dev ‘group

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 42 Tim yang Sama

    Nazha meringis menahan sakit terutama dibagian perutnya.“Nona..apa yang harus aku lakukan, hari sudah semakin gelap,”ucap ojek cemas.“Tolong ambil ponselku,”suruh NazhaLalu ojek pun meraih tas Nazha yang terlempar dan mengambil ponsel, “ponselku habis baterainya,”keluh Nazha“Aku akan membawamu ke rumah sakit tunggu sebentar aku akan memanggil temanku,”Tak lama sebuah mobilpun datang, lalu membawa Nazha pergi dari desa terpencil itu menuju klinik terdekat.Nazha segera mendapatkan perawatan, begitu sampai di klinik, ponselnya pun berdering begitu daya bateri terisiSeorang perawat mengangkat ponsel milik Nazha“Hallo Nazha, dimana kamu,”suara Devon terdengar“Maaf , pemilik ponsel ini sedang menjalani perawatan di klinik, jika Anda suaminya segeralah datang,”ucap perawat“Di klinik, apa istri saya terluka?”“Betul pak, saya akan shaere lokasinya,”“Oke.”Dengan segera Devon beranjak dari kamar hotel, setelah mendapat shere lokasi, ia berlari menuju jeebnya lalu menyetir kejalana

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 41 Akhirnya Terungkap

    “Boleh aku masuk “pinta NazhaWanita renta dengan daster yang kusut dan sedikit berlubang sesaat terlihat bingung, ada gurat rasa cemas di wajah tuanya.“Heumm lebih baik kamu segera pergi dari sini, tidak ada yang bisa kami bicarakan tentang kejadian delapan tahun yang lalu,”jawabnya menolak kehadiran Nazha“Kenapa ..jika tidak ada yang disembunyikan pada malam itu, kenapa anda harus takut! pertemukan aku dengan Pak Wisnu, aku akan pergi jika sudah berbicara dengan Pak Wisnu,”tegas NazhaWanita itu tidak menjawab bahkan berusaha menutup pintu, tapi tangan Nazha segera menghalau, penolakan wanita itu justru menyakinkan Nazha jika sesuatu yang buruk terjadi antara Reymon dan Meira.“Aku sudah jauh-jauh datang kesini, aku harus bertemu Pak Wisnu,”ujar Nazha“Kehadiranmu hanya akan membahayakan hidup kami, tolonglah pergi, aku tak mau Tuan Reymon tahu jika ada orang yang menanyakan kejadian malam itu,”suara wanita itu terlihat gugup dan semakin ketakutan“Jika yang anda takutkan Reymon,

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 40 Liburan

    Nazha mulai berkemas , ia berharap dua hari di Bandung cukup untuk mendapatkan informasi tentang penyebab Meira mengakhiri hudupnya. Langkah kakinya menuju keluar kamar, tas jijing besar ada di tangannya“Aku sudah siap,”ucapnya pada DevonDevon melempar senyum, lalu meraih tas Nazha,”Biar aku yang bawa.”Lalu keduanya keluar apartemen menuju tempat parkir. Setelah masuk dalam mobil, jeeb itu mulai meninggalkan gedung apartemen menuju kota Bandung.***Dibalik jeruji besi, Reymon terlihat menatap kosong, satu bulan sudah dia mendekam dipenjara dan yang lebih menyakitkan dia kehilangan perusahaannya.“Apa yang haus aku lakukan, memulai usaha itu hal yang tak mungkin,sisa penjualan R ‘building tidak cukup untuk usaha, semua ini gara-gara Nazha, “umpatnya sambil meninju dinding kamar penjara.Tiba-tiba namanya dipanggil sipir.”Rey..ada yang berkunjung.”Reymon tampak malas.”Siapa?”“Sheren,”jawab Sipir sambil membukakan jeruji besi.Reymon berjalan ke ruang kunjungan dan terlihat She

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status