MasukDICARI!!! LAKI-LAKI SEHAT YANG MAU MEMBUAHI!!! Bastian Cokro adalah CEO perusahaan f&b, berusia 30 tahun, dan single. Rumornya, Bastian—atau yang biasa dipanggil Mas Tian—adalah bujangan yang tak kunjung menikah karena ketidakmampuan dalam memproduksi keturunan. Infertil, alias mandul. Di sisi lain, terdapat Eva Sania yang bulan depan berulang tahun ke-28. Seorang News Broadcaster yang hidup di tengah ibu kota dengan pekerjaan sesuai passion bergaji tinggi, sahabat dekat yang suportif, serta seorang FWB yang tampan dan memuaskan, lengkap membuat dunia Eva terasa berjalan dengan sempurna. Tapi sialnya, semua yang sempurna itu harus berakhir juga saat ibunda Eva menitahkan vonisnya: "Kak, Mami udah nyerah untuk minta kamu cari suami. Udah telat, teman-teman seusiamu sudah berkeluarga semua ... … Kamu kenapa nggak langsung punya anak saja?" ⚠️ KONTEN 21+
Lihat lebih banyak"Yang Mulai Putri! Cepatlah berlindung, perampok ada di sini!!"
Teriakan yang kuat! Bersamaan dengan datangnya goncangan, yang datang tiba-tiba! Memegang dinding kayu, Thalassa yang memejamkan matanya segera terbuka ...Menyangga tubuhnya, Thalassa Evander menatap sekeliling dengan waspada dan berkata, "Apa yang terjadi!?"Tanpa dapat menjelaskan, Rhett Austin menarik Thalassa ke arahnya dan berkata, "Yang Mulia, segeralah berlindung di belakang saya!"Cahaya matahari redup, hampir terbenam sepenuhnya di barat. Tetapi cukup bagi Thalassa, untuk melihat kejadian yang sebenarnya, di sela-sela cahaya redup:"Ini adalah ... penyerangan dan Perampokan!!?" Thalassa tampak terkejut, melihat puluhan orang yang bertarung di hadapannya.Mengucapkan kata-kata ini, cahaya tajam tiba-tiba menembus! Merasakan bahaya, Thalassa segera menarik Rhett Austin! Pria yang tidak di kenali, tetapi pria ini jelas berniat melindunginya.Merasakan niat membunuh yang kental, Thalassa tidak berniat untuk berbaik hati dan mengasihani! Gerakan yang cepat, Thalassa mengulurkan tangannya, meraih leher musuh itu! Dan sekali gerakan, Thalassa mematahkan lehernya.Patahkan*!!!Suara tulang leher yang patah, mengembalikan Rhett Austin dari keterkejutannya! Melihat ke Thalassa, yang tidak hanya menyelamatkannya! Tetapi juga berhasil, membunuh seorang perampok dengan mudah."Yang mulia putri?" Rhett Austin menatap Thalassa dengan cemas, wajah itu telah lama kehilangan darahnya, tampak pucat pasih. "Apakah Anda baik-baik saja!?"Tanpa memandang Rhett Austin, Thalassa memperhatikan kekacauan di luar. Memperhatikan dua kelompok orang, yang bertarung dengan pedang di tangan mereka. Thalassa mengerutkan keningnya, tampak bingung dan tidak mengerti.'Dari mana asalnya orang-orang ini!? Di zaman sekarang, seseorang masih bertarung dengan pedang kuno!?'Melihat keanehan ini, Thalassa masih tidak melepaskannya tatapan! Menatap salah satu kelompok, yang berseragam lengkap, sebenarnya mencoba untuk melindunginya! Mencegah para perampok itu, mendekatinya.Terapi dari posisi ini, Thalassa dapat melihat dengan jelas:'Ini sama sekali bukan perampokan! Melainkan pembunuhan, dan tergetnya adalah saya!'"Mereka kekurangan jumlah!" Thalassa tidak tahan untuk tidak mengutuk! Berbalik menatap Rhett Austin, Thalassa berkata dengan serius. "Tetaplah berada di sini dan berlindung, saya akan keluar membantu!"Mendengar kata-kata Thalassa, mata Rhett Austin melebar! Ingin mencegah Thalassa, tetapi terlambat. Thalassa telah melangkah keluar, dengan gerakan yang cepat, dan menghilang dari pandangan.Wajah Rhett Austin lebih pucat! Tanpa memperdulikan keselamatannya, Rhett Austin keluar dari kereta kuda. Bersamaan dengan itu, Abel Seth mendekati Rhett Austin dan bertanya dengan cemas:"Mengapa Anda keluar!?" Abel Seth menatap Rhett Austin, tanpa lengah di tengah percakapan, Abel Seth terus bertarung. "Di mana Tuan Putri saat ini!?"Wajah Rhett Austin pucat karena cemas, memandang Abel Seth dan berkata dengan suara rendah. "Yang Mulia keluar dari kereta kuda, dan menghilang begitu saja!""Apa!!?" Abel Seth memandang Rhett Austin dengan tidak percaya, wajah dingin sebelumnya tampak berubah cemas.Di sisi lain, Thalassa yang mendengar teriakkan dua wanita, segera bergerak! Menuju salah satu kereta kuda, dan mengangkat pedangnya! Menghalangi dua musuh, yang ingin membantai dua wanita itu.Bertabrakan*!!!Kedua pedang beradu dengan kuat! Mendengar suara itu, Martha dan Maria yang gemetar ketakutan dan menangis! Membuka matanya dan melihat, Thalassa berdiri di depan mereka, dan menyelamatkan hidup mereka.Sebagai tentara, teknik pertempuran Thalassa sangat kuat! Hanya beberapa gerakan singkat, Thalassa berhasil! Membekap mulut perampok, dan menggorok lehernya dengan pedang! Bersamaan dengan itu, darah merah yang hangat, menyembur keluar seperti hujan.Martha dan Maria yang melihat aksi ini, keduanya tercengang! Semburan darah, telah membasahi wajah keduanya. Melihat kedua gadis muda, yang tercengang itu, Thalassa berkata dengan lembut."Tetaplah diam di sini dan bersembunyi," Thalassa meletakan jari-jari putihnya di bibir indahnya, "Jangan membuat suara, untuk memancing perampok, mengerti?"Wajah cantik Thalassa, tampak ternoda oleh jejak percikan darah! Tetapi hal itu, tidak menutupi pesona kecantikannya! Hal ini, malah membuat Martha dan Maria tercengang, dan mengangguk dengan linglung.'Dewa Cahaya! Yang Mulia Putri terlihat sangat luar biasa keren!'Melihat hal ini, Thalassa mengambil jubahnya dan menutupi kedua gadis itu! Sebelum akhirnya, Thalassa berbalik pergi! Terselubung di dalam kegelapan malam, langkah cepatnya tidak terdengar.Mengunakan teknik khusus, yang membuat nafasnya tenang di malam yang sunyi! Thalassa berhasil mengurangi rasa keberadaannya, dan memasuki pertahanan musuh! Wajah indah Thalassa, tampak dingin penuh ketidakpedulian.Setiap gerakan Thalassa, sangat cepat dan efisien! Mengunakan metode khusus, yang hanya di miliki oleh orang-orang profesional sejati. Sebagai mantan tentara khusus, yang bekerja di Biro Keamanan Publik, Thalassa sangat ahli dalam hal ini.Di sana, Thalassa bergerak dengan kecepatan tinggi! Sangat cepat, kuat, dan akurat, menyayat dan melukai titik lemah lawan! Gerakan membunuh yang indah, tangan Thalassa sangat fleksibel dan tajam.Tepat ketika Abel Seth, Komandan Ksatria yang sibuk mencari jejak Thalassa. Abel Seth akhirnya menyadari bahwa di sini, jumlah musuh sebenarnya berkurang! Setengah dari para perampok, telah berhasil di lumpuhkan.Bertarung dan mengamati sekeliling, Abel Seth melebarkan matanya! Menangkap sosok yang bergerak cepat, menghindari serangan musuh, dan menyayat tenggorokan musuh! Kecepatan, kelenturan, dan teknik itu, tidak pernah dilihat Abel Seth sebelumnya.'Gerakan yang cepat dan kuat! Teknik pembunuhan ini, Yang Mulia Putri sebagai sangat hebat!!?'Keterkejutan Abel Seth tidak bertahan lama! Mengingat tugas dan janjinya, untuk melindungi Thalassa, Abel Seth bergerak menuju Thalassa. Saling berhadapan, baik Thalassa dan Abel Seth bekerja sama dan saling melindungi.Beberapa menit kemudian ...Terdapat 200 orang perampok berhasil di lumpuhkan! Terdapat 195 di antaranya, telah meninggal dunia. Dan 5 diantaranya, di interogasi dengan kejam oleh Abel Seth.Sedangkan untuk Thalassa? Beberapa saat yang lalu, Thalassa tiba-tiba terhenti! Melihat wajah pucat Thalassa, Rhett Austin dengan panik memeriksa kondisi Thalassa."Saya baik-baik saja," Thalassa sedikit tenang, memandang Rhett Austin dan melanjutkan perkataannya, "Pergi dan lihatlah, apakah ada yang lebih membutuhkan pertolongan ..."Memastikan bahwa Thalassa, benar-benar baik-baik saja, Rhett Austin mengangguk setuju. "Jika membutuhkan bantuan, tolong panggil saya Yang Mulia."Melihat kepergian Rhett Austin, Thalassa menghela nafas lega sebelum kembali fokus pada panel sistem:[Ding! Pemindahan jiwa berhasil!][Ding! Sistem Konstruksi Dewa menganalisis ulang data Host!]Mata hitam Thalassa bergetar, mendengar kata-kata ini dan berkata di dalam hatinya:'Pemindahan jiwa? Sistem Konstruksi Dewa? Apa yang sebenarnya terjadi!?'[Analisis selesai! Sistem Konstruksi Dewa berhasil mengikat!][Ding! Selamat datang Hostnya, di Sistem Konstruksi Dewa!]Pada detik ini, Thalassa akhirnya menyadari hal yang dilupakannya! Hampir melupakan, bahwa sebelumnya Thalassa mengalami kecelakaan! Kecelakaan besar, dan mengakibatkan Kematiannya.[Benar Hostnya, Anda benar-benar telah meninggal di dunia itu!]Mendengar jawaban ini, Thalassa yang tidak meragukan kematiannya, semakin merasa yakin:"Ternyata mati ..." Thalassa tidak terkejut untuk kematian, dan berkata dengan nada tenang. "Terima kasih atas informasinya."[Ding! Menerima informasi dunia dan ingatan tubuh!][Apakah Host ingin membukanya?][Akhir dari bab ini]“HACHIM!!!”Eva menggosok hidungnya yang gatal karena bersin. Debu dari sudut planetarium ini sepertinya telah membangkitkan alerginya—atau mungkin, ada yang sedang membicarakannya di luar sana. Entahlah.“Gimana, Mbak?” tanya Gama yang kini menghampiri Eva.Pemuda itu mengecek smartphone-nya beberapa kali, hasil memotret sudut-sudut museum dan planetarium ini, sementara Bisma dan Fardi sibuk merekam berbagai lokasi dan ruangan dengan kamera mereka, sebagai bahan laporan dan rekaman untuk episode pilot nanti.“Kok tanya saya? Menurut kalian sendiri, gimana ini lokasinya?” Eva melemparkan pertanyaan balas pada Gama.“Hehe. Maksudnya, gimana menurut Mbak Eva, memungkinkan nggak ng
Pagi yang padat menjadi pembuka hari Bastian di Surabaya. Selain mendampingi Eva sebagai orang kepercayaan Channel 5, dia sendiri juga memiliki beberapa agenda pribadi yang harus dijalankannya. “Lho, Mas Tian nggak ikut ke lokasi kedua? Ini beneran saya saja sama anak-anak kreatif, nih?” Gama bertanya ketika Tian hendak melepas kepergian mereka ke lokai kedua. “Iya, saya ada janji dengan salah satu investor Pandora. Nanti kita ketemu lagi pas makan malam,” jelas Tian kepada rombongannya. “Oke Mas Tian, hati-hati!” Fardi melambaikan tangan. Salah satu anggota tim kreatif itu sedang membawa tas kamera yang terlihat lumayan berat. “See you soon, then ….” Eva melepas Tian dengan senyum tipis. Berpisah sementara memberi Tian
“Uhuk—uhuk!!!” Tian menepuk-nepuk dadanya. Eva refleks ikut menepuk punggung kukuh lelaki itu, untuk kemudian tersadar akan apa yang dia lakukan, dan buru-buru kembali menarik tangan. Batuk Tian itu masih berlangsung selama beberapa detik sebelum akhirnya CEO Pandora itu berucap, “kamu salah sangka, Gama.” Lelaki yang diajak bicara oleh Tian itu seketika mengerutkan kening. “Maksud Mas?” tanyanya. “I—itu ...” Kini giliran Eva yang membuka suara. “Anu, Gama, tolong di-keep dulu masalah ini. Jangan sampai ketahuan orang luar, apalagi media. Bahkan orang kantor juga … please, kalau bisa jangan sampai tau.” Perkataan Eva barusan tidak hanya membuat Gama bungkam, tapi juga Tian yang seketika melongo. Pasalnya, Eva seakan-akan mengkonfirmasi jika ada sesuatu di antara mereka. Sesuatu yang rancu. “Ooooh, jadi beneran toh,” simpul Gama. Empat rekan tim kreatif yang lain ikut manggut-manggut juga. “Tenang aja, Mbak. Rahasia Mbak Eva sama Mas Tian aman kok sama
Bastian Cokro terbangun dengan perasaan senang yang baru. Ada aroma familier yang menggelitik hidungnya; paduan teh hijau dan eucalyptus yang segar dan halus. Saat membuka mata, dia melihat Eva Sania terlelap di ranjang hadapannya. ‘Kemenangan kecil’, begitu gumam Tian dalam benaknya sebelum bangun dari sofa bed tempatnya semalaman. Tian merasa sukses karena dia sudah bisa menjaga sikap, tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk membuat Eva tidak nyaman. Kalau Tian brengsek, bisa saja malam tadi dia menggunakan modus untuk bisa seranjang dengan perempuan idamannya itu. Tapi tidak, Tian masih menghormati Eva, dan juga dia lebih memikirkan efek jangka panjangnya. Kenikmatan sesaat bisa saja menjadi tiket menuju hancurnya hubungan secara permanen. Tian, tentu
“Sabar ya, Mas, kita ditolak lagi ….” Suara Nisa membuat Tian menggeram seketika.Mereka baru sampai kembali ke kantor Pandora, dan Tian baru saja memarkirkan Ranger Rover-nya. Lobi kantor memantulkan
Makan siang di kantor pusat CV Kurnia Pandora, perusahaan f&b besutan Bastian Cokro itu, riuh-rendah akan hiruk pikuk karyawannya. Sebagian besar dari pekerja di gedung itu terbiasa mengisi perut di satu kantin terbuka, tepat di area rooftop kantor Pandora.
Hari ini hari Minggu, hari di mana orang-orang seharusnya beristirahat dengan santai. Namun Minggu ini berbeda untuk Eva Sania, yang pada jam 9 pagi ini sudah berada satu mobil dengan Ika, berkendara selama satu j
Waktu serasa berhenti. Bastian Cokro tak percaya kalau saat ini dia sedang berjabatan tangan dengan Eva Sania. Tian bisa merasakan lututnya lemas. Untung lagi duduk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak