Share

Bab: 11

Penulis: HALLOSEAN
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-11 10:36:33

Suara itu… Violet mengenal suara itu.

Matanya membulat—shock dan tidak percaya.

“A-Axel?” lirihnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Pria itu tersenyum lebar—senyum yang hangat dan penuh kegembiraan. “Apa benar kamu Violet?” tanya Axel penuh kepastian, suaranya sedikit bergetar karena tidak percaya.

Axel terus menatap Violet dengan tatapan intens—seolah tidak mau melewatkan satu detail pun dari wajah wanita yang sudah bertahun-tahun tidak ia lihat. Tatapan itu membuat Violet sadar akan posisi mereka sekarang yang terlalu dekat.

Dengan refleks, Violet langsung memundurkan diri dan melepaskan tangan Axel yang masih melingkar di pinggang rampingnya. Wajahnya sedikit memerah—entah karena malu atau karena kaget.

Kini jarak mereka sudah tidak sedekat tadi. Axel melirik Violet dari atas sampai bawah dengan tatapan kagum dan sedikit terkejut—seperti tidak percaya bahwa wanita di hadapannya adalah Violet yang dulu ia kenal.

Violet masih terdiam dengan canggung, tidak tahu harus
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab: 12

    “Halo, kakakku!” Seru Axel dengan penuh semangat sambil membuka pintu ruang kerja pribadi Lucas tanpa mengetuk terlebih dahulu. Ia melangkah masuk dengan percaya diri, diikuti oleh Jevir yang berjalan di belakangnya dengan ekspresi datar seperti biasa. Refleks, Lucas menyipitkan matanya tajam melihat Axel berjalan ke arahnya dengan senyum lebar yang sangat menyebalkan. Lucas berdeham keras dengan suara seraknya yang terdengar seram—isyarat bahwa ia tidak senang dengan kedatangan adiknya ini. Lucas dan Axel adalah saudara kandung. Mereka berdua tidak pernah akur sejak dulu, tetapi sikap mereka tetap saling sayang satu sama lain dan selalu menjaga—meskipun sering bermusuhan dan berkelahi. Penyebabnya adalah Axel yang selalu memancing dan membuat Lucas marah karena kebodohan, kesombongan, dan keegoisan yang ada pada diri adiknya itu. “Kakakku, kenapa kau tidak menyambut kedatangan atau kehadiran adikmu tersayang ini?” celoteh Axel sambil menarik kursi di depan meja kerja Lucas, lal

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab: 11

    Suara itu… Violet mengenal suara itu. Matanya membulat—shock dan tidak percaya. “A-Axel?” lirihnya dengan suara yang hampir tidak terdengar. Pria itu tersenyum lebar—senyum yang hangat dan penuh kegembiraan. “Apa benar kamu Violet?” tanya Axel penuh kepastian, suaranya sedikit bergetar karena tidak percaya. Axel terus menatap Violet dengan tatapan intens—seolah tidak mau melewatkan satu detail pun dari wajah wanita yang sudah bertahun-tahun tidak ia lihat. Tatapan itu membuat Violet sadar akan posisi mereka sekarang yang terlalu dekat. Dengan refleks, Violet langsung memundurkan diri dan melepaskan tangan Axel yang masih melingkar di pinggang rampingnya. Wajahnya sedikit memerah—entah karena malu atau karena kaget. Kini jarak mereka sudah tidak sedekat tadi. Axel melirik Violet dari atas sampai bawah dengan tatapan kagum dan sedikit terkejut—seperti tidak percaya bahwa wanita di hadapannya adalah Violet yang dulu ia kenal. Violet masih terdiam dengan canggung, tidak tahu harus

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab: 10

    Suara berat dan dingin itu membuat Sofia dan Stella terdiam seketika. Suasana langsung berubah tegang. Bahkan Stella yang tadi terlihat percaya diri, kini wajahnya sedikit pucat. Lucas. Pria itu berdiri di ujung koridor dengan Jevir di sampingnya. Auranya sangat kuat—begitu menakutkan hingga siapa pun yang berada di dekatnya langsung merasa tertekan. Tatapannya tajam, rahangnya mengeras, dan ekspresinya… sangat, sangat marah. Lucas melangkah mendekati dengan langkah pelan tetapi penuh wibawa. Setiap langkahnya terdengar menggema di koridor yang kini sunyi senyap—semua orang menahan napas, tidak ada yang berani bergerak. Saat Lucas sampai di tempat kejadian, matanya langsung tertuju pada Violet yang terduduk di lantai dengan luka-luka di tubuhnya, pakaian yang basah karena kopi, serta ekspresi wajah yang menahan sakit. Namun, tanpa ada rasa kasihan—karena Lucas bukanlah orang yang berbaik hati kepada siapa pun, apalagi kepada para pelayannya—ia langsung mengalihkan pandangannya k

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab: 9

    PYAAARR— “Aw!” Violet terjatuh dengan posisi duduk menyamping. Ia merintih kecil ketika air panas dan pecahan gelas kaca mengenai sisi tubuhnya. Lutut kiri dan telapak tangan kanannya terluka akibat tergores pecahan kaca yang tajam. Darah mulai merembes keluar dari luka-luka itu. Sementara itu, Stella yang berdiri di depannya langsung menutup mulut dengan kedua tangan, pura-pura memasang ekspresi kaget—seolah-olah bukan dirinya yang sengaja menjatuhkan Violet. Stella memang sengaja menabrak Violet saat Violet baru saja turun dari tangga lantai dua. Padahal, seharusnya Stella sedang naik ke lantai dua untuk mengantarkan kopi kepada Tuan Lucas. Kini, ia memiliki rencana licik terhadap Violet—rencana untuk menjatuhkannya sekali lagi di mata semua orang. Ia sengaja berjalan tanpa melihat, seolah-olah Violet tidak ada di hadapannya. Akibatnya, ia menabrak bahu Violet dengan keras. Cangkir kopi di tangannya terjatuh, bersamaan dengan Violet yang terhempas ke lantai marmer yang dingin.

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab : 8

    Di sore yang indah ini, Sofia mengajak Violet berkeliling area mansion besar milik tuan mereka. Sofia ingin Violet mengenal seluruh sudut mansion agar sewaktu-waktu Violet tidak kebingungan jika ingin berjalan-jalan atau mencari sesuatu di sekitar mansion yang sangat luas ini. Saat ini mereka berada di area taman belakang yang tidak jauh dari kolam renang. Taman ini sangat luas, dipenuhi berbagai jenis bunga yang tertata indah, sebuah air mancur kecil di tengahnya, serta pohon-pohon besar yang memberikan keteduhan. Violet terdiam takjub melihat taman seindah ini. Ia tidak menyangka akan menemukan pemandangan seindah ini di dalam area mansion. Bahkan semua yang sudah ditunjukkan Sofia sebelumnya—mulai dari perpustakaan pribadi, ruang musik, ruang makan mewah, hingga berbagai ruangan lainnya—membuatnya terpesona dan sulit percaya. “Sofia, aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Semua yang sudah kau tunjukkan di sekitar mansion ini begitu indah,” ujar Violet dengan senyum senang. Pikir

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab: 7

    Di dalam mansion megah milik Lucas, semua pelayan yang ada di sana saling berbisik, membicarakan kejadian ketika Violet—yang baru saja bekerja di sana—berani keluar tanpa izin terlebih dahulu kepada Lucas. Kejadian itu membuat tuan mereka murka besar kepada Violet, dan gosip tersebut pun menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru mansion. Violet dan Sofia yang baru saja turun dari lantai dua dan berjalan menuju dapur untuk makan siang, tanpa sengaja mendengar beberapa pelayan lain sedang membicarakan Violet. Suara mereka memang tidak terlalu keras, tetapi cukup jelas terdengar di koridor yang sepi. Sofia tampak kesal mendengarnya, sementara Violet hanya melirik sekilas tanpa menegur ataupun marah. Ia memilih untuk tetap diam dan melanjutkan langkahnya. “Parah, kan, dia? Baru saja diterima kerja di sini, sudah sok berkuasa,” kata salah satu pelayan wanita dengan nada mengejek. “Emangnya dia pikir Tuan Lucas tertarik sama dia?” sahut yang lain dengan nada meremehkan. Mereka tertawa—

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status